Eternal System

Eternal System
System 30 : Satu Pukulan Mematikan


__ADS_3

Dari status tersebut, Li Chen mulai mengingat tentang nama Ting Zhao menggunakan ingatan pemilik tubuh sebelumnya.


Ting Zhao adalah tangan kanan dari Lian Haochun. Dia memiliki kemampuan bertarung yang kuat, bahkan dengan tingkat kultivasinya yang seorang petarung guru bintang empat, dia bisa melawan seseorang yang berada satu hingga dua tingkat di atasnya dengan hasil yang memuaskan.


Ketika Li Chen masih memiliki kekuatan, Ting Zhao serta keluarga Lian tidak ada yang berani macam-macam di kota Feng. Tetapi, ketika kekuatannya menghilang, mereka mulai membuat onar di mana-mana.


Dengan kekuatan Ting Zhao, Li Chen sering kali hampir terbunuh ketika sedang berjalan-jalan di tengah kota. Bukan karena dia terlihat sebagai ancaman, tetapi sebagai bahan tertawaan dan mainan untuk di hina-hina.


Ting Zhao yang memiliki sifat brengsek itu menghina seorang tuan muda yang tidak memiliki kekuatan sama sekali.


Li Chen yang mengingat hal tersebut pun sontak mengerti kenapa otot dan hati di tubuhnya berkata penuh kebencian ketika melihat Ting Zhao berdiri di hadapannya.


“(Jadi begitu ya… pantas saja tubuhku tak berhenti gemetar untuk menghajarnya)”


Di sisi lain, Ting Zhao yang menggenggam pedangnya mengeluarkan sebuah kobaran energi Ki berwarna merah yang menyebar ke seluruh tubuhnya.


Wushh!


Energi Ki nya itu semakin kuat dan menyebar ke sekitarnya. Ketika ingin mencapai ke arah Li Chen yang berdiri jauh di depannya, Li Chen spontan melawan balik dengan mengeluarkan energi Ki nya sendiri yang berwarna hijau kuat.


Wosshh!


Dua energi Ki saling berbenturan antara satu sama lain seolah menjadi sebuah pertarungan tak kasat mata. Sedangkan Ting Zhao yang merasakan kuatnya energi Li Chen dari benturan Ki itu langsung menyeringai lebar dan matanya terbuka kuat menatap Li Chen penuh hasrat membunuh.


“Sayang sekali ya, Li Chen. Padahal kau baru mendapatkan kekuatanmu kembali, tetapi sudah harus menghadapiku. Apa kau ingat, aku pernah membuatmu mencoba untuk meminum air selokan di pinggir kota Feng?”


Dari kata-katanya itu, kedua mata Li Chen sontak menajam. Dahinya yang mengerut kuat serta  kepalan tangan yang bahkan membuat urat serta serat otot di tangannya menjiplak di lapisan luar kulitnya.


Walaupun Li Chen tidak mengalaminya secara langsung, tetapi ingatan dari pemilik tubuhnya itu membuatnya mengingat pengalaman buruk itu.


Tepat saat Li Chen kehilangan kekuatannya, dia sedang berjalan di tengah kota. Tak lama kemudian, Li Chen melihat Ting Zhao yang sedang mengawal putra dari keluarga Lian, yaitu Lian Ping.


Lian Ping yang memiliki perasaan kesal dan hina terhadap Li Chen pun menyuruh Ting Zhao untuk menghajarnya dan di siksa dengan menenggelamkan kepalanya di air selokan.


Penghinaan itu masih terasa hingga saat ini. Terlebih lagi, Ting Zhao menambahkan ucapannya di akhir dengan senyuman lebar yang penuh hasrat licik dan dengki.


“Hei Li Chen. Apa kau mengingatnya… rasa dari air selokan yang kau minum itu?!”


Setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya itu membuat amarah Li Chen semakin memuncak. Dan ketika dia sudah tak bisa menahannya lagi, Li Chen mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah Ting Zhao.


Aliran energi Ki dan juga hasrat membunuh terasa begitu kuat hingga membuat Ting Zhao tertegun dan basah akan keringat dingin. Dia melangkahkan satu kakinya secara refleks ke belakang karena takut melihat tatapan Li Chen.


“(A-ada apa ini?! Aku takut menatap matanya?! Tidak… tidak mungkin aku takut pada bocah lemah seperti-!)”


Sebelum batinnya selesai untuk berbicara, tiba-tiba saja Ting Zhao kembali di kejutkan dengan pergerakan Li Chen yang sangatlah abnormal.

__ADS_1


Li Chen melesat secepat kilat dan bahkan terlihat menyatu dengan udara yang berada bebas di alam. Dan hanya dengan satu kali kedipan mata, dia berada tepat di depan mata Ting Zhao dengan tangan yang di kepal kuat dan mengeluarkan kobaran energi Ki yang membara.


