
Tatapan mata dan ucapan yang sangat selaras itu menyiratkan sebuah firasat buruk tersebar ke seluruh tubuh Gong Qiao. Dan ketika dia berpikir hal itu, tangan milik Feng Bufan di tarik mundur ke belakang dan di ayunkan sekuat tenaga.
Gong Qiao yang sempat menyadari serangan dadakan itu, langsung menarik mundur pedangnya dan menahan pukulan tersebut dengan pedangnya.
Trang…!!
“Ugh!” erang Gong Qiao yang terhempas sedikit mundur ke belakang
Srak….!!
Li Chen yang berada di belakangnya langsung menangkap Gong Qiao tepat di dalam lengannya.
Bruk...!!
“Kau tidak apa?” tanya Li Chen
“I-iya…” sahut Gong Qiao sembari mengangguk pelan
Keduannya menarik pandangan mereka ke depan. Tepat di mana Feng Bufan berdiri dan kali ini, dia memancarkan sebuah energi Ki yang begitu kuat. Hembusan angin yang di sebabkan oleh pancaran energi Ki tersebut membuat sekitar hutan dan pepohonan yang ada terhempas seolah akan tumbang.
Srak srak…!!
“Aku akan memberi kalian satu kesempatan. Serahkan makhluk itu, atau terima akibatnya sendiri!”
Li Chen yang mendengar ancaman dari Feng Bufan pun merasa muak. Dia yang melangkah maju lebih dulu dan membunyikan jari-jemarinya seolah bersiap untuk menghajarnya.
Krak…krak…!!!
“Kurasa tidak akan seperti itu!” sahut Li Chen dengan tatapan tajamnya
Sebelum dia ingin melesat maju, pedang milik Gong Qiao datang menghalangi jalannya. Li Chen membuka lebar kedua matanya dan menatap heran.
“Qiao’er?” tanya Li Chen
“Aku lah lawannya. Sebelumnya aku yang menginginkanmu untuk tidak menyakiti beruang ini. Kini, giliranku untuk bertanggung jawab atas permintaan egoisku!” jelas Gong Qiao
Li Chen langsung ingin menentang hal tersebut. Tetapi, pikirannya membuat mulutnya terpaksa untuk berhenti ketika mencerna seluruh ucapan Gong Qiao. Namun, bukan berarti Li Chen melepaskan Gong Qiao bertarung begitu saja. Karena yang dia hadapi tetaplah seorang petarung jenderal bintang lima, dua bintang lebih tinggi di atas Gong Qiao sendiri.
Li Chen menutup mata dan menarik nafas pelan-pelan. Dia membuangnya untuk menenangkan pikiran dan membuka matanya dengan tatapan lembut ke arah Gong Qiao.
“lima menit”
Kedua mata Gong Qiao membuka lebar ketika mendengar ucapan Li Chen. Dia langsung mengangguk pelan, karena memahami bahwa lima menit itu adalah waktu yang di berikan Li Chen agar Gong Qiao bisa bertarung satu lawan satu dengan Feng Bufan.
Pandangannya di tarik kembali dan berubah menatap tajam ke arah Feng Bufan yang berdiri jauh di depannya. Gong Qiao memasang kuda-kuda dalam ahli pedangnya untuk bersiap menyerang ke arah Feng Bufan.
Srak…!!
“Kau yang mencari mati, jadi jangan salahka aku karena tidak menahan diri!”
Wush…!!!
Keduanya saling melesat ke arah masing-masing. Feng Bufan dengan kedua tinjunya, dan Gong Qiao dengan ayunan pedangnya. Serangan mereka saling bertemu satu sama lain dan menimbulkan hempasan energi Ki dan angin yang kuat di sekitarnya.
Wushh… wush…!!
Trang.. trang…trang…!!!
Tinju demi tinju, pedang demi pedang, mereka mengayunkan serangan mereka tiada henti seolah esok adalah hari akhir.
