Eternal System

Eternal System
System 06 : Para Kultivator Muda


__ADS_3

Satu arena sontak terkejut melihat kemampuan seorang gadis berumur lima belas tahun yang mencapai tingkat petarung senior bintang tiga. Bahkan para peserta sebelumnya yang memiliki umur berkisar 16 hingga 18 tahun pun hanya mendapatkan petarung senior bintang satu untuk yang tertinggi.


“Petarung senior?!”


“Gadis kecil itu?!”


Gumaman takjub dari seluruh arena itu terdengar hingga ke dalam telinga Li Tao dan Ling Yao yang bangga terhadap putrinya. Begitu juga sang kakak, Li Jia yang berdiri di belakang Li Yao sembari menunggu balasan tepukan tangan darinya.


“Itu baru adikku!”


“Hehe, terima kasih kak!”


Plak!


Di sisi lain, Ying Yue yang melihat dari singgasana pun tersenyum tipis dan memiliki pandangan mata yang tertuju langsung kepada Li Yao.


“Menarik sekali! Gadis berumur 15 tahun dengan tingkat kultivasi petarung senior bintang tiga”


Ying Yue menoleh ke belakang di mana terdapat seorang sekretaris dari organisasi murid akademi Liliang di belakangnya. Sekretaris laki-laki itu bernama, Jiao Zhang.


“Jiao Zhang, data nama gadis Li Yao itu. Dia akan menjadi yang pertama untuk masuk ke dalam akademi Liliang”


“Baik, ketua!”


* * *


Setelah pertunjukan hebat dari Li Yao, pembawa acara tersebut pun masih terlihat takjub sembari melanjutkan acaranya.


“Be-benar-benar mengejutkan! Kelihatannya kota Feng memiliki kultivator yang berbakat! Sekarang kita lanjutkan acaranya”


“WAAA!! WAA!!!”


Seru para penonton yang kembali semangat setelah melihat pertunjukan dari Li Yao.


“Sekarang di persilahkan untuk kakak dari Li Yao dan putri kedua dari keluarga Li. Nona Li Jia!”


Setelah giliran Li Yao, kini Li Jia pun berjalan menaiki arena dan berdiri tepat di batu raksasa itu. Tangan yang di letakkan di atas permukaan dan mulai mengalirkan Ki miliknya.


Namun, berbeda dengan Li Yao. Aliran Ki dari Li Jia tidak terlihat, dan bahkan tak memunculkan dampak apapun. Semua orang terdiam dan kebingungan melihat suasana senyap itu.


“E-eemm.. nona Li Jia?”


Orang-orang mulai ragu terhadap kemampuan Li Jia yang bahkan tidak membuat dampak apapun di sekitar arena dan juga di batu raksasa itu.


Dan tak lama kemudian, batu raksasa itu mulai bersinar dan membentuk sebuah tulisan di depannya.


“PE-PETARUNG ELITE BINTANG SATU?!”


Ketika pembawa acara dan seluruh arena melihatnya, mereka semua tertegun hingga membuka lebar kedua mata seolah tak percaya apa yang di lihatnya.


Gadis berumur 17 tahun, orang kedua yang menunjukan taring aslinya sebagai kultivator berbakat dan bahkan menyentuh tingkat petarung elite bintang satu. Bahkan tingkat kultivasi ini rata-rata di temukan oleh orang yang berumur lebih dari dua puluh tahun dan berlatih sangat keras di setiap harinya.


Namun, ketika melihat Li Jia yang menunjukan sebuah hal yang tidak mereka sangka, kini menjadi penyemangat para penonton tersebut, terutama para laki-laki.


“Astaga, gadis itu hebat sekali!”


“NONA LI JIA!!!”


“Aah, nona Li Jia tidak hanya cantik, tetapi dia juga sangat berbakat! Siapapun yang menjadi suaminya pasti akan bahagia seumur hidup!”


Di sisi lain, Li Tao yang melihat kedua putrinya menunjukan kehebatan mereka pun tertawa dengan bangga di antara kerumunan penonton itu.


