
Setelah situasi itu menjadi normal, Li Chen terlihat seperti kelelahan karena menanggapi sikap Ying Yue yang begitu agresif dan juga kedua adiknya.
Di sisi lain, Ying Yue terlihat begitu tenang sembari meminum tehnya. Yaoyao masih bersikap sama dengan mata yang berbinar-binar seolah tak sabar memiliki teman baru yang berbulu lembut. Sedangkan Li Jia masih cemberut dengan kedua tangan yang di lipat di depan dadanya.
Li Chen yang berada di tengah situasi canggung itu pun berusaha untuk membuka percakapan lebih dahulu.
“U-um… nona Ying Yue?” panggil Li Chen
“Hm? Ada apa?” sahut Ying Yue sembari meletakan cangkirnya
“Terkait dengan izin khusus ke hutan Shenmi. Anda bilang kalau kita yang masuk ke sana bisa membuat mereka menjadi teman kita. Apa itu termasuk sebagai kontrak?” tanya Li Chen
“Tentu saja. Jika kalian memiliki kemampuannya, maka yang di izinkan masuk ke dalam hutan Shenmi memiliki hak untuk membuat kontrak dengan hewan mistis yang ada di sana” jawab Ying Yue
Li Chen yang mendengar jawaban itu sontak menunduk dan berpikir. Kalau dia bisa membuat kontrak dengan hewan mistis tingkat tinggi, maka tentu saja kemampuannya akan meroket tinggi.
Di kala dia memikirkan hal tersebut, tiba-tiba saja Ying Yue kembali melanjutkan ucapannya.
“Tetapi, kau harus tahu satu hal”
Ucapannya itu membuat semua mata tertuju ke arahnya. Terutama Li Chen yang sedang berpikir menjadi mendengar sesuatu seperti sebuah syarat yang akan keluar dari mulut Ying Yue.
“Kalau kalian gagal, belum tentu ada yang menyelamatkan kalian jika hewan mistis itu mengamuk”
Tatapan mata Ying Yue berubah dingin dan tajam seolah tidak bermain-main dengan ucapannya saat itu. Bagaimana tidak? Ini berkaitan dengan nyawa dan juga hewan mistis. Tidak ada yang tahu seberapa kuat mereka sebelum melihatnya, dan bahkan hewan mistis dengan tingkat seperti Haishe di hutang Sheng saja bisa menghancur ratakan kota Feng dengan mudah.
Bagaimana jika ada hewan mistis yang lebih tinggi tingkatnya? Artinya, tingkat bahaya dan resiko yang di ambil untuk membuat kontrak akan semakin besar.
Li Chen yang memikirkan hal itu pun merasa masuk akal juga. Di dalam dunia kultivasi itu, mereka yang kuat lah yang akan bertahan. Jika mereka lemah, maka mereka akan mati atau menjadi bahan hinaan seperti dirinya dulu ketika meridiannya membeku.
Tak lama kemudian, Ying Yue yang telah menghabiskan tehnya pun meletakkannya di atas meja. Dia beranjak bangkit berdiri secara perlahan dari posisi duduknya.
“Baiklah, kurasa aku sudah terlalu lama berada di sini. Aku masih memiliki banyak pekerjaan di akademi” ucap Ying Yue
__ADS_1
Li Chen bersama dengan kedua adiknya segera berdiri untuk mengantar kepulangan Ying Yue.
“Terima kasih, nona Ying Yue. Sudah repot-repot datang ke sini!” ucap Li Chen sembari menunduk hormat
“Sama-sama. Kalian janganlah berhenti untuk berlatih. Aku akan menunggu kalian satu bulan lagi di akademi Liliang” sahut Ying Yue
“Baik!” sahut Li Chen, Li Jia dan juga Yaoyao
Bukannya berbalik badan, Ying Yue malah berjalan ke depan mendekati ke arah Li Chen yang masih membungkuk.
“Ah, aku hampir lupa….”
Suaranya itu membuat Li Chen mengangkat tubuh dan juga kepalanya. Dan ketika dia menatap ke depan, jari telunjuk Ying Yue yang begitu lentik sudah berada tepat di leher dan bergeser hingga ke dagunya.
