Eternal System

Eternal System
System 16 : Meracik Pil Kultivasi


__ADS_3

Di dalam kamarnya, Li Chen segera duduk di atas lantai. Dia membuka panel sistemnya dan mengeluarkan tungku dari dalam tas sistem.


Tungku tersebut di keluarkan dan terlihat berwarna coklat dengan ukirannya yang seperti tungku pada umumnya.


“Jadi ini tungku yang di pakai untuk meracik pil kultivasi....”


Li Chen mengeluarkan beberapa bahan lain yang dia butuhkan dan di letakan tepat di depan tungku itu.


“Akar burdock, daun hijau dari jenis pohon apapun… dua ini sudah kudapatkan. Dan yang terakhir adalah….”


Sembari melanjutkan ucapannya, Li Chen memasukan tangannya ke dalam baju dan menarik keluar bunga lotus hijau yang dia dapatkan dari hutan Sheng.


“Bunga Lotus hijau. Bahan terakhir….”


Ketika Li Chen melihat bunga lotus hijau itu, ucapan dari Haishe mengenai perjanjian mereka selalu terngiang-ngiang di dalam kepalanya. Hal itu juga menjadi sedikit beban bagi Li Chen.


Dia berjanji untuk memenangi pertarungan melawan Lian Ping. Namun, dia sendiri sudah tahu sifat licik dan busuk darinya. Jadi tidak akan menutupi kemungkinan bahwa Lian Ping akan menggunakan nama dan kekayaan keluarganya demi meningkatkan tingkat kultivasinya dalam waktu singkat.


Jika dia tidak sigap dan kalah di tempat, maka Haishe sebagai hewan mistis tingkat Legenda itu akan meratakan satu kota Feng. Tak terkecuali keluarga Li dan Lian, semua akan di habisi hingga tak tersisa.


Beban berat yang terlintas kembali dalam benaknya itu membuat Li Chen menelan salivanya karena gugup. Namun, secara perlahan dia berusaha menenangkan diri. Tarikan nafas yang dalam dan di buang perlahan membuat detak jantung dan otaknya menjadi lebih jernih.


“Fiuuh… tenanglah. Saat ini aku harus fokus dalam meracik pil ini….”


Akar burdock serta daun hijau segar itu di lemparkan ke dalam tungku tersebut. Li Chen memegang bunga lotus hijau sebagai bahan terakhir yang harus dia lemparkan ke dalam tungku. Dan ketika bunga itu masuk ke dalam tungku tersebut, sebuah notifikasi panel muncul di hadapannya.


[ Ketiga bahan utama telah di masukan ke dalam tungku ]


[ Persiapan untuk meracik pil kultivasi telah terpenuhi ]


[ Peringatan : Peracikan pil hanya bisa di lakukan oleh para kultivator tingkat petarung Jenderal bintang satu atau lebih. Anda hanya berada di petarung elite bintang dua ]


Li Chen yang membaca notifkasi tersebut menyadari bahwa hal yang dia lakukan sangat gegabah. Tak ada yang tahu efek samping jika dirinya gagal dalam meracik, dan apa yang akan terjadi jika dia berhasil dengan tingkatnya yang masih jauh dari kata memenuhi syarat untuk meracik pil.


Yang ada di dalam pikirannya saat itu hanyalah efek samping paling buruk, yaitu mati. Tetapi, Li Chen tidak bisa membiarkan dirinya ketakutan karena mati. Karena jika dia gagal, maka akan banyak orang yang nyawanya menjadi korban.


“Aku tidak bisa berhenti di sini. Aku akan meracik pil ini, dan merubah sejarah dunia kultivasi!”

__ADS_1


Keteguhannya telah di ucapkan secara langsung. Li Chen sontak menyatukan kedua telapak tangan dan memejamkan matanya sembari duduk di depan tungku tersebut.


“Aku mulai!”


Energi Ki dalam tubuhnya mulai memancar keluar seperti bentuk aura api berwarna hijau. Aura hijau tersebut berjalan hingga memasuki tungku tersebut. Api di dalam tungku mulai menyala dan peracikan pun di mulai saat itu juga.


Wush….


Setiap bahan yang ada di dalam tungku itu di racik menggunakan energi Ki yang di miliki oleh Li Chen. Bahkan baru di detik-detik pertama, Li Chen sudah terlihat penuh dengan keringat dan raut wajahnya berubah mengerut keras seolah penuh kesulitan.


“Ughh!!”


