
Bab 17
Kenapa Arga bisa tau semua nya dalam sekejap.
" Apa Lala selingkuh, yang benar aja kamu " Rama sudah tidak bisa menerima ini semua
" Iyah bini Lo ini udah selingkuh Lo sih maunya nikah sama pilihan mami jadi gitu kan, gak ada yang bener, makanya gua gak mau nikah sama wanita pilihan mami " ujar Arga sambil mengejek Lala
Lala pun tak bisa mengelak lagi, apa yang di rahasiakan nya selama ini sudah di bongkar oleh adik ipar nya sendiri.
" Maaf mas aku khilaf " ujar Lala meminta maaf kepada suaminya.
" Apa kau bilang khilaf, di dalam pernikahan ketika seseorang berselingkuh gak ada yang namanya khilaf, aku selama ini sabar menghadapi sikap kamu karena aku masih menghargai kamu sebagai istri, kamu sering keluyuran, kamu sering pergi-pergi aku biarin, tapi kalau kamu selingkuh maaf saya gak bisa tolerin, lebih baik kita pisah saja " ujar Rama
Rama sangat kecewa melihat tingkah laku Istri nya, walaupun dulunya mereka menikah karena di jodohkan oleh mami Rama tapi Rama masih berusaha Menerima pernikahan tersebut.
Tapi siapa sangka kebaikan Rama malah di salah gunakan oleh Lala, Lala yang awal nya terpaksa menerima perjodohan itu supaya perekonomian keluarga nya bisa di bantu oleh mami Rama. malah tetap melanjutkan hubungan nya dengan mantannya tersebut.
" Udah jelas sekarang kan, ya udah berarti tugas gua satu udah kelar Sekarang yang harus gua pikirin itu gimana caranya mendapatkan maaf dari Elma " ucap Arga
" Yah semoga aja Elma mau maafin lu " ujar Dion menyemangati temannya.
Elma yang dari semalam masih belum sadar juga Elvan yang melihat adik nya terbaring lemah seperti itu masih sedih.
Dimas juga tak kalah sedih melihat adik nya banyak mendapat kan masalah serumit ini.
" Assalamualaikum " Dimas menoleh ternyata yang datang bunda
" Waalaikumsallam bunda, maaf Dimas gak jemput bunda tadi " ujar Dimas meminta maaf
Setelah pikiran Elvan agak tenang akhirnya Elvan pun menelpon bunda nya dan memberi tahu semua kejadian semalam.
Awal nya bunda kaget dan juga sedih mendengar kabar anak bungsu nya itu tapi Elvan terus membujuk sang bunda supaya tidak menangis
" Gimana keadaan Alice nak apa udah mendingan" tanya bunda memasuki ruangan tersebut.
" Adek belum bangun Bun tapi Kayanya itu efek dari bius semalam Bun " ujar Dimas
__ADS_1
" Kenapa kamu malah ambil jalan seperti itu nak " bunda membelai rambut Elma dengan lembut
Ketika sang bunda sedang asik membelai rambut Elma. Tangan Elma mulai bergerak dan perlahan matanya terbuka
Bunda yang melihat hal tersebut langsung memanggil Dimas untuk menyuruh memanggil dokter.
" Nak Alice sudah bangun kamu panggil dokter cepet " ujar bunda tak sabaran
Dimas pun segera pergi untuk memanggil dokter. Tak lama menunggu akhirnya dokter datang untuk memeriksa keadaan Elma
" Gimana keadaan anak bunda " ujar bunda
" Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritis nya tapi sepertinya pasien sedang mengalami trauma lebih baik setelah ini bunda panggil psikologi untuk membalikkan mental nya lagi " ujar dokter tersebut.
" Iya dok makasih dok " ujar Dimas
Elma mengalami trauma akibat peleceha* seksual yang di alami nya. Akibatnya dia depresi dan melakukan apapun yang bisa membuat dirinya tenang termasuk membunuh dirinya sendiri.
