Erstwhile

Erstwhile
16. Mandi Bareng Yuk


__ADS_3

“Cha, mandi bareng yuk?”


“Ogah!” penolakan yang sudah tidak bisa diganggu gugat terlontar dari mulut Acha. Wanita itu baru saja menyikat gigi di wastafel. Dia sudah menyiapkan handuk bersiap untuk mandi.


“Bentar aja, ya.. ya?” Karel mendekap tubuhnya dari belakang membuat wanita itu bergolak melepaskan diri.


“Lepasin! Karel!” tangan Karel memenjarakan Acha. Tubuh wanita itu terhimpit antara kokohnya dada bidang Karel dan keramik wastafel yang dingin. Karel manelusupkan wajahnya di antara perpotongan leher Acha, satu tangannya menangkup buah dada Acha sementara tangan yang lain melingkar di perut Acha, membuat gadis itu tidak bisa meloloskan diri.


Acha terkesiap ketika sebuah benda lunak tapi keras menyentuh pantatnya. Benda yang semalam mengobrak-abrik kewanitaanya itu kini mencari celah di antara kehangatan paha Acha. Karel menyingkap ujung kemeja Acha hingga bagian bawahnya tersingkap. Untung Acha tidak memakai celana dalam, Karel semakin mudah melancarkan aksinya di sana.

__ADS_1


“Jangan! Karel! Ahh..” satu desahan keluar dari mulut Acha. Entah mengapa gadis itu tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri. Kakinya melemas dan saraf di kulitnya bereaksi sangat aneh.


“Ka-rel.. mph” Acha semakin menguatkan cengkeramannya di lengan berotot Karel. Dia ingin menolak, namun tubuhnya memaksa lain.


Sementara itu, di bawah sana, kejantanan Karel menggesek-gesek labia-labia Acha. Semakin lama semakin becek. Karel yang sudah berada di ubun-ubun benar-benar tidak bisa menguasai diri. Jika dengan wanita lain, tanpa pikir panjang Karel akan langsung melesakkan miliknya tanpa ampun. Tapi entah kenapa, dengan Acha, dia ingin ada kesediaan lebih dahulu.


“Cha, gue bakalan berhenti kalau lo bilang berhenti” bisiknya tepat di telinga sebelum Karel mengigit cuping Acha dengan sensual.


Melihat reaksi Acha, Karel memposisikan miliknya di depan pintu gerbang Acha. Pantat gadis itu sedikit diangkat, dan dengan satu dorongan keras Karel memasuki Acha dari belakang.

__ADS_1


“Ahhh..” punggung Acha melengkung merasakan sensasinya.


Setelah membiarkan beberapa saat agar Acha bisa terbiasa dengan kebesarannya, Karel mulai mendorong miliknya keluar masuk dengan tempo perlahan. Disibakkannya rambut Acha kebelakang dan diangkat dagu wanita itu sehingga pantulan dirinya di cermin terlihat sempurna.


“Look baby. How hot you are when I’m fucking you like this” lirihnya sensual mengarahkan Acha untuk melihat pantulan tubuh mereka di cermin. “Ah.. ****. You are so damn tight” Karel mengigit bibirnya sendiri sambil terus mempercepat temponya.


Melihat ekspresi Karel dari cermin membuat Acha semakin terbakar gairah. Kenapa baru sekarang dia menyadari betapa seksinya laki-laki itu. Dengan kulit eksotis dan bahu yang tegap. Rahang keras dan otot dimana-mana. Wanita mana pun pasti akan meleleh melihat maskulinitasnya. Acha akui itu.


“Ahh.. ahh.. Karel” tanpa bisa dikontrol, mulut Acha hanya dipenuhi dengan nama lelaki itu. Setiap tumbukan membuat Acha terbang melayang, semakin nikmat, dan semakin mendebarkan. Melakukannya dari belakang menjadikan milik Karel masuk semakin dalam ke tubuh Acha.

__ADS_1


Acha mendongak. Memindahkan arah pandangannya dari cermin langsung ke wajah Karel. Dengan mulut sedikit terbuka Karel balas memandang wajah sayu Acha. Dan dalam hitungan detik bibir mereka pun bersatu saling ******* satu sama lain.


“Let’s take a bath together” lirih Karel sebelum membopong Acha memasuki kamar mandi.


__ADS_2