
Di sisi lain, Li Chen yang pergi bersama dengan Ying Yue dan Lei Jingting pun di bawa ke sebuah taman akademi yang terlihat luas nan hijau. Setelah berjalan cukup jauh, Ying Yue pun mulai berhenti melangkah lagi.
Li Chen dan Lei Jingting yang mengikutinya dari belakang pun jadi ikut berhenti. Hingga tak lama kemudian, Ying Yue berbalik menatap pada arah Li Chen.
“Haah… Kau belum ada satu hari datang ke akademi, dan sudah mendapatkan masalah. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Ying Yue
Li Chen menggaruk bagian belakang kepalanya sembari memalingkan pandangannya.
“Maaf, kak Yue. Tetapi, dia duluan lah yang mencari masalah dengan merendahkan kami” sahut Li Chen
“Dimana-mana tidak pernah berubah ya. Namun, kau juga tidak perlu mengerahkan pukulan terkuatmu demi memberi pelajaran pada orang sepertinya. Jika pukulan itu sampai mendarat di hadapannya, bisa-bisa Guan Liu langsung mati dan kau akan menjadi musuh dari keluarga Guan tahu” jelas Ying Yue dengan nada yang mulai menenang
Li Chen hanya terdiam sembari menunduk karena tahu bahwa dia telah menyebabkan masalah bagi Ying Yue. Dia di bawa ke akademi demi menunjukan bahwa kekuatannya hebat dan pilihan Ying Yue dalam memilihnya tidaklah salah.
Sedangkan Ying Yue sendiri pun hanya menghela nafas ketika melihat raut wajah bersalah Li Chen. Dia menepuk pelan pundaknya dan tetap tersenyum ramah seperti biasa.
“Sudahlah, setidaknya tidak ada hal buruk yang terjadi” sahut Ying Yue
“Benar sekali. Lain kali kau harus hati-hati tahu Chen” sambung Lei Jingting
Lei Jingting yang tiba-tiba menyambung ucapan Ying Yue pun membuat perhatiannya teralihkan. Ying Yue menatap sedikit bingung dan bertanya padanya.
“Em… kau?” tanya Ying Yue
“Ah-! Salam kenal, nona Ying Yue. Aku salah satu murid baru juga di akademi ini, namaku Lei Jingting!” ucap Lei Jingting sembari memberi salam seperti pada seorang senior
“Ah, senang bertemu denganmu, Lei Jingting” sahut Ying Yue
“Aduh, nona Ying Yue. Anda begitu cantik, tidak perlu memanggilku dengan formal seperti itu. Panggil saja Jingting, dan aku ini belum punya pasangan loh!”
Lei Jingting dengan percaya dirinya langsung mencoba untuk menggoda dan menarik perhatian Ying Yue dengan gaya dan sikapnya saat itu. Li Chen yang berdiri di sampingnya pun menatapnya dengan tatapan jijik dan heran.
Sedangkan Ying Yue dengan frontalnya memasang sebuah dinding keras dengan jawabannya pada Lei Jingting.
“Maaf, aku tidak tertarik padamu. Kau bukan tipeku” jawabn Ying Yue dengan senyuman ramah namun mematikan
__ADS_1
Lei Jingting yang mendengar jawaban tersebut sontak tertusuk dari dalam seolah tak ada harapan. Dia hampir muntah darah karena di tolak dengan cepat.
Sedangkan Li Chen yang melihatnya membatu seperti orang patah hati pun sedikit tergelitik tawa.
“Pfft!”
“Hei, apa yang kau tertawakan?! Kau tidak lihat aku sedang patah hati?!”
“Ya ya. Lain kali jangan coba menggoda perempuan dengan aksi bodoh seperti itu”
“Ckckck, kau ini tidak mengerti ya Chen. Perempuan itu suka dengan laki-laki yang percaya diri”
“Yap, tetapi aku tidak yakin karena baru saja kau langsung tertolak”
Lei Jingting kembali tertegun diam dari ucapan pahit Li Chen saat itu. Dia langsung terdiam murung dan bahkan aura dari seseorang ramah dan ceria sepertinya langsung menghilang seolah berganti musim.
Di sisi lain, Ying Yue saat itu pun menarik kembali pandangan dan topiknya.