[ Skill baru telah di dapatkan ]


[ Sprint ]


[ Deskripsi : Skill yang di gunakan untuk meningkatkan pergerakan dan percepatan tubuh ]


Di tengah situasi itu, Li Chen mendapatkan sebuah skill baru dari amarahnya yang berjolak hebat.


“A-apa?! Bagaimana bisa kau-!” Ting Zhao bergumam heran dengan Li Chen yang tiba-tiba sudah berada tepat di depannya


Dan tanpa belas kasih, Li Chen mengayunkan tinjunya yang telah di kepal erat dan bahkan bisa meledak akan serat otot kapan saja


BUAAKK!


Pukulan telak mendarat di wajah Ting Zhao. Tengkorak wajahnya saat itu sontak hancur dan tubuhnya ikut terhempas mundur ke belakang. Tak hanya satu atau pun dua, Ting Zhao terhempas hingga membuat membuat pohon yang terbentur olehnya menajdi tumbang.


Bruaakk


Tak ada tanda darinya yang bisa bangkit berdiri lagi. Dengan satu pukulan itu, kepala Ting Zhao telah hancur hingga menyebabkan otaknya terkena serangan fatal.


Dia tergeletak di antara pepohonan yang tumbang dengan tubuh yang di lumuri oleh darah. Dari jauh saja, Li Chen dapat mengetahui bahwa dia tidak akan bertahan dari serangan itu. Dan itu adalah hal yang Li Chen inginkan.


Dia kembali berdiri tegak dengan tatapan matanya yang masih tajam dan tersisa amarah di dalamnya.


Amarah Li Chen berhasil di redakan dengan melampiaskan pukulan keras ke wajah Ting Zhao. Bahkan, Ting Zhao saja sampai tak bisa bertahan dan mati dalam sekejap mata.


Tak lama kemudian, sistem kembali muncul dengan notifikasi yang berhubungan dengan misi darurat sebelumnya.


[ Misi darurat - selesai ]


[ Musuh yang telah di kalahkan : 34 orang ]


[ Anda mendapatkan hadiah penyelesaian ]


[ Poin status +3 ]


[ Level +10 ]


[ Anda mendapatkan skill baru ]


[ Skill : Bloodlust - 100 MP ]


[ Deksripsi : Menggunakan energi Ki yang kuat terhadap target tertentu dan membuat mereka ke dalam status ‘takut’ selama satu menit.

__ADS_1


Efek :


- Target yang terkena skill ini tidak akan bisa bergerak selama lima detik


- Target akan kehilangan status mereka sebanyak -50% ]


Li Chen terfokus pada banyaknya imbalan yang dia dapatkan dari misi darurat itu.


Sedangkan di belakangnya, masih terdapat salah satu bawahan Ting Zhao yang berlumuran darah mencoba bangkit dan menusuknya dari belakangnya.


“Mati kau!”


Teriakannya serta ranting yang terinjak oleh kaki itu membuat Li Chen terkejut dan menoleh ke belakang. Dirinya yang belum siap tiba-tiba tergelincir dan tidak bisa memposisikan diri untuk bertahan.


Bruk!


“Celaka!”


Di saat Li Chen sudah beranggapan bahwa dirinya akan menerima serangan itu, tiba-tiba saja datang sebuah aliran air yang begitu panjang dan padat seperti tali.


Aliran air itu melingkar dan menahan pergelangan tangan bawahan Ting Zhao dari posisi menyerang.


Tak hanya Li Chen, tetapi bawahan itu juga terheran terhadap aliran air itu.


“Apa ini?!” gerutu bawahan tersebut


“(Air?)” batin Li Chen


WUSH!


Aliran air bagaikan tali itu menarik dan menghempaskan orang itu ke pohon. Tak hanya sekali, tetapi berulang kali di lakukannya hingga tubuhnya hancur tak berbentuk lagi.


BRUK BRUK


“ACKKHH!!”


Sisa-sisa dari tubuhnya yang masih ada di lempar seolah tidak lagi berharga. Dan Li Chen yang menatap ke arah aliran air itu terheran dengan apa yang baru saja membantunya.


Perlahan-lahan, aliran air itu mulai mengalir semakin banyak dan membentuk wujud seekor kadal ular. Walaupun ukurannya terlihat lebih kecil dan setara dengan tinggi manusia normal, tetapi wujud itu adalah wujud Haishe yang baru saja menolong Li Chen.


Dia menatap ke arah Li Chen yang terjatuh di tanah dengan dagu yang di angkat tinggi.


“Huh. Kau bilang kau akan mengurusnya?” tanya Haishe dengan meragukannya


“Hanya satu saja yang lolos. Tetapi, terima kasih telah menolongku” sahut Li Chen

__ADS_1


Haishe mengulurkan tangannya dan Li Chen meraih untuk di bantu bangkit berdiri.


__ADS_2