
Setelah menyelamatkan Gong Qiao, Li Chen mengambil waktu untuk istirahat sembari menjaganya. Gong Qiao yang berusaha keras sebelumnya dalam menghadapi tiga musuh pun tertidur pulas di bawah pohon.
Dengan pil pemulih yang dia dapatkan dari sistem, dan juga keahliannya sebagai alchemist dalam bidang medis, Li Chen telah merawat luka dan juga stamina milik Gong Qiao agar dapat pulih secepat mungkin.
Di sisi lain, Li Chen berdiri seorang diri di balik pohon yang di sandari oleh Gong Qiao. Li Chen membuka tangannya dan menampakkan sebuah medan area transparan yang di aliri oleh energi Ki miliknya.
Wush….!!
Li Chen memicingkan matanya dan memperhatikan dari berbagai macam energi Ki yang berbeda-beda warnanya sedang menari di atas telapak tangannya.
“Tiga orang… empat orang… sekitar tujuh belas orang ada di dalam radius 10 meter hutan ini”
Aliran energi Ki itu bukanlah sembarang di keluarkan olehnya. Li Chen menggunakan energi Ki nya untuk di sebarluaskan ke area sekitar dan merasakan setiap pergerakan banyak orang dari energi Ki miliknya yang telah menyatu dengan udara.
Dengan begini, Li Chen dapat memeriksa sekitarnya dan menyusun rencana jika ada sekelompok orang berlari ke arahnya dan Gong Qiao.
“Untuk saat ini sepertinya mereka sedang sibuk bertahan hidup sendiri. Namun….”
Di kala Li Chen sedang memperhatikan aliran energi Ki itu, ada sebuah energi yang terasa begitu berat dan juga penuh tekanan yang dahsyat. Setiap kali dia berusaha mendekati aliran Ki tersebut, tubuhnya selalu saja terdorong ke belakang seolah di paksa untuk mundur.
“Energi Ki macam apa ini?”
Berbeda dengan energi KI yang biasa dia rasakan. Bukan seperti energi seorang manusia biasa, bahkan berbeda dari kutukan iblis milik Gong Qiao. Energi Ki itu terasa begitu tenang namun penuh dengan aura mengancam setiap kali berusaha Li Chen dekati.
“Mungkin jika aku mencoba lebih gigih lagi….”
Rasa penasaran itu terus menghantuinya dan bahkan tak membuat Li Chen untuk menyerah. Dia menutup mata dan memfokuskan seluruh energi Ki nya untuk mendekati aliran Ki misterius itu.
Dan ketika Li Chen perlahan mendekatinya, dia melihat sebuah tatapan mata penuh ancaman dan intimidasi kuat yang bahkan membuatnya membuka lebar matanya seolah terkejut. Nafasnya yang terkesiap dan bahkan langkah kaki sempat melompat mundur hingga menabra batang pohon di belakangnya.
Bruk….!!
Raut wajah Li Chen terlihat tegang dan bahkan matanya terbuka lebar seolah tak habis pikir.
“A-apa itu?! Energinya… terasa sangat besar. Berbeda dari banyak hal yang pernah kurasakan. Mungkinkah itu seekor makhluk mistis tingkat tinggi?”
Li Chen menganggap bahwa energi Ki itu berasal dari makhluk mistis yang memiliki tingkat mythical atau lebih tinggi. Namun, dia tidak memiliki informasi yang cukup untuk menyimpulkan hal tersebut.
__ADS_1
Terlepas dari pemikirannya yang sedang terfokus pada energi Ki itu, Gong Qiao yang sebelumnya sedang beristirahat pun mulai membuka kedua matanya secara perlahan. Langkah kaki Li Chen yang sempat membentur ke batang pohon yang dia sandari telah membuat Gong Qiao terbangun.
Gong Qiao menoleh kiri dan kanan melihat sekitarnya. Sampai saat dia menoleh ke belakang, di sana dia melihat Li Chen yang masih terfokus ke arah sebaliknya dan memasang punggung ke arahnya.
Srak…srak…!!
Suara dari rerumputan yang bergesekan membuat Li Chen sontak terkejut dan menoleh ke belakang. Di sana dia melihat Gong Qiao yang sudah bangun dan segera melenyapkan energi Ki pemantaunya.
