Erstwhile

Erstwhile
42. Dinner


__ADS_3

"Udah kamu duduk di sini aja. Jangan bandel!" bak mendudukan anak kecil, Karel menarik turun pinggang Acha hingga pantatnya menyentuh sebuah kursi di longue bar dapur itu.


"Kamu mau ngapain?" Acha menggerak-gerakkan kakinya yang tidak menyentuh tanah.


"Masakin buat kamu," lelaki itu mengenakan celemek kuning dengan gambar bebek di tengahnya. Wow.. sangat maskulin.


"Emang kamu bisa masak?" gadis itu menyindir.


"Enggak. Makanya itu aku masakin buat kamu. Awas ya, harus ditelen sampai habis," ancam Karel mengangkat spatula tinggi-tinggi ke wajah Acha.


"Kalau aku keracunan terus mati?" gadis itu memberondong dengan pertanyaan tatkala Karel mulai mengirisi bawang dan beberapa potong tomat.


"Sebelum mati aku kasih nafas buatan dulu, biar nggak jadi mati," balas lelaki itu cengengesan.


Huh, selalu saja pikiran laki-laki itu berujung mesum.


"Mau aku bantu?" Acha menawarkan diri.


"Stop! Tetap duduk di situ," Karel menghentikan. "Aku tidak mau citra masakanku dirusak olehmu."


Acha mendecih, "Memangnya seberapa enak masakanmu?"


"Yang pasti nasi goreng pinggir jalan lebih enak daripada masakanku," jawabnya.


Acha memutar bola mata, "Kau berniat mengerjaiku ya?"

__ADS_1


"Yup, benar sekali. Jadi duduklah yang manis dan persiapkan dirimu mencicipi masakan buatanku!"


"Kalau aku tidak mau?" Acha mengkonfrontasi.


"Aku akan memaksamu," jawab Karel enteng lalu mulai memasukkan semua bumbu ke dalam sebuah teflon.


"Huh, selalu saja," geram Acha.


Tidak butuh waktu lama hasil masakan Karel terhidang di meja. Aromanya benar-benar menguggah. Tapi entah bagaimana rasanya.


"Taraa!! Semangkok scoglio untuk si cantik yang menggairahkan," Karel menyodorkan sebuah garpu ke tangan Acha.


Acha kurang suka bagaimana Karel menyebutnya barusan, "Aku memang cantik. Tapi apa kau harus menaruh kata menggairahkan setelah cantik?" protes gadis itu sebelum menerima garpu dari tangan Karel.


"Kamu kan memang menggairahkan. Aku bisa tegang hanya dengan melihatmu menyerutup mie-nya seperti itu."


"Tidak usah pakai tissue. Aku akan membersihkannya untukmu!" wajah Karel maju ke depan kemudian menjilat setitik noda di ujung bibir Acha. "Hmm.. kau enak. Seperti biasa!" kekeh lelaki itu.


"Sampai kapan kau akan terus mencuri ciuman dariku?" Acha menggerutu.


"Sampai kau kehabisan ciuman?" balas lelaki itu membuat Acha jengah. "Oh iya, bagaimana rasa masakanku?" tanya Karel penuh harap.


"Hmm.. sangat luar biasa asin," goda Acha.


"Yang benar saja? Coba suapi aku. Aaa.." Karel membuka mulutnya lebar-lebar.

__ADS_1


Baru saja Acha ingin mengambil daging dengan garpunya, Karel menolak. "Jangan pakai garpu. Pakai tanganmu saja!"


"Kotor Karel!" Acha memperingatakan.


"Mmh.." Karel menggeleng tak suka. Dia bersikukuh agar Acha menyuapinya dengan tangan langsung.


"Terserah!," Acha mengambilkan Karel daging kerang itu dengan jarinya lalu memasukkannya ke mulut Karel.


Tanpa basa-basi, Karel melahap suapan Acha hingga jarinya pun ikut masuk ke dalam mulut Karel, "Hmm.. rasamu benar-benar enak!" lelaki itu terus saja menjilat dan mengulum jari Acha.


"Karel, sampai kapan kau akan bertingkah mesum seperti itu?" Acha menahan kesabarannya.


"Baiklah. Kau selesaikan makannya dulu," Karel mengalah, "Baru setelah itu aku bebas berbuat mesum padamu," cengirnya.


Acha memutar bola matanya. Memang tidak ada habisnya meladeni kemesuman seorang Karel.


"Selain memasak untukku, siapa wanita yang pernah kau makan masakanmu?" Acha tiba-tiba penasaran. Dia bertanya di sela-sela kegiatan menelan makanan.


"Nenekku. Dia yang mengajariku memasak. Dari yang gagal sampai sempurna dia pernah merasakan semuanya,"Karel bercerita.


"Selain itu?"


"Em.." Karel mengingat-ingat, "Teman-temanku di Amerika. Aku selalu ditunjuk jadi penanggungjawab di depan panggangan saat BBQ party."


"Bagaimana dengan Rena?" Acha memasukkan satu suap ke dalam mulutnya menanti sebuah jawaban keluar dari mulut Karel.

__ADS_1


Lelaki itu tersenyum tipis, "Kau sangat terobsesi dengan Rena?"


"Tinggal jawab saja!" Acha menekankan.


__ADS_2