Alih-alih dari mereka berdua, ketiga bawahan milik Feng Bufan pun mulai bersiap-siap seolah ingin membantunya.
__ADS_1
“Kalian berdua, jangan berdiri saja di sana. Ayo kita bantu kak Feng!” ucap salah satu orang tersebut
Kedua orang sisanya mengangguk seolah setuju dengan ajakannya. Tetapi, tiga orang bukanlah sesuatu yang akan membuat Li Chen berdiam diri dan melihat Gong Qiao di serang secara bersamaan.
Ketika mendengar dan melihat mereka yang ingin melesat ganggu pertarungan Gong Qiao, Li Chen bergerak puluhan kali lebih cepat di banding mereka.
[ Skill : Sprint - Di aktifkan ]
[ Status kecepatan dan kelincahan telah di tingkatkan menjadi +50 poin ]
Grak…!!!
Gesekan kaki yang begitu kuat berusaha untuk menahan kecepatan tubuhnya sendiri. Li Chen yang sontak muncul tepat di hadapan mereka, membuka lebar mata dan juga menyiratkan ancaman yang luar biasa menakutkan.
“Tidak akan kubiarkan!”
[ Skill : Bloodlust - Aktif > MP - 100 ]
[ Target telah terkena efek skill ]
[ Pengurangan status sebanyak -50% ]
[ Pelumpuhan tubuh selama satu menit ]
Skill yang Li Chen aktifkan secara langsung itu membuat tubuh mereka berempat lumpuh secara bersamaan. Walaupun klasik, tetapi sangatlah efektif.
“(Tu-tubuhku… tidak mau bergerak!)”
Buaak…!!
“Uaaghhh!!”
Perut mereka yang di tinju sekuat tenaga oleh Li Chen membuat mereka langsung kehilangan kesadaran dan terjatuh seperti orang tak berdaya.
Bruk…bruk…!!
“Keroco, berani-beraninya kalian ingin menganggu Qiao’er!” gerutu Li Chen
Dia menggerutu kesal karena sikap mereka yang ingin menyerang Gong Qiao dengan jumlah yang lebih banyak. Namun, kini pertarungan Gong Qiao dan Feng Bufan tidak akan di ganggu. Li Chen yang menarik pandangannnya ke depan, melihat mereka berdua yang sedang beradu serangan cepat.
Tinju demi tinju, pedang demi pedang di ayunkan sekuat tenaga seolah tiada esok hari.
Trang… trang…!!!
Setiap serangan yang beradu menimbulkan hempasan angin berlapis energi Ki ke sekitar hutan. Pohon-pohon bergoyang seolah menahan diri mereka agar tidak tumbang setiap kali serangan Feng Bufan dan Gong Qiao bertemu.
Di sisi lain, Feng Bufan yang di tengah mengayunkan tinjunya menggertakan giginya begitu kesal.
Kenapa?
“(Bagaimana bisa?! Seorang gadis lemah yang berada dua tingkat di bawahku, bisa menyaingi kecepatan dan kekuatanku dalam hal bertarung?!)”
“(Ini… mustahil! Aku… Feng Bufan, seorang petarung jenderal bintang lima. Tidak terima penghinaan ini!)”
Feng Bufan berteriak penuh amarah karena kemampuan bertarungnya yang dapat di imbangi oleh Gong Qiao. Dan amarahnya itu membuat perhatiannya teralihkan dari pertarungan. Hal ini membuat sebuah peluang bagi Gong Qiao, untuk mempercepat pergerakannya dan mengelabui Feng Bufan.
Pedang yang dia adu demi mempertahankan posisinya, kini di putar dan di ayunkan untuk menyerang dengan agresif. Feng Bufan yang terkejut melihat pergerakan tiba-tiba dari pedang tersebut membuatnya langsung menghindarkan kepalanya ke samping.
Wush…!!
“(Hampir saja!)” batin Feng Bufan
__ADS_1
“Pikir lagi!” sahut Gong Qiao
Buaak…!!
“Uagh!!”
