ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 49


__ADS_3

Arga yang masih duduk di buat terkejut bukan main, bagaimana tidak tadi ketika Arga meninggalkan Elma, Elma sudah tidur pulas, tapi sekarang dia berdiri di sampingnya dan menanyakan kebenaran cerita tersebut.


Arga pun bingung mau jawab apa, apalagi sekarang dia sendiri yang tinggal dengan Elma.


" kok kamu bangun sih, ayok tidur lagi " Arga mengajak Elma masuk ke ruangan nya lagi.


" kakak belum jawab pertanyaan aku tadi ?" ucap Elma kesal


" Iyah masuk dulu nanti biar aku ceritain semuanya sama kamu " Arga menarik tangan Elma untuk naik ke atas ranjang dan tidur lagi.


" kenapa tuh muka judes amat " ucap Arga


" kakak belum jawab pertanyaan aku tadi ?" ujar Elma kesal


" memang nya kamu dengar apa tadi HM " tanya Arga


" aku denger kalau dulu yang nyulik aku itu ternyata papa nya mbak dini apa iya ?" tanya Elma memastikan


" tadi yang aku denger dari Dimas sih gitu, Tapi udah kamu jangan pikirin itu, yang penting sekarang kamu istirahat supaya bisa benar-benar pulih, kalau kamu sudah pulih bener besok pagi kita akan pulang " ujar Arga menyemangati Elma.


" beneran besok pagi kita pulang ?" tanya Elma memastikan


" Iyah besok pagi kita pulang, tapi sepertinya kita akan pulang ke rumah mami " tutur Arga


" ha? kok kerumahnya mami ?" tanya Elma heran


" untuk saat ini kita tinggal bareng mami dulu, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu, apalagi sekarang seperti akan ada masalah besar nantinya, aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa, gak papa yah kita dirumah mami " ujar Arga memberikan pengertian kepada sang istri


" ya udah deh gak papa" ucap Elma


" ya udah yok tidur lagi "


Elma hanya mengangguk dan menutup matanya.


selang beberapa menit Elma merasakan ada pergerakan di ranjang nya, Elma membuka mata nya ternyata Arga turun dari ranjang.


" kak kenapa turun ?" tanya Elma


" aku gak mau ganggu kamu tidur makanya aku milih tidur di sofa aja " ucap Arga

__ADS_1


" kakak di atas aja sama aku, ayok sini " Elma mengulurkan tangannya menyuruh Arga tidur di samping nya.


" emang kamu gak takut lagi sama aku ?"


Elma terdiam sejenak setelah itu Elma menarik nafas lalu berkata.


" kalau di bilang takut, iya masih ada sedikit rasa takut nya, tapi kan kakak suami aku, calon ayah dari anak-anak, kalau aku selalu bersifat Cuek sama kakak takutnya nanti anak-anak marah sama aku karena membenci ayah nya sendiri" ujar Elma malu-malu sambil menunduk kan wajah nya karena malu


Arga yang mendengar ucapan dari istrinya senang bukan main.


Arga pun naik ke atas ranjang, mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka berdua yang di sisakan cuma kepala nya aja.


" kamu emang nyaman tidur pake jilbab ?" tanya Arga


" sebenarnya engga nyaman sih cuman nanti kalau da tamu datang gimana ?" ucap Elma


" sekarang udah malam gak akan ada yang berkunjung lagian kan ada aku kalau ada laki-laki yang datang kecuali kakak kamu nanti aku suruh mereka ttunggu dia luar dulu selama kamu mengenakan jilbab mu " ujar Arga


Arga pun menarik jilbab Elma hingga lepas dari kepala istri nya tersebut. melihat rambut Elma kusut Arga membenarkan rambut nya dan mengelusnya.


Elma yang mendapat perlakuan seperti itu tidak bisa menyembunyikan malu nya.


" udah yok tidur " Arga menarik Elma supaya lebih merapat ke tubuhnya supaya bisa di peluk.


lama kelamaan Arga pun mengantuk dan memutuskan untuk tidur, mereka pun tidur dengan nyenyak nya mengejar mimpi masing-masing.


