
Suara itu membuat Ying Yue dan Li Chen sontak menoleh ke depan. Mereka melihat ada seorang laki-laki yang turun dari atas tangga dengan melompat dan mendarat pelan seperti melayang sebelumnya.
Pakaian yang mewah dan sangat berkelas, berbeda dengan pakaian seorang kultivator biasa yang hanya memakai sebatas kain. Pakaian yang di kenakan oleh laki-laki itu memancarkan sebuah aura Ki yang cukup kuat hingga membuat perhatian Li Chen terpandang ke arahnya.
Laki-laki itu adalah Shang Li. Dia datang dengan memasang wajah arogan dan ketidakramahan berdiri di depan mereka berdua. Dahi yang mengerut dan tatapan mata tajam mengarah kepada mereka berdua, terutama pada Li Chen sebagai seorang murid di akademi.
“Shang Li, ternyata ada kau disini” ucap Ying Yue sembari berusaha mempertahankan senyumannya
“Tentu saja ada aku di sini. Ini adalah ruang naga, tempat sakral yang menyimpan ratusan gulungan dan catatan kultivasi sejak 1000 tahun yang lalu. Bagaimana denganmu sendiri? Datang dengan membawa seorang pendatang baru dan menjelaskan suatu hal yang seharusnya tidak di bicarakan?!”
Shang Li berbicara dengan nada yang tidak menyenangkan. Bahkan Li Chen sendiri yang melirik ke arah Ying Yue pun langsung tahu kalau senyumannya itu hanyalah senyuman palsu untuk terlihat ramah di depannya.
Namun, Ying Yue berusaha tetap mempertahankannya dan memperkenalkan Li Chen pada Shang Li.
“Ah, Ini adalah murid yang aku rekrut di kota Feng, namanya Li Chen”
“Senang bertemu denganmu, senior Shang Li”
Li Chen langsung memberikan salam hormat kepada Shang Li. Namun, Shang Li menghiraukannya dan bahkan tak melepaskan wajah arogan itu.
Walau merasa sedikit kesal, tetapi Li Chen berusaha untuk tetap tenang karena dia tidak ingin mempermalukan Ying Yue.
Di sisi lain, Shang Li sendiri tiba-tiba membuka mulutnya.
“Ying Yue, untuk apa kau membawanya ke sini? Apa kau tidak tahu bahwa tempat ini sakral dan hanya untuk orang-orang terpilih saja?!” tanya Shang Li
“Shang Li, aku mengerti hal itu lebih dari apapun. Dan tentu saja, aku tidak sembarangan membawa orang masuk ke sini” sahut Ying Yue dengan tatapan yang mulai serius
“Lalu bagaimana dengan bocah ini? Kau membawanya masuk dengan mudah hanya karena dia murid yang kau pilih. Apa buktinya kalau dia tidak akan berakhir sama dengan Ming Xiao?!”
Sring…!!
Sebuah tatapan dingin dan juga hawa sedingin es mulai tersebar ke seluruh ruangan tersebut. Li Chen dan Shang Li yang berdiri tepat di samping Ying Yue sontak terkejut dan membuka lebar kedua mata mereka.
Sedangkan Ying Yue sendiri terlihat menghunuskan jari telunjuknya yang membentuk aura Ki seperti es yang begitu tajam mengarah langsung ke leher Shang Li.
Keringat dingin dan tentu saja perasaan takut melintas di dalam kepala Shang Li. Bahkan Li Chen sendiri sempat terkejut melihat Ying Yue yang tiba-tiba mengeluarkan hawa dingin penuh ancaman.
Tatapannya yang tajam nan dingin seperti ratu es itu terus memandang ke arah Shang Li dengan sebuah ancaman yang tersirat di dalamnya.
“Jangan kau samakan Li Chen dengan Ming Xiao! Atau kau akan merasakan sendiri akibatnya!”
Li Chen tak pernah melihat Ying Yue, orang yang dia selalu lihat penuh senyuman dan aura wanita dewasa yang dapat di andalkan bisa membuat ekspresi menyeramkan. Tatapan dingin dan juga ancaman kuat itu membuat suasana menjadi tegang seolah menekan udara hingga kesulitan bernafas.
Tetapi, hal yang cukup menarik perhatiannya adalah seseorang bernama Ming Xiao yang di sebut oleh mereka berdua.
__ADS_1
Siapa dia? Dan ada apa dengannya? Pertanyaan yang sama muncul di dalam kepala Li Chen hingga di rincikan lebih dalam seperti haus akan informasi. Apa yang pernah di lakukan Ming Xiao dan kenapa mereka berdua sampai berselisih? Bahkan Ying Yue sendiri menunjukan sebuah ekspresi yang Li Chen sangka tidak bisa dia lihat dari seseorang sepertinya.
Sedangkan Shang Li sendiri pun hanya bisa terdiam dan tak bergerak satu inci pun setelah di ancam olehnya. Ying Yue pun menarik dan menurunkan jarinya ketika sudah melihat Shang Li yang menunjukan respon diamnya.
Ying Yue menghela nafas panjang seolah penuh dengan keresahan di dalamnya. Dia menatap sayu ke arah Li Chen karena merasa bersalah.
