ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
BAB 47


__ADS_3

FLASHBACK Dimas sebelum ke rumah dini.


Dimas pulang kerja sangat lesu pikiran banyak terkuras, belum lagi masalah nya dengan sang istri.


" assalamualaikum, Bun Dimas pulang " ujar Dimas melangkahkan kaki memasuki rumah nya tersebut.


" eh nak kamu udah pulang "


" Iyah Bun, capek banget hari ini Bun, terlalu banyak masalah " Dimas mengeluh kepada bunda nya


Dimas pun memilih menyandarkan kepalanya ke paha sang bunda, bunda yang melihat tingkah Laku anaknya cuma tersenyum dan mengelus rambut nya dengan sayang.


" Iyah kamu harus kuat nak, itu juga salah satu ujian di dalam rumah tangga, bagaimana kamu bisa menyikapi masalah kamu dan istri kamu " ucap bunda menasehati sang anak.


" tapi Bun ini diluar pikirannya Dimas, Dimas gak nyangka Lo Bun istri Dimas sendiri yang lakuin itu semua " ucap Dimas masih kesal


" iya nak, iya bunda paham gimana kesal nya kamu, cuman kalau pesan bunda lebih baik kamu jemput istri kamu bawa pulang kerumah, Dini sekarang udah jadi tanggung jawab kamu, kalau ada masalah dalam rumah tangga itu seharusnya orang lain gak boleh tau termasuk bunda, tapi kalau masalah kalian berdua memang udah gak ada solusi baru kalian ngomong sama bunda "


" tapi Bun, Dimas masih kesal " ujar Dimas menarik tangan bunda nya dan meletakkan di pipi nya


" Iyah nak, bunda tau, tapi kamu juga harus ingat sekarang istri kamu itu lagi hamil, mungkin juga karena itu mood nya gak baik, makanya dia cemburuan sama kamu nak " Dimas cuma mendengarkan saja ucapan bunda nya dan memilih memejamkan matanya.


" ya udah sekarang kamu mandi habis itu kita makan malam, kalau kamu udah Selesai baru kamu jemput Dini yah " ucap bunda menarik tangan nya dari pipi sang anak supaya Dimas bangun.


" tapi Bun " rengek Dimas


" gak ada tapi-tapian, ingat kan pesan bunda tadi, ini masalah keluarga kita jadi orang tua istri kamu seharusnya gak boleh tau masalah ini, kalau nanti orang tua sudah ikut campur akan menjadi kesalahpahaman jadinya " ujar bunda menyuruh Dimas siap-siap.


" hufft, iya deh iya, ini demi bunda yah " ucap Dimas


bunda Eva pun mengangguk dan tersenyum sebab anak nya gas susah di nasehati.


" tapi peluk dulu Bun " Dimas pun memeluk bunda nya.dimas benar-benar lelah hari ini.


Dimas memeluk bunda nya dengan erat, Eva yang tau anak nya mengalami banyak masalah cuma bisa menasehati dan menyemangati anak nya tersebut.


dengan berat hati Dimas pergi ke kamar nya d ab melakukan ritual nya, mandi, sholat dan lain-lain.


" sebenarnya gua juga kangen sama Dini, tali karena kesalahan yang di perbuat gua kesal " gumam Dimas ngomong sendirian di kamar nya.

__ADS_1


setelah selesai mandi dengan wajah yang sudah Segeran Dimas turun ke bawah menyusul bunda untuk makan bareng, sebab mereka hanya berdua saja, Elvan. jam segini belum akan pulang.


" jadi gimana yang bunda bilang tadi? kamu mau kan menjemput istri kamu supaya pulang kerumah ini lagi ?" tanya bunda sekali lagi dengan penuh harap.


Dimas yang melihat bundanya memohon seperti itu menjadi tidak tega


" Iyah bunda sayang, habis ini Dimas bakalan ke sana jemput Dini " ujar Dimas melihat wajah bundanya memohon seperti itu membuat Dimas tak tega


setelah selesai makan Dimas pun pamit ke bunda Eva untuk pergi menjemput istri nya tersebut.


