
Mega Entertaiment Building adalah salah satu bangunan pencakar langit terbesar di kota ini. Bahkan rooftopnya bisa dijadikan landasan helikopter maupun pesawat terbang pribadi. Ayah Acha memiliki setidaknya lima helikopter atas nama perusahaan yang sering mendarat di Helipad atas gedungnya untuk liputan-liputan spesial. Namun kali ini, kantor digegerkan oleh pesawat asing yang melakukan pendaratan tepat di atas gedung tempat mereka bekerja. Bukan, capung terbang itu bukanlah milih perusahaan mereka. Tidak ada logo Mega Entertainment di badan pesawatnya, tapi logo Ardhana Group.
"Ibu Acha," seseorang Karyawan mengetuk pintu ruangan Acha, membuat si pemilik ruangandan beberapa karyawan yang sedang briefing menengok ke sumber suara.
"Iya, ada apa?" Acha memalingkan atensinya dari tumpukan dokumen ke laki-laki berseragam security itu.
"Maaf Bu, tapi ada Pak Karel datang menjemput ibu, di rooftop" sang pengantar pesan itu melakukan tugasnya untuk mengantar pesan.
"Karel? Di rooptop?" Acha mengangkat alis.
Lima menit lagi adalah jam istirahat makan siang. Bukannya menuju kantin, tapi kebanyakan karyawan malah sibuk memadati rooftop karena pemandangan tak biasa ini. Beberapa dari mereka bahkan berlomba mencuri foto dan memposting di akun sosial media mereka.
Oh My God! It's such a fairytale. Karel Ardhana menjemput sang permaisuri dengan pesawat pibadinya di rooftop. Wanita mana yang nggak akan cemburu???
__ADS_1
The next level of dating and romance. Siapa yang bisa nandingin romantisnya Karel Ardhana coba?
I WANT TO BE ACHA IN MY NEXT LIFE!
Ini adalah pertama kalinya Karel melakukan hal seheboh ini hanya untuk seorang perempuan. Kenapa kisah cinta orang lain seuwu ini. Aku kapan? T.T
Nggak cuma dijemput pake pesawat, tapi dirangkaiin bunga seiket juga. Ini baru bunga mawar, belum dikasih bunga banknya. Aduh mbak Acha, beruntung banget sih? Konglomerat emang punya kelas sendiri. Aku yang butiran tepung beras bisa apa?
Acha membelah kerumunan orang yang sibuk menulis komentar di platform sosial media mereka. Dia menganga tak percaya melihat Karel berdiri dengan senyum bodoh dan seikat mawar di tangannya. Setelah jarak mereka hanya tersisa beberapa centi, Karel mengulurkan tangannya untuk memberikan bunga itu.
"Bekerjasamalah! Aku sedang membuat senusantara cemburu padamu" lirih Karel agar tidak di dengar siapapun.
"Thank you" Acha mulai berakting menerima buket bunga itu dengan senyum merekah, "Hmm.. mawar" dia menghirup aromanya. "Jadi, aku wanita keberapa yang kau rayu dengan bunga?"
__ADS_1
Karel tetap mempertahankan senyumnya, "Bukan yang pertama, tapi yang terakhir" ucapnya sebelum menggandeng Acha masuk ke mesin terbang raksasa itu.
"Hei! Kamu mau membawaku ke mana?" ingin rasanya Acha berontak, tapi begitu banyak pasang mata sedang tertuju pada mereka saat ini.
"Membayar apa yang sudah aku batalkan," jawab lelaki itu sebelum berbalik badan. "Prewed," jelasnya diakhiri dengan satu kedipan mata.
"Hah? Kenapa harus pakai pesawat pribadimu? Sebenarnya kita mau kemana sih?" gadis itu masih memberondong banyak pertanyaan ketika Karel membantunya menaiki tangga pesawat.
"Ke tempat yang jauh. Sangat jauh! Dan hanya ada kita berdua. Jadi kau tidak akan sempat menemukan lelaki lain untuk bermain dan membandingkannya dengan skillku di ranjang!" kekeh laki-laki itu.
"Dasar otak mesum! Kau mau menculikku?" Acha mengerucutkan bibirnya.
"Aku sudah ijin kedua orang tuamu." sahut Karel diiringi suara pintu pesawat yang ditutup. Kini, mereka sudah berada di dalam mesin terbang itu.
__ADS_1
"Tapi, aku kan tidak bawa pakaian?" Acha mengekor Karel yang duduk di kursinya.
"Tenang saja. Ibumu sudah mengemaskannya untukmu. Itu!" putra bungsu konglomerat itu menunjuk sebuah koper yang sangat dikenal Acha. Ya, tidak salah lagi. Koper itu adalah miliknya. Berarti keluarganya telah bersekongkol untuk acara penculikan ini. Acha tak punya pilihan lain selain mengikuti permainan Karel. Toh, bagaimana bisa melarikan diri? Mereka sudah mulai mengudara.