
Gertakan gigi yang kuat karena kesal terhadap sikap sombong Li Chen. Guan Liu mengangkat tangannya dan memberikan sinyal bagi orang-orangnya.
“Bunuh dia!”
Srak…srak…!
Langkah kaki yang membuat tubuh mereka bergerak secara bersamaan, bergesekan dengan semak-semak di sekitarnya. Sepuluh orang, yang berarti akan datang dari sepuluh sisi secara bersamaan.
Mata Li Chen melirik ke segala arah dengan cepat dan mendeteksi setiap keberadaan mereka.
“Haha!”
Tawaan di tengah posisi terdesak. Hal itu menunjukan seberapa percaya dirinya Li Chen menghadapi situasi tersebut.
Salah satu pembunuh bayaran muncul di belakangnya dengan sebuah ayunan tinju di lapisi energi Ki.
Li Chen sontak berbalik dan menangkap tinjunya itu.
Greb…!!
“Ugh!” erang pembunuh bayaran itu
“Segini saja?!” sahut Li Chen
Pergelangannya di putar hingga engsel lengan orang itu patah dan terputar 360 derajat.
Krak….!!
“Acckkhh!!”
Buak…!!
Hantaman lanjutan dari ayunan kaki Li Chen mendarat tepat di kepala laki-laki. Dia terjatuh dan kepalanya langsung terbentur ke tanah seperti terkubur secara paksa.
Bruaak…!!
Kepala yang di lumuri oleh darah, tak menyisakan nafas tersisa ataupun terdengar darinya. Aura ganas dan membunuh dari Li Chen, telah membuat kesembilan orang sisanya tertegun diam di posisi mereka. Seolah tubuh mereka terhenti untuk bergerak karena ketakutan melihat apa yang telah terjadi pada salah satu rekannya.
“Ti-tidak mungkin…. Satu hantaman!” gumam Guan Liu
Keringat dingin bercucuran hingga membuat telapak tangan mereka basah. Tak ada satupun orang di sana yang merasakan sebuah harapan, melainkan perasaan teror yang mencekik hingga membuat mereka kesulitan bernafas.
Dan ketika Li Chen berbalik dengan tatapan tajam, dia menyeringai lebar dan memberikan sorotan seorang predator.
“Siapa lagi?” tanya Li Chen
Walau bibir dan kaki tak bisa berhenti gemetar, tetapi harga diri bagi seorang pembunuh bayaran sangatlah tinggi.
“Jangan meremehkan kami, bocah!”
“Hyaaah!!”
Sembilan dari sepuluh orang yang tersisa itu melompat dan ingin menghajar Li Chen secara bersamaan. Energi Ki yang begitu banyak dan besar di antara masing-masing orang tersebut, tentu saja akan membuat sebuah dampak hempasan angin yang dahsyat di sekitarnya.
__ADS_1
Namun, itu tidak akan membuat dampak bagi Li Chen. Dia berbalik dengan menyeringai lebar seolah bahagia tak tertahankan.
[ Skill : Sprint - di aktifkan ]
[ Status kecepatan dan kelincahan telah di tingkatkan menjadi +50 poin ]
Tawa kecil dari Li Chen adalah hal terakhir yang mereka lihat dan dengar. Karena dalam sekejap mata, Li Chen menghilang seolah melebur dengan udara. Pergerakannya yang terlalu cepat tak bisa di tangkap oleh mata telanjang mereka, bahkan dengan tingkat seorang petarung master bintang satu.
Dan sebelum mereka sadari, Li Chen telah melewati mereka semua dan berada jauh di belakang. Satu persatu, serangan tak kasat mata mengenai bagian organ vital tubuh mereka.
Pukulan tepat di dada yang menghancurkan rusuk dan membuat jantung tertusuk tulang sendiri. hantaman di wajah yang menghancurkan tengkorak dan memberikan dampak fatal bagi isi otak. Berbagai macam serangan secepat kilat telah di gunakan Li Chen, dan membuat kesembilan orang itu tumbang secara bersamaan.
“Uugh!!”
Guan Liu yang melihat pemandangan mengerikan itu langsung terjatuh ketakutan.
Bruk…!!
“(Ti-tidak mungkin… se-sepuluh orang loh…. Mereka sepuluh orang memiliki kemampuan tingkat petarung master bintang satu! Bagaimana bisa dia mengalahkan mereka semua secepat itu?!)”
Di kala Guan Liu sedang di banjiri keringat dingin, di antara kesembilan orang itu masih ada satu orang yang berusaha untuk merangkak dan melarikan diri. Dia mengerang kesakitan dengan kepala dan tubuhnya yang berlumuran oleh darah.
Srak…srak…!!