Elma yang sudah bangun cuma diam tatapan nya kosong
Bunda yang tidak tega melihat keadaan Elma seperti itu tanpa sadar malah menangis, Dimas yang melihat bunda nya menangis malah tidak tega.
" Bunda are you okey ?" Tanya Dimas
Bunda cuma menggeleng pertanda dirinya sedang tidak baik-baik saja. Dimas pun langsung memeluk bunda nya Dimas tau kalau bunda kasian melihat keadaan Elma Sekarang ini.
" Sabar Bun semua ada hikmah nya, ini cobaan orang tua untuk anak perempuan, dan ini juga cobaan buat Dimas dan kak Elvan tentang menjaga adik perempuan, kita semua harus kuat untuk Alice " Dimas mengusap air mata sang ibu.
Dini yang melihat pemandangan di depannya ikut terharu juga, dini bersyukur di berikan suami yang sangat menyayangi ibunya dan ibu mertua nya juga sangat baik kepada nya.
Dini pun masuk ke ruangan tersebut sambil membawa makanan untuk suami dan mertua nya tak lama dari itu datang juga Elvan.
" Mbak mereka siapa ? " Tanya Elma tiba-tiba.
Elma yang memang kenal sama dini. Jadi dia ngomong sama dini saja tadi bunda mengajak Elma ngobrol tapi Elma hanya diam saja tidak menanggapi.
" Ouh mereka itu yang ini suami mbak, ini kakak ipar mbak, dan yang ini mertua mbak " dini memperkenalkan orang yang ada di ruangan itu satu persatu.
__ADS_1
" Ouh " cuma itu jawaban yang keluar dari mulut Elma.
Elvan mendekat ke arah ranjang tempat tidur Elma.
" Memang nya kamu lupa tentang percakapan kita semalam ?" Tanya Elvan berusaha mengingat obrolan mereka semalam
" Yang mana " tanya Elma malah balik nanya
" Yang aku bilang kalau kamu adik aku, ini bunda kita dan ini kakak kamu juga apa masih ingat ?' ujar Elvan menjelaskan.
" Ouh yang itu saya tidak percaya " ujar Elma dan sukses membuat Elvan terdiam.
" Kak biarin aja dulu pikiran Elma masih belum tenang, gak usah di bahas itu dulu untuk sekarang ini takutnya Elma nanti bertambah banyak pikiran " ujar bunda mengingat Elma lagi depresi.
Elma cuma mau bicara dengan dini itupun cuma menjawab sekedar nya saja, Elma cuma banyak diam bengong kadang nangis mereka yang melihat Elma seperti itu menjadi tidak tega.
Arga yang sudah menyelesaikan masalah tentang almarhum pak Joko Sekarang berjalan ke rumah sakit sebab kesalahan yang paling fatal yang di lakukan Arga adalah ke Elma.
" Apa Elma baik-baik aja yah " tanya Arga ke Dion
" Mana gua tau kan gua gak ada di sana semalam, cuma elo dan Elvan yang ada " ujar Dion kesal
Bagaimana mungkin temannya ini menanyakan kabar Elma ke dia sedangkan Dion sama sekali tidak tahu kejadian semalam.
Setelah sampai Arga dan Dion mereka pun menanyakan kepada suster dimana ruangan tempat Elma dirawat.
Setelah mengetahui mereka pun bergegas ke sana. Namun baru mau masuk mereka di cegah oleh Elvan
" Mau ngapain kalian kesini dan Lo ngapain lagi ke sini ha ?" Elvan menarik tangan Arga supaya menjauh dari ruangan itu.
" Van please " mohon Arga
" No ga no kesalahan yang Lo lakuin itu sangat fatal " ujar Elvan lagi
" Gua cuma mau liat keadaan nya aja dan meminta maaf udah itu aja gak lebih " ujar Arga memelas
Elvan yang masih di penuhi amarah ketika melihat Arga hanya diam. Dan melarang nya untuk ketemu dengan Elma.
__ADS_1