Wajahnya perlahan semakin mendekat dan memasang senyuman menggoda tepat di hadapannya.
“E-eh?! N-nona Ying Yue?!” ucap Li Chen dengan wajah yang memerah
Li Chen sebagai laki-laki tentu saja tak kuat menahan kecantikan dan juga sifat penuh godaan milik Ying Yue. Tetapi, dia berusaha sekuat tenaga dan memalingkan wajahnya yang memerah malu.
“Ba-baiklah! Aku mengerti, Kak Yue!” sahut Li Chen
Kedua mata Li Jia yang melihat hal itu langsung melebar dan juga mulutnya terbuka kuat seolah tak percaya. Wajahnya memerah malu dengan perasaan kesal karena sikap Ying Yue yang terus saja menggoda Li Chen.
Di sisi lain, Ying Yue pun melepaskan jarinya dari dagu Li Chen dan berjalan balik ke pintu keluar.
“Kalau begitu, aku permisi dulu” ucap Ying Yue
Ying Yue berjalan keluar dengan meninggalkan kesan yang luar biasa di antara mereka bertiga. Terutama Li Chen yang berulang kali mendapatkan godaan dari seseorang yang begitu cantik dan juga hebat seperti Ying Yue, tentu saja dia tidak bisa berkata-kata.
Li Chen hanya mengelus dagu yang sebelumnya di belai oleh jari telunjuk Ying Yue seolah tak percaya.
Li Jia yang melihat Li Chen mengelus dagunya itu pun menjadi semakin cemberut kesal. Tiba-tiba saja….
__ADS_1
“Dasar kakak mesum!” gerutu Li Jia sembari membuang muka
Ucapan tersebut masuk ke dalam telinganya dan membuat Li Chen terkejut. Dia menoleh ke arah adiknya dan melihatnya yang membuang muka dan berjalan meninggalkannya begitu saja.
“Hah? Tu-tunggu, Li Jia! Apa salah kakak?!” tanya Li Chen yang keheranan
Namun, Li Jia saat itu pun pergi meninggalkannya. Tidak sedikitpun menarik pandangannya kembali ke belakang seolah benar-benar marah padanya.
“Ada apa dengan anak itu?” gumam Li Chen sembari menggaruk belakang kepalanya
Di kala Li Chen kebingungan, tiba-tiba saja Yaoyao berpamitan dengannya.
“Ah iya kak, aku ingin menemui ibu dulu. Kemarin ibu mengatakan bahwa ada sebuah gaun yang sedang di ukur untukku” jelas Yaoyao
“Eh, Ah…. Baiklah….” sahut Li Chen
Dan begitu saja, Li Chen di tinggal seorang diri lagi. Dia yang masih berada di tengah ruangan tamu pun berdiri dan menoleh ke kiri dan kanan tanpa adanya orang yang lewat. Bahkan pelayannya juga tidak ada.
“Haah… kurasa aku kembali ke kamar untuk latihan saja….” gumam Li Chen
Namun, saat dia ingin berbalik badan, tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti dan kedua matanya melebar seolah mengingat sesuatu.
“Tunggu! Aku baru ingat ada suatu hal yang harus di urus juga”
Li Chen tak jadi berbalik dan dia berjalan keluar dari rumahnya seorang diri. Tanpa ada yang tahu dan melihat, Li Chen pergi ke hutan Sheng lagi.
**
Hutan yang lebat penuh dengan pepohonan hijau dan hewan-hewan yang berkeliaran bebas dengan damai dan tentram. Li Chen yang melihat hutan itu terlihat penuh kehidupan pun secara tidak sadar menjadi tersenyum tipis seolah perasaan tenang dan senang mengalir di dalamnya.
Tak lama kemudian, setelah beberapa menit menelusuri ke dalam hutan itu, Li Chen akhirnya sampai di tujuannya. Sebuah danau yang begitu luas dan terlihat sama seperti terakhir kali datang. Danau dimana dia mengambil bunga lotus hijau dan juga bertemu dengan Haishe.
“Akhirnya sampai juga….”
__ADS_1