
"Lima menit lagi.." suara serak Karel yang masih enggan membuka mata. Namun Acha tak menyerah menggoyang-goyangkan tubuhnya. Pagi-pagi benar Acha mengunjungi rumah calon mertuanya itu hanya untuk menyeret Karel ke studio foto. Tapi lihat saja, jarum jam sudah menunjukkan angka sembilan tapi sang tuan muda masih enak-enak mendengkur di kamarnya.
"Nggak ada lima menit lima menitan. Bangun apa gue jepit ***** lo pake tongkat baseball!" ancaman Acha tidak main-main. Gadis itu bisa sangat sadis kalau mau.
Seperti beruang sedang hibernasi, telinga Karel mendadak tuli akan suara Acha. Dia masih asyik mendengkur di bawah selimut tebalnya.
"Aaa.. masih nggak mau bangun? Oke!" Acha hilang kesabaran. Baru saja dia berbalik badan hendak mencari tongkat baseball tiba-tiba lengannya ditarik dari belakang. Tubuh Acha jatuh terjungkal di atas badan Karel. Posisi mereka saling berhadapan. "Kalau lo bilang titik gue mau dijepit pake punya elo, baru gue bangun. Apa enaknya dijepit pake tongkat baseball?" Karel membuka matanya perlahan.
__ADS_1
Acha mendesis, "Dasar mesum!"
"Lo tuh yang mesum! Udah tau kalau tiap pagi cowok dapet morning glory. Eh punya gue malah digencet perut elo. Biar apa? Kalau pengen ngomong dong!" Karel menyeringai.
Menyadari sesuatu mengganjal perutnya, Acha buru-buru melepaskan cengkeraman Karel di lengan dan bangkit dari posisi telungkup. Dia salah tingkah.
"Ekhem..." Acha membasahi kerongkongannya. "Sana buruan mandi! Cepet!" perintahnya memaksa laki-laki itu segera bangun dari ranjang.
__ADS_1
"Pagi apanya? Udah hampir siang gitu!"perempuan itu menunjuk jam di dinding. "Udah buruan sana!"
Karel tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Acha. Dia mengambil handuk berlogo huruf G di miliknya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara menunggu Karel mandi, Acha melihat-lihat isi kamar Karel. Tak ada yang istimewa dari kamar ini, seperti kamar lelaki pada umumnya. Atribut bola dari sebuah liga besar di Inggris mendominasi pajangan di dinding. Komik-komik yang di antaranya terselip beberapa majalah dewasa tertata rapi di rak buku. Wow.. pilihan bacaan yang sangat unik untuk seorang lulusan MIT. Kemudian ada pula koleksi lego dan beberapa mainan khas lelaki. Untung saja hanya mainan biasa, jika sampai Acha menemukan mainan ambigu seperti dildo atau vibrator pasti Acha akan berpikir dua kali untuk menikahi Karel. Tapi tunggu? Jika mempunyai barang-barang seperti itu bukankah Karel akan menyembunyikannya di tempat yang tidak mudah ditemui? Mumpung lelaki itu masih di kamar mandi, Acha harus memeriksa kamarnya.
Dari bawah ranjang, kloset, sampai meja yang ditemui hanya ditemukan barang-barang pria pada umumnya. Termasuk kotak ****** yang sudah ludes tinggal setengah. Shit! Acha ingin mengumpat. Sebegitu rajinnya kah Karel memakai barang itu? Yang jadi pertanyaan terbesarnya adalah dengan siapa Karel memakai barang itu? Bibir Acha mengerucut mendapati pemikiran itu menyelinap di otaknya.
__ADS_1
Ketika mengembalikan kotak jahanam itu ke dalam laci, tidak sengaja Acha menyenggol sebuah map yang menyebabkan isinya jatuh berhamburan di lantai. Mata Acha terpaku pada lembaran-lembaran itu. Beberapa buah foto seorang wanita yang beberapa waktu memenuhi riwayat pencarian ponsel Acha beserta kertas-kertas kecil berisi memo atau pun ucapan selamat ulang tahun dengan nama Rena tertulis dengan manis di pojokan bawahnya. Sangat tidak mungkin seorang laki-laki menyimpan barang-barang seperti itu keculai mereka ada di dalam sebuah hubungan yang spesial.
Rena.. Apa sebenarnya hubungan dia dengan Karel?