Eternal System

Eternal System
System 50 : Kembali di Asrama


__ADS_3

prtama-tama, author minta maaf karena tiba-tiba berhenti up tanpa kabar. Author saat ini masih sakit DBD (demam berdarah). Tubuh dan kepala author masih terasa sakit buat mikir. jadi, update akan tidak menentu dulu sampai kondisi author sehat lagi.


terima kasih...


selamat membaca...


 


****


Sejak kejadian kutukan iblis di tubuh Gong Qiao, Li Chen telah beristirahat dan kembali fokus untuk berlatih bersama sistem di dalam rumahnya selama empat hari.


Li Chen yang baru saja menyelesaikan misi hariannya yang mencangkup olahraga fisik. Berupa push up, sit up dan lain-lain sebanyak 100 kali. Tubuhnya yang tak memakai baju itu memperlihatkan otot yang terbentuk kuat dan sangat gagah.


Keringat yang menetes dan mengalir di tubuhnya membuat Li Chen menjadi semakin tampan bahkan ketika dia sedang kelelahan.


Dia yang bangkit berdiri dan memakai pakaiannya tepat di samping jendela, di sambut oleh kicauan burung di pagi hari itu.


Cit… cit…!!!


Burung kecil yang berwarna kuning menghampiri Li Chen dan singgah tepat di atas jari telunjuknya.


“Selamat pagi, burung kecil”


Cit… cit….!!!


Li Chen tersenyum tipis melihat burung kecil tersebut. Dia mengelus halus bulunya dan memperlakukannya begitu lembut. Di kala dia sedang membelainya, tiba-tiba saja sistem datang tepat di samping Li Chen dengan sebuah notifikasi rutinnya.


[ Misi harian telah selesai ]


[ Level up ]


[ Nama : Li Chen ]


[ Level : 65 ]


[ HP : 22500/22500 ]


[ MP : 1500/1500 ]


[ Title : Alchemist ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]


[ Kelas : Petarung ]


[ Kekuatan : 67 ]


[ Daya Tahan : 56 ]


[ Kelincahan :46 ]


[ Kecepatan : 46 ]


[ Pengetahuan : 55 ]

__ADS_1


[ Skill :


- Penghakiman telapak bumi : MP -200 ( Level 2 )


Deksripsi : Pengumpulan energi Ki yang di pusatkan ke dalam telapak tangan. Di keluarkan menjadi serangan mematikan yang dapat menghancurkan tubuh lawannya


- Sprint : MP - 50


Deskripsi : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh(Poin status kecepatan dan kelincahan +50 selama satu menit).


- Bloodlust : MP -100


Deksripsi : Menggunakan energi Ki yang kuat terhadap target tertentu dan membuat mereka ke dalam status ‘takut’ selama satu menit.


Efek :


- Target yang terkena skill ini tidak akan bisa bergerak selama lima detik


- Target akan kehilangan status mereka sebanyak -50%


- Absolute Shield : MP -300


Deksripsi : Host akan mendapatkan sebuah tameng berlapis energi Ki yang tak kasat mata. Tingkat kekohonan tameng Ki tidaklah terbatas. Sekuat apapun serangan yang di terima, akan bisa di netralisir dan di tahan oleh skill ini ]


Ketika Li Chen melihat statusnya, dia teringat dalam seluruh misi yang dia selesaikan di dalam kurun waktu empat hari itu. Kebanyakan dari misi yang dia lakukan adalah misi harian yang di berikan sistem. Tetapi, salah satu misi yang membuat dampak besar dari statusnya adalah ketika dia berhasil menyelesaikan misi untuk menahan kutukan iblis Gong Qiao.


Sistem memberikan sebuah hadiah yang cukup besar berupa peningkatan status dan juga beberapa item yang telah tersimpan langsung ke dalam tas sistem milik Li Chen.


“(Belum lama aku datang ke akademi ini, tetapi aku sudah mendapatkan banyak hal. Sistem yang membantuku memperoleh kemampuan alkimia dan akurpuntur, dan juga peningkatan dahsyat dalam fisik serta kultivasi tubuhku)”


Keputusan Li Chen sejak awal telah bulat. Dia ingin menjadi lebih kuat demi membuat kehidupan yang layak dan memutar takdir yang pernah di rasakan mantan pemilik tubuhnya itu.


Namun, tiba-tiba saja Li Chen kepikiran akan suatu hal. Terhadap kutukan iblis yang menjerat di dalam tubuh Gong Qiao.


“(Kutukan iblis… kenapa cucu tetua Gong bisa terkena penyakit itu? Apa ada suatu kejadian yang membuat mereka terlibat dengan para iblis?)”


Tak habis pikir bagaimana hal itu bisa terjadi. Terlebih lagi, Li Chen juga mengingat bahwa saat tusukan akurpuntur terakhir, sebuah pecahan ingatan yang begitu banyak masuk ke dalam kepalanya dan di putar seperti pecahan film rusak.


Entah berapa banyak yang Li Chen tangkap, tetapi yang jelas dia tidak bisa mengetahuinya secara jelas apa yang sebenarnya terjadi.


Namun, ada satu hal yang Li Chen tahu dengan pasti. Di antara pecahan ingatan yang dia lihat, ada sebuah makhluk dengan bentuk tubuh dan energi mengerikan. Energi tersebut terasa sangat familiar bagi Li Chen. Terutama sama persis dengan energi kutukan iblis yang bersemayam di tubuh Gong Qiao.


