
Di sebuah kediaman yang jauh lebih mewah dan juga memiliki banyak penjaga di pintu depan. Tempat itu masih berada di dalam akademi Liliang dan bertepatan di pedalaman asrama laki-laki.
Semakin dalam asrama, maka akan semakin tinggi tingkat kehormatan yang di dapatkan oleh seorang murid di akademi Liliang. Seperti Li Chen yang baru saja datang dan mendapatkan rekomendasi melalui Ying Yue, termasuk sebagai murid biasa pada umumnya. Sehingga dia di tempatkan di asrama laki-laki bagian depan.
Sedangkan lebih jauh ke dalam asrama, terdapat rumah dan bangunan yang lebih mewah karena berhubungan dengan keluarga ternama yang memberikan pengaruh besar di dalam akademi Liliang. Tak hanya itu juga, mereka yang mendapatkan akses rumah asrama yang lebih mewah hanyalah murid-murid yang berasal dari keluarga ternama, dan juga murid yang memiliki prestasi hebat.
Di dalam salah satu rumah yang mewah, terdapat satu orang yang pernah mencari masalah dengan Li Chen baru-baru ini. Dan ya, nama orang itu adalah Guan Liu.
Dia berdiri di tengah ruangannya yang mewah, namun barang-barang seperti giok ataupun vas berukir kuno dan antik telah hancur berkeping-keping di lantai. Tak selesai baginya untuk menghancurkan barang yang ada, Guan Liu mengamuk dan makin menghancurkan barang di sekitarnya.
Trang….!!
Trang….!!
“AAARRGHHH, SIALAN!!”
Guan Liu berteriak melepaskan rasa kesal yang tertulis jelas dari nada dan raut wajahnya. Dia mengernyitkan wajahnya serta menggertakan giginya kuat-kuat.
Kenapa dia terlihat sangat marah?
Tentu saja, rasa di permalukan oleh Li Chen yang masih tak kunjung hilang dan menghantuinya terus-menerus. Barang demi barang di banting dan di pecahkan, tak kunjung selesai bahkan membuat para pelayan perempuan yang ada di dalam rumah itu berdiri gemetar di pojok ruangan melihat Guan Liu yang sedang marah.
“Orang brengsek itu! Manusia rendahan, berani-beraninya dia membuatku terpojok seperti itu! Akan ku pastikan dia menyesal karena mencari masalah denganku!”
Guan Liu menggerutu seberapa kesalnya dia terhadap Li Chen.
Sedangkan salah satu dari pelayan itu berusaha memberanikan diri untuk menghampiri Guan Liu dan menenangkannya.
“Tu-tuan muda… tolong tenangkan dirimu….”
Memang niatnya baik, tetapi hal itu tidak berlaku bagi seorang tuan muda penuh arogan sepertinya. Harga diri yang terlalu tinggi tidak membiarkannya untuk tenang dan terus menyulut api kemarahan di dalamnnya. Termasuk ucapan baik dari pelayan tersebut seperti bensin yang menyiram ke dalam kumpulan api.
Guan Liu menarik pandangannya dan menatap tajam ke arah pelayan perempuan itu. Dia sontak mencekik dan mengangkatnya tinggi-tinggi seolah tak ragu untuk membunuhnya.
“Ackh!”
“Aku peringatkan kau, jangan pernah menyuruhku untuk tenang! Kau hanyalah pelayan rendahan, tidak berhak memberitahu apa yang harus kulakukan!”
“A-aku.. me… ngerti, tuan muda! Ma… maaf…kan…aku!”
Pelayan itu bernafas dan memohon ampun sebisa mungkin di saat yang bersamaan. Namun, amarah Guan Liu yang tak bisa reda dari sebuah permintaan maaf pun membuatnya membanting perempuan itu ke lantai.
Bruk…!!
“Ahh!”
Pelayan itu terjatuh dan terguling-guling ke belakang hingga terbentur dinding. Sedangkan Guan Liu sendiri berjalan menghampirinya lagi dan langsung merobek pakaiannya tanpa ampun.
Sraakk…!!!
“Ahh! Ti-tidak!”
