Eternal System

Eternal System
System 52 : Kabar Pelatihan


__ADS_3

Setelah menjelaskan situasi tanpa menyinggung kutukan iblis yang di miliki Gong Qiao, Lei Jingting duduk bersama mereka berdua di belakang meja. Terlepas dari wajahnya yang habis babak belur itu, Lei Jingting melipat kedua tangannya dan berbicara seolah tak terjadi apa-apa.


“Hm.. jhadi shmperti ihmtu yha (Jadi seperti itu ya)” ucap Lei Jingting dengan mulut yang sulit berbicara


Li Chen yang duduk di sampingnya terlihat memejamkan mata seolah menahan rasa kesal setiap kali mendengar ucapannya.


“Diamlah. Lebih baik kau pergi keluar dan jangan kembali lagi!” gerutu Li Chen


“Hee?! Kan benar, kau memang ingin aku tidak pulang dulu. Kau masih ingin bersenang-senang dengan nona dari keluarga pemilik akademi kan?!”


Lei Jingting mendekati Li Chen di samping wajahnya dan berbicara dengan nada yang penuh niat memprovokasi. Dan tepat seperti perkiraannya, Li Chen menanggapinya dengan raut wajah yang kesal.


Namun, yang tak Lei Jingting sangka adalah seberapa kesalnya Li Chen terhadap ucapannya. Dia mencengkram wajah Lei Jingting yang masih babak belur.


“BERCANDA, BERCANDA! AYOLAH, AKU HANYA BERCANDA!”


“Kalau begitu tutup mulutmu!”


Li Chen menyeringai lebar dengan aura membunuh yang terpancar keluar di sekitarnya. Lei Jinting merasa seperti tercekik dan terancam mati ketika menatapnya yang begitu mengerikan.


“SIAP TUAN!” sahut Lei Jingting yang memberi hormat seperti seorang kadet


Li Chen langsung menghela nafasnya seolah lelah mengurusi candaan Lei Jingting. Dia yang menarik pandangannya ke depan menatap ke arah Gong Qiao yang masih memalingkan mata dan juga terdiam malu.


“Maaf, nona Gong Qiao” ucap Li Chen


“Ti-tidak apa kok. Haha….” sahut Gong Qiao


“Dia memang sedikit aneh, jadi  tolong maklumi saja” sambung Li Chen


“Aneh?! Lebih aneh siapa yang ingin melakukan hal “ena-e-!”


Sebelum kata-katanya di selesaikan, Li Chen kembali memutar leher dan menatap Lei Jingting dengan mata yang terpejam dan senyuman dingin seolah bisa membunuhnya kapan saja.


“Kau bicara apa?”


“Ti-tidak ada tuan….”


Lei Jingting langsung menciut ketakutan karena melihat reaksi Li Chen yang sangat mengerikan. Gong Qiao yang melihat hal tersebut pun merasa sedikit kasihan dan mulai menyambung dalam pembicaraan itu.

__ADS_1


“Tu-tuan Chen, tidak apa kok. Lagipula ta-tadi itu… hanya sebuah… kecelakaan….” Ucap Gong Qiao dengan suaranya yang semakin perlahan ke dekat akhir kalimatnya


“Haah… yah, kurasa tuan Gong Qiao ada benarnya juga. Kau selamat untuk kali ini, Jingting” ucap Li Chen dengan tatapan dingin


“Hahaha… terima kasih….” Sahut Lei Jingting dengan nada tawa yang canggung


Di kala dia membatin dan menghela nafas lega, Lei Jingting langsung teringat akan berita penting yang akan dia bawa pada Li Chen.


“Ah, benar juga. Chen, kau sudah tahu tentang pelatihan mistis?” ucap Lei Jingting


“Pelatihan mistis? Apa itu?” tanya Li Chen


“Tuan Chen, ada tidak tahu pelatihan mistis?” sahut Gong Qiao


Li Chen menggelengkan kepalanya untuk menjawab lebih jelas dengan gestur tubuhnya.


“Pelatihan mistis itu adalah salah satu ujian yang di lakukan rutin di tahun ajaran baru dan akhir akademi Liliang” ucap Lei Jingting


“Para murid akan di kumpulkan dan di berikan instruksi untuk bertahan hidup dan memperkuat diri mereka selama seminggu penuh” sambung Gong Qiao yang menjelaskan


“Bertahan hidup? Memangnya ujian itu akan dilaksanakan bagaimana?” tanya Li Chen


Ketika mendengar hutan Shenmi yang di libatkan dalam ujian, langsung membuat Li Chen membuka lebar kedua matanya.


