ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 6


__ADS_3

Bab 6


Keesokan paginya Elma berangkat ke kantor seperti biasa namun baru sampai di lobi kantor orang-orang sudah memandang dia dengan tatapan mengejek.


Elma yang memang dari dulu mendapat tatapan seperti itu cuek saja, sebab itu sudah biasa menurut Elma


" Woi jalan* Lo itu yang gak punya malu heran deh sama Lo. Udah ketahuan jalan sama om-om eh masih punya nyali aja masuk ke kantor atau emang rasa malu Lo itu udah hilang " ejek Dewi ke Elma


Elma yang gak ngerti maksud ucapan Dewi tidak mau ambil pusing dengan semua itu toh dari awal kerja orang-orang sudah gak suka sama dia.


" Terserah anda mau bilang apa tentang saya saya tidak peduli " ucap Elma berlalu pergi meninggalkan Dewi yang sedang berdiri dengan temannya


" Cih emang dasar murah*n udah tau kek gitu tapi gak punya malu sedikit pun cih " ungkap Dewi kesal


Elma pun pergi ke ruangan nya untuk ganti baju, belum juga mau ganti baju tiba-tiba Elma di panggil sama atasan nya


" Elma sini kau, keruangan saya sekarang " teriak Bu dini


" Baik bu " ucap Elma lesu


" apalagi ini Tuhan " gumam Elma berjalan ke ruangan atasan nya


Ana mengkerut kan kening nya masalah apa lagi ini kenapa dia di panggil sepagi ini, atau memang ada yang menjelek-jelekkan Elma lagi dan terdengar oleh atasan nya entah lah cuma dini yang tahu.


" Iya Bu ada apa " ucap Elma setiba nya dia di ruangan dini


" apa ini Elma, apa iya kerjaan kau seperti itu, awam nya aku gak percaya dengan omongan orang-orang tentang dirimu jua* diri* tapi ini apa, semua orang yang di grup ini menjelekkan kamu dan kenapa kamu kerja seperti itu ha?" dini sebenarnya ingin sekali berteman dengan Elma sebab yang dini tau Elma itu pribadi yang ceria dan baik tapi karena orang-orang memojokkan dirinya jadinya Elma dingin seperti ini.


" Itu kerjaan saya, terserah saya mau kerja sama siapa pun ,yang penting ketika saya kerja seperti itu saya tidak pernah membawa nama perusahaan ini dan lagian saya juga gak minta pendapat sama anda jadi anda gak usah terlalu ikut campur urusan saya " ucap Elma dingin


Udah terlalu banyak orang yang mengejek dirinya sehingga cemoohan orang sudah tidak berarti lagi bagi Elma


Yang penting sekarang Elma kerja dan mendapatkan uang


." Anda memanggil saya cuma karena masalah itu? Kalau memang udah, saya mau melanjutkan kerjaan saya " ujar Elma lagi sambil berjalan keluar dari ruang dini

__ADS_1


" Saya lakukan ini karena saya kasihan sama kamu, kamu tidak pernah di anggap di kantor ini, kamu selalu jadi bahan gunjingan orang se kantor saya tidak tega mendengar nya apa lagi mereka melihat kamu jalan sama om-om " gumam dini setelah kepergian Elma


Dini memang di kenal tegas tapi siapa sangka di dalam hatinya terbersit juga rasa iba terhadap Elma, Elma selalu di olok-olok, kadang juga mereka mengerjai Elma tapi Elma tidak pernah membalas apa yang mereka lakukan


Dini sebenarnya penasaran apa yang terjadi sama Elma, sudah dari awal masuk kerja dini memperhatikan Elma tapi karena orang kantor mengancam kalau ada yang berteman dengan Elma . mereka akan membuat orang tersebut menjadi seperti Elma juga.


di sisi lain di ruangan Arga


Di ruangannya Arga masih kepikiran dengan Elma kemaren, Arga. Melihat dengan jelas pake mata kepala nya sendiri kalau yang di lihat nya itu memang benar Elma, wanita yang sudah membuat dirinya penasaran sekaligus tertarik, tidak pernah Arga merasa sepenasaran ini sama orang.


