
Elma yang di kasih obat penenang tidak mendengarkan ucapan sang kakak.
" Van, biarin Elma tidur dulu aku yakin pikiran nya masih kacau, nanti kalau Elma sudah bangun kamu tanya baik-baik apa tujuannya memakan buah tadi, untuk sekarang biarin Elma istirahat dulu " ujar Dinda yang menyusul Elvan tadi.
Elvan pun terduduk lemas melihat sang adik, tangan dan kaki nya sudah di ikat. Dinda yang gak tega melihat Elvan seperti itu membantunya berdiri dan membawanya duduk ke sofa.
" saran aku jangan terlalu menekan dia, kamu tau kan mental nya gak sekuat dulu, apalagi sekarang dia lagi hamil. " ujar Dinda mencoba menenangkan Elvan.
Elvan pun berusaha untuk tidak berfikir yang enggak-enggak tentang adik nya.
Dion yang masih penasaran dengan kejadian itu tidak jadi pergi ke kantor, Dion memilih kembali ke apartemen Arga untuk memastikan siapa sebenarnya yang mengirim buah tersebut.
setiba nya Dion di apartemen Dion melihat buah nanas berserakan di lantai, darah juga sudah mengering.
Dion mencari-cari sesuatu yang bisa membuktikan kalau memang bukan Elma yang punya rencana tersebut.
Dion melihat bungkusan buah tadi dan mencari-cari nama pengirim nya.
" berarti benar yang di bilang Elma kalau bukan dia yang beli, ini aja nama pengirim nya Arga penerima Elma, kalau memang bukan mereka berdua yang melakukan ini terus siapa, siapa yang tega berbuat seperti ini " gumam Dion sendirian sambil membaca ulang kertas tersebut.
Dion yang sedang berfikir keras dengan kejadian tersebut di kagetkan dengan hp nya yang berbunyi.
" woi Lo dimana sih bukannya balik ke kantor malah keluyuran, Lo tau gak klien tadi udah marah-marah sebab di tinggal gitu aja " ujar Arga lewat telepon
" lah bukannya Lo gak jadi ke kantor yah " ucap Dion menggaruk leher nya yang gak gatal
" awal nya iya gua gak ke kantor tapi Lo mikir dong kalau gua gak ke kantor klien yang kita tinggalin tadi kek mana terus Lo mau gua pecat kalau gak datang dalam waktu 30 menit " Arga sedikit mengancam Dion supaya datang lebih cepat
" dasar Lo bos gak punya hati siala* " umpat Dion, mematikan telepon nya dan pergi, namun sebelum pergi Dion tak lupa membawa kertas pengiriman tadi.
gak sampai 30 menit Dion sudah sampai di kantor, dengan nafas terengah-engah Dion memasuki ruang rapat.
namun Dion kesal sebab setibanya Dion di ruangan tersebut gak ada orang sama sekali disana.
__ADS_1
" CK sial pasti gua udah di kerjain sama si bos kampre* ini " umpat Dion kesal
dengan langkah terburu-buru Dion memasuki ruangan Arga.
" siala* yah Lo ,Lo suruh gua cepat-cepat tapi gak ada satu orang pun di ruang rapat, enak banget Lo ngerjain gua " ujar Dion kesal ke Arga
Arga yang melihat sahabatnya terengah-engah, ingin tertawa namun di tahan sebab ada sekretaris nya.
" yang bilang ada rapat siapa ha, emang kau gak bisa dengar omongan aku di telepon tadi, aku bilang klien kita marah-marah sebab di tinggal gak jelas, bukannya nyuruh Lo masuk ruangan rapat hahahahaha " akhirnya tawa Arga pecah ketika melihat wajah panik dari sahabat nya.
" CK bos siala*, kampre* " umpat Dion kesal.
Dion pun pergi meninggalkan Arga sebab dia masih kesal dengan temannya tersebut.
Dion yang kesal akhirnya lupa ngasih tau tentang masalah di apartemen tadi, setiba nya di meja kerjanya Dion langsung mengerjakan perkejaan nya tersebut.
begitu juga dengan arga, Arga melampiaskan kekecewaannya dengan balik ke kantor kalau dia dirumah saja pasti akan teringat dengan kejadian di rumah sakit tersebut.
sore hari nya ketika Dion sudah sampai dirumah nya mengambil kunci di dalam saku nya Dion tidak sengaja menjatuhkan kertas.
" CK sial kenapa sampai lupa sih astaga " Dion menepuk jidat nya sendiri.
" ini gua mandi dulu apa ke rumah Arga yah, mandi dulu lah biar seger " Dion pun bergegas mandi dan siap-siap kerumah Arga
tak butuh waktu lama Dion sudah datang di rumah Arga, Arga gak mau pulang ke apartemen nya, dia mau menenangkan diri dulu katanya.
" mi Arga mana ?" tanya Dion ketika sudah sampai dirumah Arga
" oh Arga udah langsung naik ke atas nak, wajah nya kusut bener " ucap mami Alda
" ya udah mi Dion ke atas yah " Dion pun meninggalkan mami Alda seperti nya mami Alda ada tamu. namun dion gak mau tau siapa tamu tersebut.
Dion masuk ke kamar nya Arga, gelap, pengap,
__ADS_1
" CK ini bocah udah nikah tapi masih aja jorok, kayanya ni kamar gak pernah di bersihin " Dion mengoceh
Dion lun melihat Arga sedang tidur di atas kasur yang berantakan, sepatu belum di buka masih pakai baju kerja tadi, Dion pun menggeleng Melihat tingkat laku teman nya tersebut.
" ga, woi bangun ,baru sore udah tidur lo CK ck CK " ujar Dion membangunkan Arga
" mau apa sih Lo kesini, kan gua gak nyuruh Lo kesini " tanya Arga tetao memejamkan matanya sebab Arga sudah hapal siapa yang datang ke kamar nya
" ini gua mau. nunjukin sesuatu sama Lo, kalau bukan karena gua lupa ogah gua kesini apalagi masuk kamar Lo yang pengap ini ogah banget gua " cerocos Dion
namun Arga tidak bergerak tetap tidur telungkup .
" woi Lo duduk dulu Napa, coba Lo liat ini dulu biar masalah Lo sama bini Lo bisa di selesaikan " ujar Dion menarik tangan Arga
Arga yang mendengar kata istri teringat dengan Elma, dengan berat hati Arga duduk.
" mau liatin apa ha " tanya Arga tanpa membuka matanya
" ni Lo liat ini, di sini ada buktinya kalau yang ngirim buah itu atas nama Lo, ni Lo baca baik-baik " ucap Dion menyerahkan kertas kecil tersebut Dion pun menghidupkan lampu kamar Arga supaya Arga bisa membacanya dengan jelas.
sesudah Arga Membaca kertas tersebut Arga mengerutkan kening nya bingung.
" sumpah ini bukan gua, ngapain juga gua ngasih itu sama Elma " ujar Arga membela diri
" gua tau kalau itu bukan Lo yang ngirim makanya gua kesini buat bantu Lo buat diskusikan masalah ini " ucap Dion
Arga berfikir sejenak, lalu bangkit dan turun ke bawa sambil teriak memanggil mami nya
" mami,,,,,, " teriak Arga buru-buru menuruni anak tangga.
mami yang kebetulan masih duduk di ruang tamu merasa heran tumben anak nya teriak memanggil nya .
" mami ini apa " ucap Arga di depan mami nya
__ADS_1
mami Alda yang gak tau apa-apa hanya mengerutkan keningnya bingung.