
Mata yang penuh dengan kebulatan tekad itu terpancar jelas dan dapat dirasakan langsung oleh tetua Gong. Terasa seperti hipnotis dan masuk langsung ke dalam perasaan Li Chen sendiri.
“Baiklah. Aku serahkan padamu….”
Penyerahan keputusan dari tetua Gong membuat seisi ruangan sontak terkejut. Mereka membuka lebar mata dan mulut mereka dan menyahut satu kata yang sama.
“APA?!”
Shang Li yang lebih mengerti tentang medis dan berkata bahwa tidak bisa menyembuhkannya langsung membantah keputusan tetua Gong.
“Tetua Gong, ini nyawa cucu anda! Kau membiarkan seorang murid baru menangani hal ini?!” bantah Shang Li
“Shang Li, aku setuju dengan anak ini. Seseorang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan bisa maju. Bahkan jika harus mempertaruhkannya nyawanya sekalipun, kau harus berani” sahut tetua Gong
“Tetapi-!”
Shang Li yang masih bersikeras pun tak lagi di hiraukan oleh tetua Gong. Dia berbalik jalan menghampiri Li Chen sembari menepuk pundaknya.
“Gunakan waktu yang kau punya nak. Aku mengandalkanmu” ucap tetua Gong
Ucapan semangat itu membuat Li Chen sontak membuka lebar kedua matanya. Dia menoleh dan melihat tetua Gong yang berjalan melewatinya hingga keluar dari ruangan. Begitu juga dengan Ying Yue yang berdiri di samping Li Chen dan berbisik di telinganya.
“Li Chen, jangan gegabah”
Ying Yue berjalan keluar mengikuti tetua Gong. Dan untuk Shang Li, dia masih menggertakan giginya dan kepalan tangan kuat seolah masih tak terima dengan keputusan itu. Dia berjalan mendekat dan menatap tajam ke arah Li Chen.
“Bocah…”
Panggil Shang Li yang membuat Li Chen menarik pandangannya ke depan.
“JIka terjadi sesuatu pada cucu tetua Gong, kau lah orang yang pertama kali akan menanggung akibatnya!”
Shang Li berucap seolah sedang mengancam Li Chen. Tetapi, jauh di lubuk hatinya Li Chen mengerti kalau Shang Li hanya sedang khawatir terhadap kondisi Gong Qiao. Dan sudah sangat logis kalau mempercayai Li Chen yang tak punya latar belakang ilmu medis, maka hanya akan terlihat sama seperti orang bodoh.
Namun, Shang Li tidak bisa membantah keputusan tetua Gong. Dia pun berjalan melewati Li Chen setelah menyampaikan hal itu. Diikuti dengan kedua orang tua Gong Qiao yang berjalan di belakangnya.
Sebelum mereka keluar, Li Chen berbalik dan memanggil ibu Gong Qiao.
“Nyonya!” panggil Li Chen
Wajah yang penuh dengan linang air mata itu menoleh dan menatap sedu ke arah Li Chen.
“Aku membutuhkan nona untuk membantuku. Tetapi, ini juga akan sangat beresiko bagi nyawa anda!”
Sang ibu tertegun diam ketika melihat tatapan mata dan permohonan Li Chen. Dia berganti pandangan dan melihat ke arah suaminya yang mengangguk pelan seolah berusaha mempercayai Li Chen.
“Jika itu cukup untuk menyelamatkan nyawa putriku….” Ucap ayah Gong Qiao
“Maka aku rela melakukannya!” sambung ibu Gong Qiao
__ADS_1
Setelah melihat respon suaminya, ibu Gong Qiao langsung berjalan menghampiri Li Chen dan di tinggal berdua di dalam kamar bersama dengan Gong Qiao.
Li Chen berbalik dan melihat ke arah Gong Qiao yang masih terbaring di atas ranjang dan menahan erangannya. Urat dari seluruh tubuhnya terlihat begitu tegang seolah dapat meledak kapan saja. Gertakan gigi yang begitu kuat dan juga mata yang terbuka lebar tak kunjung tahan dari rasa sakit itu.
“UUGGHH!!!”
Li Chen dan ibu Gong Qiao langsung menghampirinya.
“Li Chen, apa yang harus kulakukan?!” tanya ibu Gong Qiao
Li Chen membuka salah satu telapak tangannya dan mengeluarkan jarum akurpuntur yang dia dapatkan dari sistem sebelumnya.
“Aku akan menggunakan teknik akurpuntur untuk menekan kutukan iblis ini. Nyonya, tolong angkat tubuh Gong Qiao dan….”
Ibu Gong Qiao langsung melaksanakan perintah dari Li Chen. Namun, sesuai dengan perkataan Shang Li, ketika dia menyentuh tubuh Gong Qiao, tubuhnya langsung terbakar dan terinfeksi kutukan iblis itu.
“Uckh!” erang ibu Gong Qiao
“Nyonya!” teriak Li Chen yang khawatir
“Aku tidak apa! Selanjutnya apa?!” sahut ibu Gong Qiao
“Selanjtunya, tolong lepaskan pakaiannya....”
Ibu Gong Qiao tertegun ketika mendengar hal tersebut. Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang baru dia temui menyuruhnya untuk membuka pakaian putrinya? Tetapi, nyawa sedang di garis pertaruhan dan tidak ada waktu baginya untuk meragukan Li Chen.
Ibu Gong Qiao langsung membuka pakaiannya putrinya. Di banding apa yang di lihat dari sisi depan, Li Chen langsung terkejut ketika melihat bagian belakang tubuh Gong Qiao sudah tertutup oleh bercak kutukan iblis itu.
