
Li Chen dan Gong Qiao berjalan bersama untuk segera keluar dan menyelesaikan pelatihan tersebut. Tetapi seiring perjalanan, Li Chen terlihat terus diam saja dan pikirannya terbang memikirkan hal lain.
Gong Qiao sebenarnya sudah menyadari hal itu. Tetapi, dia memilih untuk diam saja karena masih malu memikirkan kejadian sebelumnya.
“(Uwaa! A-apa yang kupikirkan?! Kenapa aku… kenapa saat itu… aku ingin menciumnya?!! AHHH!!! Kuharap dia tidak memikirkan hal itu. Tolonglah dewa, buat Chen melupakan hal itu!)”
Entah lupa dengan dunia di sekitarnya. Xiong yang melihat nona nya menggelengkan kepalanya penuh wajah yang memerah seperti tomat, langsung memanggilnya.
“Nona” panggil Xiong
“A-ah! A-ada apa, Xiong?” sahut Gong Qiao dengan canggung
Xiong mendekati telinga Gong Qiao dan berbisik pelan padanya.
“Nona, apa nona tidak merasa kalau tuan Li Chen sedikit aneh?” tanya Xiong
“Eh?”
“Lihatlah. Sejak tadi dia terus diam saja, dan bahkan tatapan matanya itu terlihat jelas kalau dia sedang memikirkan sesuatu”
Ketika Gong Qiao mencuri pandang pada Li Chen, dia menjadi semakin pada dirinya dan juga Xiong.
“Nona, cobalah ajak dia bicara. Aku merasa kalau memang ada sesuatu yang menganggunya” ujar Xiong
“E-eh, kenapa aku?!” sahut Gong Qiao dengan malu-malu
“Tentu saja karena tidak ada orang lain disini selain nona sendiri. Sudahlah, ayo nona!” ucap Xiong
Dengan dorongan Xiong, Gong Qiao pun memberanikan diri untuk membuka percakapan pada Li Chen.
“A-anu… Chen?”
Li Chen yang mendengarnya sontak terlihat terkejut dan berbalik menghadapnya.
“A-ah, ada apa Qiao’er?”
“Kira-kira berapa lama lagi ya bisa keluar dari hutan?” ucap
“Hm… entahlah. Tetapi dengan hutan seluas ini, bisa saja kita tersesat dan berjalan memutar terus menerus”
“Te-tersesat?! To-tolong jangan menakut-nakutiku seperti itu!”
“Tidak apa. Lagipula kalau kita tersesat, pasti para guru dan petinggi akademi akan menolong kita”
“Be-benar juga ya….”
Gong Qiao menunduk malu karena topik perbicangan yang dia bawa terlihat membuatnya seperti orang bodoh. Tetapi, Li Chen saat itu tersenyum tipis karena menyadari niat baiknya.
“Terima kasih, Qiao’er” ucap Li Chen
“Kenapa?”
“Kau berbicara denganku karena merasa khawatir kan?”
“E-eh?!”
“Jujur saja, daritadi aku sedikit heran oleh perbuatan Xuan Wudan. Dia membawaku ke alam dewa miliknya, dan memiliki hasrat membunuh yang bahkan membuatku terpojok. Tetapi, tiba-tiba saja dia bilang kalau dia tidak lagi tertarik untuk membunuhku lagi. Sejak tadi aku berpikir, apa yang membuatnya berubah pikiran?”
Ternyata itulah yang Li Chen pikiran daritadi. Tetapi, walau sudah tahu apa yang dia pikirkan, bukan berarti Gong Qiao tahu solusinya. Karena Xuan Wudan sendiri tidak pernah memberitahu apa-apa padanya ataupun Li Chen.
