Eternal System

Eternal System
System 21 : Perbedaan Kemampuan


__ADS_3

Kehadiran dan ucapan Li Chen yang menantang balik Lian Ping itu membuat amarahnya mencapai titik tertinggi. Amarah yang terkumpul itu membuat tubuhnya bergerak sendiri.


Lian Ping melesat ke arah Li Chen dengan tangannya yang di kepal erat seolah ingin menghantam wajahnya.


WUSHH!!


Energi Ki milik Lian Ping mulai terpancar keluar dari seluruh tubuhnya. Secara singkat, seluruh energi Ki itu terpusat ke dalam lengan kanannya yang di kepal kuat dan di ayunkan untuk menghantam wajah Li Chen.


“Mati kau!”


Dengan tinju yang di arahkannya, Li Chen dapat melihat seluruh pergerakan Lian Ping dengan mudah. Walaupun Lian Ping tidak tahu, tetapi tingkat mereka berdua berjarak dua bintang dan Li Chen lah yang lebih tinggi.


Tanpa mengeluarkan banyak usaha, Li Chen hanya mengesampingkan kepalanya dan menghindari pukulan itu.


Hentakan kuat dari energi Ki yang terkumpul menjadi terhempas ke belakang dan penonton yang ada di sana. Kedua mata Lian Ping beserta penonton di dalam arena itu sontak terbuka lebar. Mulutnya yang tak bisa tertutup dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun ketika melihat Li Chen menghindari serangannya itu.


“A-apa?!” gumam Lian Ping


Tanpa sedikit bekas yang terkena di wajahnya, Li Chen memasang raut sombong seolah memandang rendah Lian Ping yang tak bisa memukulnya.


“Segitu saja?”


Dahi Lian Ping semakin mengerut kuat dan amarahnya mulai melonjak tinggi seperti gunung merapi. Dia mengepal tangan kirinya dan mengayunkan tinju lanjutan ke arah Li Chen.


“Jangan sombong kau!”


Pukulan itu mengarah langsung ke wajahnya lagi. Dan dengan mudahnya, Li Chen menurunkan bagian tubuhnya dan melompat mundur ke belakang. Dari gerakan itu, dia menghindari pukulan Lian Ping dan sekaligus menghantam dagunya dengan ujung kaki.


Duak….


“Agh!” erang Lian Ping


Dagunya yang terkena serangan itu pun membuat rahangnya kesakitan hingga mengeluarkan darah dari mulutnya. Lian Ping yang memegang bagian mulutnya pun melihat bercak darah yang menempel di telapak tangannya.


Tangannya mulai bergetar seolah tak percaya. Dia menatap ke depan dengan kedua mata yang melebar dan penuh hasrat kebencian menatap Li Chen yang baru saja mendarat.


“Kau… kau menendang wajahku?!”


Li Chen berdiri tegak dan berbicara dengan raut wajahnya yang begitu santai seolah tidak ada masalah sama sekali.

__ADS_1


“Tentu saja. Ada apa, kau tidak suka?”


Kembali menggunakan kata-kata yang menantang. Li Chen memahami sifat Lian Ping yang sangat arogan, oleh karena itu akan lebih mudah baginya untuk memprovokasinya. Dengan satu lengan yang di letakan di belakang dan satu lagi ke depan, Li Chen  menggunakan keempat jarinya maju mundur seolah menantang Lian Ping untuk maju lagi melawannya.


“Kalau kau tidak suka, maka coba lebih keras lagi”


Batas kesabaran Lian Ping pun terkuras habis karena perkataan dan sikap Li Chen yang sangat merendahkannya. Dia yang telah muak pun mengeluarkan seluruh energi Ki di sekitar tubuhnya.


Tanah yang dia pijak mulai sedikit retak dan terguncang, sebab energi Ki Lian Ping yang meningkat drastis.


Grak grak


“Sudah kuputuskan!”


Li Chen yang masih menatap ke arah Lian Ping pun tidak terlihat terkejut dan bahkan tidak gentar sama sekali. Dan ketika Lian Ping mengangkat pandangannya, amarah dari penghinaan yang dia terima dari Li Chen itu dapat tersirat kuat dari tatapan matanya. Itu bukanlah tatapan marah lagi, melainkan sebuah tatapan untuk membunuh.


“Akan kubuat kau hancur hingga tak bisa berkultivasi. Kembali menjadi tuan muda tak berguna yang selalu di pandang hina oleh penduduk kota!”


Ucapan Lian Ping itu terdengar sangat sungguh-sungguh. Dia mengucapkannya seolah akan melakukannya dan tidak ada yang bisa Li Chen lakukan ketika dia mengerahkan seluruh kemampuannya.