“Li Chen, usahakan untuk menjauh dari masalah dari orang-orang arogan di akademi. Kau cukup beruntung karena tetua Gong melepaskan begitu saja tentang masalah ini, jika sampai di lihat oleh para senior atau seseorang dengan level arogan tinggi, maka akan menjadi masalah besar” jelas Ying Yue
“Kalau begitu, aku akan kembali lebih dulu. Kalian jangan membuat masalah lagi ya” ucap Ying Yue
Li Chen mengangguk pelan seolah mengiyakan ucapan Ying Yue. Dan setelah melihat responnya yang sangat menurut, Ying Yue segera berbalik dan berjalan meninggalkan Li Chen dan Lei Jingting di taman tersebut.
Li Chen saat itu menghela nafas dengan penuh hawa kekecewaan. Bukan pada siapapun, tetapi pada dirinya sendiri.
“(Haah… aku baru saja datang ke akademi ini sudah mendapatkan masalah untuk Kak Yue. Ini bukan kesan yang bagus sama sekali)”
Li Chen membatin dan menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi. Walaupun yang memulai pertama adalah Guan Liu, tetapi Li Chen juga salah karena terprovokasi dan mencoba untuk hampir membunuh Guan Liu.
Alih-alih darinya, Lei Jingting yang berdiri di sampingnya pun menoleh dan menepuk pundak Li Chen.
“Hei”
“Hm? Ada apa?”
__ADS_1
“Untuk saat ini, kau sebaiknya hati-hati”
Li Chen menatap bingung ke arah Lei Jingting yang tiba-tiba saja berbicara serius dan menatapnya dengan seksama.
“Hah? Apa maksudmu?”
“Guan Liu, tuan muda yang ingin kau bunuh tadi itu bukanlah orang yang gampang untuk di urus. Orang-orang dengan level arogansi sepertinya, pasti tidak akan terima ketika sudah di permalukan seperti itu, kau pasti sudah tahu maksudku bukan?”
Dari penjelasan singkat tersebut, pandangan mata Li Chen langsung berpaling dan menghela nafas seolah langsung memahami percakapan itu.
“Ah, benar juga. Aku pernah mengalami hal yang sama juga ketika masih berada di kotaku” gumam Li Chen
“Ya kan? Jadi sebaiknya kau waspada saja. Seperti yang di katakan oleh dua orang pengikutnya itu, Guan Liu memiliki seorang kakak yang memiliki tingkat kultivasi setara dengan tetua Gong”
Li Chen kembali mengingat ucapan kedua pengikut Guan Liu yang berkata bahwa kakaknya adalah seorang kultivator tingkat raja petarung bintang satu. Tingkatan yang setara dengan tetua Gong, kepala akademi Liliang.
Namun, Li Chen saat itu tidak merasakan takut ketika mendengar hal itu. Telapak tangannya yang terbuka di kepal erat seolah menunjukan sebuah sifat tidak berbelas kasih.
“Yah, sebenarnya aku juga tidak peduli. JIka mereka ingin datang melawanku, aku dengan senang hati akan meladeninya”
Tetapi, beberapa saat setelah Li Chen mengucapkan hal tersebut, raut wajahnya berubah drastis menjadi murung seperti anak anjing yang bersalah.
“Tetapi, aku tidak ingin membuat masalah untuk Kak Yue. Jadi, jika bisa di hindari, maka lebih baik aku menghindarinya ketimbang meladeni mereka” ucap Li Chen.
Lei Jingting yang melihat dan mendengar respon Li Chen saat itu cukup terkejut. Dia tersenyum tipis karena mengetahui sifat dari Li Chen yang sangat berbeda dengan seorang jenius pada umumnya.
Mereka yang jenius, akan merasa arogan dengan kemampuan mereka yang lebih tinggi dan hebat dari orang lain. Namun, Li Chen memiliki hati yang cukup rendah hati dan juga lembut seperti kapas karena mementingkan orang lain di banding dirinya sendiri.
Merasa bahwa suasana itu berubah menjadi sedikit berat, membuat Lei Jingting berinisiatif langsung merangkul Li Chen bergurau ria untuk melupakan hal tersebut.
“Hahaha! Yah, kalau hal itu datang pikirkan saja nanti. Untuk saat ini, kita masih harus merayakan kemenanganmu dalam melawan tuan muda arogan itu!” ucap Lei Jingting
“Apanya yang di rayakan?! Yang lebih penting, lepaskan lenganmu dari leherku. Aku kesulitan bernafas!” gerutu Li Chen
“Ayolah, jangan jadi orang yang pemarah. Kita bisa merayakan ini, aku akan traktir kau biskuit kalengku!” ucap Lei Jingting
__ADS_1
“Tidak, terima kasih!” sahut Li Chen