“HAHAHAHA! Itu baru putriku, tunjukan pada mereka kalau kalian bukanlah gadis lemah!” ucap Li Tao


Sedangkan Ling Yao yang duduk di sampingnya pun mencoba menenangkannya.


“Sayang, jangan berteriak-teriak seperti itu. Ingatlah dengan umurmu!”


* * * *


Acara di buat semakin meriah setelah pertunjukan kultivasi yang menakjubkan dua kali berturut-turut. Namun, acara pun harus tetap lanjut.


“Benar-benar menakjubkan! Tahun ini, banyak sekali perkembangan yang di lihat dari para kultivator muda. Kelihatannya akademi Liliang akan merekut banyak murid baru!”


“Baiklah, kita kembali ke acara lagi! Selanjutnya adalah… Ah-!”

__ADS_1


Pembawa acara yang heboh itu tiba-tiba menjadi tertegun diam ketika melihat seorang wanita cantik berjalan melaluinya. Gadis itu bukanlah lain dari Fang Yi. Rambut merah muda yang cerah itu terlihat berkibas dengan semilir angin sejuk dan berpadu dengan gaun yang selaras dengan warna rambutnya.


Tubuh yang indah dari lekukan maupun ketebalan pun di milikinya, bahkan seluruh laki-laki yang berada di arena itu terpana melihat kecantikannya.


Fang Yi yang menyadari pembawa acara itu tertegun diam terhadap kecantikannya pun tersenyum lembut namun menyiratkan kesombongan didalamnya.


“Ada apa, tuan pembawa acara? Kau tidak ingin melanjutkan ucapanmu?”


“Eh?! A-aah iya. Ehem! Se-selanjutnya adalah, nona muda dari keluarga Fang. Nona Fang Yi!”


“WAAAA!!!”


Para penonton bersorak ria terhadap pemanggilan nama Fang Yi. Terutama para laki-laki yang jatuh cinta terhadap kecantikannya saat itu. Bahkan di antara mereka, masih banyak orang yang berbisik tentang kejadian pertunangannya dengan Li Chen di masa lalu.


Namun, semua itu tidak berada di dalam pikirannya. Fang Yi mengabaikan semua hal tersebut, karena dirinya tahu bahwa semua orang akan memihak dirinya yang cantik dan mengabaikan Li Chen yang lemah.


Dia yang sedang berjalan pun melewati Li yao dan Li Jia yang menatapnya dengan tatapan tajam.


“Ada apa dengan tatapan mata kalian berdua? Apa ku sudah berbuat salah kepada kalian?” tanya Fang Yi


“Hah?! Jangan pura-pura tidak tahu kau dasar perempuan tidak tahu diri!” gerutu Li Jia


“Aku? Tidak tahu diri? Kenapa bisa begitu?” sahut Fang Yi sembari bertatap ragu


“Kau membuat kakaku menderita setelah di campakkan olehmu! Dia sangat mempercayai dan mencintaimu, namun kau mengkhianatinya ketika dia tidak kehilangan kekuatannya!” ucap Li Jia sembari menggertakan giginya


Fang Yi yang mendengar ucapan dari Li Jia pun hanya tergelitik tawa.


“Haha! Gadis bodoh, tentu saja aku harus mencampakkannya. Jika aku menikah dengan laki-laki lemah sepertinya, aku pasti akan menjadi bahan tertawaan semua orang! Orang lemah tidak layak untuk hidup di dunia itu, bahkan jika dia itu kakakmu!”


Li Jia yang tak tahan dengan hinaan Fang Yi kepada kakaknya pun membuatnya mengumpulkan Ki di tangan kanannya dan di ayunkan ke arah wajahnya.


“KAU-!”


“Kakak, hentikan!”


Teriak Li Yao yang sontak menahan tangan Li Jia agar tidak mendaratkan pukulan itu.


“Hmph!”


“(Kecantikan dan kekuatan. Semua itu sudah kumiliki! Lihatlah, dan tunduklah atas kejeniusanku!)”