Namun, di saat dia ingin mendorong tubuh dengan kedua kakinya, tiba-tiba saja sebuah hantaman keras mendarat tepat di bagian perutnya.


Hantaman keras itu berbunyi hingga membuat satu arena mendengarnya. Kedua mata semua orang yang ada di arena terbuka lebar dan bahkan ada beberapa dari mereka yang berdiri dari tempat duduknya, dan hal itu termasuk kepada orang tua Lian Ping yang duduk di singgasana.


Di sisi Lian Ping sendiri, dia yang terkena hantaman keras itu tidak mengetahui apa yang terjadi. Yang dia tahu hanyalah pandangannya menjadi kabur dan dia memuntahkan salivanya sendiri tak henti-henti.


“Uaghh!!”


Dia bergumam dalam batinnya sendiri tentang apa yang terjadi. Matanya tidak sempat menangkap hal apapun, yang dia tahu hanyalah tubuhnya terkena sebuah serangan yang begitu kuat. Lian Ping terjatuh di kedua lututnya dan memegang perutnya yang kesakitan.


Dan ketika pandangan matanya mulai jernih kembali, Lian Ping melihat  kaki seseorang yang berdiri di depannya. Tak lama baginya untuk menyadarinya. Lian Ping berusaha untuk mengangkat wajah untuk mengonfirmasi pikirannya, dia melihat Li Chen yang berdiri tepat di depannya.


“Kau-!”


Lian Ping masih terkejut dan tak habis pikir bagaimana dia bisa tak menyadari serangan Li Chen. Dan di sisi lain, Li Chen sendiri memandang rendah ke arahnya sembari membalas ucapan Lian Ping sebelumnya.


“Hari itu tidak akan pernah datang. Yang ada hanya kekalahanmu, disini!”


Tak selesai dari hantaman sebelumnya, Li Chen menendang wajah Lian Ping sekuat tenaga. Hantaman keras itu tiada belas kasih, dan terlihat dari betapa kuatnya Lian Ping terhempas mundur ke belakang.

__ADS_1


“Arghh!”


BRUAAK!!


Lian Ping terhempas jauh ke belakang hingga dia menabrak tempat para penonton arena, dan sampai ke singgasana kedua orang tuanya sedang duduk.


Lian Haochun bersama dengan istrinya Lian Piao segera menghampiri putranya yang babak belur  hanya dari dua serangan milik Li Chen.


“Lian ping, Lian Ping!” Lian Piao berteriak mengkhawatirkan putranya di dalam dekapannya


Di sisi lain, Lian Ping yang setengah sadar masih berusaha untuk menahan rasa sakit yang telah menyebar di sekujur tubuhnya.


“Urrghh” erang Lian Ping sembari berusaha untuk bangkit berdiri lagi


Sedangkan ayahnya, Lian Haochun tidaklah sebaik istrinya. Dia sontak memaksa Lian Ping untuk bangkit berdiri, terlepas dari lukanya yang begitu parah.


“Berdiri!” gerutu Lian Haochun


“Urgh… ayah-!” gumam Lian Ping


Tanpa memedulikan kondisi putranya, Lian Haochun hanya peduli terhadap reputasi keluarga Lian yang di permalukan di tengah mata dan telinga penduduk kota Feng.


Dia mendekat ke telinga Lian Ping dan berbisik di telinganya.


“Bunuh dia. Jangan mempermalukan nama keluarga. Jika tidak, maka kau sendirilah yang akan menanggung akibatnya!”


Lian Ping yang mendengar ancaman ayahnya itu pun langsung menciut dengan pandangan mata yang melebar penuh dengan ketakutan. Dan dalam pikirannya, dia tidak memikirkan hal selain untuk mewujudkan kematian Li Chen untuk ayahnya.


Di sisi lain, para penonton di dalam arena tersebut berbisik satu sama lain terhadap kemampuan Li Chen yang sanggup memukul mundur Lian Ping.


“A-apa mataku tidak salah lihat?”


“Dia benar-benar Li Chen bukan? Tuan muda yang tak berguna itu?”


“Setelah kembali di acara pameran kekuatan, kini dia datang dan dapat memukul mundur tuan muda keluarga Lian dengan mudah!”


“Dia bukanlah Li Chen yang tak berguna lagi!”


Pandangan semua orang di dalam arena itu berubah drastis terhadap Li Chen. Dari seseorang yang di hina, kini kembali datang dan mendapatkan hormat dengan sendirinya dari para penduduk kota yang pernah merendahkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2