ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 26


__ADS_3

Bab 26


Bu,,, bukan kek gitu kak, Elma takutnya nanti setelah menikah laki-laki itu berubah jahat sama Elma lagi, makanya Elma takut " ujar Elma dengan jujur.


" Dek percaya deh sama kakak Arga gak kek gitu kok orangnya, kakak udah kenal baik sama dia jadi adek gak usah khawatir yah " bujuk Elvan.


Elma pun mengangguk meng iyakan padahal dalam hati dia juga masih takut dan ragu.


" Semoga aja apa yang di bilang sama kak Elvan bener kalau dia memang baik orangnya. " Gumam Elma.


" Ya udah sekarang kamu istirahat besok kan kamu mau nikah jadi jangan banyak pikiran, ingat anak kamu di dalam perut kamu " ucap Elvan membelai rambut sang adik.


Sebelum pergi ke kamar nya Elma pun memeluk kakak nya satu persatu.


Elvan pun membalas pelukan sang adik dengan hangat begitu juga dengan Dimas.


" Terlalu cepat berlalu bang, baru juga kita ketemu sama adek eh dia udah mau nikah aja " ujar Dimas setengah sedih


" Yah mau gimana lagi, gua juga sedih tapi itulah hidup, datang dan pergi silih berganti, tapi kan kita gak akan kehilangan Alice walaupun dia sudah nikah seenggaknya kita masih bisa kumpul-kumpul lagi kok sama Alice, Lo jangan sedih ntar Alice liat dia malah tambah ragu lagi " ujar Elvan.


Setelah berbincang cukup lama akhirnya Elvan dan Dimas pun masuk ke dalam kamar masing-masing, Elvan yang masih sendiri beda dengan Dimas sudah menikah


Elvan memilih belum menikah sebab dia masih mencari-cari adik nya yang hilang dia berjanji pada dirinya sendiri dulu kalau adik nya belum ketemu sampai umur nya 35 tahun baru dia menikah, bagus nya ketika Elvan berumur 30 tahun dia malah di pertemukan dengan sang adik, Elvan pun sangat-sangat bersyukur sekali.


Pagi hari nya Elma pergi ke makam almarhum orang tua angkat nya walau bagaimanapun mereka sudah merawat Elma dengan baik dan sekalian Elma di ajak oleh sang bunda ke makam almarhum ayah nya.


Sesampai nya di maka. Orang tua angkat nya Elma pun tak bisa menahan tangis nya mengingat orangtua angkat nya ini begitu baik dengan diri nya.

__ADS_1


" Assalamualaikum buk, ayah, Elma datang kalian apa kabar, Elma cuma mau bilang kalau Elma sudah ketemu sama orang gua kandung Elma, Elma makasih banget sama kalian berdua sebab sudah menjaga dan merawat Elma dengan baik " tangis Elma pun pecah dia sudah tak sanggup menahan air matanya lagi.


" Oh iya ini Elma ajak juga bunda kesini ayah sama ibu kenalin yah ini bunda nya Elma " ujar Elma memperkenalkan bunda Eva me orang tua angkatnya tersebut.


" Ayah, ibu, Elma akan menikah Elma minta restu dari kalian yah, doain Elma semoga suami Elma baik seperti kalian juga " Elma tersenyum tapi mengeluarkan air mata, bunda Eva yang paham akan situasi itu mengelus punggung sang anak, berusaha menguatkan nya .


" Ayah, ibu, Elma pamit yah Elma juga mau ke makam ayah Elma yang satu lagi kan Sekarang ayah sama ibu Elma ada dua, Elma pamit yah assalamualaikum " ujar Elma pamit kepada orang tua angkatnya tersebut.


Tak jauh dari situ ternyata makam mereka hanya berdekatan


" Nak ternyata kita dekat selama ini " ujar bunda sambil mengelus lengan sang anak


Elma pun tersenyum mengangguk.


Setelah sampai di makam ayah nya Elma cuma bisa memandang batu nisan seolah-olah ada wajah sang ayah di situ.


" Assalamualaikum mas, aku datang, aku datang gak bawa anak laki-laki kita tapi aku bawa si bungsu kemari, anak kita sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah, kami minta restu sama kamu" ujar bunda Eva sambil menyirami bunga yang di bawa nya tadi.


Elma sengaja menyebut namanya dengan sebutan Alice supaya ayah nya mengenali nya pikir nya dalam hati.


Setelah selesai dari pemakaman mereka pun langsung pulang ke rumah sebab mereka harus bersiap-siap sebab pernikahan akan di laksanakan setelah sholat Dzuhur.


Di kediaman Arga, Arga mencoba menghilangkan ego nya supaya bisa ngomong baik-baik dengan mami nya.


" Mi saya mau ngomong sama anda sebentar " ujar Arga kaku


Alda yang mendengar Arga memanggil nya dengan sebutan mami merasa senang.

__ADS_1


" Baik lah nak kamu mau ngomong apa " ucap Alda tersebut.


" Saya ke sini mau minta izin untuk menikah dengan Elma, saya berharap mami merestui hubungan saya " ujar Arga mencoba ngomong baik-baik dengan sang mami.


" Sebelum nya mami minta maaf sama kamu mungkin selama ini mami egois sama kamu, sama kakak kamu, mami selalu mementingkan kepentingan mami mami minta maaf " ujar mami Alda mengusap bahu sang anak.


" Mami juga sudah merestui kamu menikah dengan wanita pilihan kamu, mami tidak akan melarang kamu, kalau memang dia wanita yang kamu pilih mami akan merestui mami sadar sebab selama ini mami selalu memaksa apa yang mami mau " ujar mami Alda


Arga yang memang sudah lama tidak mendapatkan belain dari sang mami tak kuasa menahan tangis, Arga bangkit dan langsung memeluk mami nya.


Alda yang mendapat pelukan dari sang anak langsung membalas nya dan air mata nya pun jatuh tak kuasa menahan haru.


Dion yang melihat temannya seperti itu merasa sesak, sebab dia juga ingin merasakan gimana rasanya di peluk oleh seorang ibu.


Dion pun memilih keluar dari ruangan itu Dion gak mau mengganggu keharuan di antara dua tersebut.


" Eh Dion ngapain Lo di luar? Gak masuk ?" Tanya Rama yang baru datang dari kantor nya


" Oh gua tadi di dalam kak, cuman gua gak mau ganggu hubungan mami dan anak nya yang lagi akur " ucap Dion sambil tersenyum


Rama mengerutkan keningnya apa maksud dari ucapan Dion pikir nya


" Maksud Lo apa gak ngerti gua " ujar Rama bingung.


" Itu Arga sama mami lagi akur, lagi peluk-pelukan nih di dalam " ucap Dion.


" Serius Lo mami sama Arga udah baikan " ujar Rama tak percaya

__ADS_1


" Iyah kak gua serius, tadi Arga minta restu sama mami eh mami langsung iyain aja yah jadilah adegan drama yang mengandung bawang, karena gua gak mau kena perih nya bawang makanya gua keluar " ujar Dion sambil bercanda.


Dion sebenarnya sengaja keluar sebab dia sesak melihat orang tua yang akur sama anak nya.


__ADS_2