Feng Bufan mengerang kesakitan, karena dia tidak melihat serangan sembunyi dari Gong Qiao. Ketika dia mengayunkan pedangnya, Gong Qiao diam-diam mengangkat kaki dan memutar tubuhnya demi menendang Feng Bufan telak di perutnya.
Tendangan itu membuat Feng Bufan terpukul mundur sembari memegang perutnya yang kesakitan.
“Agghh! Gadis murahan… berani-beraninya kau!!”
Klang…klang…!!
Sebuah suara seperti besi kecil yang berbenturan satu sama lain. Feng Bufan membuka lebar kedua matanya ketika menatap ke depan. Dia terkejut seolah kedua matanya bisa meletus kapan saja, karena melihat liontin miliknya yang menggantung tepat di ujung bilah pedang Gong Qiao.
Terlihat tak hanya satu, melainkan ada lima liontin yang di bilah pedangnya. Membuktikan bahwa sudah banyak peserta yang di kalahkan oleh Feng Bufan demi mendapatkan liontin lain.
“Sudah kubilang bukan, kalau kau akan kehilangan liontinmu?!
Ucapan tersebut mempertegas argumen Gong Qiao yang telah memperingatinya di awal.
Namun, apa peduli Feng Bufan pada saat itu?
Kini raut wajahnya berubah hancur seolah tak bisa menahan amarahnya. Setiap urat yang terlihat mengencang seolah akan meledak kapan saja, dan gertakan gigi yang bahkan bunyinya terdengar seolah seperti akan retak, dan tatapan mata yang begitu tajam hingga ingin meletus keluarkan kedua bola matanya.
Awalnya, Li Chen sempat ingin menghela nafas karena melihat Gong Qiao yang berhasil memukul mundur dan juga mengambil liontin milik Feng Bufan. Tetapi, ternyata semua tidak selancar yang dia bayangkan.
Feng Bufan mengangkat dan membuka telapak tangannya tepat ke arah Gong Qiao yang berdiri jauh di depannya.
“Gadis tak tahu diri! Kembalikan liontinku!”
“Pembatas Alam Penjerat”
Feng Bufan mengeluarkan tekniknya dengan menyalurkan energi Ki dan membentuk sebuah rantai energi Ki yang muncul dari belakang Gong Qiao. Rantai Ki itu menangkap dan menjerat lengan kanan Gong Qiao yang memegang pedangnya.
Klang…!!
“Ugh!” erang Gong Qiao
“Kena kau!” teriak Feng Bufan sembari melesat maju ke depan
Gong Qiao yang kesulitan untuk melepaskan diri pun tak bisa menghindari datangnya Feng Bufan. Sedangkan Li Chen sendiri menggertakan giginya keras-keras karena terlambat untuk menyadari serangan kejutan itu.
Walau pergerakannya cepat, tetapi respon Li Chen yang sempat telat pun tidak akan mungkin bisa mengejar dan melindungi Gong Qiao.
“Celaka, Qiao’er!” teriak Li Chen
“Mati kau!” gerutu Feng Bufan
Tangannya yang di kepal erat di ayunkan sekuat tenaga. Gong Qiao yang tak bisa menghindar langsung memasang satu lengannya dengan harapan bisa bertahan dari serangannya itu.
Buak…!!
“Uaghh!”
Suara erangan yang mengejutkan itu membuat Gong Qiao dan Li Chen membuka lebar kedua mata mereka. Melihat ke satu arah yang sama, tepat di mana sebelumnya Feng Bufan berada di hadapan Gong Qiao.
Kini tubuhnya terhempas mundur ke belakang seolah terkena pukulan telak. Dia terbentur ke arah batang pohon hingga memuntahkan darah tak henti-henti.
Sedangkan Li Chen dan Gong Qiao, menarik pandangan mereka kebingungan. Dan di sana, mereka di kejutkan dengan beruang raksasa sebelumnya yang telah bangkit dan melindungi Gong Qiao dari serangan Feng Bufan.
__ADS_1