“Maaf. Aku jadi buat suasananya suram seperti ini….” lirih Ying Yue
Hening dan tanpa respon datang dari siapapun. Sheng Li sendiri masih tertegun diam dan meraba lehernya seolah sedang memeriksa apa ada luka goresan dari Ying Yue.
Namun, di kala mereka hening diam di sana, tiba-tiba saja gerbang ruang naga itu terbuka begitu keras.
Brak…!
Mereka bertiga menoleh ke arah yang sama dan melihat adanya seorang laki-laki berlari menghampiri mereka. Dia menunduk dan memberi hormat, suaranya dan wajahnya terlihat panik tak karuan sembari memberikan kabar.
“Salam pada senior Shang Li dan nona Ying Yue!” ucap laki-laki itu
“Salam. Ada apa?” tanya Shang Li
“Senior, ini gawat!” ucap laki-laki itu
“Tenangkan dirimu. Bicara dengan perlahan!” sahut Shang Li
Kalimat terakhir yang di katakan oleh laki-laki tersebut membuat Shang Li dan Ying Yue membuka kedua matanya lebar-lebar.
“Apa katamu?!” sahut Shang Li yang terkejut
Li Chen sendiri yang melihat reaksinya begitu terkejut pun menjadi kebingungan. Penyakit dan hal apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat mereka berdua tertegun seperti itu?
“Penyakit? Apa maksudnya?” tanya Li Chen
“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya! Bawa aku ke sana!” ucap Shang Li
“Lewat sini, senior!” sahut laki-laki itu
Shang Li pun berlari mengikuti laki-laki itu dari belakang. Sedangkan Ying Yue yang ingin menyusul sontak menoleh ke belakang menatap ke arah Li Chen.
“Li chen, kita juga kesana!”
“Eh? Aku juga?!”
Li Chen langsung mengikuti Ying Yue dari belakang untuk menyusul Shang Li dan juga laki-laki pembawa pesan itu.
Kaki yang melangkah secepat dan sekuat tenaga itu tak di buat menurunkan kecepatannya. Hingga dalam waktu singkat, mereka berhasil sampai ke sebuah kediaman yang begitu megah. Tanpa berlama-lama berdiri di depan pintu depan, mereka sontak masuk dan menelusuri lorong yang begitu besar.
__ADS_1
Mengikuti dan mengikuti, hanya itu yang bisa di lakukan mereka. Dan ketika sedang berlari di lorong rumah itu, mereka mendengar suara jeritan penuh penderitaan.
“AAAHHH!!!”
Mereka yang mendengar jeritan itu membuka lebar kedua matanya. Li Chen sendiri pun menoleh ke segala arah berusaha mencari tahu jeritan apa itu.
“Apa itu barusan?!” gumam Li Chen
“Gawat! Penyakit nona muda semakin parah!” gerutu Shang Li
“Sebenarnya penyakit apa yang kalian maksud sejak tadi?!” tanya Li Chen
“Bocah, tutup mulutmu dan lari secepat yang kau bisa! Nyawa seseorang berada di tengah ajal, aku tidak ingin membuang waktu dengan menjawab pertanyaanmu!”
Walaupun terdengar kasar, tetap Li Chen hanya bisa terdiam saja. Karena dari ucapan Shang Li, dia merasa bahwa hal ini sangatlah serius dan bahkan berhubungan dengan mati dan hidup seseorang.
Dan ketika mereka sampai di sebuah ruangan yang terbuka lebar, Shang Li, Li Chen dan Ying Yue melihat adanya tetua Gong yang berdiri di samping ranjang dengan raut wajah pucat penuh kekhawatiran.
Seorang gadis yang terbaring di atas ranjang memegang tangan seorang wanita paruh baya yang begitu cantik, yang terlihat seperti ibunya.
“AACCKKH!!!” erang gadis itu
“Gong Qiao, bertahanlah!” sahut ibu gadis itu
Gadis itu adalah Gong Qiao. Cucu, sekaligus nona muda dari keluarga Gong yang menjalankan akademi Liliang. Namun, kondisi dari Gong Qiao tidaklah terlihat baik sama sekali pada saat itu.
Tubuhnya di penuhi dengan bercak hitam seperti asap yang membakar luar dan dalam tubuhnya. Erangan yang tak kunjung berhenti dan bahkan air mata yang menetes menahan seluruh rasa sakit yang menyebar di sekujur tubuhnya.
“Tetua Gong!” teriak Shang Li
Tetua Gong sontak menoleh ke belakang dan melihat ke arah Shang Li.
“Shang Li!” sahut tetua Gong
“Bagaimana keadaan nona?!” tanya Shang Li yang berlari masuk ke dalam ruangan tersebut bersama Ying Yue
Shang Li, tolonglah putriku! Dia terus menjerit kesakitan sejak tadi, penyakitnya ini benar-benar menyiksanya!” ucap ibu Gong Qiao
“Aku akan berusaha semampuku!” ucap Shang Li
Shang Li langsung berdiri di samping Gong Qiao dan menempatkan kedua lengannya di depannya. Mata yang terpejam tenang mulai mengaliarkan energi Ki tepat di telapak tangannya.
Dan ketika matanya terbuka kuat, Shang Li sontak mengalirkan seluruh energi Ki ke dalam tubuh Gong Qiao.
“ACKKHH!!!” erang Gong Qiao
__ADS_1