“Ah, nona Gong Qiao. Ternyata kau sudah bangun”
Pada awalnya, pandangan mata Gong Qiao yang masih sayu karena baru saja bangun pun berusaha untuk menatap ke arah Li Chen. Dan ketika pandangan matanya sudah terbuka dengan jelas, pikirannya langsung membuatnya mengingat terhadap perasaan cinta yang baru saja Gong Qiao sadari sebelum dia tertidur.
Hatinya kembali berdegup kencang dan wajahnya menjadi memerah malu seperti tomat. Dia membalikkan pandangannya dan bersembunyi tepat di balik pohon besar itu.
“(Ah!! La-lagi dan lagi, aku membuang wajahku darinya! Apa yang akan dia pikirkan ketika aku melakukan hal ini terus?! Tetapi, aku tidak bisa menatap langsung ke matanya!)” batin Gong Qiao
Berbeda dengan Gong Qiao yang sedang salah tingkat dengan setiap hal yang dia lakukan, Li Chen tetap bersifat normal dan bahkan berjalan ke sisi Gong Qiao. Dia berdiri dan jongkok agar menatap setara ke arahnya.
“Hei, nona Gong Qiao”
“I-iya?!”
“Pelatihan mistis ini masih berlangsung, kita tidak bisa berdiam diri di sini terus dan berharap akan menang”
Ketika Li Chen mengucapkan hal itu, komitmen Gong Qiao dalam berlatih dan menjadi lebih kuat langsung tersentil dan dirinya seolah kembali di sadarkan.
“A-aku mengerti. Maaf, aku malah menghambat”
“Tidak usah di pikirkan. Sekarang, yang kita butuhkan ada liontin tambahan”
“Liontin tambahan? Apa maksud tuan Chen?”
Mendengar Gong Qiao terus memanggilnya dengan kata ‘tuan’ membuat Li Chen terganggu perlahan-lahan.
“Um… sebelum itu, bisakah kau mengganti cara kau memanggilku? Rasanya sangat kaku dan tidak nyaman”
“E-eh?! Ma-maafkan aku. Tetapi… kalau aku memanggil tuan Chen dengan nama depan akan terasa….”
__ADS_1
“Panggil saja Chen, sama seperti Jingting memanggilku”
“Ba…baiklah…. Chen….”
Mata dan wajah Gong Qiao menunduk ke bawah seolah sedang berusaha untuk menutupi wajah merahnya yang malu setengah mati ketika memanggil Li Chen dengan panggilan akrab seperti itu.
Sedangkan Li Chen sendiri tersenyum tipis karena mendengar panggilan itu lebih nyaman baginya dan Gong Qiao untuk berkomunikasi.
“Nah, begitu kan lebih baik bukan, nona Gong Qiao?” sahut Li Chen
“Ti-tidak adil!” bantah Gong Qiao
“Eh?”
Li Chen tertegun diam ketika Gong Qiao membantah pelan akan ucapannya.
“Ada apa?”
“Ch-Chen memanggilku dengan nama lengkap, dan bahkan menggunakan kata ‘nona’. Sekarang aku yang akan merasa tidak enak!”
Li Chen langsung membuka lebar matanya dan menggaruk bagian belakang kepalanya. Dia tersenyum tipis dan mengangkat satu telapak tangannya untuk meminta maaf kepada Gong Qiao.
“Aah! Maafkan aku. Kalau begitu, bagaimana jika Qiao’er?”
Berbalik seperti pedang bermata dua. Gong Qiao yang merasa tak enak karena Li Chen memanggilnya begitu formal, telah memintanya untuk memanggil dengan panggilan yang lebih dekat.
Dan ketika dia mendengar panggilan barunya, raut wajah Gong Qiao menjadi jauh lebih mera ketimbang saat dia mengucapkan nama Li Chen. Wajahnya yang memerah di tutupi dengan rambut yang jatuh ke depan dan wajah menunduk ke bawah.
Di sisi lain, Li Chen yang melihat reaksi dari Gong Qiao secara langsung pun merasa heran karena tak ada respon.
“Um… Qiao’er?”
Li Chen berniat memanggil dan juga bertanya terhadap kondisinya. Dia sempat mengira bahwa luka Gong Qiao belum sembuh sepenuhnya dan kambuh di tengah-tengah hal tersebut.
Tetapi, justru tiba-tiba saja Gong Qiao mengangkat wajahnya yang begitu merah dan memarahi Li Chen.
“Chen… ka-kau…. CURANG!!!”
__ADS_1
“EH?!! APA SALAHKU?!