ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 69


__ADS_3

siang itu di kediaman Tio tengah terjadi kerusuhan, ternyata benar Dimas melaporkan papa mertua nya ke polisi dengan bukti-bukti yang sudah ada, namun Mia istri Tio tidak mau suami nya di bawa oleh pihak kepolisian sehingga terjadi adu mulut.


Dimas dan dini yang baru datang dari rumah sakit cuma bisa Melihat papa nya sedang di periksa oleh polisi.


" Dimas kenapa kamu tega melaporkan papa kamu ke polisi ha, apa kamu gak punya hati sehingga kamu tega melaporkan papa mertua kamu sendiri ha " bentak mama Mia sambil menangis terisak.


" maaf ma, Dimas juga gak bisa melakukan apa-apa itu resiko yang harus di tanggung sama papa akibat perbuatan nya selama ini " ucap Dimas membela dirinya.


" kamu bisa aja kan mencabut laporan itu dan membebaskan papa kamu mama mohon sama kamu Dimas " ujar mama Mia masih dengan isakan tangis nya.


" maaf ma Dimas gak bisa, soalnya yang lebih berkuasa dengan kasus ini bukan Dimas tapi kak Elvan " ucap Dimas lagi


mama Mia pun tak bisa ngomong apa lai dia meminta tolong ke menantunya tapi nihil ternyata kakak nya lebih berkuasanya, Mia bingung harus gimana lagi kalau suaminya di penjara, apa yang harus di lakukan nya.


" terus mama harus gimana ?" tanya mama Mia lesu


" kita tunggu saja keputusan dari polisi ma berapa lama papa di penjara mengingat perbuatan papa itu sudah keterlaluan" ujar Dimas.


Dimas pun membawa dini masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang nya.


" mas apa kita harus pulang kerumah kamu disaat mama lagi terpuruk seperti ini ?" tanya dini sambil memegang koper yang masih kosong


dini ragu meninggalkan mama nya sendirian dirumah, apalagi sekarang papa nya di penjara pasti gak ada yang akan mengurus mama nya nanti, Dini juga gak melihat Alana dirumah ini.


" terus kamu mau nya gimana ?" tanya Dimas balik


" HM kalau kita nginap di sini sampai beberapa hari gak papa ?" ujar Dini takut


" ya udah kalau itu memang yang kamu mau, nanti aku akan bilang sama bunda kalau kita tinggal disini dulu menjelang mama membaik dan gak sedih lagi " ucap Dimas mengelus kepala istrinya.


" makasih ya mas " ujar dini memeluk suaminya.


" iya sama -sama sayang "

__ADS_1


sebenernya Dimas malas untuk tinggal dirumah mertua nya tapi karena istri nya yang meminta ya udah Dimas mencoba menuruti nya. mengingat dini juga masih tahap pemulihan pasca keguguran kemaren Dimas gak mau membuat istri nya sedih.


" oh iya mas apa kamu udah bilang sama bunda kalau aku udah keluar dari rumah sakit?" tanya dini


" oh iya mas lupa, ya udah mas telepon bunda dulu ya " ucap Dimas


Dimas pun segera menghubungi bunda nya.


tak membutuhkan waktu lama Dimas pun selesai ngobrol dengan bunda nya lewat seluler tersebut.


" udah mas ?" tanya dini


" udah, bunda nanti kesini sekalian mau liat kondisi mama aku udah ceritain ke bunda semuanya, kebetulan juga kak Elvan gak masuk hari ini ya udah mereka nanti kesini " ujar Dimas memberi tahu


Dimas pun memutuskan kerja di kamar istrinya saja karena Dimas gak mau meninggalkan istri nya sendirian dulu untuk saat ini, dini yang masih lemah memilih untuk tidur kembali


...----------------...


bunda dan juga Elvan sedang bersiap-siap kerumah Dini, sebenarnya Elvan malas untuk pergi namun karena bunda nya memaksa mau tak mau akhirnya Elvan pun pergi.


