
Acha terbangun dengan sakit disekujur tubuh, terutama bagian tersembunyi di antara dua pahanya. Dari leher hingga ke atas dada dipenuhi dengan bercak-bercak keunguan, bukti kebringasan Karel tadi malam. Tubuhnya masih polos, hanya tertutup selimut tebal yang menghangatkannya sepanjang malam. Bukan malam tepatnya, tapi subuh hingga matahari naik sepenggalah.
Hujan tadi malam tidak bersisa. Seperti pepatah mengatakan habis gelap terbilat terang. Benar saja, mentari pagi ini bersinar sangat cerah, biru langit dan arakan awan putih berjajar-jajar di atas gedung pencakar langit itu.
Acha melenguh. Kepalanya masih sedikit pusing efek alkohol tadi malam. Dengan susah payah dia mencoba bangun. Namun tampaknya Acha lupa jika tidak ada benang yang menutup kemolekan tubuhnya.
“Wow.. pemandangan di pagi hari?” sebuah suara menampar kesadarannya. Sial! Selimut yang menutup tubuhnya ikut turun saat Acha mencoba bangun. Kini gadis itu sibuk menyembunyikan buah dadanya yang terekspos sempurna dengan telapak tangan. Karel tersenyum kecut. Apa gadis ini pikir tangan kecilnya itu mampu menutup payudaranya yang besar? Sama sekali tidak.
“Gue udah liat semuanya. Ngapain ditutupi?” lontarnya sebelum menutup laptop di depannya. Ada beberapa hal yang harus Karel selesaikan berkaitan dengan pekerjaannya. Seharusnya pagi-pagi tadi dia sudah harus ke kantor untuk menyelesaikan itu. Tapi alih-alih meninggalkan gadis itu bangun seorang diri di hotel, dia malah menyuruh sekretarisnya mengantarkan dokumen penting dari kantor ke hotel. Karel sendiri tidak tahu mengapa dia melakukan hal ini. Dia bukan tipe lelaki yang peduli pada wanita pemuas nafsunya. Biasanya setelah berhubungan intim Karel tidak segan-segan langsung pergi begitu saja. Tapi ini Acha. Ada yang berbeda dari wanita itu.
Lagi pula, Karel pikir, sangat tidak bertanggung jawab apabila dia meninggalkan gadis itu dalam keadaan masih tidur. Sebentar.. apa tadi? Tanggug jawab? Seorang Karel Ardhana mau bertanggung jawab pada wanita?
“Dasar mesum!” umpat Acha, “Jangan diliat! Tutup mata!” perintahnya.
__ADS_1
Karel menyeringai melihat wanita itu menarik kembali selimut hingga menutupi lehernya.
“Lo ngapain gue semalam? Baju gue dimana?” Acha mengamati sekeliling, tidak ada sisa-sisa bajunya yang terlihat.
“Bukannya gue yang ngapain lo, tapi lo yang ngapa-ngapain gue. Nggak inget?” balas Karel tidak mau kalah.
Mendengar hal itu, sekelumit memori kembali menerjang kepala Acha. Bagaimana dia mencium lelaki itu tadi malam. Melepas pakaiannya satu persatu. Menjatuhkan Karel keranjang dan menguasainya dengan liar. Acha merutuki dirinya sendiri di dalam hati.
“Nggak usah cari baju lo, semalem gue sobek. Udah gue buang semuanya” Karel menginterupsi pikiran Acha.
Mendengar hal itu Acha merasa lebih tenang. Tapi masalah baru muncul. Mungkin karena kehabisan energi setelah aktivitas ssemalam, perut Acha berbunyi keroncongan. Suara memalukan yang tertangkap indera pendengaran Karel.
“Lo laper?” tanya Karel sembari berjalan mendekat.
__ADS_1
“Enggak. Siapa bilang?” Acha semakin menarik selimutnya ke atas, was-was akan pergerakan Karel.
“Enggak salah lagi” sindir Karel, “Siapa yang nggak laper habis nunggangin gue kayak tadi malam. Mana gue pakai diiket-iket segala nggak boleh mendominasi. Beringas ya lo ternyata. Tapi nggak papa, gue suka”
Mata Acha membesar mendengar penuturan Karel. Apa iya dia melakukan itu semalam?
“Enak aja! Gue nggak kayak gitu” sanggahnya tegas.
“Masih aja ngelak. Yang semalem teriak-teriak minta nambah itu siapa?” Karel semakin menggoda Acha.
“Stop!” Acha menutup telinganya tidak ingin mendengar lebih jauh. “Gue nggak denger! Gue nggak denger! Buruan pesen sarapan gue laper” mungkin hanya dengan mengganti topik pembicaraan Acha bisa lepas dari situasi memalukan ini.
Karel terkekeh, “Ya udah lo mau makan apa?”
__ADS_1
“Yang paling mahal” ucap Acha sekenanya. Ya walaupun memesan makanan paling mahal tidak akan membuat Karel bangkrut tapi setidaknya Acha bisa melampiaskan kekesalannya pada lelaki itu.
“Oke. Yang paling mahal.” Karel pun menekan tombol fast-dial dengan telepon hotel untuk menghubungi bagian room service.