“Maaf, tetapi aku juga… tidak tahu” lirih Gong Qiao
“Tidak usah di pikirkan. Lagipula, berbicara denganmu sudah membuat beban di pikiranku ini sedikit terangkat. Itu saja sudah cukup”
Mendengar kata-kata dari Li Chen membuat perasaan hangat mengalir dalam hati dan tubuh Gong Qiao. Dia langsung tersenyum lebar tepat di hadapan Li Chen bagaikan mentari.
__ADS_1
“Iya. Sama-sama, Chen!”
Di tengah percakapan itu, tiba-tiba saja Xiong yang sedang duduk tenang di atas bahu Gong Qiao langsung beranjak bangun.
Hidungnya yang bergerak seolah mencium sesuatu di dekatnya.
“Nona. Kita sudah sampai”
Ucapan Xiong membuat mereka berdua menarik pandangannya dan menatap ke depan. Langkah kaki yang tak berhenti menuntun mereka keluar dan berada di tujuan sisi balik hutan Shenmi.
Lapangan rumut hijau yang luas. Hembusan angin sejuk yang menanangkan. Tetapi, yang telah sampai di sana bukanlah mereka saja. Li Chen yang melihat mereka semua pun menghitung jumlah mereka.
“Sudah ada sekitar 16 orang di sini)” batin Li Chen
“Wah, jadi ini sisi balik hutannya?!” ucap Gong Qiao
“Kelihatannya kita bukan yang pertama kali selesai” gumam Li Chen
Di saat Li Chen sedang melihat-lihat orang yang ada di sana, tatapan matanya terhenti ketika merasakan sebuah energi Ki yang cukup kuat. Di sana dia melihat seorang laki-laki yang berdiri seorang diri dengan wajah dingin.
“(Dia…)”
[ Nama : Tang Shin ]
[ Umur : 21 tahun ]
[ Tingkat kultivasi : petarung master bintang dua ]
Ketika sedang membaca statusnya, tiba-tiba datang seekor burung berbulu merah yang hinggap di atas bahunya.
[ Nama : Qin ]
[ Hewan : Burung mistis ]
[ Tingkat : Mythical ]
“(Heeh… jadi ada yang berhasil membuat kontrak selain Qiao’er ya. Menarik sekali)” batin Li Chen
Di kala Li Chen sedang terfokus padanya, Gong Qiao yang berdiri di samping langsung menarik pakaiannya.
“Chen. Chen!” panggil Gong Qiao
“A-ah, apa?” sahut Li Chen
“Lihatlah!” ucap Gong Qiao sembari menunjuk ke sampingnya
Li Chen langsung mengangkat pandangannya dan mengarah pada jari yang Gong Qiao menunjuk.
“Kakak!”
Li Chen mengenali suara itu bahkan sebelum seluruh matanya memandang ke depan. Dan tentu saja, senyuman tipis langsung terbentuk di wajahnya tanpa harus memastikan wajah yang memanggilnya.
“Li Jia” gumam Li Chen
Saat memandang ke depan, Li Chen melihat di belakang Li Jia ada Lei Jingting yang berjalan bersamanya.
“Kalian berdua bersama?” tanya Li Chen
“Hei, hei. Sebelum kau ingin membunuhku karena berduaan dengan adikmu yang cantik dan seksi ini. Izinkan aku untuk menjelaskan situasinya dulu” sahut Lei Jingting yang begitu defensif
Namun, bukan Li Chen lah yang marah lebih dulu. Tetapi Li Jia sendiri yang langsung melemparkan tinjunya ke wajah Lei Jingting.
Buaak…!!
“Uagh! U-untuk apa-!”
__ADS_1
Kata-katanya terhenti sebelum sampai akhir. Lei Jingting yang mengangkat pandangan dan menatap ke arah Li Jia langsung merinding tak karuan ketika melihat tatapan tajam dan gertakan tangannya.
“Mulutmu itu tidak bisa di tahan untuk tidak bicara ya? Apa perlu aku bantu untuk bungkam?!”
“Uwaa!! Chen!!”
Lei Jingting berlari ketakutan dan bersembunyi di belakang Li Chen.