Ketika Arga melihat Elma jalan sama om-om bahkan memasuki hotel dari situ Arga bisa menilai kalau Elma benar apa yang di bilang sama karyawan kemaren Elma wanita penghibur.


Tok.,,,,


Tok,,,,


Tok,,


" Permisi " ucap Elma memastikan ada orang atau engga di ruangan bos nya


Arga pun langsung mendehem pertanda kalau ada orang di dalam


" Maaf tuan ini kopi nya " ucap Elma menyodorkan kopi


ketika melihat Elma di depannya Arga malah merasa jijik apalagi mengingat semalam Elma pergi ke hotel bersama om-om.


Arga mengambil kopi tersebut tapi tidak di minumnya .


Arga malah membuang nya ke lantai


Elma yang melihat itu langsung tercengang dan bingung apa maksud dari bos nya ini membuang kopi ke lantai padahal kopi nya masih panas


" Tuan kenapa di buang kopi nya ? " Tanya Elma masih bingung


setelah membuang kopi tersebut ke lantai Arga pun berkata.

__ADS_1


" Saya minta mulai hari ini anda jangan pernah masuk ke ruangan saya lagi, untuk membersihkan ruangan saya akan saya ganti, anda bisa mengerjakan pekerjaan lain " ucap Arga dingin tanpa menoleh ke arah Elma


" Tapi kenapa tuan ? apa kopi buatan saya gak enak? Apa pekerja saya tidak memuaskan tuan ? " Tanya Elma masih bingung.


" Bukan, saya gak mau aja kalau barang-barang saya di sentuh oleh wanita yang sudah banyak di jamah laki-laki " ujar Arga


Elma pun membulat kan matanya kaget


" Ouh jadi tuan sudah dengar berita tentang saya jadi tuan gak mau meminum apa yang saya buat ? " Tanya Elma dengan suara serak menahan tangis nya


Arga pun hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Elma


" Ya udah kalau gitu saya keluar dulu, permisi " ucap Elma sambil menghapus air matanya


" Cih wanita semua sama saja, kalau sudah ke ciduk pasti bisa nya cuma menangis " gumam Arga setelah kepergian Elma


Elma pun pergi dari ruangan bos nya namun ketika mau memasuki lift Elma gak sengaja bertemu dengan Dion. Dion yang melihat Elma menangis merasa bingung kenapa dengan Elma pikir nya


" Elma kamu kenapa ? " Tanya Dion


" Oh saya gak papa tuan tadi cuma mata saya ada yang masuk eh malah ke kucek jadinya perih sampai nangis " ucap Elma bohong


" Oh saya pikir karena apa soalnya kamu baru keluar dari ruangan Arga " ujar dion lagi


" Iyah tuan tadi saya mengantar kopi buat tuan Arga pas keluar eh malah ada yang masuk ke dalam mata saya, saya duluan tuan " ucap Elma langsung pergi meninggalkan Dion yang masih bingung apakah itu menangis karena mata ada kemasukan sesuatu atau apa


Elma pun tak tahu harus kemana dirinya masuk ke toilet dan menangis di sana


Elma pun menangis di di pojok toilet. Elma sudah tidak peduli lagi orang mendengar tangisan nya atau engga yang penting sekarang Elma menangis sekuat kuatnya untuk meluapkan rasa kesal nya


" Aku juga gak mau kerja seperti ini aku juga capek di cap sebagai wanita muraha* gak akan ada orang yang mau di bilang seperti itu ". Hiks hiks hikss hiks


Elma terus terusan menangis di sudut toilet .


dini yang ingin ke toilet mendengar suara tangisan, siapa yang menangis pikirnya.

__ADS_1


Dini pun penasaran sebab tangisan terdengar pilu mau tak mau dini pun melihat orang tersebut ketika membuka pintu toilet dini di buat kaget ternyata yang menangis seperti itu adalah Elma.


__ADS_2