
dengan langkah kaki semangat Alana berangkat ke kantor mantan kekasih nya tersebut.
" Arga tunggu aku, aku akan datang, aku bakalan mengambil apa yang aku punya gak peduli kamu milih siapa, kamu tetap punya ku " gumam Alana seorang diri.
Alana pun dengan semangat pergi ke kantor Arga namun sebelum itu dia lupa kalau kantor Arga udah bukan yang dulu lagi.
" mbak kantor Arga di mana ?" tanya Alana sambil cengengesan
" oh iya mbak lupa ngasih tau kamu alamat kantornya Yaang baru " ucap Lala menepuk jidat nya
" Arga udah pindah ke jalan xxxxx " ujar Lala memberitahu
" oh jalan situ oke lah mbak aku pergi dulu" Alana
pun meninggalkan apartemen mbak nya tersebut.
tak butuh waktu lama Alana akhirnya sampai juga di kantor Arga. Alana awal nya bingung harus ngomong apa nantinya dia juga gak bawa surat lamaran.
" permisi pak saya mau nanya ruangan Arga dimana yah, eh maksudnya tuan Arga " ucap Alana meralat ucapan nya tadi.
" mbak ada perlu apa yah ?" tanya satpam tersebut.
" oh gini pak saya di tawari kerja sama istri nya tuan Arga jadi saya di suruh kesini hari ini karena saya gak tau tuan Arga di ruangan berapa makanya saya tanya bapak " ucap Alana dengan sopan
" oh begitu, ya udah mbak ikut saya saja biar saya langsung antar mbak keruangan tuan Arga " ujar. satpam itu lagi sambil berjalan duluan. Alana pun mengikuti nya dari belakang.
namun baru beberapa langkah berjalan Alana gak sengaja ketemu sama Dion, Dion pun yang Melihat Alana di kantor Arga merasa bingung .
" Alana kamu ngapain ke sini ?" tanya Dion bingung
" eh hai Dion,pak saya sama teman saya ini aja pak, Makasih yah udah nganterin saya " ucap Alana
satpam tersebut mengangguk paham dan meninggalkan Alana dan Dion
__ADS_1
" kamu disini ngapain ?" tanya Dion lagi meminta jawaban.
" kamu gak tau ya kalau aku disini akan kerja juga " ucap Alana dengan percaya diri
" siapa yang masukin kamu kerja di kantor ini kalau Arga aku rasa engga " ujar Dion
" Yap Arga memang gak Nerima aku kerja di kantor nya, tapi Elma, Elma yang menyuruh aku kerja di kantor suaminya, mungkin Elma tau kalau Arga masih cinta sama aku makanya dia gak tega misahin aku sama Arga " ucap Alana dengan percaya diri
Dion yah mendengar ucapan Alana hanya tersenyum sinis.
" cih ternyata anda sudah sangat percaya diri Sekarang, tapi yah kalau mau masuk kerja disini harus ada surat lamaran walaupun kamu sudah kebal baik dengan Arga ataupun keluarga Arga tapi yang namanya prosedur di dalam perusahaan harus tetap di jalankan, kamu buat surat lamaran antar kesini, terus tunggu panggilan kalau memang di panggil, dan satu lagi yang penting kamu harus punya pengalaman dalam bekerja" ujar Dion menjelaskan.
" cih kau itu cuma sekretaris nya Arga gak usah sok dan berlagak seolah kau itu yang punya perusahaan" cibir Alana.
" Yap kamu memang benar aku hanyalah sekertaris sekaligus asisten nya tapi harus kamu ingat kalau bukan karena aku Arga gak akan bisa membuat perusahaan nya seperti Sekarang ini camkan itu, dan satu lagi kalau mau kerja disini. mending antar surat lamaran yah lagian sekarang Arga gak masuk kantor " ujar Dion
" ha? Arga kenapa, kok dia gak masuk kantor ?" tanya Alana kaget'.
" dia mau pergi jalan-jalan sama istri nya, udah ya saya sibuk saya masih banyak kerjaan " Dion pun berlalu meninggalkan Alana yang masih berdiri kaku
" CK Dion makin hari makin ngeselin yah, kenapa sih ada laki-laki seperti Dion " ujar Alana kesal dan keluar dari kantor
Dengan hati yang kesal Alana meninggalkan kantor nya Arga tersebut.
" percuma dong gua dandan seksi kek gini kalau Arga gak masuk, ini maksudnya Elma itu apa yah dia nyuruh gua masuk kerja di perusahaan Arga tapi setelah ketemu sama Dion malah disuruh buat surat lamaran CK gua mana ada pengalaman kerja, sial, sial, sial " gerutu Alana terus sambil berjalan mencari taxi.
akhirnya Alana memutuskan untuk pulang ke rumah nya, awal nya Alana gak mau pulang ke rumah itu sebab dia gak mau ketemu dengan dini tapi mau gimana lagi gak mungkin dia terus-menerus tinggal di apartemen kakak sepupu nya tersebut.
dengan langkah gontai Alana masuk ke dalam rumah tersebut, rumah yang sudah beberapa tahun ditinggalin oleh Alana.
mama Mia yang duduk sambil nonton tv tidak menyadari kedatangan anak nya tersebut.
" mama " panggil Alana
__ADS_1
Mia pun menoleh dan terkejut melihat Alana berdiri di samping nya dan tersenyum.
" Alana " teriak Mia bangkit dan langsung memeluk anak nya tersebut.
" kenapa kamu gak ngasih kabar sama mama kalau mau pulang sayang kan mama bisa siapin semua nya " ujar Mia dengan mata berkaca-kaca sebab Mia sudah sangat merindukan anak nya tersebut.
" iya Al sengaja gak ngasih tau mama sama papa biar suprise " ujar Alana Masih memeluk mama nya tersebut.
" oh iya papa mana mam ?" tanya Alana sebab dia belum melihat papa nya
" papa kamu lagi di kantor sayang " ujar Mia
" di kantor, bukannya kantor yang ngurus si anak pungut itu " ucap Alana
" Al, mama gak suka yah kamu bilang adik kamu itu anak pungut " ujar Mia dengan nada tidak suka
" kan bener mah dia anak pungut, di pungut sama papi dari perempuan yang gak jelas asal usul nya " ujar Alana memperjelas
" Alana udah gak usah bahas itu, sekarang kamu ke kamar kamu, kamu istirahat mama yakin kamu pasti lelah kan melakukan perjalanan jauh " ujar Mia
" no mam, aku udah beberapa hari di sini aaku nginep di apartemen nya mbak Lala " ucap Alana.
" dasar kamu yah anak nakal bukannya pulang kerumah malah keluyuran " ujar Mia menarik hidung anak nya tersebut.
Alana yang mendapat perlakuan dari mama nya hanya tersenyum, Alana masih bersyukur sebab mamanya belum mengetahui kejadian yang sebenarnya yang menyebabkan dirinya harus pergi ke luar negri selama bertahun-tahun, yang Mia tau anak nya cuma berobat karena depresi gara-gara di perkosa oleh preman ketika dia pulang kuliah.
ketika Alana mau baru ke kamar nya Alana di kaget kan dengan kedatangan dini yang berlari dan langsung memeluk nya
" kak Lana dini kangen banget " ucap dini memeluk kakak nya tersebut.
Alana melepaskan pelukannya dari dini
" dasar anak pungut main peluk-peluk aja " ujar Alana
__ADS_1
dini yang mendengar ucapan Alana yang dia bilang anak pungut langsung terdiam dan langsung melepaskan tangannya dari kakak nya tersebut.