“(Aku… aku harus pergi dari sini. Ini tidak seperti yang di janjikan. Bukankah dia seorang petarung jenderal?! Lantas kenapa kita bisa kalah semudah ini?!)”
Gesekan tubuhnya yang merangkak terdengar oleh telinga LI Chen. Membuatnya kembali menoleh ke arahnya.
Sorot mata yang begitu tajam itu terasa mengerikan. Bahkan tanpa menoleh, laki-laki pembunuh bayaran itu langsung merasakan teror yang besar.
Tangannya meraih ke depan seolah putus asa ingin melarikan diri. Namun, Li Chen tidak berbelas kasihan sama sekali. Dia yang telah menghampirinya dari belakang langsung menginjak punggung laki-laki tersebut.
Buaakk….!!
“AAGHHH!!!!”
Krak…krak…!!
Dorongan tambahan dari Li Chen seolah di gesek berulang kali. Suara dari retaknya tulang milik laki-laki itu terdengar dengan jelas, dan teriakannya menjadi semakin keras.
“Acckkkhh!!”
“Ayolah, aku pikir dengan memakan pil itu kalian tidak akan menjadi selemah ini”
“To-tolong… ampuni aku! A-aku akan melakukan apa saja. Bahkan aku akan menjadi pengikut setiamu!”
Raut wajah Li Chen yang menyeringai lebar, tiba-tiba saja berubah menjadi kecewa seolah menatap rendah pada laki-laki tersebut. Dia mencengkram kepala laki-laki tersebut dan di hadapkan tepat langsung ke kedua matanya.
“Aku berharap kau bertarung sampai akhir. Tetapi, sama seperti kehidupanku sebelumnya. Kalian yang hanya mencari keuntungan semata, pasti akan memohon ampun ketika gagal. Menyedihkan!”
Laki-laki itu bahkan menjadi semakin takut ketika mendengar dan menatap kedua mata Li Chen. Bahkan, air matanya tak tertahan dan mulai mengalir kuat saking ketakutannya.
Tetapi, sejak awal Li Chen bukanlah orang yang memiliki belas kasihan. DI kehidupan lamanya, dia hidup seorang diri dari kecil demi mempertahankan hidupnya. Menjalankan perusahaan dari umur 17 tahun, di sabotase kiri kanan oleh banyak orang. Sehingga, suatu prinsip muncul di dalam dirinya.
__ADS_1
“Mereka yang lemah akan mati, dan yang kuat akan hidup. Kau lemah dan berani mencari masalah denganku. Takdirmu adalah…. Mati!”
Di akhir kalimatnya itu, Li Chen mendorong tangannya dan menghantam wajah laki-laki itu tepat ke tanah.
Bruaakk…!!
Hancur dan tak berbentuk lagi. Darah yang mengalir keluar dari wajah laki-laki tersebut sudah menjadi jelas bahwa dia tidak lagi bernafas.
Pemandangan terlihat mengerikan. Darah yang menyemprot dan menjadi seperti genangan air di mana-mana. Sepuluh orang petarung master bintang satu, telah mudah di kalahkan oleh LI Chen.
[ Misi darurat telah selesai ]
[ Player mendapatkan hadiah berupa EXP level dan juga peningkatan tingkat kultivasi ]
[ Level up! ]
[ Level up! ]
[ Level up! ]
[ Level up! ]
[ Nama : Li Chen ]
[ Level : 70 ]
[ HP : 30000/30000 ]
[ MP : 2000/2000 ]
[ Title : Alchemist ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung master bintang dua ]
[ Kelas : Petarung ]
[ Kekuatan : 72 ]
[ Daya Tahan : 60 ]
[ Kelincahan :52 ]
[ Kecepatan : 52 ]
[ Pengetahuan : 66 ]
Energi Ki milik Li Chen tentu saja meningkat drastis setelah misi itu di selesaikannya. Dan Guan Liu yang melihat pancaran energi Ki dan juga hawa penuh teror dari Li Chen, sontak menjadi semakin tak bisa berhenti gemetar.
Keringat dingin yang bercucuran dan bibir gemetar seolah tak bisa mengeluarkan kata-katanya.
“(I-ini bahaya! A-aku harus lari! Liontin ini tidak bisa kubiarkan dia merebutnya. Tidak, bisa-bisa dia balik membunuhku karena semua hal ini!)”
Guan Liu langsung berusaha bangkit berdiri dan berbalik lari dari Li Chen.
__ADS_1
Langkah kaki dan juga perasaan takutnya itu terasa jelas oleh Li Chen. Sorot matanya masih begitu tajam dan juga senyuman seramnya masih terukir jelas di wajahnya.
“Kau mau pergi kemana?!”