Eternal System

Eternal System
System 40 : Sisi Lain Li Chen


__ADS_3

Ucapan dari Li Chen dan Lei Jingting saat itu terdengar jelas merendahkan Guan Liu yang sebelumnnya mereka tendang keluar dari tempat latihan itu.


Guan Liu yang tidak terima sontak bangkit berdiri bersama kedua pengikutnya. Dia mengernyitkan wajahnya dan menggertakan giginya kuat-kuat. Pandangan mata tertuju tajam ke arah Li Chen dan Lei Jingting yang telah meremehkannya.


“Kalian orang rendahan… berani-beraninya menyentuh dan menendangku! Sadari posisi kalian, dasar rakyat jelata!” gerutu Guan Liu


Sebelum Lei Jingting melangkahkan kakinya, Li Chen sudah jalan lebih dulu dan berdiri tepat di hadapan Guan Liu. Tatapan mata secara langsung masuk ke dalam mata Guan Liu itu membuatnya tertegun diam seperti batu.


[ Skill : Bloodlust ( di aktifkan) ]


[ Target telah terkena efek skill ]


[ Pengurangan status sebanyak -50% ]


[ Pelumpuhan tubuh selama satu menit ]


Tatapan dingin penuh dengan hawa membunuh, aura dari energi Ki yang terpancar kuat seolah sedang mencekik tubuh Guan Liu.


“(Apa-apaan ini?! Tatapannya… terasa begitu mengerikan!)”


Li Chen yang berdiri tepat di hadapan Guan Liu saat itu hanya memasang raut wajah yang datar. Namun, tekanan dan intimidasi yang keluar terasa berbanding terbalik dengan ekspresinya.


“Orang rendahan?” tanya Li Chen


“Te-tentu saja! Kau itu orang rendahan. Dibanding kekayaan dan kemampuan kultivasi, tuan Guan Liu memiliki semua di atasmu! Tuan Guan Liu bahkan sudah masuk ke dalam tingkat petarung jenderal bintang empat dalam umur 22 tahunnya ini!” sahut salah satu pengikut Guan Liu yang berdiri di belakangnya


Ketika mendengar ucapannya itu, tatapan mata Li Chen langsung berganti ke arah orang tersebut. Tatapan dingin dan aura penuh intimidasi itu merubah targetnya. Dan di banding Guan Liu yang masih sanggup untuk bertahan di kedua kakinya, hal yang sama tidaklah berlaku sama bagi pengikutnya.


Dia langsung terjatuh di tanah dengan raut wajah dan tubuh yang gemetar tak karuan.


Bruk!


Gigi dan bibir yang gemetar seirama seperti orang yang kedinginan itu tak sanggup mengeluarkan kata-katanya dengan jelas. Bahkan dia tak bisa mengedipkan matanya karena rasa takut yang luar biasa ketika menatap ke arah Li Chen.


Baik satu pengikutnya, maupun Guan Liu pun sontak terkejut ketika melihatnya terjatuh ketakutan. Bahkan Lei Jingting sendiri sampai tertegun diam dan membuka lebar kedua matanya saat melihat hal itu terjadi di depan matanya.


Aura yang menakutkan penuh Ki intimidasi itu terasa olehnya dengan jelas. Bahkan Lei Jingting sadar, bahwa kemampuan Li Chen itu terasa sangat unik dan menakutkan.


“(Dia ini… jika sebelumnya aku bertarung menggunakan energi Ki, sudah pasti akan hancur babak belur olehnya! Aku bertemu dengan seorang jenius, sekaligus monster!)”

__ADS_1


Lei Jingting menyeringai lebar seolah senang akan pertemuannya dengan Li Chen.


Namun, situasi saat itu belum berubah. Guan Liu bersama dengan kedua pengikutnya masih gemetar ketakutan di hadapan Li Chen. Guan Liu yang merasa di rendahkan hanya dari sebuah tatapan pun menggertakan giginya kuat-kuat karena tak terima.


Sebuah penghinaan. Itulah dua kata pertama yang muncul di kepalanya. Harga dirinya yang berasal dari keluarga ternama dan memiliki reputasi hebat, di pandang rendah dan di buat ketakutan oleh seseorang yang bahkan tak memiliki reputasi.


Dia mengepal erat tangannya dan menyalurkan energi Ki nya ke dalam lengannya itu.


Wushh


Tentu saja Li Chen menyadari aliran energi Ki itu. Tetapi, dia masih berdiri tegak dan bahkan tak bergeming sama sekali. Sedangkan Guan Liu sendiri mengangkat kepalanya dan menatap penuh amarah balik ke arah Li Chen.


“Jangan sombong kau, rakyat jelata!”


Lengannya di kepal erat itu di ayunkan dan mengeluarkan kobaran energi Ki bersamanya. Berjarak hanya satu langkah kaki ke depan, Guan Liu tidak segan-segan mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke wajah Li Chen.


BUAAKK!!!


Hempasan kuat dari bunyi mendaratnya tinju tersebut membuat dampak ledakan energi Ki di sekitarnya. Kedua pengikut Guan Liu sampai harus berlindung dan menutupi mata mereka, sedangkan Lei Jingting sendiri masih berdiri tepat di pintu tempat latihan. Wajahnya tak menunjukan ekspresi apapun seolah tak merasa terganggu dengan kuatnya ledakan energi Ki itu.


