Eternal System

Eternal System
System 09 : Permintaan Li Jia


__ADS_3

Note : Author minta maaf karena updatenya terlambat. ada beberapa hal yang membuat kondisi author itu tidak optimal untuk menulis, baik dari kesehatan dan juga waktu. Jadi saya harap para pembaca bisa memahaminya.


Selamat membaca~


...----------------...


Setelah mengetahui ada metode lain, Li Chen yang membaca metode pertama pun sudah mengetahuinya karena itu adalah misi harian yang harus dia lakukan.


Namun, untuk dua hal lainnya secara garis besar dia bisa memahaminya. Tetapi karena tidak terlalu yakin membuatnya bertanya kembali kepada sistem itu.


“Sistem, buka panduan mengenai kontrak dengan hewan mistis”


Dari perintahnya itu, sistem terus menurut dan memberikan sebuah penjelasan kepada Li Chen terhadap metode kedua dalam kultivasi.


[ Metode penggunaan kontrak dengan hewan mistis ]


[ Kultivator yang memiliki kemampuan tinggi dapat membuat kontrak terhadap hewan mistis agar menaikkan tingkat kultivasinya. Semakin tinggi tingkatan hewan mistis tersebut, maka semakin tinggi pula kenaikan tingkat yang di dapatkan oleh kultivator yang membuat kontrak dengannya ]


[ Tingkat kekuatan hewan mistis dan tingkatannya yang setara dengan kultivator ]


[ Normal : petarung junior bintang satu - lima ]


[ Langka : petarung senior bintang satu - petarung senior bintang tiga ]


[ Epic : petarung senior bintang empat - petarung Elite bintang lima ]


[ Legenda : petarung guru bintang satu - petarung jenderal bintang tiga ]


[ Mythical : petarung jenderal bintang empat - master bintang lima ]


[ Divine : raja petarung bintang pertama - kaisar petarung bintang lima]


[ Dewa : ??? ]


Setelah membaca hal tersebut, Li Chen terlihat terdiam dan melipat kedua tangan di depan dadanya. Mata yang terpejam pun perlahan kembali terbuka dan menatap panel itu lagi.


“Jadi setiap tingkat hewan mistis itu bisa di katakan setara dengan tingkat kultivator juga ya”


“Tetapi, kurasa tidak semudah itu. Mereka yang memiliki tingkatan legenda ataupun mythical pasti memiliki kasta masing-masing. Sehingga hal ini tidak sepenuhnya bisa menjadi patokan agar aku bisa membuat kontrak dengan mereka”


Li Chen meletakkan tubuhnya di atas lantai kamarnya. Dia melakukan pergangan ringan untuk tubuhnya seolah lelah terhadap latihannya, baik dalam otak maupun raga.


“Haah… tak kusangka berlatih kultivasi tak hanya menguras energi. Ternyata otakku juga di kuras. Kelihatannya ini lebih berat ketimbang menjadi direktur perusahaan”


Di kala dirinya sedang pusing terhadap metode kontrak dengan hewan mistis, Li Chen pun semakin penasaran seiring waktu berjalan. Dia mengangkat kembali tubuhnya dan menghadap ke arah sistem tersebut lagi.


“Sistem, di mana lokasi para hewan mistis ini?”


[ Hewan mistis tersebar di seluruh daratan dunia ini ]


[ Bentuk mereka yang beragam seperti hewan pada umumnya membuat kehidupannya tersebar dan menyesuaikan iklim yang di butuhkan ]

__ADS_1


[ Tempat yang paling terkenal dengan hewan mistis yang begitu kuat berada di bagian utara dekat akademi Liliang. Tempat itu bernama hutan Shenmi ]


“Dekat akademi Liliang ya….”


“Sedangkan aku masuk ke dalam akademi masih dua bulan lagi. Kurasa tidak perlu terburu-buru”


Tiba-tiba saja, suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu kamarnya. Li Chen segera menutup panel sistem tersebut dan beranjak berdiri untuk membuka pintu.


“Iya!”


Tap tap tap


Ceklek


“Siapa?”


Saat pintu tersebut di buka olehnya, Li Chen melihat ada adik kedua, Li jia yang berdiri di balik pintu tersebut.


“Li Jia? Ada apa malam-malam begini datang ke kamarku?”


Li Jia menatap ke dalam kedua mata Li Chen dengan seksama. Dan perlahan, dia mulai membuka mulutnya.


“Kakak. Bisakah kau ikut aku sebentar?”


Li Chen sedikit terkejut terhadap Li Jia yang tiba-tiba mengajaknya pergi di malam hari. Namun, tidak ada alasan baginya untuk menolak.


Dia mengikuti Li Jia berjalan di dalam kediaman Li yang luas. Setelah beberapa menit berjalan, mereka pun sampai ke taman belakang yang di gunakan Li Chen pertama kali untuk latihan.


