
Waktu telah berlalu sekitar lima belas menit. Li Chen menjelaskan kondisi keluarga Lian yang mendominasi kota Feng, dan juga sikap mereka yang selalu berbuat sesukanya.
Memang benar faktanya, dari sifat Lian Ping sebagai pewaris keluarga Lian, hal itu sudah dapat mencerminkan sikap satu keluarga mereka secara penuh.
Kerakusan terhadap material, terutama uang adalah hal yang utama bagi keluarga Lian. Mereka yang memiliki kemampuan memonopoli perdangan di kota Feng. Membuat banyak orang yang hidupnya kesulitan, menjadi semakin parah.
Di tambah lagi, sifat mereka yang memandang rendah orang lain itu benar-benar sangat di benci. Namun, dampak besar dari keluarga mereka terhadap kota Feng itu tidak dapat di anggap remeh. Sehingga tidak ada satupun orang yang berani mengusik mereka.
**
Haishe yang mendengar penjelasan tentang keluarga Lian pun terlihat tidak terlalu terkejut.
“Huh. Manusia memang tidak akan berubah, sejak dahulu hingga sekarang kalian selalu saja menjatuhkan sesama demi menaiki puncak!” gerutu Haishe
“Yah, itu memang sudah dasar dari sifat kami. Keluargaku juga mendapatkan dampak yang sama, terlebih lagi sekarang adikku menjadi incaran tuan muda dari keluarga Lian. Tentu saja aku harus melindunginya dari hal apapun yang berbahaya”
Haishe melihat sekali lagi langsung ke dalam mata Li Chen. Warna putih dari energi Ki itu masih terpancar jelas, dan tidak ada tanda perubahan ataupun niat tersirat di dalam ucapannya. Dia masih berdiam diri dan berusaha mendengarkan ucapan Li Chen.
“Tetapi, ada yang ingin kutanyakan padamu. Kenapa kau begitu membenci manusia? Dan juga apa yang telah keluarga Lian lakukan pada hutanmu ini?” tanya Li Chen
Haishe mengangkat kepalanya dan menoleh ke bagian kanan hutan. Jauh di depan dan dengan ukuran tubuhnya yang besar dapat melihat sebuah wilayah tandus yang terlihat begitu banyak tunggul pohon.
“Aku adalah Haishe, penjaga dari hutan Sheng ini. Sejak ratusan tahun yang lalu, hutan ini adalah tempat yang di penuhi dengan teman-teman hewan mistisku. Walaupun kami para hewan harus membunuh satu sama lain demi bertahan hidup, tetapi kami tidak pernah mengusik kalian para manusia”
“Tetapi, dua tahun yang lalu, keegoisan dan ketamakan kalian para manusia memuncak. Pemimpin dari kota Feng itu datang dengan pasukan mereka, membunuh para hewan mistis yang ada di dalam hutan ini dan mengambil inti dari tubuh mereka sebagai bantuan untuk meningkatkan tingkat kultivasi!”
Li Chen sontak terkejut ketika mendengar cerita dari Haishe. Walaupun dia baru mendengar metode peningkatan kultivasi seperti itu, tetapi dengan cara membunuh mereka adalah hal yang berlebihan.
“Itu terlalu kejam….” Gumam Li Chen yang begitu kesal hingga mengepal erat tangannya seolah tak tahan akan amarah yang memuncak
“Itu adalah kaummu sendiri. Kaum yang penuh dengan ketamakan dan keegoisan tinggi. Setelah mengambil inti dari tubuh teman-temanku, mereka mengambil juga bunga lotus hijau demi meningkatkan tingkat kultivasi”
“Dan sekarang, aku melihatmu datang untuk mengambil bunga lotus hijau yang terakhir di hutan ini!” gerutu Haishe
Desis dari mulutnya itu mulai memancarkan amarah dan ancaman yang begitu kuat terhadap Li Chen yang berdiri di depannya.
Namun, Li Chen tidak ada waktu untuk gentar. Keselamatan dan masa depan adikknya berada di telapak tangannya, dia harus mendapatkan bunga lotus hijau apapun caranya.
__ADS_1
“Aku tidak berniat mengambil bunga lotus hijau hanya untuk menaikkan kehidupanku sendiri. Aku meningkatkan kultivasi demi membantu mereka yang lemah, terutama adikku yang sedang berada di posisi kesulitan” jelas Li Chen
Haishe yang masih sedikit ragu pun menunduk dan menempatkan wajahnya yang begitu besar berada tepat di hadapan Li Chen. Intimidasi yang kuat dari seorang hewan mistis dengan tingkat Legenda benar-benar membuatnya merasa tertekan.
“Dan jika aku memberikannya padamu, jaminan dan keuntungan apa yang aku dapat?!”
Tentu saja, Haishe tidak bisa membiarkan Li Chen pergi tanpa sebuah jaminan ataupun keuntungan baginya dalam memberikan bunga lotus hijau yang terakhir.
Li Chen tidak bisa menawarkan apapun yang menarik bagi Haishe jika sesuatu berkaitan dengan kekuatan ataupun kekayaan. Oleh karena itu…
“Aku sendiri, tidak memiliki apapun yang akan membuatmu tertarik. Jika permintaamu adalah untuk mengembalik teman-temanmu yang telah di jadikan inti pil kultivasi, maka aku tidak akan mungkin bisa melakukannya. Kalau begitu biar kuberikan pertanyaan ini padamu.”
