
dini yang mendengar ucapan Alana yang dia bilang anak pungut langsung terdiam dan langsung melepaskan tangannya dari kakak nya tersebut.
" Lo itu anak pungut jadi gak usah sok sokan seolah jadi adek yang paling gua sayang " ujar Alana
" Alana kamu ngomong apa sih " ucap mama Mia gak ska mendengar kalau Alana bilang yang sebenarnya.
" apalagi si mam yang mau di tutupin, toh dia udah dewasa harusnya dia tau lah siapa dia sebenarnya mama sama papa gak usah nutupin ini lagi, aku udah capek pura-pura baik sama dia seolah dia adek yang paling aku sayang padahal aku sangat benci sama dia " ujar Alana terus terang.
dini yang mendengar ucapan kakak nya merasa sedih sekaligus kaget kalau memang yang di bilang kakak nya tersebut kalau dia anak pungut.
" ma apa iya kalau aku ini anak pungut ?" tanya dini memastikan
mama mia yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya terdiam, Alana benar-benar padahal ini rahasia sudah lama disimpan dan dengan enteng nya Alana ngomong ke dini kalau dia anak pungut.
" ma dini butuh jawaban mama " ucap dini mendesak mama nya supaya mau jujur .
" maafin mama tapi apa yang dibilang sama Alana semua benar, kamu anak angkat papa sama mama " ujar mama Mia jujur
dini pun terdiam dan tanpa disadari meneteskan air matanya.
" udah gak usah banyak drama Lo, kan udah jelas Lo itu anak pungut jadi sadar diri lah, lagian bukan nya Lo udah nikah yah kenapa gak tinggal dirumah suami Lo, suami Lo kan anak orang kaya harus nya hidup Lo bahagia udah nikah sama laki-laki kaya " ucap Alana tanpa menyaring kata-kata nya dulu.
" orang tua aku dimana ma ?" tanya Dini
" kenapa Lo tanyain orang tua Lo, Lo itu anak yang di buang sama orang tua Lo mungkin mereka tau kau Lo dewasa bakalan menyusahkan mereka makanya mereka membuang Lo, terus papa gua dengan baik hati mengambil Lo dan membawa pulang, Lo kira gua bahagia hidup setelah ada Lo ha, gua ga bahagia asal Lo tau, kebahagiaan gua udah Lo rebut gua benci sama Lo" dengan keras Alana mendorong Dini hingga dini jatuh terduduk.
dini merasakan hal yang aneh pinggang nya merasa sakit dan perut nya nyeri, namun tanpa di sadari darah menetes dari pangkal paha nya.
mama Mia yang melihat Dini pendarahan di buat panik
" din kamu berdarah ?" tanya mama bingung sekaligus panik
" ma sakit hiks hiks hiks " dini pun menangis sambil memegangi perutnya yang nyeri
" Alana cepat kita bawa dini kerumah sakit, kamu liat dini perdarahan mama gak mau terjadi apa apa sama dini ayo buruan " ujar mama Mia panik
Alana yang awal nya emosi melihat dini seketika emosi nya menghilang dan berubah menjadi penyesalan.alana pun membantu sini berdiri dan segera membawa nya ke mobil untuk di bawa kerumah sakit.
__ADS_1
di dalam mobil Alana merasa kasian melihat dini namun di sisi lain dia juga benci sebab dini selalu saja berhasil mengambil perhatian dari orang tuanya sendiri.
setibanya di rumah sakit dini segera di bawa ke UGD untuk segera di periksa dan kebetulan yang akan memeriksa itu Elvan
Elvan yang melihat kalau Pasien nya itu adalah dini di buat kaget.
" dini " ujar Elvan
" Tante dini kenapa ?" tanya Elvan
" gak tau Van tadi dia ribut sama Alana terus Alana mendorong dini keras sampai dini terjatuh " ujar mama Mia menceritakan semuanya.
Elvan yang mendengar nama Alana di buat kaget
" Alana? emang Alana disini tan ?" tanya Elvan
" iya nak Alana udah pulang dari luar negri "
" ya udah Tan aku tangani dini duku, Tante tunggu di luar " Elvan pun segera memeriksa sini namun setelah tau dini pendarahan Elvan segera menghubungi dokter dinda untuk penanganan lebih lanjut.
setibanya dokter Dinda di ruangan UGD tersebut dokter langsung menggeleng dan bernafas berat.
" dia kehilangan anak nya Van, emang dia tadi kenapa ?" tanya dokter Dinda
" kata Tante Mia dia di dorong sama Kakak hingga jatuh " ucap Elvan
" yah karena itu faktor utamanya, karena dia dorong terus dini belum siao hingga dia shock dengan hentakan yang dia terima atau mungkin ketika dia di doreng tadi yang pertama jatuh adalah bokong nya makanya hentakan tersebut tidak bisa di hindari nya dan menyebabkan janin Yang ada di dalam perut nya tidak bisa bertahan, kandungan nya juga masih baru, baru beberapa Minggu " ujar Dinda menjelaskan semuanya
Elvan yang mendengar itu semua di buat sedih bagaimana tidak Dimas sudah menginginkan seorang anak, yah walaupun dia belum tau kalau istri sedang hamil
" bagaimana caranya nanti aku cerita ke Dimas, pasti Dimas sangat sedih mendengar ini semua " ujar Elvan dengan nada lemah
" udah kamu gak usah khawatir kamu bisa bilang sama Dimas baik-baik aku yakin Dimas akan mengerti " ucap Dinda mengelus punggung Elvan
" ya udah aku mau bersihin perut dini dulu kamu boleh tunggu disitu sebentar " ujar Dinda
Elvan lun menurut saja Elvan duduk di kursi sambil menghubungi Dimas.
__ADS_1
" halo mas Lo Dimana" ujar Elvan dari telepon nya
" gua lagi di kantor kak, ada apa ?" tanya Dimas dari sebrang
" ada hal yang ingin gua omongin sama Lo, kalau Lo gak sibuk. Lo kesini sekrang penting " ujar Elvan
" hal penting apa kak ?" tanya Dimas
" Lo kesini aja Sekarang "
" iya iya "
Elvan pun menutup telepon nya dan menunggu adik nya datang.
1 jam berlalu Dinda sudah menyelesaikan tugas nya. mereka pun keluar untuk menemui mama mia.
CEKLEK..
" Van bagaimana keadaan dini ?" tanya mama Mia khawatir.
Elvan yang ditanya tak berani ngomong dinda yang melihat Elvan bingung segera ambil tindakan.
" keadaan nya udah mulai membaik, tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan calon cucu anda, ini di luar kuasa kami, benturan yang terjadi dengan pasien menyebabkan janin di dalam perutnya tidak bisa kami selamatkan " ujar Dinda menjelaskan.
mama Mia yang mendengar kalau dini keguguran entah senang ataupun sedih.
" apa keguguran ?" ucap Dimas kaget ketika baru sampai
Dinda dan Elvan yang melihat kedatangan Dimas hanya bisa mengangguk.
" iya mas Lo harus sabar yah " ucap Elvan menepuk bahu sang adik.
" tapi bukannya dini hanya pura-pura hamil tapi kenapa bisa keguguran ?" tanya Dimas lagi
" kehamilan nya baru mau memasuki Minggu ke empat dan itu sangat rentan sekali, dini juga mengalami benturan makanya janin nya tidak bisa di selamat kan " ucap Dinda menjelaskan
Dimas yang mendengar kalau kehamilan dini baru beberapa Minggu jadi merasa bersalah.
__ADS_1
happy reading.