" Bun, Dimas pamit bentar yah " ujar Dimas pamit ke bunda nya


" iya nak, hati-hati yah, jangan ribut lagi omongin baik-baik " ucap bunda Eva


Dimas hanya mengangguk saja, Dimas pun segera pergi menuju ke rumah Dini.


30 menit berlalu akhirnya Dimas sampai di kediaman Dini, Dimas menghela nafas nya dengan berat


" huffttt "


Dimas pun masuk kerumah kebetulan juga asisten nya akan pulang ke rumah nya


" ada den,apa perlu mbok panggilin non Dini ?" tanya mbok


" gak usah mbok biar Dimas aja yang ke situ, mbok kan mau pulang " ujar Dimas


" Iyah den, mbok pamit pulang dulu yah "


Dimas pun mengangguk.


Dimas sengaja gak memberi tahu dini kalau Dimas akan menjemput nya, Dimas berencana ingin memberikan suprise untuk istri nya tersebut.


namun Dimas samar-samar mendengar ada keributan di ruang makan, Dimas gak mau ikut campur dulu tapi Dimas juga penasaran, akhirnya Dimas hanya berdiri di balik lemari dan mendengarkan obrolan mereka, mana tau papa Tio dan Dini ribut karena masalah rumah tangga Dimas.


Dimas terus mendengarkan namun aneh kenapa mereka ngomong tentang penculikan Elma, perusahaan, terus tentang ayah yang meninggal Dimas terus mendengarkan hingga akhirnya dia kaget bukan main ketika tau siapa dalang dari masalah tersebut.


Dimas mengepalkan kan tangannya dengan kesal, Dimas ingin menghampiri mereka namun di urungkan niatnya tadi, Dimas ingin cari informasi yang lebih jelas lagi.


benar saja semua nya terungkap Dimas yang tidak tahan akhirnya bertepuk tangan untuk menghentikan Perdebatan di antara mereka.

__ADS_1


PROK,,,,,


PROK,,,,,


PROK,,,


flashback off


Dimas pun keluar dari rumah Dini dengan perasaan kesal.


Dimas menepikan mobil nya untuk meredam amarah nya, Dimas khawatir kalau dia memaksakan untuk menyetir takutnya nanti terjadi hal yang tidak di inginkan.


Dimas memutuskan untuk kerumah sakit menjenguk adik nya.


sesampai nya di parkiran rumah sakit Dimas mengatur nafas nya dan juga menenangkan pikirannya.


Dimas juga tak lupa membeli makanan untuk sang adik, Dimas membaca artikel kalau wanita hamil akan sering merasa lapar apalagi adek nya tersebut mengandung bayi kembar.


CEKLEK,,,,,


" Selamat malam tuan putri ," ujar Dimas masuk ke ruangan adik nya tersebut.


Elma yang melihat Dimas datang tersenyum senang.


" kakak " ujar Elma dengan sumringah.


Elma pun merentangkan kedua tangannya, Dimas yang mengerti kalau adek nya ingin di peluk juga merentangkan tangannya dan memeluk sang adik.


" gimana keadaan nya HM, udah baikan ?" tanya Dimas


Elma hanya mengangguk memeluk kakak nya dengan erat. Arga yang melihat kedekatan Elma dan Dimas ada rasa sedikit cemburu, tapi Arga cepat menepis rasa cemburunya tersebut, sebab Arga sadar kau Elma sudah berpisah dengan kakak nya puluhan tahun lamanya. melihat Elma senang seperti itu Arga juga tenang sebab kesehatan Elma sudah jauh lebih baik.


" Kakak bawa apa ?" tanya Elma ketika melihat Dimas mesin menenteng paper bag tersebut.


" oh ini kakak bawain kamu martabak, kamu suka ?" tanya Dimas


" suka banget, sini " Elma pun mengambil martabak tersebut dan langsung memakannya.


melihat Elma sudah jauh lebih baik membuat Dimas sedikit tenang sebab adik nya sudah jauh lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2