
“Kepala akademi?!”
Li Jia sontak terkejut ketika mendengar ucapan Ying Yue.
“Benar. Kedudukannya di dalam akademi adalah yang paling tinggi. Jadi ketika nanti kalia bertemu dengan beliau, perhatikan kata-kata dan sikap kalian”
“Ba-baiklah….”
Di kala Ying Yue dan Li Jia sedang berada dalam percakapan singkat, hanya Li Chen sendirilah yang pandangan dan pikirannya melintas ke hal lain. Dia mengingat kembali ketika tetua Gong datang ke hadapannya.
Dengan kemampuannya saat itu, Li Chen merasakan sebuah pancaran energi Ki yang begitu kuat dan meluap-luap secara tak kasat mata.
“(kakek tua itu… dia bukan orang sembarangan)”
Sistem yang muncul tepat di hadapannya itu bahkan membuat Li Chen sangat tertegun. Status yang di munculkannya merupakan status milik tetua Gong, dan yang di perlihatkan berupa….
[ Nama : Gong Yexiao ]
[ Umur : 69 tahun ]
[ Tingkat : Raja petarung bintang satu ]
Pertama kali dalam seumur hidupnya, Li Chen baru melihat seseorang dengan tingkat kultivasi yang sangat tinggi. Perbedaan aura yang di pancarkannya saja terlihat dari kehadirannya. Tanpa ada sedikitpun niat yang di keluarkan, aura itu meluap-luap di sekitar tubuhnya dan membuat orang yang bisa merasakannya tertekan oleh intimidasi aura Ki itu.
Siapapun pasti akan tertekan dan tak berani macam-macam oleh orang seperti itu. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Li Chen. Wajahnya justru menjadi tersenyum lebar dan tangannya di kepal erat seolah penuh semangat ketika mengingat betapa kuatnya tetua Gong hanya dengan muncul di hadapannya.
“(Hebat sekali! Di akademi ini, aku bisa bertemu banyak orang kuat. Aku pasti akan menggunakan waktu ini untuk berlatih dan menjadi jauh lebih kuat. Demi ayah, ibu, dan juga adik-adikku!)”
Di tengah hal tersebut, Li Chen sedang sibuk dalam pikirannya sendiri memikirkan ambisinya yang besar. Sedangkan Ying Yue sendiri yang berbalik dan menoleh ke arah Gu pun mengelus lembut bulunya itu.
“Gu, kau boleh istirahat. Terima kasih telah membantuku”
“Jangan sungkan seperti itu, Yue. Menolongmu adalah tugasku, dan menjagamu adalah sama dengan nyawaku”
Ucapan perpisahan itu membuat Gu sontak berubah menjadi kumpulan energi Ki dan terhisap ke dalam tubuh Ying Yue sepenuhnya.
Tak lama kemudian, dia kembali berbalik ke arah Li Chen dan Li Jia.
“Kalian berdua, ayo kita pergi” ucap Ying Yue
__ADS_1
“Pergi? Kemana?” tanya Li Jia
“Ke upacara pembukaan penerima murid baru” sahut Ying Yue
* * * * *
Upacara pembukaan penerimaan murid baru. Itu adalah sebuah hal yang rutin terjadi setiap tahun di dalam akademi yang tersebar di daratan kultivator itu. Para murid yang lolos seleksi dari para petinggi akademi, akan di undang dan masuk ke dalam akademi untuk berlatih menjadi lebih kuat.
Seperti Li Chen dan Li Jia, yang di undang secara langsung oleh Ying Yue untuk datang ke akademi Liliang ketika sedang memantau di kota Feng.
Tak hanya dari pihak Ying Yue saja, rekan petinggi di akademi Liliang juga tersebar ke berbagai kota di daerah yang bermacam-macam. Dan kini, mereka semua masuk ke dalam sebuah stadium yang begitu besar seperti stadium sepak bola.
Luas dan besar, kursi penonton yang melingkar dan meninggi seperti tangga di penuhi oleh kemeriahan para senior yang duduk berdampingan untuk menyaksikan para murid-murid baru yang datang ke akademi.
Mereka bersorak ria dan berbisik antar satu sama lain. Melihat para murid baru yang berbaris di lapangan luas seperti arena.
Berisan para murid baru terdiri hampir dari 10 baris. Masing-masing baris terdapat 5-7 murid baru yang di rekrut secara langsung oleh para petinggi akademi Liliang. Mereka berasal dari kota yang berbeda-beda, dan tentu saja Li Chen dan Li Jia tidak melihat ada seseorang yang mereka kenal selain satu sama lain.
