Erstwhile

Erstwhile
25. Sisi Lain


__ADS_3

Aku juga seorang wanita. Awas saja menikahiku hanya bermodal ************!" nyalak wanita itu.


"Jangan khawatir. Aku punya cukup modal untuk menghidupi bahkan sampai anak cucumu tujuh turunan kelak" lagaknya sombong.


"Ah, karena itu kau tidak bekerja. Siang baru bangun. Malam kelayapan. Pantas saja ayahmu memilih Nathan menggantikan posisinya di perusahaan."


Topik ini adalah topik yang sangat sensitif bagi Nathan. Sebagai anak bungsu, pasti dia selalu dibanding-bandingkan dengan sang kakak. Bagaimana Nathan lebih unggul di sekolahnya. Bagaimana Nathan lebih pandai menarik investor, dan bagaimana Nathan punya skill kepemimpinan yang Bagus. Nathan akan menjadi anak yang sangat sempurna, hanya saja dia memiliki satu kekurangan. Yaitu menikahi gadis dari kalangan biasa.


Oleh karena itu Karel berniat menjadikan kelemahan Nathan sebagai kekuatannya. Berbesan dengan konglomerat pemegang kendali salah satu media masa terbesar di negeri ini akan sangat menguntungkan posisinya. Pun, bisa membuat kedua orang tuanya puas setelah dikecewakan oleh Nathan. Apalagi jika Karel bisa memperoleh keturunan sebelum Nathan, pasti anaknya akan lebih disayang orang tuanya. Apa yang dicari oleh Karel selama ini hanyalah sebuah pengakuan bahwa dia tidak kalah dari sang kakak.


"Biar aku tunjukkan sesuatu. Ayo ikut!" Nathan buru-buru memakain celana dalam dan boxernya, membuat Acha memalingkan wajah.


"Hei! Apa kau tidak tahu malu? Memakai pakaian sembarangan!" decaknya kesal.


"Cepat pakai pakaianmu!" perintah Karel mengulungkan bra renda-renda Acha.


Gadis itu berdehem membasahi kerongkongannya yang kering, "Tidak mau! Berikan aku bathrobe saja" komentar Acha. Mungkin memakai bathrobe lebih nyaman dari pada pakaian mahalnya itu.

__ADS_1


***


"Wow.. Apa ini?" Acha berdecak kagum melihat benda yang diperlihatkan Karel.


"Smartphone generasi kelima. Aku sedang mengembangkannya. Setelah ini siap di luncurkan ke publik, aku akan mengembangkan fitur-ditur lain, seperti komputer dan video games." lulusan salah satu Universitas teknologi bergengsi itu memamerkan rancangan terbarunya.


"Ini bahkan seperti kaca. Transparan tapi sangat canggih. Seperti teknologi yang ada di film-film sci-fi. Tidak percuma kamu menyandang gelar dari MIT."


"Aku memang tidak seperti kakakku yang pandai dalam managemen dan urusan internal perusahaan. Tapi aku bisa menciptakan produk-produk seperti ini. Jadi aku jarang ke kantor dan lebih menghabiskan waktuku membuat ini." Karel membuka diri. "Jadi kau tenang saja, calon suamimu bukan pengangguran yang hanya tau bermalas-malasan."


"Aku sudah memikirkannya. Coba lihat sini!" Karel menarik Acha yang hanya menggunakan bathrobe sedikit kebesaran itu agar duduk di pangkuannya. Tangan Karel berada di kanan dan kiri Acha membuat punggung gadis itu mau tidak mau menempel di dada telanjang Karel.


"Aku membuat chanel khusus untuk stasiun TVmu. Siapapun bisa langsung mengakses tayangan langsung maupaun memilih program pilihan yang kalian tawarkan. Aku juga membuatkan fitur untuk artis-artis di bawah naungan label perusahaanmu agar mereka lebih leluasa berhubungan dengan fans. Secara ekonomis, ini akan sangat mendukung pemasukan kalian." Karel memperlihatkan satu demi satu fitur yang dia ciptakan.


"Papi pasti seneng banget sama rancangan ini!" mata Acha berbinar-binar.


"Pastilah! Papi kamu udah nggak sabar produk ini rilis."

__ADS_1


"Papi udah tau?" Acha mengalihkan pandangannya dari gadget di tangan Karel ke wajah lelaki itu.


"Kamu pikir aku dateng ngelamar kamu ke Papi kamu cuma modal jadi anak Ardhana Group aja?" Karel memandang lekat manik mata perempuan di pangkuannya.


Acha tersipu. Entah mengapa Karel terlihat sangat keren sekarang. Sisi lain yang baru dilihatnya.


Tunggu, sejak kapan mereka memakai aku kamu untuk saling memanggil?


"Cha.." Karel masih mendongak menatap wajah Acha.


"Hm?" wanita itu balas menatap manik mata Karel.


"Kamu nggak pake BH ya? Aku nggak kuat liat ke bawah."


Dasar Karel!


Acha menapuk pipi Karel lalu beranjak turun dari pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2