Kenapa bisa? Karena dia melawan hukum alam dari kultivasi. Seperti yang di katakan sistem, bahwa orang-orang yang memiliki tingkat kultivasi petarung jenderal keatas saja lah yang baru bisa memulai tahap peracikan pil.


Dan dari peracikan pil ini juga di butuhkan pengetahuan bahan-bahan yang di perlukan, serta kemampuan dalam konsentrasi Ki yang besar. Baik itu dalam diri sendiri, maupun Ki yang telepas bebas di alam.


Saat ini, Li Chen sedang berusaha keras dengan energi Ki petarung elite bintang dua demi meracik sebuah pil yang tingkatnya berkali-kali lipat lebih tinggi darinya.


Tungku yang dia gunakan untuk menyalurkan setiap Ki itu pun terasa terguncang seolah ingin meledak karena tak sanggup meracik pil tingkat tinggi hanya dengan Ki yang di bawah rata-rata.


“Acckhh! Belum… jangan berani… menyerah di sini!”


Dua teknik dia kerahkan secara bersamaan, meracik pil dan juga meningkatkan tingkat kultivasi diri sendiri.


Klang klang klang!


Tungku tersebut bergetar semakin kencang seolah tak sanggup lagi. Bahkan kamar Li Chen sendiri ikut terguncang dan seluruh benda yang menggantung di kamarnya mulai terjatuh satu persatu.


Brak brak brak!


“Se…dikit lagi!!”


Setiap bahan yang ada di dalam tungku tersebut mulai menyatu oleh api di dalamnya. Ketika racikan tersebut ingin mencapai tahap terakhir, tiba-tiba saja tubuh Li Chen mencapai batas maksimal.


Perbuatan gegabah dengan melaksanakan peningkatan kultivasi serta meracik pil dalam waktu bersamaan membuat sirkulasi meridian di tubuhnya bergerak terlalu cepat. Tubuhnya yang tidak terkontrol sontak membungkuk dan memuntahkan darah begitu banyak di lantai kamarnya.


“Uaaghh!!”

__ADS_1


Pcak pcak!


Suara dari darah yang kental itu keluar dari mulutnya dan tak terlihat seperti akan berhenti.


“Ackh! Sialan… tubuhku….”


Di kala Li Chen merasakan sakit yang menyebar di seluruh tubuhnya, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dengan keras. Dan di baliknya terlihat ada Li Jia yang berwajah panik karena ledakan energi Ki yang muncul dari peracikan tersebut.


“Kakak!” teriak Li Jia


Wajahnya yang panik menelusuri segala inci dari kamar tersebut. Dan ketika Li Jia melihat kakaknya terbungkuk diam dan penuh dengan muntahan darah, raut wajahnya mengerut panik dan berlari menghampirinya.


“Kakak! Apa yang terjadi padamu?!” ucap Li Jia yang panik


Dia segera mengangkat tubuh kakaknya dan di pikul di bahu kanannya.


“Bertahanlah. Kakak berbaring dulu di atas ranjang, aku akan panggil ibu dan ayah!” ucap Li Jia


Di kala Li Jia ingin bangun dan membawa Li Chen ke atas ranjang, langkah kakinya langsung terhenti ketika Li Chen menggunakan sisa tenaganya untuk menunjuk ke depan.


Jari telunjuknya itu mengarah kepada tungku yang dia gunakan untuk meracik pil.


“Tungku….”


Sisa tenaga itu di keluarkan dari mulutnya. Li Jia yang kebingungan pun segera meraih ke dalam tungku tersebut.


Hawa panas yang terasa di sekitarnya benar-benar kuat. Bahkan hanya menyentuh dinding tungkunya saja sudah mendesis dan meninggalkan sedikit luka di tangan Li Jia.


Cssss


“AH!!” erang Li Jia


Namun, tangannya itu tak berhenti untuk meraih ke dalam. Dia mengambil sebuah benda yang berbentuk bundar kecil ke dalam telapak tangannya.


“Apa ini?”


Li Jia bergumam bingung terhadap benda yang dia ambil. Dan ketika dia membukanya, ternyata sebuah pil yang di racik oleh Li Chen telah berhasil. Sebuah pil kultivasi berbentuk bundar sempurna dengan warna hijau pekat nan cerah bersinar di lapisannya.

__ADS_1


Li Jia yang melihat pil tersebut sontak terkejut. Kakaknya yang hanya satu bintang lebih tinggi dari tingkatnya, telah meracik sebuah pil kultivasi setingkat petarung guru bintang tiga.


“Mu-mustahil I-ini… kakak yang membuatnya?!”


__ADS_2