“Li Jia, sebenarnya kita ingin kemana? Kenapa kau tidak berbicara sejak tadi?”


Tak lama kemudian, langkah kaki Li Jia pun terhenti. Dia berbalik dan menghadap kakaknya yang berdiri beberapa langkah kaki jauh di depannya.


“Kakak… bertarunglah denganku”


Kalimat pertama setelah undangannya membuat Li Chen terkejut dan tertegun diam.


“Hah? Li Jia, apa yang kau katakan? Bertarung?”


“Untuk apa bertarung? Apa kakak melakukan sesuatu padamu?”


Li Chen berusaha meminta penjelasan dari adiknya. Namun, Li Jia tidak terlihat seperti ingin mengucapkan kata-katanya. Bahkan, dia membuka telapak tangann kanannya dan mengeluarkan energi Ki di sekitarnya.


Tak lama kemudian, energi Ki tersebut mulai memadat dan membentuk sebuah pedang putih dalam genggamannya.


Li Chen yang melihat adiknya mengeluarkan sebuah pedang pun menjadi semakin bingung dengan situasinya.


“Li Jia, apa yang sebenarnya terjadi padamu?! Kenapa-!


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Li jia melesat maju ke arahnya dengan hunusan pedang yang tajam.


Li Chen dengan refleks pun menghindari hunusan pedang itu dengan menggeser kepalanya ke samping.

__ADS_1


Wush!


“Li Jia, hentikan!”


Namun, seberapa keras Li Chen menyuruhnya untuk berhenti, Li Jia tidak terlihat berniat untuk mendengarkannya sama sekali. Dia bahkan menarik mundur pedangnya dan mengayunkan tendangannya ke arah Li Chen.


Buaakk!!


“Ugh!” erang Li Chen yang terhempas mundur ke belakang


Li Chen tidak berniat untuk bertarung dengan Li Jia. Dia hanya bertahan sejak di serang dua kali olehnya dan tak menunjukan perlawanan balik. Bahkan, Li Chen menganggap bahwa Li Jia sedang di kendalikan.


“(Apa ada seseorang yang mengendalikannya?!)”


“Li Jia, sadarlah! Ini bukan seperti dirimu yang biasa!”


Lagi dan lagi Li Chen berusaha menenangkan Li Jia. Tetapi, hal tersebut tidak berguna dan bahkan Li Jia kembali melesat ke arahnya.


Pedang yang di hunuskan berkali-kali dapat di hindari oleh Li Chen. Namun, karena sang adik lah yang berusaha untuk melawannya, dia tidak melancarkan serangan balik. Hal ini membuat Li Chen semakin terpojok karena di paksa untuk terus bertahan.


“(Ugh, sial! Apa yang terjadi?! Beberapa waktu yang lalu dia masih Li Jia yang normal. Kenapa tiba-tiba dia menghunuskan pedangnya ke arahku?!)” batin Li Chen yang kebingungan


Li Jia yang mulai menarik lengan kiri dan mengarahkan tinjunya pun membuat Li Chen mengambil kesempatan tersebut. Dia menangkap tangannya dan berputar untuk mengunci pergerakan Li Jia di belakang.


GREB!!


“Ugh!” erang Li Jia


“Li Jia, hentikan!”


Li Jia terus-menerus berusaha untuk meronta dari kuncian itu. Namun, kekuatan Li Chen yang diam-diam telah meningkat menjadi petarung elite bintang dua, membuat Li Jia menjadi tak bisa lepas darinya.


Apapun yang Li Jia lakukan tidaklah berguna. Dan ketika dia menyadari hal itu, pedang yang dia bentuk dari energi Ki sebelumnya pun di hilangkan sebagai tanda dirinya menyerah.


Wuusshh….


“Kakak… sudah lepaskan saja….”


Rintihan dari adiknya membuat Li Chen terkejut. Dia melepaskan kunciannya tersebut dan berjalan sedikit mundur untuk memberikan ruang bagi Li Jia berdiri.


Li Chen merasa heran kepada adiknya. Dia pun tak bisa bersabar dan bertanya kepadanya.


“Li Jia, apa yang terjadi padamu? Kakak telah melakukan salah apa padamu? Katakan saja, kakak akan langsung minta maaf!”


Li Jia menggelengkan kepalanya seolah menjawab tidak kepada seluruh pernyataannya. Dia membuka matanya secara perlahan dan tersenyum malam yang indah itu terhadap kakaknya.


“Tidak. Aku hanya ingin bertarung dengan kakak, itu saja”


Li Chen memiringkan kepalanya dan beraut wajah kebingungan atas jawaban tersebut.


“Hah?”

__ADS_1


__ADS_2