Fang Yi mengalirkan seluruh energi Ki nya ke dalam batu raksasa tersebut dan membuat hempasan angin yang dua kali lebih dahsyat di bandingkan milik Li Yao.


Wusshhh!


“He-hebat sekali! Hanya dampak dari penyaluran Ki ke dalam batu raksasa saja sudah sekuat ini!” ucap pembawa acara yang takjub melihatnya


Begitu juga dengan seisi penonton yang ada di sana, termasuk Ying Yue yang terlihat sangat fokus kepada Fang Yi.


Dan ketika Ki miliknya telah di kondensasi oleh batu raksasa itu, sebuah tulisan muncul di permukaannya.


“Ti-tidak di sangka! Sebuah kejutan datang tiga kali berturut-turut! Nona muda Fang Yi, kini merupakan petarung elite tingkat tiga!”


Fang Yi berbalik badan dan berjalan meninggalkan batu raksasa itu. Membuat satu arena menjadi heboh dan para laki-laki tergila-gila terhadapnya.


Dia berjalan melewati Li Yao dan Li Jia dengan tatapan sombong. Mereka berdua tidak bisa melakukan apapun, karena kekuatan Fang Yi yang berada di atasnya dan juga pesan ibunya yang tidak boleh membuat masalah.


Li Jia hanya bisa menggertakan giginya dan terdiam sembari mengingat setiap hinaan yang di keluarkan Fang Yi kepada kakaknya.


Acara pembukaan yang mencangkup pameran tingkat kultivasi pun telah mencapai di akhirnya. Pembawa acara mulai melakukan transisi untuk melanjutkan ke acara selanjtunya.


“Baiklah! Seluruh peserta dari kota Feng telah berpatisipasi dalam pameran tingkat kultivasi mereka. Kini, kita akan memulai acara kedua yaitu-!”


Tiba-tiba saja, seorang laki-laki berlari menghampiri pembawa acara itu.


“Tuan!”


“Ada apa?! Aku sedang di tengah membawa acara tahu! Pastikan informasi yang kau bawa itu penting!”


Laki-laki itu berjalan dan berbisik tepat di telinganya. Dan ketika selesai, pembawa acara itu terlihat sedikit terkejut dan segera melanjutkan ucapannya.


“E-Eemm… kelihatannya masih ada satu peserta yang belum terpanggil. Tuan Chen, tolong maju ke dalam arena!”


Semua orang terlihat bingung terhadap siapa kah nama laki-laki bernama Chen itu? Mereka menoleh ke kiri dan kanan untuk mencari orangnya, namun tidak satupun dari mereka yang menemukannya.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba saja, sebuah tangan muncul tepat di belakang pembawa acara dan menepuk pundaknya dengen pelan.


“Aku ada di sini, tuan pembawa acara”


“UWAAA!!”


Pembawa acara langsung terkejut dan berteriak keras hingga membuat satu arena itu terfokus ke arahnya. Seorang laki-laki yang berada di belakangnya itu terlihat menggunakan jubah dan tudung coklat yang menutupi tubuh dan wajahnya.


“Ka-kau, tuan Chen?”


“Iya”


“Ba-baiklah. Silahkan menuju batu raksasa itu….”


Laki-laki bernama Chen itu pun berjalan menuju batu raksasa tanpa sedikit pun memperlihatkan sosok wajahnya. Dia yang berjalan melewati Li Yao dan Li Jia membuat perasaan familiar terbayangkan dalam diri mereka.


“Orang itu… apa aku pernah bertemu dengannya?”


Di sisi lain, Fang Yi yang sebelumnya ingin kembali ke tempat duduknya pun menjadi terhenti dan berbalik melihat laki-laki Chen itu.


“Huh. Dasar sok misterius!”


Chen yang sudah berdiri tepat di depan batu raksasa segera meletakkan satu telapak tangannya di permukaannya yang kasar. Energi Ki yang mengalir secara perlahan masuk ke dalam batu tersebut.


