
Li Chen mengeluarkan tekniknya sekuat tenaga, dan dari pengumpulan energi Kinya itu, dia sanggup untuk memukul Lian Ping kembali mundur. Bahkan kali ini, dia membuatnya terbentur keras di bangku arena penonton itu.
BRUAAKK!!
Dentuman keras terjadi dari tubuh Lian Ping yang terhempas akibat serangan Li Chen. Bagaimana bisa? Di akhir-akhir, Li Chen meningkatkan batas tekniknya dengan mengumpulkan energi Ki di tengah pertarungannya itu. Dengan memusatkan energi Ki alam dan miliknya sendiri di satu titik pusat, Li Chen meningkatkan teknik penghakiman telapak bumi menjadi sebuah teknik serangan tingkat petarung jenderal.
Dan Lian Ping yang telah memakan pil kultivasi itu pun terkena serangan yang begitu efektif. Dia terjatuh dan tak sadarkan diri di dalam reruntuhan arena bangku penonton. Aura hitam pekat yang terpancar keluar dari tubuhnya pun menghilang sepenuhnya. Berberda dengan pil kultivasi yang di racik oleh Li Chen sendiri, pil iblis milik Lian Ping hanya bertahan untuk sesaat saja.
Lian Ping yang terkapar tak berdaya telah kehilangan kesadarannya. Tubuhnya penuh dengan luka dan bercak darah yang menempel di pakaian hancurnya.
Kedua orang tua Lian Ping segera berlari menghampirinya. Para penonton saling menatap satu sama lain dan berganti dari Lian Ping yang terkapar ke arah Li Chen berulang kali. Mereka terlihat tidak percaya dengan kedua matanya yang melebar dan mulutnya yang terbuka seolah tak bisa berkata-kata.
“He-hei, kau bercanda bukan?!”
“Li Chen… mengalahkan tuan muda keluarga Lian”
“Di-dia… sang jenius Li Chen benar-benar sudah kembali!”
WAA!!!
Sorakan dari para penonton yang heboh terhadap kemampuan Li Chen yang sanggup membuat tunduk Lian Ping yang telah menantangnya. Dari seorang jenius, turun menjadi orang hina yang tak bisa berkultivasi. Kini Li Chen mendapatkan kembali kehormatan dari penduduk kota Feng dengan menunjukan taringnya kembali dalam berkultivasi dan mengalahkan Lian Ping.
Sedangkan Li Chen sendiri masih berdiri kokoh. Walau pertarungannya telah selesai, tetapi misteri di baliknya belum lah terungkap.
Li Chen membatin seorang diri, berpikir tentang pil iblis yang di dapatkan oleh Lian Ping. Entah darimana dan bagaimana caranya dia mendapatkannya, Li Chen tidak mengetahui hal itu.
“(Kurasa aku bisa masih bisa menang walaupun tipis. Tetapi, apa-apaan pil iblis itu? Walau efeknya hanya sementara, tetapi peningkatan kemampuan Lian Ping benar-benar gila. Dia seperti berubah menjadi orang lain)”
Li Chen melirik ke arah kiri, kanan, atas dan bawahnya. Namun, dia tidak menemukan notifkasi dari sistem.
“(Sistem juga tidak muncul. Apa ada sesuatu yang rahasia tentang pil iblis itu?)”
Di kala Li Chen sedang kebingungan, kedua adik serta pelayannya itu berlari menghampirinya setelah pertarungan itu selesai. Mereka terlihat begitu khawatir dan terus menerus memanggil namanya.
“Kakak!”
Li Chen menoleh ke belakang dan melihat mereka bertiga berdiri di hadapannya. Wajahnya beraut sama, air berkaca-kaca di kedua bola mata, serta bibir yang gemetar seolah menahan perasaan mereka untuk meledak.
__ADS_1
Li Chen yang melihat hal itu pun tersenyum tipis dan mengelus kepala kedua adiknya.
“Maaf membuat kalian khawatir”
Kedua adik itu hanya bisa membungkuk diam. Dapat merasakan besarnya tangan Li Chen yang mengelus kepala mereka, sudah lebih dari cukup untuk mengetahui bahwa kakaknya tidak terluka parah.
Alih-alih dari mereka, Li Chen mendengar suara langkah kaki yang mendekat secara perlahan. Dia segera menoleh ke belakang, dan di sana dia melihat Lian Haochun yang berdiri berjarak jauh dari hadapannya.
Seorang diri, meninggalkan istrinya yang masih mengkhawatirkan kondisi Lian Ping. Melihatnya yang mulai menginjakkan kaki di atas arena membuat firasat buruk Li Chen menyala kembali.