“Haahh… Sudahlah Li Jia, memang dia orangnya seperti itu” bujuk Li Chen
“Hmph!” kesal Li Jia sembari membuang muka
“Yang penting kalian baik-baik saja, itu sudah cukup” sahut Li Chen sembari menepuk kepala adiknya
Tangan yang besar dan gagah, perasaan nostalgia juga mengalir ketika Li Jia merasakan tangan Li Chen mengusap kepalanya. Tetapi, bagi Li Jia yang sudah berumur 17 tahun pun langsung menunduk untuk menutupi wajahnya yang memerah malu.
Tak lama kemudian, Gong Qiao ikut menimbrung dengan mereka.
“Hei, adik Jia. Bagaimana dengan pelatihanmu? Apa kau mendapatkan banyak liontin?” tanya Gong Qiao
“Hm… aku mendapatkan… 31 liontin!” sahut Li Jia sembari menarik keluar liontinnya
“Ah! Banyak sekali!” kejut Gong Qiao
“Hehe, kak Qiao terlalu memujiku” sahut Li Jia
Berbicara dengan Gong Qiao membuat perhatian Li Jia yang sedang menatapnya langsung teralihkan ketika melihat Xiong yang berada di atas bahunya. Kedua mata Li Jia sontak membuka lebar dan penuh perasaan gemas.
“Uwaa, lu-lucu sekali!” ucap Li Jia
“E-eh?!” sahut Xiong
“Kak Qiao, apa jangan-jangan hewan mistis ini membuat kontrak dengan kakak?!” tanya Li Jia
“Benar sekali” jawab Gong Qiao
Secara refleks, Li Jia mengelus-ngelus bulu halus milik Xiong. Walaupun pada awalnya sempat merasa ragu dan tidak nyaman, tetapi saat merasakannya sendiri langsung membuat Xiong ketagihan.
Alih-alih dari apa yang sedang di lakukannya, tiba-tiba saja Li Jia teringat akan liontin pelatihan itu.
“Ah. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan kak Qiao? Berapa liontin yang kakak kumpulkan?” tanya Li Jia
“Aku hanya mendapatkan 29 liontin….” sambung Gong Qiao
Di kala perbincangan sedang mengarah pada liontin, tiba-tiba saja Li Jia menarik pandangannya ke arah Li Chen dengan malu-malu.
“Ka-kalau kakak… punya kakak ada berapa?” tanya Li Jia
“Hm? Ah… sekitar 38 liontin….”
Sempat tertegun untuk saat. Berbeda dengan Gong Qiao yang sudah bersama Li Chen di dalam pelatihan, Lei Jingting dan juga Li Jia sontak terkejut mendengarnya. Terlebih lagi untuk Li Jia yang memandang takjub pada kakaknya yang hebat.
“38… liontin?!” sahut Lei Jingting
“I-iya… kenapa?” tanya Li Chen
“Kau ini monster atau apa? Bahkan Li Jia saja sudah hebat, tetapi kau bisa jauh lebih dari itu….” ucap Lei Jingting
“Kau berlebihan tahu. Lagipula, pasti akan ada orang yang memiliki liontin lebih banyak dariku” ujar Li Chen
Wush….!!
Hembusan angin sejuk tiba-tiba saja berubah dengan cepat. Hawa dan suasana terasa sangat berbeda dan membuat semua yang ada di sana menjadi waspada. Tak hanya Li Chen, tetapi seluruh peserta yang berhasil lolos di dalam pelatihan itu langsung menoleh ke satu arah yang sama, yaitu ke dalam hutan Shenmi.
Tak lama dari hal tersebut, tiba-tiba saja tiga orang telah keluar dari dalam hutan Shenmi. Dan orang itu bukanlah lain dari petinggi akademi pengawas pelatihan mistis. Mereka adalah Ying Yue, Shang Li dan Bai Hua.
__ADS_1
“Semuanya sudah sampai ya” ucap Ying Yue