Erstwhile

Erstwhile
10. Hamil?


__ADS_3

Mobil yang mengantar keluarga Abimana pulang kini riuh dengan lontaran-lontaran pertanyaan yang membuat pening kepala Acha.


“Jadi adek pacaran sama anak bungsunya Pak Ardhana?” wanita paruh baya yang melahirkannya itu tak akan menyerah sebelum mendengar penjelasan langsung dari anaknya. “Sejak kapan? Kok Mami nggak tau?”


“Kalau adek cerita kan Papi bisa ngobrol lebih akrab tadi sama Pak Ardhana” kali ini ayahnya yang sedang menyetir.


“Iya ih dek. Kamu bikin surprise semua orang deh. Mami udah was-was kamu belum bisa move on dari mantan kamu itu, eh tiba-tiba malah dilamar dadakan sama Karel. Di depan semua orang lagi. Aduh.. romantisnya” ucap sang ibu berbunga-bunga.


“Nggak dapet anak sulungnya nggak papa, anak bungsu juga nggak masalah. Abis ini pasti nilai saham perusahaan Papa naik. Coba di cek Mam, udah keluar belum beritanya adek dilamar Karel!” perintah kepala keluarga itu begitu antusias.


“Sebentar Pih, Mami liat dulu” ibu Acha mengobok-obok isi tas Hermesnya lalu mengeluarkan iPhone seri X. Jarinya segera menekan ikon browser yang ada di sisi kiri bawah. Dalam hitungan detik, wajah putri bungsu dan lelaki yang baru saja melamarnya di depan umum itu menghiasi portal-portal berita online. Bahkan berbagai artis dan publik figure turut mengucapkan selamat melalui media sosial pribadi mereka. Nama Acha dan Karel pun menjadi trending topic, membuat garis saham MegaTV meroket naik.


Sebagai pemilik salah satu perusahaan entertainmen paling besar di Indonesia, tentu saja banyak stasiun-staiun TV mengupas habis lamaran dadakan dua sejoli itu. Tidak hanya video gentlemen Karel meminang Acha langsung di hadapan banyak orang yang viral di media sosial, namun channel-channel gosip juga mulai mengeluarkan prediksinya-prediksi mereka tentang bagaimana bisa seorang Karel dan Acha berpacaran.


Foto-foto masa lalu Acha dan Karel mulai bermunculan. Bahkan kisah-kisah cinta mereka dahulu juga tanpa permisi dibuka begitu saja. Termasuk fakta bahwa Nathan, kakak Karel, pernah menjalin hubungan romantis dengan Acha. Ya, walaupun hubungan masa remaja itu harus berakhir kandas. Tapi justru itulah yang membuat netijen semakin penasaran. Kisah cinta pelik antara kakak beradik.


 


Duh, beruntung banget sih. Lepas dari Nathan dapet Karel. Apalah dayaku yang cuma umbi kentang.


Dasar *****, mata duitan. Jelas banget motifnya. Ditinggal nikah Nathan, melipir ke adeknya. Hoeks..

__ADS_1


Belum bisa move on sama mantan apa gimana sih? Sengaja banget gaet adeknya.


Mbak Acha cantik banget... pantesan Mas Karel suka.


Gimana ya rasanya jadi mbak Acha, dilamar seromantis itu. Aduh gue meleleh..


Karel gentlemen banget sih.. Ya Rabb sisakan satu yang kayak Karel untuk hamba ya Rabb..


 


Tak hanya pujian, tapi cacian juga diterima Acha lewat komentar-komentar di platform sosial. Tapi bukan itu yang sekarang menarik perhatian ibunya. Sebuah foto beredar viral menampakkan Acha dan Karel memasuki sebuah hotel ternama di Brooklyn. Tidak salah lagi, foto itu pasti diambil saat Acha mengenyam pendidikannya di negeri Paman Sam.


Perempuan paruh baya itu menggulir layar ke bawah, mencoba mencerna komentar-komentar yang ditinggalkan para pengguna sosial media.


 


Eh buset... pacarannya ke hotel cuy.. Nggak heran sih, pergaulan barat emang gitu.


Jangan-jangan Acha dilamar gara-gara udah hamil. Mainnya hotel gitu.


Yah.. pupus deh harapan gue sama si ganteng. Huhuhu...

__ADS_1


 


Netra ibu dua anak itu berhenti di sebuah kata, HAMIL. Matanya membesar tak percaya. Kemudian dia menoleh ke bangku belakang berniat mengintrogasi satu orang yang duduk di sana.


“Dek, jelasin ini!” dia menunjukkan foto Acha memasuki sebuah hotel bergandengan dengan Karel, “Jadi kamu udah pacaran sama Karel sejak kuliah?”


“Hah? Kuliah” Papanya menyela. “O iya, anaknya pak Ardhana kan lulusan MIT ya dek?”


Belum sempat Acha mengeluarkan sepatah kata, ibunya bersuara, “Tapi Pi, coba liat. Masak Acha mainnya ke hotel bareng Karel”


“Hah?” kali ini suara lelaki itu melengking satu oktaf, “Hotel?” dia refleks membanting setir untuk menepi dan menghentikan mobilnya. Sementara Acha yang duduk di bangku belakang sudah gelagapan. “Jadi, alasan Karel ngelamar kamu tiba-tiba itu karena..”pria tua itu tidak melanjutkan kata-katanya. Malahan, kedua orang tua Acha kini secara bersamaan menurunkan pandangan mereka ke perut Acha.


Acha menggerakan-gerakkan tangganya di udara, menepis pemikiran di dalam kepala ayah ibunya. “Enggak.. Enggak. Bukan gitu Pi, Mi.”


Acha mengira, orang tuanya akan marah besar. Tapi salah. Justru mimik muka bahagia dan tawa lebar menghias sudut bibir mereka.


“Papi.. kita bakalan punya cucu lagi, Pi.” Mami berteriak girang, diikuti Papi yang tak berhenti-hentinya bertepuk tangan, “Bakalan gendong cucu lagi dong Mi. Yes!”


“Ya ampun...Nggak nyangka anak Mami udah besar-besar. Makin tua aja kita ya Pi”


“Nggak papa. Yang penting nanti cucu kita lahir udah kebanjiran saham Ardhana group”

__ADS_1


Acha membuka mulutnya tak percaya.


__ADS_2