ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 25


__ADS_3

Bab 25


gua gak sekuat Lo kak, gua gak bisa kek Lo dan papi melupakan masalah dengan meng ikhlaskan gua gak bisa " ujar Arga mengacak rambutnya yang sudah berantakan .


" mami juga udah tobat kan, mami gak pernah berbuat kek gitu lagi, gua sebagai kakak dan pengganti Papi gua minta sama Lo tolong ikhlaskan kepergian papi biar papi tenang " ujar Rama


setelah selesai menasehati sang adik Rama pun keluar dari kamar adik nya dan pergi masuk ke kamar nya, di dalam kamar tanpa di sadari ternyata Rama pun menangis.


" Gua juga gak sekuat apa yang Lo lihat dek, gua juga rapuh, di bilang mengiklas kan, sampai kapan pun gua gak akan bisa lupa gimana papa meninggal gara-gara mami gua inget itu semua, tapi kalau dendam sampai kapan malah menyiksa diri sendiri . " Gumam Rama sambil terisak.


Tanpa di sadari ternyata mami Alda juga memperhatikan anak nya dari balik pintu kamar mereka masing-masing, Alda pun menangis mendengar tangisan Rama begitu pilu dan menyesakkan hatinya.


" Mami harus gimana supaya buat kalian bahagia, mami bingung mami juga capek kalian cuekin terus " hiks hiks hiks tangis Alda setelah balik ke kamar nya


Alda juga sangat menyesal ketika dulu pernah selingkuh bahkan sudah membuat suami nya meninggal akibat melihat Alda sedang berduaan dengan selingkuhannya.


Alda benar-benar di buat menyesal tapi mau gimana lagi kesalahan yang di perbuat membuat dia menyesal seumur hidup.


" Dion Lo dimana ? " Tanya Arga ke Dion .


Arga berencana pergi ke rumah nya Dion untuk menenangkan dirinya.


Gak lama akhirnya Dion sampai di kediaman di rumah dion.


Arga pun masuk ke dalam rumah Dion tanpa mengetok pintu dulu sebab dia juga sudah biasa keluar masuk di rumah ini.


" Lo kenapa lagi, kusut amat tuh muka apa perlu gua setrika ?" Tanya Dion sambil bercanda.


" Gua besok mau nikah " ujar Arga tiba-tiba dan itu membuat Dion kaget


" Buset dah Lo nikah sama siapa, emang Lo udah terima perjodohan mami Lo itu, kalau menurut gua mending Lo pikir-pikir lagi deh " cerocos Dion

__ADS_1


" Bukan sama dia lah bego* gua nikah sama Elma, Elma juga lagi hamil Sekarang " Arga mencoba menjelaskan .


" Wihh baru sekali tancap udah jadi aja pro juga yah loh " kekeh Dion ketika mendengar temannya menghamili anak gadis orang.


" Kan sama-sama pertama " ucap Arga membalas candaan Dion.


"Emang nya Elma mau nerima elu, kan lu laki-laki brengse* " ujar Dion menjahili temannya


" Udah lah bego* gua juga udah di kasih restu sama bunda Elma juga, cuma mami gua gak suka gua nikah sama Elma " ujar Arga menjelaskan


" Oh gitu, alasan mami Lo gak suka karena apa ?"


" Dia pikir kalau Elma nikah sama gua karena harta nya aja sama kek Lala waktu itu katanya gitu " ucap Arga


" Iya gua paham tapi kan Lo tau restu orang tua itu perlu ketika kita mau menikah, kalau menurut gua besok pagi Lo coba minta restu sama mami mana tau mami mau ngasih restu " ujar Dion memberi saran kepada temannya.