“Inilah yang harus kau lakukan! Pelayan seperti kalian seharusnya menghibur aku saat sedang penuh amarah! Dan sekarang lakukan pekerjaanmu dengan baik!”
Baju pelayan tersebut di robek hingga tak bisa lagi menutupi apapun. Guan Liu pun melampiaskan amarahnya melalui hawa nafsu birahi yang begitu kasar dan tiada ampun menggagahi perempuan itu.
“Ahh! Tidak… tuan muda… jangan!”
Plak… plak…!!!
Tamparan demi tamparan mendarat ke tubuh pelayan tersebut. Guan Liu melampiaskan segalanya melalui benturan fisik sekuat tenaga.
“Dasar… wanita murahan! Buka kakimu dan puaskan hasratku!”
“Mohon ampun… tuan muda… jangan… jangan lebih dari ini! AHH!!”
Kenikmatan dari satu pihak. Guan Liu melepaskan amarahnya dengan menghantam perempuan itu dari belakang dengan pinggulnya. Sedangkan pelayan itu hanya bisa menangis terdiam dan menerima tubuhnya di acak-acak.
Dia mengerang bukan karena nikmat, melainkan kesakitan tak terbayangkan. Namun, tak ada yang bisa di lakukan oleh pelayan tersebut, karena sekeras apapun dia berteriak dan meronta, dia tidak akan bisa lari dari amarah Guan Liu.
“Tidak… tidak! Tuan muda… mohon ampun!”
“Terima ini semua!”
Seluruh cairan yang mewakilkan amarah itu masuk ke dalam tubuh perempuan itu. Tidak ada kenikmatan yang dia rasakan, dan ******** hanya yang ada di kepalanya. Perempuan itu menangis sedu di dalam keheningan dan hanya bisa terdiam menerima bahwa fakta tubuhnya telah di hancurkan.
__ADS_1
Sedangkan Guan Liu sendiri….
“Haah… Inilah yang harus kau lakukan. Lain kali, saat aku panggil kau harus datang dan melayaniku lebih baik!”
“Baik… tuan muda….”
Sahut perempuan itu yang masih tak selesai menangis sedu.
Guan Liu pun berbalik dan berjalan ke arah kamarnya. Walaupun telah berusaha melampiaskannya, tetapi perasaan kesal masih terus menghantuinya.
“Tch! Benar-benar brengsek! Aku tidak akan puas sebelum bisa membuat kepalanya terbentur di lantai dan memohon ampun di kakiku! Lihat saja, Li Chen. Kau akan menyesal karena telah mencari masalah denganku!”
Di kala dia sedang menggerutu kesal, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan keras dan datang seorang pelayan yang terburu-buru menghampirinya.
“Tuan muda. Tuan muda!”
“Kau berani-beraninya datang dengan membanting pintuku?!”
“Maafkan hamba tuan muda. Tetapi, hamba membawa sebuah berita penting!”
“Berita apa?!”
“Tepat satu minggu ke depan, ada kabar sebuah ‘pelatihan mistis’ akan di adakan!”
Mendengar berita tersebut membuat Guan Liu tertegun diam dengan kedua mata yang melebar kuat. Dan secara perlahan, raut wajahnya yang terkejut itu berubah menjadi penuh dengan senyuman licik yang terlukis tebal.
“Apa informasi ini akurat?”
“Iya tuan muda. Hamba mendengarnya sendiri dari percakapan tetua Gong dengan para petinggi akademi”
“Khuhuhu… kerja bagus. Kau akan mendapatkan hadiah yang sepadan dariku nanti!”
“Terima kasih, tuan muda!”
Pelayan itu sontak berdiri dan berlari balik ke arah pintu keluar setelah menyampaikan berita itu. Sedangkan Guan Liu sendiri masih tersenyum lebar seolah tak bisa menutupi perasaan senangnya.
“Hahaha! Oh, Li Chen. Dendamku ini ternyata di bantu oleh takdir untuk membalaskannya! Minggu depan, tepat di pelatihan mistis. Kau akan menangis ketakutan di hadapanku!”
Entah apa yang Guan Liu rencanakan. Tetapi, dari ucapan dan juga ekspresi senyumannya itu terlihat sangat licik dan berniat buruk pada Li Chen.