Agar tidak terpisah, keduanya berbaris di depan belakang masing-masing. Li Chen berada di bagian terdepan barisan dan Li Jia di belakangnya. Diikuti oleh para murid-murid lain di belakangnya lagi.
“Uwa… banyak sekali murid baru ya ternyata” gumam Li Chen
“Sebenarnya tidak juga. Tetapi kakak tidak berpikir bahwa akan sampai sebanyak ini” sahut Li Chen
“Yah, setidaknya aku dan kakak tidak terpisah. Kita tidak mengenal siapapun selain diri masing-masing” sambung Li Jia
Di kala Li Jia berbicara seperti itu, kedua mata Li Chen sedang menoleh ke kiri kanan melihat wajah-wajah baru yang dia temui. Dan di tengah kerumunan barisan itu, Li Chen menoleh ke serong kanan belakangnya dan melihat adanya seseorang yang cukup familiar.
Dan kedua matanya itu tidaklah membohonginya. Apa yang Li Chen lihat di tengah kerumunan itu, ternyata Fang Yi. Mantan tunangannya dulu.
“(Itu Fang Yi?!)”
Li Chen sontak terkejut ketika melihat adanya Fang Yi di tengah barisan itu.
“(Ternyata dia juga ada di sini ya. Tetapi, siapa yang mengundangnya? Apa kak Yue juga yang mengundangnya?)”
Li Chen berusaha berpikir kesimpulan paling logis dari pemikirannya itu. Tetapi, waktu tidaklah cukup baginya, karena suara seorang kakek tua mulai terdengar ke seluruh stadium besar itu.
“Selamat datang, para wajah dan benih baru di dunia kultivator!”
__ADS_1
Suara yang begitu keras itu langsung mendengung di setiap telinga orang yang berada di dalam stadium tersebut. Mereka menutup telinga mereka rapat-rapat seolah tak tahan dengan kerasnya suara tersebut.
“Uuhh! Ke-keras sekali!”
“Telingaku serasa ingin meledak!”
Keluhan dari para murid-murid yang ada di sana terdengar sampai ke atas. Dan suara itu ternyata berasal dari tetua Gong. Ying Yue yang berdiri di belakangnya menghampirinya dan berbisik pelan.
“Tetua Gong, tolong pelankan suaramu. Kasian gendang telinga para murid-murid akan pecah” ucap Ying Yue
“Ah, Hahaha! Maaf, maaf. Yah, maklum saja lah kepada orang tua ini. Aku tinggal beberapa tahun lagi menyentuh 70 tahun, jadi pendengarku sedikit buruk” sahut tetua Gong
“Baiklah, tetua Gong” sahut Ying Yue sembari mundur sedikit ke belakang
Ying Yue berada kembali di barisannya. Di sana terdapat beberapa orang yang memiliki aura dan kedudukan yang sedikit mirip dengannya. Terlebih lagi, seorang perempuan dengan rambut coklat yang diikat ke belakang dan memiliki paras yang cantik dari atas hingga bawah.
Perempuan itu terlihat berdiri di samping Ying Yue persis, dan dia menoleh ke arahnya yang baru kembali dalam barisan.
“Tetua Gong memang tidak berubah ya” ucap perempuan itu
“Haha, yah lebih baik seperti itu. Kau juga sama seperti terakhir kali aku melihatmu, Bai Hua” sahut Ying Yue
“Mungkin aku terlihat sama, tetapi murid yang aku bawa kelihatannya berada di tingkat yang berbeda”
“Oh ya? Aku juga sedikit percaya diri dari murid yang aku bawa”
Ying Yue dan perempuan yang berdiri di sampingnya, bernama Bai Hua saling bertukar ucapan antar satu sama lain.
Dan di sisi lain, tetua Gong kembali melanjutkan ucapannya.
“Ehem-ehem, maaf atas tadi semuanya” ucap tetua Gong
Para murid yang duduk di kursi penonton dan berdiri di bawah pun mulai merasa nyaman dengan kerasnya suara yang di atur ulang oleh tetua Gong.
Sedangkan Li Chen sendiri menarik pandangannya ke atas dan melihat tempat layaknya balkon yang berbeda. Di atas sana terdapat tetua Gong yang sedang berbicara.
“Selamat datang di akademi Liliang. Namaku adalah Gong Yexiao, kalian bisa panggil aku tetua Gong. Para kultivator muda, kalian telah di pilih oleh para petinggi akademi dan di undang secara langsung untuk memasuki akademi Liliang. Mulai hari ini, kalian akan memulai pelajaran dan pelatihan intensif bagi kalian yang ingin menjadi lebih kuat”
“Dan bagi kalian yang datang dengan niat setengah hati, maka jangan salahkan pihak akademi jika mengeluarkan kalian”
__ADS_1