Ketika dampak Ki itu mulai mereda, aura yang masih berkobar dan asap tebal yang menutupi sekitar membuat mereka tak bisa melihat dengan jelas. Kedua pengikut Guan Liu pun mulai tertawa perlahan seperti sudah menduga hasil dari pukulan itu.


“Haha…hahahaha! Rasakan itu! Kau telah membuat tuan Guan Liu marah, sekarang kau mati di tangannya hanya dengan sekali pukulan!”


Kedua pengikutnya menghina sombong pada Li Chen yang sebelumnya terlihat pukulan telak. Sedangkan Guan Liu yang terengah-engah setelah mengerahkan serangan itu langsung tersenyum lebar penuh kepuasan.


“Haha! Rasakan amarah dari seorang jenius, dasar rakyat jelata!” gerutu Guan Liu


Guan Liu dan kedua pengikutnya sudah sangat percaya diri, bahwa di balik asap tebal itu mereka akan melihat Li Chen yang terkapar jauh ke belakang dengan wajah dan tubuh yang hancur.


Di sisi lain, Lei Jingting yang melihat reaksi mereka bertiga pun hanya tersenyum tipis.


“Kasihan sekali, mereka terlalu percaya diri. Ada pepatah yang bilang, kalau percaya diri dan bodoh itu sangat mirip. Dan inilah contohnya”


Tak lama setelah Lei Jingting bergumam seperti itu, hembusan angin datang dan mulai membawa asap tebal itu memudar secara perlahan.


“Huh, menyebalkan saja. Ayo, pergi!” gerutu Guan Liu


Dia berjalan dan diikuti oleh kedua pengikutnya untuk memasuki tempat pelatihan itu. Namun, dengan adanya Lei Jingting yang berdiri di depannya, langkah kaki mereka terhenti lagi.

__ADS_1


“Hei hei, buru-buru sekali. Kenapa kau langsung ingin masuk begitu saja?” tanya Lei Jingting


“Minggir, sampah! Atau kau akan berakhir seperti temanmu!” ancam Guan Liu


Lei Jingting yang di ancam seperti itu tidak merasa ketakutan sama sekali. Bahkan, senyuman yang dia pasang sebelumnya tetap kokoh di wajahnya dan dia menepuk pelan pundak Guan Liu.


“Guan Liu, bukan? Sudah kubilang jangan buru-buru. Terkadang, kau harus menyelesaikan apa yang telah kau perbuat”


Lei Jingting mengganti arah pandangannya dari Guan Liu, menjadi jauh ke belakangnya. Jari telunjuk yang membantu mengarahkan kemana pandangannya tertuju itu membuat Guan Liu, bersama kedua pengikutnya terheran.


Pada akhirnya, mereka mengikuti arah tersebut dan berbalik melihat ke belakang. Dan di sana lah, Guan Liu sontak terkejut dengan kedua matanya yang melebar begitu kuat. Lengan, kaki, bibir dan seluruh anggota tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar.


Apa yang dia lihat sampai ketakutan seperti itu?


Asap tebal yang telah menghilang sepenuhnya, ternyata menampakkan wujud seseorang yang dia tak kira bisa sanggup bertahan dari pukulan terkuatnya. Di sana, Li Chen berdiri kokoh tanpa menerima sedikitpun luka di wajah ataupun tubuhnya. Bahkan raut wajahnya masih terlihat datar dan penuh intimidasi.


“(Ti-tidak mungkin! Dia… bertahan dari pukulan terkuatku?!)”


Di tengah bingungnya Guan Liu, saat itu Li Chen sedang menunduk diam dan melihat kedua telapak tangannya. Tak lama kemudian, sistem muncul di hadapannya dengan sebuah notifikasi baru.


Ting!


[ Skill baru telah di dapatkan ]


[ Skill : Absolute Shield - MP 300 ]


[ Deksripsi : Host akan mendapatkan sebuah tameng berlapis energi Ki yang tak kasat mata. Tingkat kekohonan tameng Ki tidaklah terbatas. Sekuat apapun serangan yang di terima, akan bisa di netralisir dan di tahan oleh skill ini ]


[ Efek samping skill : Cooldown - 23 : 59 : 05 ]


Li Chen yang membaca isi notifikasi itu pun sedikit tertegun dengan skill barunya lagi. Namun, yang lebih mengejutkannya adalah efek keuntungan skill itu dan juga efek sampingnya. Walaupun memiliki tameng yang begitu kuat, tetapi Li Chen juga mendapatkan efek samping berupa tak bisa memakainya lagi setelah satu hari telah berlalu.


Tetapi, baginya itu adalah suatu hal yang cukup memberuntungkan. Mendapatkan sebuah skill hebat di tengah situasi seperti itu, sudah dua kali dia mengalaminya secara beruntun.


“(Aku tidak menolak jika di berikan sesuatu yang bagus seperti ini. Nah sekarang….)”


Li Chen menarik pandangannya ke belakang. Urusannya dengan Guan Liu pun belum selesai, dan tatapan matanya masih terlihat tajam seolah bisa mencekik mati siapapun hanya dengan menatapnya.


“Giliranmu, Guan Liu”

__ADS_1


 


 


__ADS_2