......................


pagi hari di kediaman Dimas


Dimas bangun dengan wajah lesu entah kenapa berat rasanya meninggalkan kasur, seperti nya kasur adalah sesuatu yang bisa menenangkan gumam Dimas


dengan langkah gontai Dimas turun ke bawah


bunda yang melihat tingkah laku anak nya hanya menggelengkan kepalanya , sudah ber istri tapi sikap nya masih kek anak-anak


" pagi bunda " cup mencium pipi bunda nya


" is bangun tidur bukannya langsung mandi malah ke sini, itu istri kamu mana, kamu jadi kan bawa dini pulang ?" tanya bunda antusias

__ADS_1


" maaf Bun, Dimas belum berhasil bawa Dini pulang kerumah ini " ujar Dimas.


Dimas malah memilih tiduran di sofa.bunda yang mendengar kalau anak nya gagal membawa menantunya pulang merasa sedih.


" pagi bunda " cup elvan pun melakukan hal yang sama ke bunda nya


" bunda kenapa kok kek sedih gitu ?" tanya Elvan. elvan menatap Dimas meminta jawaban.


" bunda sedih sebab gua gak berhasil bawa Dini pulang " ujar Dimas menjawab pertanyaan sang kakak


" Lo belum cerita ke bunda ?" tanya Elvan


" belum, tapi elo yang mau cerita sama bunda makanya gua nungguin elo kak " ujar Dimas masih memejamkan matanya.


" Bun, Elvan mau cerita tapi bunda jangan kaget, jangan nangis, jangan marah " ujar Elvan was-was


" mau cerita apa cerita aja, kek mana Husna sedih,. marah, dan juga kaget kalau kalian gak ada yang mau cerita sama bunda " kesal bunda melihat kedua anak nya


" semalam kan bunda nyuruh Dimas menjemput dini tapi yang Dimas dapat hanya sebuah kebenaran " ucap Elvan


" kebenaran apa ?" tanya bunda penasaran


Arga pun menceritakan semua yang di bilang sama adek nya semalam. bunda yang mengetahui nya dibuat tidak percaya.


" apa iya mas kamu dengar seperti itu ?" tanya bunda memastikan


" Iyah bunda gak mungkin Dimas buat-buat cerita bunda " ujar Dimas masih tiduran


" kok tega yah keluar mereka, terus gimana pernikahan kamu sama dini nak ?" tanya bunda


" entah lah Bun, Dimas juga gak tau harus kek mana, Dimas masih kesal sama keluarga itu, tapi Dimas sadar dini sudah jadi tanggung jawab Dimas " ujar Dimas sambil duduk dan menyandarkan punggungnya ke sofa.


" Dimas cuma khawatir sama Elma bun, mereka dendam sama kita dan dulu menyulik Elma, Dimas gak mau hak itu terjadi lagi nanti nya sama Elma " ujar Dimas


" tapi kamu bilang keluarga Tio juga dendam sama Arga, apa iya ?" tanya bunda lagi


" Iyah Bun cuma Dimas gak tau masalah nya apa, mertua aku cuma bilang keluar Dimas dan keluarga Arga, tapi mereka hanya membahas tentang keluarga kita aja " ucap Dimas


" kamu harus ceritakan ini semua sama Arga supaya Arga bisa lebih hati-hati menjaga Elma, bunda gak mau Elma hilang lagi, bunda gak mau " ujar bunda dengan suara serak seperti ingin nangis

__ADS_1


" bunda tenang aja,Dimas udah ceritain semuanya sama Arga kok bun, jadi bunda jangan terlalu khawatir, ada 3 laki-laki yang akan menjaga elma, bidan gak usah khawatir " ucap Elvan menenangkan bunda nya.


bunda pun ikut Elvan kerumah sakit sebab dia ingin ketemu sama anak bungsu nya tersebut. Elvan pun tak bisa menolak keinginan orang tuanya tersebut, Elma juga hari ini akan keluar dari rumah sakit makanya bunda ingin dekat dengan anak nya tersebut.


__ADS_2