
Iyah gua cemburu sebab setelah kehadiran Lo di rumah semua orang gak ada yang perhatian lagi sama gua, semua orang cuma perhatian sama Lo, apalagi bunda, bunda selalu ingat sama Lo, dalam keadaan apapun, selalu, Elma, Elma, Elma, terus gua kesal dengar nya, gua cemburu itu jawaban nya " ujar dini matanya memerah menahan tangis
Elma yang mendengar itu semua merasa sedih, jadi itu penyebab dini benci sama dia.makanya dini tega berbuat itu sama Elma, Elma benar-benar tidak menyangka sama sekali.
" itu bukan alasan kali, gua yakin Lo pasti ada alasan lain, gak mungkin cuma karena cemburu Lo melakukan itu gua gak percaya sama Lo " ucap Elvan
" kak aku serius, aku lakuin ini semua karena aku cemburu udah itu aja gak ada yang lain " ucap dini
" parah yah Lo,tampang doang baik taunya hatinya busuk " ujar Dion menambah menyudut kan dini.
" apa Lo bilang hati gua busuk, harus nya Elma itu bisa mikir kalau dia dekat-dekat sama suami orang apa gak cemburu, coba deh Arga dekat-dekat sama cewe lain pasti dia cemburu, eh tapi kayanya engga deh kan Elma nikah sama Arga cuma karena terpaksa doang " ujar dini senyum mengejek.
" dini,,,,,, apa-apaan sih kamu " bentak Dimas
orang yang berada di dalam ruangan itu terkejut mendengar teriakan Dimas
" jaga yah mulut kamu itu, cuma karena kamu cemburu sama adek ipar kamu sendiri, kamu sampai tega menyingkirkan anak yang gak berdosa, apa jangan-jangan kamu gak hamil makanya kamu berani melakukan hal tersebut ?" ujar Dimas dengan kesal. ..
" Mak,,,,, maksud kamu apa ngomong kek gitu ha, jadi kamu gak percaya kalau aku hamil gitu iya, cuma karena adek kamu yang gila itu kamu malah menuduh aku mengada-ngada iya " ucap dini menunjuk ke Elma
Elma yang mendengar pertengkaran tersebut merasa takut, apalagi dini bilang kalau dia cewe gila.
" maksud kamu apa ngomong adek aku gila ha, kalau mau ngomong pikir pake otak dong " ujar Elvan membela adek nya, sebab adek nya itu bukan gila.
" cih depresi sama aja kali dengan gila, malah di sembunyiin segala. "
" pergiiiiiii,,,,,," teriak Elma tiba-tiba
" kalian pergi dari sini, pergiiiiiii, aku gak gila, aku gak gila, pergi, pergi, hiks hiks hiks " Elma pun mulai ketakutan lagi.
__ADS_1
Arga yang melihat Elma ketakutan segera menghampiri nya.
" udah puas kalian ha, puas kalian buat istri gua kek gini lagi ha, gua minta kalian semua pergi dari sini, Dimas Lo ajak bunda pulang dulu sama bini Lo yang tak tahu malu ini, mi, mami pulang dulu sama bang Rama, biar aku nenangin Elma dulu " ujar Rama menyuruh sebagian orang pulang.
" aku gak gila, aku gak gila, pergi, pergi hiks hiks pergi " tangis Elma memilukan.
" hey, udah gak usah dengerin ucapan dini dia emang gak waras, udah yah jangan nangis " Arga berusaha menenangkan Elma.
elvan dan Dion memutuskan untuk menunggu di luar.
" gua benar-benar gak nyangka kalau dini pelaku nya " ujar Dion membuka percakapan di Antara mereka berdua.
" gua apalagi, Lo tau kan dia itu adik ipar gua, tapi kenapa dia tega banget ngelakuin itu sama adek ipar nya sendiri " ucap Arga.
" Lo kok bisa tau kalau pelakunya dini bagaimana ceritanya?" tanya Arga penasaran.
" Iyah semalam pas gua pulang gua pergi ke toko buah itu gua mau cari tau siapa pengirim nya, nah kebetulan toko nya ada cctv nya ya udah gua minta tolongin sama orangnya, dan orangnya mau ngasih liat sebab ini penting kan, pas gua liat cctv ternyata benar dini beli nanas, terus dia suruh kurir nganter kan, nomor telpon nya ada di sturk tersebut yah udah gua telpon dan gua tanya ke mas-mas nya dan bener dini orang nya " ujar Dion menjelaskan
...****************...
di dalam mobil Dimas hanya diam saja sebab dia merasa kesal dengan Istri nya tersebut, Dimas memutuskan membatalkan pertemuan nya dengan klien baru nya itu.
dini cuma menunduk entah dia menyesal entah masih punya dendam lagi entah lah.
bunda pun merasa bersalah dengan anak bungsunya tersebut, bunda Eva merasa dirinya sudah keterlaluan menuduh sang anak, bagaimana mungkin ibu kandung sendiri tidak mempercayai nya.
" nak apa Elma baik-baik aja sekarang ?" tanya bunda ke Dimas
" entah lah Bun, Dimas takut aja Elma seperti dulu lagi, kalau sampai Elma kek dulu lagi awas aja kau " ancam Dimas ke istri nya
__ADS_1
" nak gak boleh kek gitu sama istri kamu " ujar bunda memperingati.
" kenapa gak boleh Bun, orang kek dia harusnya di kasih pelajaran yang setimpal " ucap Dimas menatap istri nya dengan tatapan sinis.
setibanya di rumah Dimas langsung turun dan menyeret dini dengan kasar
" mas lepasin sakit " keluh dini ketika tangan nya di tarik oleh Dimas
" gak usah pura-pura, ini gak seberapa dengan rasa sakit yang di alami oleh adik ku " ujar Dimas terus menarik tangan dini masuk ke dalam kamar nya.
setibanya di kamar Dimas mengambil koper dan membuka nya, dini yang melihat kelakuan suaminya hanya mengerutkan kening nya bingung.
" kau bereskan pakaian kau dan akan aku antar kau ke rumah orang tua mu " ucap Dimas mengeluarkan baju-baju dini yang ada di dalam lemari.
dini yang mendengar hal tersebut langsung berlutut di kaki suaminya.
" mas, maafin aku, aku khilaf, aku janji gak akan berbuat seperti itu lagi mas, maafin aku " ucap dini menangis sambil berlutut ke suaminya.
" lebih baik kau pulang dulu ke rumah orang tua mu, kau harus introspeksi diri, aku juga butuh introspeksi, kita sama - belajar dari masalah ini, cepat kau masukan baju-baju mu ke dalam koper " bentak Dimas
dini yang melihat kemarahan di mata sang suami langsung melakukan hal Tersebut, dini memasukkan baju-baju ke dalam koper.
setelah selesai Dimas menarik tangan dini lagi, bunda yang melihat Elma bawa-bawa koper pikiran bunda udah gak tenang, apakah Dimas menceraikan Rini karena masalah ini.
bunda segera menghampiri dini dan Dimas
" nak, ini kenapa dini bawa-bawa koper, kamu gak melakukan sesuatu kan nak ?" tanya bunda khawatir.
" bunda tenang aja, Dimas gak akan melakukan sesuatu yang di benci sama Allah, Dimas cuma mengantar nya pulang pulang ke rumah nya aja, biar dia bisa merenungi kesalahan yang telah dia perbuat " ujar Dimas.
__ADS_1
" ya udah Dimas pergi dulu Bun " Dimas lun pergi
dini dengan terpaksa mengikuti sang suami, dini takut apakah nanti dia di rumah akan kena marah juga, atau bahkan akan lebih parah.