ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)

ELMA (Wanita Yang Ku Nodai)
Bab 46


__ADS_3

PROK,,,,,,,


PROK,,,,,,


PROK,,,,,


Tio,dini, dan Mia yang mendengar tepuk tangan tersebut menoleh dan matanya mereka membulat sempurna.


" mas,,,,mas Dimas " ujar dini kaget


tio dan mia pun gak kalah kaget melihat Dimas sudah berdiri di hadapan mereka.


Dimas yang melihat wajah panik mereka hanya tersenyum.


" oh jadi yang nyulik adik saya itu papa mertua saya sendiri, gak nyangka Loh saya, permainan anda ternyata cantik sekali sehingga rahasia anda hampir tertutupi selama 20 tahun lebih, keren-keren " ujar Dimas bertepuk tangan kembali.


" bagus dah kalau kau sudah tau yang sebenarnya, udah gak perlu lagi di tutup-tutupi kan" ucap Tio tanpa merasa bersalah


Dimas yang dari tadi sudah sangat kesal tak tahan rasanya tak memukul laki-laki tersebut, walaupun laki-laki itu adalah ayah mertua nya sendiri.


" siala* kau, bajinga* "


BUGH,,,,,,


karena saking kesal nya Dimas meninju perut mertua nya sendiri.


Tio yang mendapatkan serangan tiba-tiba tak bisa mengelak akhir Tio pun mendapatkan hadiah dari menantunya yaitu sebuah pukulan yang membuat pipi nya mengeluarkan darah.


" siala* menantu gak tau diri " umpat Tio kesal


Tio pun mengusap darah yang mengalir dari bibir nya tersebut.

__ADS_1


" itu belum seberapa dengan apa yang anda lakuin dengan keluarga saya, dan buat kamu dini aku gak nyangka kamu tega ngelakuin ini sama keluarga aku kamu tega " Dimas tidak menyangka kalau dini ternyata itu andil dalam rencana busuk papa nya tersebut.


" mas, aku gak tau kalau papa punya dendam sama keluarga kamu, aku mikir nya kalau papa memang tulus ingin dekat dengan keluarga mas, bukan karena dendam " dini mencoba menjelaskan.


" alah gak usah membela diri kamu aku udah dengar semuanya, dari papa kamu kalah tender, dia mengancam bibi aku supaya menculik adik aku, terus Sekarang dia nyuruh kamu nikah sama aku untuk menghancurkan perusahaan aku, wow ternyata sudah banyak kejahatan papa kamu, terus apa lagi Sekarang, apa jangan-jangan papa kamu juga yang punya rencana untuk melenyapkan anak di dalam perut adek aku sungguh biadab, gak punya hati " Dimas terus mengungkapkan kekesalan nya


" mas, maafin aku " dini pun tak tahan untuk tidak menangis, masalah dia dengan suaminya aja belum kelar di tambah Sekarang masalah yang benar-benar besar


" kau pikir dengan kesalahan yang kau perbuat aku bisa memaafkan kau begitu saja ha, mikir dong jadi orang,kau punya otak kan, nah kalau kau masih punya otak pasti masih punya akal sehat, harusnya kau bisa mikir apakah yang kau lakuin itu udah bener apa salah "


dini cuma bisa diam mendengarkan suaminya tersebut, kalaupun ngomong gak ada gunanya lagi sebab semuanya sudah terbongkar.


". aku kehilangan adek aku selama 20 tahun, ayah selalu merasa bersalah akibat hilangnya adek saya, dan dengan enteng nya kau bilang maaf, tidak semudah itu memaafkan nya"


" kenapa harus kau ungkit lagi ayah kau yang telah tiada itu, dia juga sudah ketemu dengan Malaika, bahkan Tulang nya saja sekarang mungkin sudah bersatu dengan tanah di dalam tanah sana, buat apa kau ingat-ingat lagi " ujar Tio tanpa merasa bersalah.


Dimas yang mendengar ucapan nya tersebut semakin kesal.


" saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum sebab anda bukan saja merugikan orang lain, tapi anda juga sudah punya niat rencana pembunuhan, saya akan membuat anda membusuk di penjara " ancam Dimas


" hahah coba saja kalau kau bisa, kau tau kan masalah ini sudah sangat lama, mana mungkin


polisi mau mengatasi masalah ini, pasti akan membuang-buang waktu mereka saja " kekeh Tio dengan percaya dirinya


" anda yakin dengan itu, apa anda lupa kalau saya bisa melakukan apapun, apa anda lupa saya siapa, apa harus saya ingat kan lagi ?" ujar Dimas dengan bangga


" apa saya harus mencabut semua saham saya yang ada di perusahaan anda, setelah itu saya akan bilang ke investor lain supaya mencabut investasi mereka, jadi gimana tuh papa mertua, apa harus saya lakukan sekarang juga ?" tanya Dimas dengan seringai licik nya


" mas, aku mohon jangan kamu lakuin itu, kalau kamu cabut saham kamu papa akan bangkrut mas, mas, maafin papa aku mohon " ucap dini memohon ke suaminya


" kau gak usah minta maaf, mungkin aku juga akan berfikir apakah pernikahan kita di lanjutkan atau tidak, mengingat kau sudah banyak melakukan kesalahan yang sangat fatal, kau tunggu saja besok kabar " ujar Dimas.

__ADS_1


Dimas pun pergi keluar dari rumah tersebut.


Dini pun mengejar suaminya tersebut supaya tetap melanjutkan pernikahan mereka.


" mas, aku mohon maafin papa mas, mungkin apa yang di lakuin papa itu khilaf mas, mas please maafin aku hiks hiks hiks hiks " tangis dini pun pecah


Dimas berhenti sejenak Dimas orang yang tidak bisa melihat wanita yang dia sayang menangis.


Dimas memeluk istrinya tersebut.


"maaf aku harus berfikir lagi mengingat apa yang telah di lakukan papa kamu itu sudah sangat keterlaluan, aku gak menyalahkan kamu sepenuhnya tapi kamu sudah ikut andil di dalam masalah tersebut jadi maaf biarkan aku sendiri dulu, kau juga sadarilah kesalahan yang telah kau perbuat aku pamit dulu " Dimas melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan dini yang sedang menangis sesenggukan.


" mas, maafin aku hiks hiks hiks hiks " tangis dini.


" CK apa yang kau tangisi, laki-laki seperti itu gak ada gunanya, kalau memang dia mau pisah sama kalau bagus dong, papa akan menjodohkan kamu dengan laki-laki yang lebih kaya dari Dimas jadi kah gak udah menangisi laki-laki seperti itu " ujar Tio


" papa itu benar-benar jahat, gak punya hati, aku gak akan pernah ikuti kemauan papa lagi, gak akan pernah " dini pun masuk ke dalam kamar nya untuk menenangkan pikiran dan hatinya


" pa, menurut mama, papa harus memberhentikan semua obsesi papa, dulu papa membuat Anala depresi dan sekarang apa papa mau buat dini juga depresi pa, mama mohon hentikan semua ini " Mia pun ikut memohon kepada suaminya supaya suaminya berhenti melakukan itu lagi.


" gak ada yang harus di berhentikan, kau tau kan adek nya juga Sekarang depresi, bukan depresi lagi tapi udah gila kan, bagus kan akhirnya dendam ku terbalas ke dua keluarga sekaligus " Tio benar-benar tidak punya perasaan.


" pa Anala itu depresi bukan karena Arga, papa tau kan Anala di perkos* oleh preman sewaktu dia pulang kuliah jadi itu gak ada sangkut paut nya sama Arga "


" kalau Arga mau mengantar Anala pulang waktu itu, gak mungkin Anala di lecehkan oleh orang-orang biada* itu"


" pa,Arga itu bukan siapa-siapa nya Anala jadi dia gak harus mengantarkan Anala kemanapun dia mau "


" intinya aku akan tetap membuat adek nya Dimas semakin jadi orang gila " Mia pun tak bisa berkata apa-apa lagi, kalau semakin melawan takutnya nanti Tio akan berbuat kasar akhirnya Mia meninggalkan Tio seorang diri di ruang tamu.


FLASHBACK Dimas sebelum ke rumah dini.

__ADS_1


__ADS_2