Waktu telah berlalu dan hari telah berganti sebanyak tiga kali. Tanpa sebuah tragedi ataupun apapun, Li Chen sedang bermeditasi dengan tenang. Biasanya, selalu ada masalah yang datang menghampirinya.
Namun, sudah lewat tiga hari dan hari Li Chen tidak pernah terasa lebih tenang dari semenjak dia datang ke dunia kultivator itu.
Dia menghembuskan nafas panjang seolah melepaskan perasaan lega dan tenang di dalamnya.
Fiiuhh….
Li Chen membuka kedua matanya secara perlahan. Cerahnya matahari yang datang dari jendel masuk ke dalam ruangannya, kicauan burung yang merdu di pagi hari serta hembusan angin sejuk datang menyegarkan dirinya.
Li Chen secara refleks pun tersenyum tipis karena merasa begitu tenang dan nyaman.
“Haahh… tenang sekali. Ini sangat nyaman”
Ting!
Bunyi notifikasi dari dalam kepalanya datang dan diikuti dengan panel notifikasi beruntun di hadapannya.
[ Misi harian telah di tuntaskan ]
[ Level up! ]
[ Nama : Li Chen ]
[ Level : 50 ]
[ HP : 17500/17500 ]
[ MP : 1200/1200 ]
[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]
__ADS_1
[ Kelas : Petarung ]
[ Kekuatan : 53 ]
[ Daya Tahan : 45 ]
[ Kelincahan :39 ]
[ Kecepatan : 39 ]
Notifikasi biasa dari statusnya yang baru saja naik level dari menyelesaikan misi harian. Hal itu sudah menjadi rutin dan Li Chen menjadi semakin terbiasa dengan datangnya notifikasi itu secara tiba-tiba.
Namun, panel itu tidak berhenti di sana saja. Sebuah panel baru datang dan menutupi panel statusnya dengan memberikan sebuah notifikasi baru.
Ting!
[ Anda telah mencapai level 50 ]
[ Anda mendapatkan otoritas untuk memilih hadiah yang di inginkan. Dan hadiah yang di dapatkan, sebagai berikut : ]
[ ‘Pemain’ di perbolehkan mengambil di antara ketiga title yang di berikan dan mendapatkan keuntungan sesuai dengan masing-masing title
Alchemist
Seseorang yang memiliki spesialis dalam pengobatan secara luas. Baik itu akurpuntur, medis, peracikan obat dan juga pil kultivasi.
Keuntungan memilih title Alchemist adalah :
- Mendapatkan pengetahuan banyak terhadap tanaman atau bahan yang berkaitan dengan medis dan peningkatan kultivasi
- Mendapatkan status tambahan\, ‘pengetahuan’. Semakin tinggi pengetahun ‘pemain’\, maka semakin mudah ‘pemain’ untuk mengingat suatu informasi dan mempelajari sebuah metode atau hal baru.
Warrior
Seseorang yang memiliki kemampuan bela diri baik dari fisik maupun energi Ki tingkat tinggi.
Keuntungan memilih title Warrior adalah :
- Memiliki sifat tubuh yang berada di atas tingkatan manusia pada umumnya.
- Penyerapan energi Ki untuk meningkatkan kultivasi meningkat secara drastis dan lebih singkat
- Peningkatan fisik dari ‘pemain’ akan di tingkatkan sebanyak +30 poin status masing-masingnya
Beast Master
Seseorang yang memiliki kemampuan untuk memfokuskan energi Kinya dalam memperkuat hewan mistis yang di milikinya.
Keuntungan memilih title Beast Master adalah :
- Memiliki kapasitas energi Ki yang besar dalam membuat kontrak dengan banyak hewan mistis
- Pembuatan kontrak dengan hewan mistis dapat di lakukan dengan hewan tingkat apapun yang masih berada 3 tingkat di atas ‘pemain’
Notifikasi panjang dengan sebuah tawaran yang sangat menggiurkan. Li Chen yang melihat notifkasi beruntun itu sedikit tertegun diam dan kebingungan terhadap apa yang akan dia pilih.
Dia menggigit ibu jarinya dan bergumam bingung.
“Astaga… sistem ini benar-benar hebat….”
__ADS_1