Erstwhile

Erstwhile
40. Weding Photoshoot


__ADS_3


Kurang lebih empat jam mereka harus berpose di depan kamera. Terkadang istirahat sejenak untuk membenahi make up atau berganti kostum. Banyak sekali titik-titik cantik yang bisa digunakan sebagai latar belakang foto mereka. Pun keahlian sang fotografer mengambil gambar dari beberapa angle. Karel benar-benar totalitas memfasilitasi pengambilan gambar itu. Tidak hanya drone, bahkan dia menyediakan helikopter untuk pengambilan gambar dari atas.


"Minum?" Karel menawarkan botol minum kepada Acha. Entah kenapa Karel berubah menjadi sangat manis dan perhatian akhir-akhir ini. Ya walaupun kadar kemesumannya semakin hari semakin meningkat.


"Terimakasih," Acha menegak minuman isotonik itu langsung dari botolnya.


Melihat bulir-bulir keringat di dahi Acha, Karel mengambil tissue dari sakunya lalu mengelapnya dengan lembut. Terik matahari pulau tropis memang sangat membuat gerah. Apalagi Acha harus mengenakan pakaian yang sedikit terbuka, menyebabkan sengatan matahari menjadikan kulitnya sedikit panas. Tanpa diminta, Karel menggunakan apapun yang bisa ditemui di sekitarnya untuk mengipasi Acha.


"Apa kita sedang berakting sebagai pasangan romantis sekarang?" sindir wanita itu.


"Apa ini romantis?" Karel terus saja mengipasi Acha. Bahkan dia menghalangi terik cahaya matahari yang ingin menyengat kulitnya. Sesekali dia juga membenarkan rambut Acha yang dipermainkan semilir angin pantai. Siapapun yang melihat pasti akan iri. "Romantis itu seperti ini," bibir Karel maju mencium bibir Acha.


Gadis itu tersipu menutup mulutnya. Dia melihat sekeliling memastikan tidak ada yang melihat kelakuan mereka di jeda pengambilan gambar ini.


"Hentikan mencuri ciumanku!" perintah Acha.


"Kenapa memang? Aku suka mencuri ciumanmu."


"Kita bukan sepasang kekasih!"


"Aku tidak perlu menjadi sepasang kekasih untuk berciuman. Aku suka mencium wanita cantik. Dan kau sangat-sangat cantik," goda lelaki itu.

__ADS_1


"Dasar brengsek!"


"Kalau aku brengsek, aku akan mencari wanita cantik lain untuk kuciumi. Bukanya kita sudah memiliki perjanjian untuk tidak berhubungan **** dengan orang lain?"


"Apa hubungannya ciuman sengan ****?"


"Ciuman, ****, skinship, kau sendiri tau aku pria dengan libido tinggi. Bagaimana bisa aku tidak menyentuh wanita dalam sehari? Karena kau melarangku menyentuh wanita lain, jadi kau harus bertanggung jawab."


"Menyebalkan," Acha berdecih.


"Hei, ngomong-ngomong soal ****.." Karel mengamati sekeliling, memastikan tidak ada yang sedang memperhatikan mereka, "..bagaimana kalau kita menghilang sebentar. Melakukan **** di alam terbuka akan sangat menantang."


"Kau gila? Aku tidak mau!" gadis itu tak habis pikir.


"Ayolah, kau hanya belum merasakan sensasinya. Ini akan sangat memicu adrenalin."


"Kau memang keras kepala. Kemarin kau bilang tidak mau mengoral milikku, tapi apa, nyatanya tadi malam kau mengulum milikku sampai menelan cairannya!"


Takut terdengar orang, Acha membungkan mulut bebal Karel dengan tangannya. "Pelankan suaramu. Yang tadi malam itu kan karena kau menjebakku."


Karel menurunkan tangan Acha yang membungkamnya dan berbisik, "Tapi kau menyukainya kan? Bagaimana rasanya menelan cairanku?"


"Asin," jawaban Acha membuat Karel tekikik.

__ADS_1


"Kau mau lagi?"


"Tidak sekarang."


Karel menjentikkan jarinya, "Kau ketagihan kan?"


"Karel turunkan suaramu!"


"Bagaimana kalau nanti malam?" Karel menurunkan suaranya.


"Kau ini benar-benar!" geramnya.


"Oke nanti malam!" Karel memutuskan sesuka hati.


"Karel!"


"Iya sayang?" nada bicara Karel membuat Acha melunak. Bisa-bisanya lelaki itu mempermainkan suasana hatinya seperti roller coaster.


"Ambilkan aku minuman dingin!" Acha mencoba menutupi merah tomat yang menggerayangi pipinya.


"As your wish princess!" Karel melangkah ke kotak minuman. Tetapi ketika melewati bahu Acha, dia berhenti sejenak untuk mendaratkan satu kecupan di pipinya. "You are breathaking, as always," bisiknya sebelum berlalu pergi.


Kenapa tiba-tiba pulau tropis ini terasa makin panas bagi Acha? Sampai-sampai di mengipasi dirinya sendiri untuk menetralkan warna merah di pipinya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2