Makhluk yang Li Chen lihat saat itu, adalah salah satu dari para iblis yang ada di dalam dunia tersebut.’


“Tidak salah lagi… makhluk itu pasti salah satu dari para iblis. Dan merekalah yang berkaitan dengan kutukan yang ada di dalam tubuh Gong Qiao” gumam Li Chen


Di kala dia sedang terlepas bebas di dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba saja Li Chen mendengar suara ketukan pintu tepat dari luar. Bukan dari kamarnya, tetapi dari pintu terluar dari rumahnya.


Tok tok tok…!!!


“Siapa itu?”


Tok tok tok….!!!


Pintu kembali berbunyi dengan tiga ketukan yang sama. Li Chen pun segera berjalan keluar dari kamarnya dan menuju pintu keluar rumahnya.

__ADS_1


“Palingan itu Jingting”


Li Chen mengira bahwa dia akan bertemu dengan Jingting yang sebelumnya telah keluar rumah lebih pagi. Namun, saat Li Chen membuat pintu tersebut dia mendapatkan sesuatu yang jauh berbeda dari ekspektasinya.


Kreak…!!


“Ya?”


Menatap ke depan dengan kedua mata yang terbuka cukup lebar. Li Chen tertegun diam saat melihat sosok gadis yang ada tepat di balik pintu rumahnya itu. Di sana terdapat seorang gadis yang begitu cantik dan manis berdiam diri di hadapannya sembari membawa sebuah keranjang piknik yang di tutupi oleh kain motif bunga.


Gaun seorang kultivator yang berwarna merah elegan, terpadu dengan indah melalui rambut hitam seindah langit malam. Kulit seputih susu yang di katakan halus hanya dengan pandangan mata, serta jari-jari dan bulu mata yang lentik membuat Li Chen terpana untuk sesaat.


Satu kata yang terpikirkan di dalam pikirkannya adalah ‘cantik’. Walaupun Li Chen sempat teralihkan karena kecantikan gadis itu, tetapi saat melihat lebih jeli lagi, Li Chen langsung menyadari identitasnya. Dan ya, perempuan itu adalah Gong Qiao, cucu dari tetua Gong.


Dia datang ke dalam asrama laki-laki untuk bertemu dengan Li Chen secara langsung.


“Eh? Kau….” gumam Li Chen


“Tuan Chen, senang bertemu denganmu. Na-namaku, Gong Qiao” ucap Gong Qiao


“A-ah, aku tahu itu. Aku sudah bertemu dengamu ketika penya-!”


Gong Qiao yang terlihat begitu gugup dan malu sontak melompat dan menutup mulut Li Chen ketika ingin membahas tentang kutukan iblis itu.


“Ssshh! Tu-tuan Chen, tolong jangan bicarakan hal itu keras-keras!”


Li Chen yang terkejut pun langsung diam membeku ketika di perlakukan seperti itu olehnya. Sedangkan Gong Qiao yang menyadari sikapnya yang begitu frontal langsung melepaskan tangannya dan memalingkan wajahnya yang merah merona.


“A-ah… i-itu… ma-maafkan aku!” ucap Gong Qiao


Melihat Gong Qiao yang begitu gugup dan tak berani mengeluarkan isi kata-katanya, membuat Li Chen merasa sedikit tidak enak. Dia memikirkan untuk membawa masuk dia ke dalam agar bisa berbincang lebih tenang.


“Masuklah, bicara di luar tidak enak”


“Eh?!”


Li Chen lebih dulu berbalik badan dan masuk ke dalam. Sedangkan Gong Qiao masih berdiri tepat di depan pintu dengan wajahnya yang memerah merona.


“Tu-tunggu dulu! A-apa benar-benar tidak apa?!” tanya Gong Qiao


“Tidak apa. Masuk saja” sahut Li Chen


Di kala Li Chen tidak memikirkan apapun, tetapi wajah Gong Qiao yang memerah itu menunjukan betapa malu dan juga senangnya dia saat itu. Pikirannya yang melayang entah kemana mulai berpikiran tentang etika serta moral tentang seorang laki-laki dan perempuan ada di satu atap yang sama.


Li Chen telah membawa secangkir teh ke atas meja yang ada di ruang tamu. Dan ketika dia meletakannya, dia tidak melihat adanya Gong Qiao yang duduk di sisi lain meja itu. Dia menoleh dan masih melihat Gong Qiao yang berdiri tepat di depan pintu dengan kedua tangan yang memegangi wajah merahnya itu.


Pikirannya yang masih entah pergi kemana pun tak bisa di baca oleh Li Chen. Oleh karena itu, dia langsung menghampirinya dan menggenggam lengannya untuk di bawa masuk pelan-pelan.


“Apa yang kau lakukan masih di depan pintu? Ayo, masuk saja. Tidak ada orang di rumah kok” ucap Li Chen


“E-eh?! Ti-tidak ada orang?!”


Pikiran Gong Qiao menjadi semakin liar terhadap hubungan antar lelaki dan perempuan jika berada di satu rumah. Wajahnya yang semakin memerah itu mulai mengeluarkan asap yang menunjukan betapa malunya dia.


Namun, Li Chen hanya berusaha bersikap ramah dan tak membuat seorang gadis cantik sepertinya berdiri terus menerus.

__ADS_1


__ADS_2