
Di sebuah ruangan yang luas, terdapat ranjang yang mewah dan pernak-pernik yang begitu mahal di setiap sisi ruangan.
Ranjang tersebut sedang di tempati oleh seorang laki-laki yang sangat di kenali di kota Feng, yaitu Lian Haochun. Dia terlihat sedang bercumbu oleh seorang wanita yang jauh lebih muda, lebih cantik, dan lebih menggoda di banding istrinya sendiri.
Bibir demi bibir bertemu, bertukar air liur dan membelai lidah masing-masing seolah tak ada hari esok. Lian Haochun meraba bagian depan tubuh wanita itu. Dari pakaiannya hingga masuk ke dalam dan membelai dua buah dadanya yang besar.
“Mmhh! Ahh-! Tuan Lian-!”
Perempuan itu mengerang erotis karena setiap desahan yang dia keluarkan di akibatkan oleh Lian Haochun yang sedang menggagahi tubuhnya.
“Sayang, kau punya tubuh yang bagus. Akan sayang sekali jika tidak di nikmati secara utuh”
“Ah-! Tuan Lian, kau memang pandai menggoda ya~”
Lian Haochun menyeringai dan mendorong tubuh perempuan itu terbaring di atas ranjang.
“Kau salah karena menganggap aku hanya pandai menggoda. Karena aku….”
Tubuh Lian Haochun yang berada di atas perempuan itu pun mulai mendekati wajahnya dan menjelajahi setiap inci tubuh perempuan itu. Dari atas leher yang di kecup mulai turun ke bawah hingga ke pusarnya.
“Aaah! Tuan… Lian-!”
“Mmhh!!”
Ketika Lian Haochun menarik tubuhnya kembali dan melihat wajah perempuan itu yang memerah tak tahan akan gairah, membuat nafsu birahi Lian Haochun semakin meledak dan tak sabaran.
“Aku sudah tak tahan lagi. Akan ku gagahi kau dari dalam!”
“Datanglah, tuan Lian!”
Saat Lian Haochun ingin memasuki gua perempuan itu, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari balik kamarnya.
Tok tok tok
“Tuan Lian!”
Raut wajah Lian Haochun sontak mengerut kesal karena suasananya yang sudah tepat malah di hancurkan.
“Cih, menyebalkan sekali! Baru saja ingin ke bagian enaknya!”
Walau sambil menggerutu, Lian Haochun menjadi berhenti dan mengabaikan perempuan itu. Dia bangkit berdiri dari ranjangnya dan memakai pakaiannya secepat mungkin.
Setelah memakainya, dia langsung berjalan dan membuka sedikit pintu itu agar terlihat ke luar. Di balik pintu tersebut, terdapat seorang pelayan laki-laki yang menunduk hormat di kedua lututnya menunggu kedatangan Lian Haochun.
“Ada apa?! JIka tidak penting, maka aku akan menggantung kepalamu di dinding!”
“Ma-maafkan hamba tuan! Tetapi, hamba membawa laporan dari Ting Zhao beserta bawahannya yang tuan suruh untuk membunuh tuan muda Li Chen!”
Raut wajah Lian Haochun berubah menjadi sedikit tertarik dan mulai tenang perlahan. Mengingat rencananya yang ingin membunuh Li Chen dengan menyuruh Ting Zhao untuk turun tangan, membuatnya menyeringai percaya diri seolah rencananya akan berjalan dengan lancar.
“Ternyata laporan itu. Bagaimana, Ting Zhao sudah berhasil membunuhnya kan?”
Lian Haochun bertanya penuh dengan harapan dan percaya diri yang tinggi. Namun, pelayan tersebut terlihat sebaliknya. Tubuhnya terlihat gentar dan bahkan pandangannya berpaling kemana-mana seolah tak berani untuk menjawab.
“Se… sebenarnya tuan….”
__ADS_1
Mendengar pelayan itu berbicara tak jelas membuat Lian Haochun kesal.
“Apa?! Bicara yang benar, kau membuang waktuku! Aku masih memiliki urusan penting di dalam kamar!”
Lian Haochun membentak keras karena kesal. Padahal yang dia ucapkan hanyalah sibuk untuk memuaskan birahi dirinya sendiri untuk bercumbu bersama seorang wanita yang bahkan bukan istrinya.
Tetapi, pelayan yang tak tahu apa-apa itu hanya berusaha memberanikan diri untuk mengucapkan informasi yang dia dapatkan.
“I-iya tuan! Kabar buruknya, Ting Zhao dan 33 bawahannya gagal membunuh tuan muda Li Chen, dan bahkan mereka mati di tangannya”
Ucapan pelayan itu membuat Lian Haochun tertegun dan terkesiap saat mendengarnya. Raut wajahnya yang di temani senyuman percaya dirinya langsung menghilang sepenuhnya. Dahi kembali mengerut dan tatapan mata berubah tajam ke arah pelayan itu seolah melampiaskan amarahnya.