" apa bunda kasih tau Elma sama Arga yah Van kalau papa nya dini udah di tangkap dan sedang dalam pemeriksaan ?" ucap bunda menanyakan kepada anak nya.


" gak usah lah Bun biarin mereka berdua senang dulu, bunda ingat kan dari kemaren Elma mau jalan-jalan tapi ada aja yang ganggu toh berita ini gak terlalu penting juga ntar juga bisa ke kasih tau " ujar Elvan melarang bunda nya untuk mengabari tentang papa mertua Dimas


" ya udah deh bunda nurut sama kamu aja, ya udah ayok kita berangkat " bunda dan Elvan pun segera menuju ke rumah Dini.


30 menit akhirnya bunda Eva dan juga Elvan telah sampai di rumah Dini.


satpam pun segera membuka pagar ketika melihat siapa yang datang.


" silahkan tuan " ucap satpam tersebut dengan Sopan


" makasih pak " balas Elvan tak kalah sopan juga

__ADS_1


setelah masuk ke dalam rumah rumah tersebut sepi.


" bik dini sama Dimas nya mana ?" tanya Elvan menanyai adik nya tersebut.


" itu den Dimas sama non Dini lagi di atas tuan sebentar saya Panggil kan dulu " ujar asisten rumah tangganya


Dimas dan juga dini yang mendengar dari pembantu nya kakak dan bunda nya sudah datang mereka pun segera turun untuk menemui mereka.


bunda Eva yang melihat dini langsung memeluk menantunya tersebut.


" maafin bunda ya baru bisa jenguk kamu sekarang, gimana apa masih sakit ?" tanya bunda


" dini udah baik kok Bun jangan sedih " ucap dini mencoba menghibur mertuanya supaya tidak sedih.


" oh iya Bun Dimas izin mau nginap disini dulu untuk beberapa hari supaya mama Mia gak terlalu sepi dirumah ini" ujar Dimas meminta izin kepada bunda nya


" iya sayang bunda izinin itu hak kamu, mau kamu bawa kemana istri kamu asal selalu di jalan yang benar dan lurus dan tidak menyimpang " ucap bunda


disaat mereka sedang asik ngobrol di ruang tamu tiba-tiba Mia keluar dari kamar dan melihat ada Eva dan juga Elvan, Mia pun kembali emosi.


" mau apa kalian kemari ha, mau menertawakan saya karena suami saya sudah berhasil kalian laporkan ke polisi terus sekarang Kalian datang kerumah saya seolah-olah saya ini butuh perhatian kalian iya ha " bentak Mia tiba-tiba yang abru keluar dari kamar.


" ma maksud mama apa sih ngomong kek gitu " ujar Dini gak enak sama mertua nya.


" iya kan benar kan apa yang saya bilang tadi kalian datang kesini untuk menertawakan keluarga saya, kalian jahat, apalagi kamu " tunjuk Mia ke Elvan .


" kamu dengan tak punya hati nya melaporkan suami saya ke polisi, apa kamu ingat dia masih punya anak dan istri coba kamu di posisi itu apakah kamu mau ha " ujar Mia terus memarahi Elvan


Elvan yang sudah habis kesabaran pun langsung membalas ucapan dari mia.


" apa Tante bilang saya tak punya hati, apa Tante mikir yang di lakukan oleh suami Tante itu, dia udah mengancam paman dan bibi saya untuk menculik adik saya,. apa ada sadar kalau keluarga saya kehilangan Anggita keluarga satu orang, dan itu orang yang paling kami sayangi, kenapa anda bisa mengalahkan orang lain apa anda tidak punya kaca untuk bercermin dan melihat kesalahan yang ada di dalam diri anda dan suami Anda, harus nya anda itu bersyukur saya tidak melaporkan anda juga saya masih ada sedikit rasa iba untuk tidak melaporkan kalian berdua harusnya anda bersyukur bukan marah-marah seperti ini " ujar Elvan kesal dan mengeluarkan uneg-uneg nya.


Mia yang mendengar ucapan dari Elvan cuma bisa terdiam namun tetap menangis.

__ADS_1


__ADS_2