" Iyah gua coba besok, sekalian gua juga mau ke makam papi " ujar Arga


" Ya udah Lo istirahat aja gua yakin Lo pasti capek kan Lo pasti habis ribut sama mami, ya udah Lo istirahat besok Lo mau nikah " ujar Dion lagi menyuruh temannya ini untuk istirahat sebab besok adalah hari bersejarah buat dia


Dion pun menatap temannya lalu menghela nafas


" Kita sama-sama punya masalah keluarga tapi Lo beruntung masih punya kakak yang bisa nemenin Lo, kalau gua, gua sendiri, kalau ada masalah pecahin sendiri, gimana gak stres gua " gumam Dion sendiri.


Dion pun memilih keluar dari kamar nya dan duduk di luar memandang lampu-lampu yang ada di setiap jalan.


Di kediaman Elvan


Elma yang masih bingung apakah dia harus menikah besok pagi atau dia batalkan saja, sebab rasa takut masih menyelimuti dirinya.


" Hey kok belom tidur kenapa HM ?" Tanya Elvan yang baru pulang dari rumah sakit

__ADS_1


Elma yang melihat kakak nya datang entah kenapa bawaannya pengen deket-deket sama kakak nya aja Elma pun langsung memeluk Elvan dengan erat.


" Eh kenapa nih kok jadi manja gini sih sama kakak " ujar Elvan tali Elvan gak menolak pelukan sang adik


" Pengen peluk kakak aja salah emangnya? " Ucap Elma sambil mengerucutkan bibir nya


" Ya engga lah malahan kakak seneng kamu manja kek gini sama kakak " ujar Elvan lagi


" Udah yok masuk gak baik tau bumil di luar malam-malam gini nanti masuk angin lagi " Elvan pun mengajak Elma masuk ke dalam rumah .


Dimas yang melihat kedekatan mereka merasa cemburu, wajar sebab Dimas juga gak merasakan gimana rasanya punya adik perempuan dan Sekarang adik nya ketemu eh malah terlalu dekat dengan Abang nya.


" Ya elah itu muka biasa aja kali mas " ucap Elvan tersenyum usil


" Kenapa sih dek kamu itu lebih dekat sama bg Elvan peluk-pelukan lagi, aku kan juga mau kek gitu Deket sama adek aku " ujar Dimas dengan nada sedih


" Hm bukannya gitu kak, kan kakak udah nikah kalau aku terlalu Deket kek gini sama kakak nanti mbak dini cemburu lagi " ucap Elma menjelaskan


Bukan apa -apa Elma cuma Takut aja kalau nanti dini cemburu sebab elma pernah melihat dini agak cemberut mukanya ketika Elma selalu di utamakan di rumah itu, makanya Elma mengambil jarak takut nya nanti malah salah paham, yah walaupun Elma adik mereka tapi kan kalau dimas sudah yang harus di prioritaskan oleh nya.


" Udahlah toh Elma kan adik kita gak usah cemburu gitu lah " ujar Elvan memecahkan keheningan di Antara mereka.


" Dek apa sudah siap besok kamu nikah sama Arga ?" Tanya Elvan memastikan


" Hm, entahlah kak Elma juga bingung " ucap Elma menundukkan pandangan nya.


" Kakak gak bisa maksa kamu kalau kamu gak mau bilang sekarang biar kakak hubungi Arga supaya bisa di batalin tapi kalau kamu menerima cobalah terima dengan ikhlas jangan jadikan beban buat kamu, kakak gak mau kamu banyak pikiran, ingat sekarang kamu sedang hamil itu yang harus kamu ingat " ujar Elvan menasehati sang adik.


" Bu,,, bukan kek gitu kak, Elma takutnya nanti setelah menikah laki-laki itu berubah jahat sama Elma lagi, makanya Elma takut " ujar Elma dengan jujur.


" Dek percaya deh sama kakak Arga gak kek gitu kok orangnya, kakak udah kenal baik sama dia jadi adek gak usah khawatir yah " bujuk Elvan.

__ADS_1


Elma pun mengangguk meng iyakan padahal dalam hati dia juga masih takut dan ragu.


" Semoga aja apa yang di bilang sama kak Elvan bener kalau dia memang baik orangnya. " Gumam Elma.


__ADS_2