“APA?!”
“Bagaimana bisa bocah lemah sepertinya membunuh 34 orang seorang diri?!”
“Ma-maafkan hamba tuan, tetapi hamba juga tidak paham. Para perempuan yang sedang berjalan-jalan di hutan tersebut tiba-tiba saja melihat sekumpulan mayat termasuk milik Ting Zhao yang sudah terkapar di tanah dan berlumuran darah”
Lian Haochun yang mendengar hal itu menggerutu kesal dan menggertakan giginya kuat-kuat. Kepalan tangan yang bahkan membuat urat ototnya terlihat keluar tidak lah main dan menunjukan betapa kesalnya dia sekarang.
Di sana lah Lian Haochun baru memahami tentang kekuatan Li Chen. Bahwa sang jenius memang telah kembali, dan dia tidak bisa meremehkan kekuatannya jika memang ingin membunuhnya.
“(Li Chen! Berani-beraninya kau-! Lihat saja, kau tidak akan lepas dari tanganku. Suatu saat, kepalamu itu akan ku gantung menjadi pajangan keluarga Lian!)”
* * * * *
Waktu berlalu dengan cepat setelah tragedi tersebut. Li Chen yang bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, sedang berkultivasi dengan tenang di dalam kamarnya.
Satu bulan telah berlalu, dan kemampuan Li Chen baik dari fisik dan energi Ki telah meningkat jauh. Berkat bantuan dari sistem itu, dia memiliki tubuh yang bahkan terlihat gagah dna merubah penampilannya menjadi semakin tampan dan maskulin.
Perlahan-lahan, aliran energi Ki yang masuk ke dalam tubuhnya mulai terhenti, dan Li Chen kembali membuka kedua matanya. Tanda dari peningkatan kultivasinya telah selesai datang dari sistem yang muncul tepat di hadapannya dengan menunjukan statusnya saat itu.
[ Peningkatan kultivasi telah berhasil ]
[ Misi harian pelatihan meridian dan kultivasi - selesai ]
[ Misi harian telah di tuntaskan ]
[ Anda mendapatkan hadiah berupa : EXP + Pil penyembuh HP+ MP tingkat menengah ]
[ Hadiah berupa pil atau benda apapun akan di transfer ke dalam tas sistem khusus bagi pemain ]
[ Level up! ]
[ Nama : Li Chen ]
[ Level : 41 ]
[ HP : 12000/12000 ]
[ MP : 900/900 ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]
[ Kelas : Petarung ]
__ADS_1
[ Kekuatan : 44 ]
[ Daya Tahan : 32 ]
[ Kelincahan :30 ]
[ Kecepatan : 30 ]
[ Skill :
- Penghakiman telapak bumi : MP - 200 ( Level 2 )
Deksripsi : Pengumpulan energi Ki yang di pusatkan ke dalam telapak tangan. Di keluarkan menjadi serangan mematikan yang dapat menghancurkan tubuh lawannya
- Sprint : MP - 0
Deskripsi : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh
- Bloodlust : MP - 100
Deksripsi : Menggunakan energi Ki yang kuat terhadap target tertentu dan membuat mereka ke dalam status ‘takut’ selama satu menit.
Efek :
- Target yang terkena skill ini tidak akan bisa bergerak selama lima detik
- Target akan kehilangan status mereka sebanyak -50% ]
Deretan notifikasi itu cukup banyak karena semua misi harian telah di selesaikannya dan juga meningkatkan seluruh status tubuhnya.
Satu bulan yang telah berlalu membuat Li Chen dapat memfokuskan diri untuk meningkatkan fisik dan energi Kinya. Dan bahkan dalam waktu sebulan, dia sudah menembus tingkat petarung Jenderal bintang empat.
“Sistem ini benar-benar membantuku meningkatkan kemampuan menjadi lebih mudah dan cepat di banding orang biasa. Bahkan aku baru datang ke dunia ini kurang dari tiga bulan, dan sekarang sudah berada di tingkat menengah dalam tingkat kultivasi dunia ini”
Li Chen bergumam seolah masih sulit untuk mempercayai kemampuannya yang meningkat pesat. Dan di kala dia sedang bergumam seorang diri, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari balik kamarnya.
Tok tok tok
“Tuan muda, ini Xiao Nian”
“Masuklah”
Kreak
Suara pintu kamar yang mulai terbuka memperlihatkan Xiao Nian yang muncul dari baliknya.
“Ada apa, Xiao Nian?”
“Tuan muda, tamu anda sudah menunggu di depan”
Mendengar kata tamu membuat Li Chen kebingungan dan menatap heran pada Xiao Nian.
“Tamu?”
“Benar, tuan. Dia adalah nona Ying Yue, ketua dari organisasi murid akademi Liliang. Telah datang untuk menjemput tuan muda”
__ADS_1