Eternal System

Eternal System
System 37 : Asrama Laki-laki


__ADS_3

Salam sambutan awal dari tetua Gong benar-benar mengejutkan, tetapi masuk di akal. Karena akademi Liliang terkenal dengan reputasinya yang menghasilkan para kultivator hebat dan tersebar ke seluruh daratan.


Jika murid yang telah di berikan kesempatan tidak menunjukan taring ataupun kemampuan yang hebat, maka tentu saja mereka akan kalah saing dan bahkan menjadi bahan hinaan bagi mereka yang lebih kuat.


Li Chen yang memikirkan hal itu merasa bahwa kejadian itu sangatlah dekat baginya. Karena ketika dia kehilangan kemampuan untuk berkultivasi, seluruh tatapan mata yang mengarah padanya itu terasa seperti sedang merendahkan.


Memandang hina dan muak, Li Chen tidak bisa melakukan apapun. Karena memang itulah kenyataannya. Seseorang yang tak bisa berkultivasi hanya akan menjadi pijakan kaki bagi mereka yang bisa melakukannya.


Li Chen mengepal erat tangannya, menggambarkan ambisinya yang membara.


“(Benar. Dunia ini kejam. Mereka yang kuat akan di hormati,  sedangkan yang lemah hanya akan menjadi bahan penghinaan!)”


Tak lama kemudian, tetua Gong yang berdiri di balkon atas pun kembali melanjutkan ucapannya.


“Jika kalian menginginkan kekuatan, maka berlatihlah. Mereka yang malas tidak akan mendapatkan kekuatan dan kehormatan di masyarakat. Karena kalian hidup di dalam dunia yang kejam. Kekuatan berarti untuk segalanya”


“Akademi Liliang berdiri untuk menaung dan membantu para kultivator muda seperti kalian agar menjadi lebih kuat. Guru dan petinggi di sini, akan menyertai kalian yang memiliki ambisi kuat. Jadi, jangan sungkan untuk berlatih sekuat tenaga!”


Mendengar ucapan tersebut membuat semangat para murid membara. Senyuman tipis di wajah mereka mulai terlihat dan mengetahui betapa ambisinya mereka dalam menjadi yang terkuat.


“Baiklah, kurasa itu sudah cukup. Nona Ying Yue, silahkan ambil alih” ucap tetua Gong sembari undur diri


Ying Yue yang di panggil oleh tetua Gong pun berjalan maju ke depan balkon tersebut agar terlihat oleh seluruh para murid yang terkumpul di stadium.


“Salam kenal semuanya. Namaku adalah Ying Yue, ketua organisasi murid di akademi Liliang. Aku menyambut ramah dan senang akan kehadiran para murid baru di dalam akademi. Tak hanya untuk membuat suasana lebih meriah, tetapi meningkatkan persaingan antar murid di kelas senior maupun junior”


“Dan untuk sekarang, aku tidak akan mengumumkan banyak hal. Para murid baru akan tinggal di sini selama menjadi murid akademi. Kalian akan tinggal di asrama yang telah di bagi oleh akademi, yaitu asrama laki-laki dan asrama perempuan. Kedua asrama terletak di bagian timur akademi, dan telah di berikan jarak serta dinding agar menutupi privasi. Kalian bisa segera masuk ke asrama dan meletakkan barang kalian untuk istirahat”


* * * * *


Pengumuman dan juga salam sambutan itu berlangsung tak terlalu lama. Para murid yang berada di dalam stadium itu sontak bubar ketika sudah selesai dan bergegas untuk pergi ke tempat asrama yang telah di singgung oleh Ying Yue.


Ketika berada di tengah perjalanannya, terdapat dua jalur yang terpisah. Ke kiri terlihat adanya tulisan ‘asrama perempuan’, sedangkan di jalur kanan terdapat tulisan ‘asrama laki-laki’.

__ADS_1


Sudah wajar jika asrama akan di bagi dua. Karena jika di taruh satu tempat, akan merusak moral dan juga membuat hal-hal yang tak di inginkan beresiko terjadi.


Li Chen yang berjalan berdampingan dengan Li Jia pun tahu bahwa mereka tak bisa bersama.


