
"Apa ini?" Acha menatap aneh pada kain panjang berwarna hitam yang diulungkan Karel.
"Blindfold," Karel memberi tahu.
"Untuk apa?" perhatian wanita itu berpindah ke wajah tidak sabar Karel.
"Kau bilang kau ingin merasakan sensasi bercinta yang menantang?"
"Kita tidak bercinta, Karel" koreksi wanita itu.
"Oke, having sex," ralatnya.
"Tapi apa hubungannya dengan penutup mata?"
Karel melangkah ke belakang punggung Acha lalu memasangkan kain hitam itu. "Kalau indera pengelihatanmu ditutup seperti ini, maka indera yang lain akan lebih peka," jelasnya dengan desahan sensual di dekat telinga.
"Kau yakin?" Acha membiarkan Karel menutup matanya.
__ADS_1
"Aku tahu bagaimana menyenangkan seorang Scorpio di ranjang," cicitnya sombong.
"Apa hubungannya dengan zodiakku?"
"Kau cerewet sekali!" Karel menggerutu. "Bagaimana? Masih bisa melihat?"
Acha menggeleng, "Aku tidak bisa melihat apa-apa."
"Bagus.Kalau begitu ayo kita mulai!"
"Hei! Apa yang kau lakukan dengan tanganku?" sentak Acha ketika Karel mengikat kedua tangannya di ranjang.
"Tunggu sebentar. Aku segera kembali," sebelum Acha bisa menahan, derit pintu kamar berbunyi, menandakan Karel baru saja meninggalkannya seorang diri di kamar.
Jantung Acha berdegub kencang. Dengan keadaan seperti ini, dia sama sekali tidak bisa melihat apa pun. Antusias sekaligus rasa penasaran kini bercampur di darahnya. Menjadikan ujung-ujung sarafnya semakin tidak sabar menanti apa yang akan datang.
Karel kembali tidak lama kemudian. Acha bisa mendengar lelaki itu menaruh beberapa barang di nakas dekat tempat tidurnya. Sisi ranjangnya sedikit turun, menandakan ada seseorang yang sedang merayap mendekatinya. "Buka pahamu, sayang!" suara berat Karel terdengar begitu dominatif sekaligus sensual di telinga Acha. "Lebih lebar lagi. Tunjukkan mahkotamu yang indah itu padaku. Yes, that's right. Good girl!" Karel memulai permainan kata-katanya.
__ADS_1
Tubuh Acha menggeliat. Dia merasakan ada sesuatu yang berbulu sedang menggelitiki badan telanjangnya. Dari leher turun ke dada, kemudian ke perut dan paha dalam. Benda itu sangat lentur dan membuat Acha risih, tapi membangkitkan gairahnya pada waktu yang bersamaan. "Karel, itu geli.." erangnya.
"Oke, next."
Dada Acha bergerak naik turun tidak sabar. Karel mengambil waktu yang cukup lama untuk bersiap-siap kali ini. Sekian menit berlalu, indera pendengaran Acha mulai menangkap suara sebuah mesin yang bergetar.
"Apa itu?" tanya Acha penasaran.
Bukannya menjawab, Karel malah meletakkan benda kecil yang bergetar itu di atas perut Acha. "Bagaimana rasanya?"
Acha terkikik, "Singkirkan! Itu geli!" dia menggeliat.
"Tidak baby, ini akan sangat nikmat. Jika ditaruh di sini!"
Acha terjingkat begitu sesuatu yang bergetar hebat dipasangkan di buah dada sebelah kanannya. Kemudian satu lagi di sebelah kiri. Jadi ini yang namanya sex toys? Kenikmatannya bahkan ribuan kali lebih nikmat daripada lidah Karel.
Dan malam itu, Acha mendapatkan pengalaman bercinta baru dengan berbagai alat pemuas nafsu serta eksplorasi berpengalaman dari lelaki itu.
__ADS_1
***
Beberapa part mengandung unsur dewasa. Maaf kalau agak lama update. Aku harus selesain beberapa works soalnya. Ada novel naik cetak, dan ada yang mau dikontrak. So, aku harus edit semuanya dulu. Thanks for your understanding. Semoga aja kau bisa cepet nyelesein semuanya. Tenang aja aku pasti finishin sampai tamat cerita ini.