“Apa yang kau mau?”
Haishe tertegun diam dan bahkan kedua matanya melebar kuat ketika mendengar Li Chen berbalik bertanya akan kemauannya. Seumur hidupnya, dia tidak pernah bertemu dengan manusia se-aneh Li Chen, yang berani melontarkan sebuah tawaran kepada seorang hewan mistis sepertinya.
Dirinya menyeringai karena melihat betapa menariknya sifat Li Chen saat itu.
“Khuhu… Manusia, kau benar-benar berani ya….”
Li Chen terjentik bingung dengan maksud ucapan Haishe. Dan tak lama kemudian, Haishe kembali memasang wajahnya tepat di hadapannya dengan aura intimidasi yang begitu kuat.
Li Chen menatap balik ke arah Haishe dan berusaha untuk tegar. Walaupun isi tenggorokan terasa begitu kering hingga dia menelan salivanya sendiri karena gugup mendengar syarat terakhir.
Dan saat Haishe melanjutkan kalimatnya….
“Tak terkecuali dari keluargamu atau siapapun, aku akan menghancur ratakan satu kotamu itu!”
Intimidasi kuat dan setiap dari kata-kata yang di ucapkannya terasa penuh dengan ancaman yang bahkan dapat membuat tubuh Li Chen merinding.
Tidak ada kebohongan di dalam kata-kata yang di ucapkan Haishe. Setelah dua tahun kehilangan banyak teman-teman hewan mistisnya, dan jika kini bunga lotus terakhir yang di ambil Li Chen juga gagal mencapai kesepakatan itu, maka hewan mistis bertingkat Legenda itu tidak mungkin ragu untuk membunuh ribuan manusia di dalam kota Feng, termasuk keluarganya.
* * * * *
Setelah pergi dari hutan Sheng, Li Chen segera kembali ke dalam rumahnya sebelum gelap. Dia pergi dari dalam rumahnya tanpa mengabari siapapun, kecuali pelayannya Xiao Nian yang membantu untuk tetap tutup mulut.
Li Chen diam-diam memasuki rumahnya melalui taman belakang. Melihat sekitar yang begitu sepi membuatnya merasa aman.
__ADS_1
“Kelihatannya tidak ada yang curiga… Baguslah, aku bisa kembali ke kamar tanpa ketahuan”
Dia yang berjalan sembari memperhatikan sekitar, menarik kembali pandangannya ke depan. Dan ketika Li Chen melihat ke depan, dirinya terkejut karena bertemu dengan Xiao Nian tepat di depan matanya.
“Uwa!”
Mereka yang hampir tertabrak pun membuat Li Chen terkejut dan terjatuh di lantai.
Bruk!
“Aduh!” erang Li Chen
Xiao Nian yang hanya seorang pelayan pun langsung gemetar karena ketakutan. Bagaimana tidak? Seorang pelayan telah mengejutkan tuan mudanya hingga terjatuh seperti itu. Xiao Nian segera membungkuk di lantai dan memohon ampun kepada Li Chen.
“Ma-maafkan Xiao Nian, tuan muda!”
“Eh?!”
“Xiao Nian telah lancang karena membuat tuan muda terkejut. Mohon berikan hukuman kepada pelayan rendahan ini!”
Li Chen yang meliaht Xiao Nian membungkuk ketakutan pun sontak terkejut. Walaupun dia tahu bahwa zaman kuno memang seperti itu, tetapi tidak di sangka bahwa ketakutan seorang pelayan akan sampai seperti apa yang dia lihat dengan kedua matanya.
Beruntungnya, Li Chen bukanlah tuan muda yang berbuat sesuka hati dan kejam. Dia berdiri sembari berusaha untuk membantu Xiao Nian mengangkat kepalanya.
“Xiao Nian, sudahlah. Tidak perlu bagiku untuk menghukummu, itu hanyalah hal kecil saja. Tidak perlu di pikirkan”
Xiao Nian yang masih membungkuk pun bangkit secara perlahan. Dia masih menundukan kepalanya di hadapan Li Chen sebagaimana seorang pelayan harus bersikap kepada tuannya.
“Te-terima kasih, tuan muda!”
“Haah… jadi, apa ada yang menyadari kepergianku?”
“Ti-tidak ada tuan muda. Nona besar dan adik-adik tuan muda sempat mencari tuan muda, tetapi Xiao Nian berkata sesuai permintaan tuan muda untuk memberitahu bahwa tuan muda sedang mengurung diri untuk latihan di dalam kamar”
“Baguslah. Terima kasih, Xiao Nian. Hari sudah mulai gelap dan kau pasti lelah, pergilah beristirahat”
“Terima kasih atas kebaikan tuan muda. Xiao Nian undur diri terlebih dahulu….”
__ADS_1
Dengan memberikan hormat kepada tuannya, Xiao Nian pergi meninggalkan Li Chen di sana. Sedangkan Li Chen sendiri berjalan dan memasuki ke dalam kamarnya seorang diri.