Walau tidak menunjukan sebuah gempuran Ki yang dahsyat, tetapi dari dalam batu itu mulai memancarkan aura Ki yang terasa sangat lembut dan bahkan membuat semua orang yang berada di arena merasa sangat tenang dan nyaman.


“Kepala dan tubuhku terasa sangat ringan!”


“Astaga, nyaman sekali! Seolah ada nyanyian Ki yang merdu di dalam kepalaku!”


Bahkan, Ying Yue sendiri sontak terkejut hingga bangkit berdiri dari singgasana nya karena begitu terkejut terhadap aura Ki tersebut.


BRAK


Suara dari kursinya yang tersentak keras pun membuat Jiao Zhang di belakangnya terkejut.


“Ketua, ada apa?!”


Ying Yue hanya bisa terdiam dan menatap terus ke arah sosok laki-laki bernama Chen itu.


“Ki macam apa ini?! Kondensasi yang begitu tenang seperti aliran sungai. Aku tidak pernah merasakan Ki yang begitu tenang seumur hidupku!”


Kenapa Ying Yue sangat terkejut?


Karena Ki adalah sebuah kumpulan energi alam yang di gunakan para kultivator untuk meningkatkan kemampuan tubuh dan spiritual mereka. Pada dasarnya, Ki adalah energi yang sangat liar dan bahkan menunjukan betapa liarnya alam saat di pusatkan dan di keluarkan, seperti Ki milik Fang Yi yang begitu besar pun akan terlihat begitu dahsyat.


Namun, sosok laki-laki Chen ini mengeluarkan Ki nya dengan tenang. Seolah dia dan alam telah menyatu baik dari raga dan jiwa.


Bisikan demi bisikan mulai bertukaran di kursi para penonton yang ada. Begitu juga dengan para peserta yang merasakan aura Ki yang lembut itu. Dan tak lama kemudian, seluruh aura Ki itu kembali tertarik ke dalam batu raksasa itu.


Ki yang telah terkondensasi pun menjadi tenang dan mengukir sebuah tulisan di permukaan batu itu.


Pembawa acara yang melihatnya sontak berteriak terkejut.


“Me-mengejutkan sekali! Tuan Chen yang misterius ini, ternyata mengeluarkan hasil tingkat petarung elite bintang satu! Lagi-lagi sebuah hasil yang mengejutkan telah di tunjukan empat kali berturut-turut!”


Chen terlihat tersenyum di balik tudung kepala yang menutupi wajahnya. Dia berbalik dan berjalan ke belakang arena.


Di depannya, Fang Yi yang sebelumnya meragukannya pun menjadi menaruh mata kepadanya.


“Heh, kau menarik juga ya. Apa kau berkenan memperlihatkan wajah tampanmu itu, wahai petarung hebat?”


Fang Yi berusaha menggoda Chen agar melirik ke arahnya. Namun, tidak sedikit pun bagian tubuh Chen bergerak dan menoleh ke arahnya. Dia bahkan berjalan lurus ke depan mengabaikannya hingga membuat Fang Yi sendiri terkejut diam.


Chen yang terus berjalan ke depan pun berhenti ketika dia berdiri tepat di depan Li Yao dan Li Jia. Wajah yang hanya terlihat bagian bibirnya yang sedang tersenyum itu di lihat oleh Li Yao dan Li Jia.


“Aku sudah janji kan, kalau aku pasti akan datang?”


Li Jia sedikit bingung dengan ucapan Chen. Namun, berbeda bagi Li Yao. Dia mengingat ucapan serupa dengan janji yang kakaknya, Li Chen buat kepadanya.


Tanpa harus melihat sosok wajah di balik tudung kepala itu, Li Yao sontak melompat dan memeluk kakaknya tersayangnya karena menetapi janji, terlebih lagi kekuatannya juga sudah kembali.


“KAKAK!!”


BRUK

__ADS_1


Hentakan dari pelukan itu membuat tudung kepala yang di pakainya pun terlepas dan menunjukan wajah Li Chen yang bersembunyi di balik jubahnya itu.


__ADS_2