Erstwhile

Erstwhile
8. Bertemu Mantan


__ADS_3

Pernikahan akbar putra sulung keluarga Ardhana menjadi topik perbincangan hangat seantero kota. Semua stasiun TV, majalah, media masa berlomba-lomba memberikan tayangan ekslusif momentum acara pewaris salah satu perusahaan terbesar di Asia Tenggara itu. Mengupas tuntas cerita percintaan sang pewaris tahta dengan gadis biasa pilihannya layaknya kisah Cinderella.


Tak ada alasan bagi Acha untuk tidak menghadiri pernikahan ini. Kenyataan bahwa ini adalah pernikahan mantan pertamanya bukanlah satu hal yang mengganggu Acha. Tapi lebih kepada kemungkinan bertemu lagi dengan mantan keduanya di sini. Mantan kekasihnya yang terindah. Yang tidak pernah bisa dia lupakan hingga detik ini. Fariz.


Tita, sang mempelai wanita, adalah sahabat kecil Fariz. Sudah barang tentu lelaki itu akan datang mengucakan selamat kepada sahabatnya. Dan kemungkinan mereka bertemu di hall room ini adalah sembilan puluh sembilan koma sembilan persen. Angkat dengan probabilitas sangat tinggi.


Berbalut Dreamy Gown rancangan John Galliano, Acha melangkah seorang diri memasuki pintu aula. Tadinya dia berangkat bersama Aldrich dan istrinya, namun entah sudah berbaur kemana dua pasangan suami istri itu. Sementara ayah dan ibunya datang lebih terlambat dan sedang bercengkerama dengan tuan rumah pemilik pesta. Acha berusaha sebisa mungkin tidak menarik perhatian. Meskipun begitu, kecantikan alami yang dimilikinya sulit untuk membuat orang tidak mencuri pandang. Jadilah dia hanya berdiam di pojokan dengan segelas chateau yang ia tegak berulang kali.


"Acha? Is that you? Oh my God" Rachel, salah satu temannya di bangku SMA berjalan mendekat. Di gendongannya bergelayut manja seorang anak laki-laki berumur satu setengah tahun tengah sibuk mamainkan pita di gaun ibunya.

__ADS_1


"Rachel?" Acha tak kalah antusiasnya memeluk perempuan itu. Ini adalah kali ke lima dia berpapasan dengan teman sekolahnya. "Ini anak kamu?" tanyanya begitu acara berpelukan mereka selesai.


Wanita itu mengangguk. "Iiih lucu banget. Namanya siapa?" Acha memainkan gemas pipi gembul bayi kecil itu.


"Reihan, tante" ibunya yang menjawab. "Kamu dateng sama siapa?" pertanyaan yang sangat tidak ingin dia jawab. Lihat saja, hampir semua tamu yang datang membawa gandengan mereka masing-masing, sementara Acha? Ah, jangan diperjelas lagi.


"Oh, itu suamiku, sebentar ya" Rachel berpamitan mendekati suaminya.


Pandangan Acha membeku ketika bertemu dengan netra seorang laki-laki yang beberapa saat  lalu tengah mengobrol dengan suami Rachel. Seorang pemuda dengan balutan kemeja biru navy keluaran Exclussive. Rambutnya ditata rapi ke belakang. Dengan rahang yang keras dan senyum manis yang masih sama. Fariz, lelaki itu berdiri tepat dua meter dihadapannya, menggandeng seorang model cantik yang kerap memamerkan karya-karya mahal buatan designer profesional.

__ADS_1


Yang lebih mengejutkan lagi, ketika Acha menangkap sepasang cincin emas yang sama. Satu di jari Fariz dan satunya di jari perempuan yang menggandeng posesif mantan kekasihnya itu. Ternyata rumor itu benar, Faris telah bertunangan.


Tidak. Bukan begini caranya. Bagaimana bisa Acha bertegur sapa dengan mantan terindahnya itu jika dia masih sendiri sementara lelaki itu telah bersama yang lain? Bukankah dia akan terlihat mengenaskan.


Ketika isi kepalanya berkecamuk, tiba-tiba pergelangan tangannya ditarik oleh seorang laki-laki.


Acha menoleh, mendapati wajah familiar yang membuka kembali memori lama yang telah terpendam.


"Karel?" Acha menautkan kedua alisnya tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2