Terkejut sekaligus merasa senang. Karena dari ujian bertahan hidup itu, Li Chen bisa mencoba dan bertemu banyaknya hewan mistis yang bahkan jauh lebih banyak dan lebih kuat di banding Haishe, sang penjaga hutan Sheng.


“Dalam ujian tersebut, apa kita di perbolehkan untuk membuat kontrak dengan hewan mistis yang ada di dalam sana?” tanya Li Chen


“Pembuatan kontrak di perbolehkan selama peserta bisa menanggung konsekuensinya” jelas Gong Qiao


Mendengar ucapan dari Gong Qiao membuat Li Chen menekuk lengan dan meletakkan satu jarinya tepat di depan bibirnya seolah sedang berpikir.


Karena yang Li Chen pikirkan saat itu untuk mencari kekuatan yang lebih besar dan kuat. Kesempatan untuk mengikuti pelatihan mistis itu akan menjadi batu loncatan besar baginya dan bisa memberikan kekuatan besar jika berhasil membuat kontrak dengan para hewan mistis yang ada di sana.


Entah apa tingkatnya yang ada di sana, tetapi yang LI Chen incar adalah makhluk mistis dengan tingkatan Mythical atau lebih tinggi demi mendapatkan kekuatan yang lebih besar.


Di kala dia sedang memikirkan hal itu, Li Chen yang menjadi semakin haus akan informasi pun mulai membuka mulutnya dan bertanya lagi.


“Kapan pelatihan ini di mulai?” tanya Li Chen

__ADS_1


Ketika dia bertanya dan menatap ke arah Lei Jingting, tiba-tiba saja pintu rumahnya terbuka keras.


BRAAK…!!


“Kalian bertiga, sedang apa masih ada di dalam asrama?! Cepat kumpul, pelatihan mistis akan segera di mulai!”


Seorang laki-laki dengan tubuh yang begitu besar dan bahkan hampir kesulitan untuk masuk melalui pintu rumah. Terlepas dari tubuhnya yang besar itu, informasi yang di sampaikannya jauh lebih membuatnya terkejut.


“Hah?!” sahut Li Chen


“Kau bertanya kapan kan? Di mulainya sekarang!” sahut Lei Jingting


“KALAU BEGITU BILANG DARITADI!” bentak Li Chen sembari mengetuk kepala Lei Jingting


Duakk….!!


“Ackh! Hei, aku sudah ingin bilang! Tapi kau masih-!”


Lagi dan lagi Lei Jingting ingin kembali menyinggung tentang kesalahpahaman antar Li Chen dan Gong Qiao. Hal ini sontak membuat Li Chen menyeringai lebar dan membunyikan jari-jemarinya seolah bersiap untuk melempar tinju.


Lei Jingting langsung terdiam dan memalingkan wajahnya yang di banjiri oleh keringat dingin yang tak karuan.


* * * *


Terlepas dari apa yang terjadi, Li Chen bersama dengan Gong Qiao dan Lei Jingting langsung pergi keluar dari asrama. Mereka yang di tengah berlari untuk menyusul pun berakhir di bagian belakang akademi yang terlihat luas dengan lapangan hijau dan di penuhi oleh para murid-murid baru yang sudah berkumpul lebih dulu.


“Kurasa kita belum terlambat” gumam Lei Jingting


“Kemungkinan kakek akan mulai mengumumkan peraturannya untuk sekarang. Kita masih sempat” sambung Gong Qiao


“Ayolah!” sahut Li Chen


Mereka bertiga kembali berlari dan melebur di dalam kumpulan murid-murid di sana. Lika-liku sempitnya para murid yang ada di sana, tak lama kemudian telah sanggup di lewati mereka hingga sampai ke paling depan.


Li Chen yang baru sampai tak sengaja bertemu dengan adiknya, Li Jia yang berdiri tepat di sampingnya.


“Kakak?!” panggil Li Jia


“Li Jia?!” sahut Li Chen dengan kedua mata yang melebar

__ADS_1


__ADS_2