Jarum demi jarum di selipkan di seluruh sela jarinya. Li Chen berdiri tepat di belakang Gong Qiao dan bersiap untuk menusukkan jarumnya.
“Aku mulai!” gumam Li Chen
Ibu Gong Qiao sontak mengangguk terhadap aba-aba dari Li Chen. Dan pada saat itu, Gong Qiao dan bersiap untuk menusukkan jarumnya.
“Aku mulai!” gumam Li Chen
Ibu Gong Qiao sontak mengangguk terhadap aba-aba dari Li Chen. Dan pada saat itu, Li Chen segera menyalurkan energi Kinya ke dalam jarum akurpunturnya. Dia mengayunkan jarumnya dan menusuk tepat di titik akurpuntur tubuh Gong Qiao.
Slep… slep…!!
Kedua mata Gong Qiao membuka lebar dan bersama dengan mulutnya yang berteriak kesakitan.
“AACCKKHH!!!”
Tusukan jarum tersebut menjadi pemicu awal yang dimana ledakan energi Ki iblis mulai meledak seperti saat Shang Li berusaha menyembuhkannya.
Dum…dum…!!
Sekali… dua kali… tiga kali… dan keempat kalinya, Li Chen dan ibu Gong Qiao berusaha untuk menahan ledakan tersebut.
__ADS_1
“Ugh!” erang Li Chen
“Berapa lama lagi?!” tanya ibu Gong Qiao
“Sebentar… lagi! Aku hanya perlu menekan titik terakhir!”
Li Chen yang berusaha bertahan agar tak terhempas oleh gelombang Ki iblis, mulai mengeluarkan satu jarumnya lagi. Dia melihat tubuh Gong Qiao yang perlahan kulitnya mulai kembali menjadi warna seputih susu. Bercak kutukan iblis itu tersisa di satu titik terakhir yang ada tepat di bagian belakang lehernya.
“Titik terakhir, kena kau!”
Slep….!!
Jarum yang menusuk titik terakhir langsung membuat respon terbesar dari dalam tubuh Gong Qiao.
“AAHHH!!!”
Teriakannya itu membuat sebuah ledakan energi Ki yang begitu besar. Dan Li Chen sendiri di masuki oleh energi Ki iblis itu dan pandangan matanya berubah gelap hingga kesadarannya di bawa entah kemana.
Pandangannya melihat kilasan ingatan yang bergerak begitu cepat. Makhluk dengan bentuk tubuh dan energi mengerikan, seorang laki-laki yang terlihat meninggalkan akademi Liliang dan kembali dengan tubuh serta kemampuan yang jauh lebih mengerikan. Memporak-porandakan isi akademi dan juga berusaha untuk menangkap seseorang.
Dari pandangan Li Chen, kilasan itu adalah pecahan ingatan Gong Qiao. Sebuah ingatan buruk yang bahkan membuat Li Chen berkeringat dingin ketika kembali sadar dan membuka kedua matanya.
“(Tadi itu… apa?!)”
Di kala Li Chen kebingungan, efek ledakan energi Ki tersebut membesar dan bahkan membuat ibu Gong Qiao sendiri yang kembali memakaikan baju Gong Qiao tak sanggup menahan tubuhnya lagi.
“Ahh!” teriak ibu Gong Qiao yang terhempas ke belakang
“Nyonya!”
Teriak Li Chen yang langsung melompat mundur dan menangkap ibu Gong Qiao. Efek ledakan energi Ki itu tidak berlangsung lama. Setelah mereda, Li Chen langsung memfokuskan perhatiannya pada ibu Gong Qiao yang ada di dalam lengannya.
Li Chen melihat tubuhnya yang sudah terkontaminasi oleh kutukan iblis milik Gong Qiao. Titiknya berada tepat di bagian kedua lengannya dan juga bagian kiri wajahnya. Nafas yang terengah-engah dan juga tubuh yang begitu panas seolah setara dengan magma merapi.
“(Masih belum terlambat! Efek kontaminasi ini baru saja terjadi, jadi bisa kutekan dengan cepat!)”
Tangannya di buka dan kembali mengeluarkan jarum akurpuntur yang dia miliki di dalam tas sistem. Jarum itu di ayunkan dan langsung menusuk ke tiga titik yang masih terkena kutukan iblis.
Slep…!!
“Ugh!” erang ibu Gong Qiao
Erangan kecil itu pun tak separah milik Gong Qiao sendiri. Kontaminasi dari kutukan iblis itu berhasil Li Chen tekan. Dia melihat ibu Gong Qiao mulai tenang dan kehilangan kesadaran. Begitu juga ketika Li Chen mengangkat kepalanya dan melihat Gong Qiao sendiri yang terbaring di atas ranjang dengan tenang.
Tak ada lagi bercak hitam dari kutukan iblis yang terlihat di kulit mereka. Tidak ada teriakan penuh kesakitan dan keputuasaan menghantuinya.
Li Chen yang melihat kondisi tersebut, sontak bersandar di dinding dan menghela nafas lega.
“Haah… aku… berhasil….”
__ADS_1
Dia tersenyum tipis dan bangga. Menyelamatkan nyawa seseorang, adalah hal yang pertama bagi Li Chen lakukan di dalam dunia tersebut. Dan juga, dia bisa menghentikan kenyataan pahit dari perpisahaan sebuah keluarga untuk Gong Qiao dan kedua orang tuanya.
“Syukurlah…”