“Yah, setelah pengumuman itu seharusnya kita sudah tahu ya” gumam Li Chen


“Iya” sahut Li Jia sembari mengangguk pelan


“Baiklah, kakak akan mengambil jalur ini. Kau juga cepatlah ke asramamu untuk beristirahat” ucap Li Chen


“Iya”


Li Jia mengangguk pelan sembari membalas lambaian tangan Li Chen yang berpisah jalur darinya. Walaupun wajahnya terlihat murung karena terpisah oleh kakaknya, tetapi tidak ada yang bisa di lakukan. Dia harus patuh terhadap peraturan yang tertera di akademi.


Sedangkan Li Chen sendiri berjalan menelusuri asrama laki-laki itu. Berbeda dengan bayangannya, tetapi asrama laki-laki terlihat cukup memukau dengan pemandangan alam dan tanaman yang berhias di mana-mana.


Tempat itu terlihat lebih hidup, dan udara segar masuk ke dalam tubuhnya sangatlah menyegarkan.


Li Chen bergumam seolah dirinya sendiri tak percaya dengan apa yang dia lihat. Namun, langkah kakinya tak terus berhenti untuk berjalan.


Hingga tak lama kemudian, Li Chen pun sampai di tempatnya. Sebuah rumah tradisional yang memiliki bentuk bangunan yang sama dengan rumah lainnya di sepanjang asrama laki-laki itu.


“Kalau tidak salah disini….”


Dia menoleh ke kiri dan kanan memastikan rumahnya benar atau tidak. Tetapi, tak ada bedanya dari setiap rumah yang ada di dalam asrama laki-laki itu. Semua memiliki bentuk bangunan yang sama. Yang membedakannya hanya ada di bagian nomor rumahnya.


“Junior - 5. Sesuai dengan kata kak Yue, seharusnya ini adalah tempat tinggalku yang baru.”


Li Chen berdiri di depan pintu rumah tersebut hampir lebih dari 10 menit. Dia yang berpikir tentang buang-buang waktu dengan pemikiran labilnya itu pun tak lagi menahan diri.


Ketika dia mengangkat tangannya dan ingin menggeser buka pintu rumah tersebut, tiba-tiba saja terdengar suara seorang laki-laki dari belakang yang sedang bergumam kebingungan.


“Junior - 5… junior -5… Ackh, kenapa tidak ketemu-temu?!”

__ADS_1


Li Chen yang penasaran pun menoleh ke belakang dan di sana dia melihat seorang laki-laki berambut merah sedang gelisah dan menoleh kiri kanan tak menemukan apa yang dia cari. Li Chen sebelumnya telah laki-laki itu bergumam tentang nomor dari rumah asrama yang sama dengannya.


Dengan canggung, Li Chen pun memberhentikannya.


“Em, permisi”


Laki-laki itu mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Jun yang menghentikannya.


“Ya?”


“Apa kau mencari rumah asrama junior-5?”


“Ah, iya. Apa kau tahu itu ada di mana?!”


Mata laki-laki itu berubah berkilau-kilau seolah menemukan sebuah harapan di tengah keputusasaan. Li chen sendiri sampai sedikit tertegun canggung dan melirik kiri kanan.


“Ru-rumah asrama itu ada di sini”


Li Chen berbalik sembari menunjuk ke arah rumah asrama yang dia akan tinggali dan juga sama dengan milik laki-laki itu.


“Ahh! Ternyata aku sudah melewatinya berkali-kali, terima kasih banyak ya!” ucap laki-laki tersebut sembari menjabat tangan Li Chen tak ada hentinya


“I-iya, sama-sama” sahut Li Chen dengan tersenyum canggung


Li Chen pun menarik tangannya mundur dari jabatan tangan yang terus di goyangkan oleh laki-laki itu seolah tak ada hentinya. Dan tak lama kemudian, laki-laki itu mulai memperkenalkan dirinya.


“Ohiya, maaf karena tidak sopan. Namaku adalah Lei Jingting, aku salah satu murid baru di akademi Liliang”


“Namaku Li Chen. Senang bertemu denganmu, Lei Jingting”


“Tidak perlu nama lengkap, Jingting saja cukup kok”


“Baiklah, Jingting. Mohon kerja samanya untuk sekarang dan kedepannya”

__ADS_1


__ADS_2