“Tuan besar dari keluarga Lian. Ada apa sampai repot-repot turun ke arena untuk menemuiku?” tanya Li Chen sembari berdiri di depan adik-adik dan Xiao Nian
“Li Chen, aku sudah meremehkanmu. Kau kembali dengan kemampuan yang meningkat drastis. Dari seorang pecundang, kini kembali menjadi jenius lagi” ucap Lian Haochun
“Terima kasih atas pujiannya. Tetapi, kurasa tujuanmu datang tepat di hadapanku bukan untuk memujiku saja kan?” sahut Li Chen dengan pandangan mata yang semakin tajam
“Tentu saja tidak. Kau sudah membuat putraku babak belur, dan bahkan mempermalukan nama dari keluarga Lian. Bagaimana mungkin aku bisa membiarkanmu melakukan semua hal itu tanpa balasan yang setimpal?”
Lian Haochun tidak mengucapkan kalimatnya begitu saja. Dia mengeluarkan sebuah energi Ki yang begitu kuat di sekitarnya, bahkan energi Ki itu berwarna semerah api yang membara hingga panasnya saja dapat membuat Li Chen dan penonton di sekitar terasa seperti terbakar.
WOSHHH!!
[ Nama : Lian Haochun ]
[ Umur : 51 tahun ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang tiga ]
Li Chen hanya bisa melangkah mundur satu kaki dan terus berdiri di depan kedua adiknya serta Xiao Nian. Walaupun Li Chen sebelumnya bisa menghadapi Lian Ping yang sempat menjadi Petarung Jenderal bintang satu, tetapi situasi kali ini sangatlah berbanding terbalik.
“(Sialan. Tidak terima akan kekalahan anaknya, sekarang ayahnya yang turun tangan)”
Lian Haochun sudah menjadi seorang petarung jenderal bintang tiga sesuai dengan usahanya sendiri, dan juga Li Chen sudah kehabisan banyak tenaga karena melawan Lian Ping.
Li Chen berusaha untuk menoleh ke kiri dan kanan mencari jalan keluar, namun tidak ada sesuatu yang membantu dirinya keluar dari situasi itu.
Di sisi lain, Lian Haochun membuka telapak tangannya dan di arahkan tepat kepada Li Chen.
__ADS_1
“Jangan dendam padaku, Li Chen. Kau lah yang membuat keluarga Lian di permalukan, aku hanya mencegah hal itu terjadi dengan membunuhmu!”
“Pak tua sialan!”
Li Chen menggerutu kesal ketika mendengar ucapannya. Namun, Lian Haochun sendiri tidak ragu dan melepaskan energi Ki berupa pukulan telapak tangan api ke arahnya.
Wussh!
Dan ketika Li Chen tak memiliki sisa tenaga untuk melawannya, dia hanya berpikir untuk menyelamatkan adik-adiknya. Dia memasang tubuhnya di depan untuk menerima seluruh serangan itu sepenuhnya.
“A-apa yang kau lakukan, kakak?!” teriak Li Jia
“Begitu ya, berdiri demi melindungi adik-adikmu. Yah, aku tidak terlalu peduli juga jika kalian semua mati bersamaan” ucap Lian Haochun
Tiba-tiba saja, di tengah situasi tersebut datang suara seorang wanita yang begitu lantang hingga membuat satu arena tertegun.
“Sudah cukup!”
Teriakan itu terdengar ke semua orang yang berada di dalam arena. Dan tak lama kemudian, energi Ki berupa telapak api yang mengarah pada Li Chen di tahan oleh sebuah aura Ki biru.
Wusshhh….
Tak hanya Li Chen, namun Lian Haochun yang melihat serangannya di hentikan begitu saja pun sontak terkejut.
“Apa?!”
Benturan dari kedua energi Ki merah dan biru itu seperti api bertemu dengan es. Sebuah asap tebal menutupi satu arena itu, termasuk pandangan Li Chen dan juga Lian Haochun.
Li Chen menoleh ke kiri dan kanan karena heran. Dan ketika asap tebal itu mulai menghilang, dia melihat sosok wanita berdiri tepat di depannya.
Dari belakang, Li Chen dapat mengetahui wanita itu sangatlah cantik dan merupakan idola para pria di kalangan manapun. Tubuhnya yang memiliki lekukan indah, serta rambut berwarna biru cerah panjang sepinggang.
Hanya satu orang yang pernah Li Chen lihat dengan ciri-ciri seperti itu. Sama juga dengan Lian Haochun yang raut wajahnya berubah menatap tajam ke arahnya.
“Untuk apa orang sepertimu datang ke kota Feng?!” ucap Lian Haochun dengan kesal
Wanita yang muncul di saat itu adalah Ying Yue, ketua dari organisasi murid akademi Liliang.
__ADS_1
“Tuan Lian, pertandingannya sudah selesai. Anda tidak punya hak untuk ikut campur!” sahut Ying Yue