Eternal System

Eternal System
System 63 : Pertarungan yang Tertunda


__ADS_3

Melihat Guan Liu datang tepat di hadapannya membuat mood Li Chen menurun buruk. Hal itu dapat terlihat jelas dari tatapan tajam dan terasa dingin seolah bisa membunuh siapapun hanya dengan sorot matanya.


“Kau lagi….” gumam Li Chen


Gong Qiao yang tidak tahu apa-apa pun menoleh kiri kanan karena kebingungan.


“Ch-Chen… siapa dia?” tanya Gong Qiao


“Seseorang yang tidak penting” sahut Li Chen


Nada menjawab Li Chen terdengar dingin dan bahkan membuat Gong Qiao merinding untuk sesaat.


Di sisi lain, Guan Liu yang mendengar ucapan Li Chen pun mengerutkan kesal dahinya.


“Murid baru banyak gaya. Kau sebelumnya mempermalukanku di depan banyak orang. Tetapi, sekarang lihatlah dirimu. Mencoba mendekati nona muda dari keluarga Gong demi mendapatkan kebaikan dari mereka. Menjijikan!”


Tak henti mendengar Guan Liu terus menjelek-jelekkan Li Chen. Gong Qiao mulai merasa kesal dan membantah dengan lantang.


“Kau tidak tahu apa-apa, jangan sembarangan bicara!” teriak Gong Qiao


“Nona Gong, anda sendiri tidak tahu latar belakang orang ini. Dia berasal dari keluarga lemah dan dulu pernah kehilangan kekuatannya. Entah trik kotor apa yang dia gunakan agar kekuatannya kembali. Tidak ada yang tahu jika dia menggunakan kontrak dengan para iblis agar mengembalikan kekuatannya!” hina Guan Liu


Topik yang di bawa oleh Guan Liu sangatlah sensitif, terutama bagi Gong Qiao sendiri yang memiliki kutukan iblis di dalam tubuhnya. Dia menjadi semakin murka dan membantah lantang lagi.


“CHEN BUKAN ORANG YANG SEPERTI ITU!”


Teriakannya benar-benar keras dan bahkan membuat semua orang tertegun diam. Bahkan Li Chen sendiri sampai membuka kedua matanya lebar-lebar dan menatap ke arahnya Gong Qiao.


Raut wajahnya yang dingin langsung mereda dan berganti oleh senyuman tipis nan hangat.


“Qiao’er, terima kasih. Tetapi, kau tidak perlu menghabiskan nafasmu demi mempertahankan nama baikku dan juga meladeni dia di saat yang sama”


“Chen….”


“Dia menghalangi jalan kita karena punya urusan yang belum selesai denganku. Kau tak perlu turun tangan”


“Ta-tapi-!”


Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Li Chen menepuk lembut kepala Gong Qiao dan memberikan senyuman tipisnya.


“Percaya padaku”


Melihat tatapan penuh makna dan ucapan lembut yang masuk ke dalam telinganya membuat perasaan Li Chen langsung mengalir ke dalam hatinya. Gong Qiao pun mengangguk pelan menyetujui permintaan Li Chen.


Sedangkan Guan Liu yang melihat mereka berdua pun menjadi muak seiring waktu.


“Huh, menjijikan. Apa sudah cukup bagimu dengan menjilat nama baik dari keluarga Gong ?!” gerutu Guan Liu


“Jangan bawa-bawa keluarga Gong. Urusanmu ada denganku, dan terakhir kali pertarungan kita tidak selesai” sahut Li Chen


“Arogan sekali. Akan ku patahkan seluruh sifat sombongmu itu bersamaan dengan anggota tubuhmu!” ucap Guan Liu

__ADS_1


Ucapan Guan Liu terdengar seperti sebuah aba-aba bagi sepuluh orang yang ada bersamanya. Mereka langsung berkuda-kuda siap mengepung Li Chen dari segala sisi.


Beranggapan bahwa ada reaksi ketakutan dari Li Chen. Tetapi, yang Guan Liu dapatkan ternyata hanyalah raut wajah Li Chen yang datar seperti dinding yang halus. Seolah tidak memiliki emosi sama sekali.


Dia berbalik dan melirik ke arah Gong Qiao yang berdiri di belakangnya.


“Qiao’er, bisakah kau menepi sebentar? Aku tidak ingin kau terluka karena terkena seranganku”


“Ba-baiklah….”


Sesuai dengan perkataan Li Chen, Gong Qiao pun berbalik mundur hingga ke belakang salah satu pohon.


“Qiao’er, apa aku masih boleh meminta satu hal lagi?”


“A-apa itu?”


“Tolong tutup matamu. Dan Xiong, tolong bantu nonamu”


“E-eh? Ke-kenapa?”


Xiong sempat memicingkan matanya dan menatap ragu ke arah Li Chen karena berbicara seperti itu. Dan keraguan itu….


“(Apa yang ingin dia lakukan?)” batin Xiong


“Lakukan saja, ya?” sahut Li Chen


Sebuah senyuman tipis di luar terasa menenangkan bagi Gong Qiao yang melihatnya. Namun, tidak bagi Xiong yang secara langsung menyatu dengan Ki alam sebagai seekor hewan mistis. Energi Ki milik Li Chen terpancar jelas dan terasa olehnya. Senyumannya itu memiliki niat balik yang mengerikan.


Seolah ada sebuah bencana dan hawa membunuh yang begitu kuat tersirat di dalamnya. Xiong sendiri samping merinding dan sempat ketakutan.


“Xiong? Ada apa denganmu? Kenapa kau gemetaran?” tanya Gong Qiao


“Ti-tidak ada apa-apa nona. Hanya saja, tolong tutup matamu….” Sahut Xiong


“Baiklah kalau begitu….”


Gong Qiao segera menutup kedua matanya rapat-rapat. Dia sudah tak bisa melihat apapun, hanya pemandangan gelap yang dia dapatkan. Tetapi, Xiong sendiri menambahkan dengan menutup kedua telinga Gong Qiao.


“E-eh, tunggu. Xiong, kenapa kau menutup telingaku juga?!”


Xiong mengabaikan hal tersebut. Sedangkan Li Chen yang telah melihat Gong Qiao sudah menutup mata dan bahkan telinganya, membuatnya menarik pandangannya kembali ke arah Guan Liu di depan.


“Baiklah, sepuluh orang ya. Apa kau juga ikut maju, jadi sebelas orang?” tanya Li Chen


“Hohoho…. Aku tidak perlu turun tangan. Mereka semua adalah pembunuh bayaran yang aku bayar demi membunuhmu. Terlebih lagi…..”


Ctak….!!


Guan Liu menjentikan jarinya sembari menyeringai lebar. Suara jentikan jarinya menjadi sebuah sinyal yang membuat kesepuluh orang itu mengambil sesuatu dari dalam pakaiannya. Mereka mengeluarkan sebuah pil berwarna hijau tua pekat.


[ Nama barang : Pil kultivasi ]

__ADS_1


[ Jenis barang : Potion ]


[ Tingkat : Petarung master bintang satu ]


Sistem membantu Li Chen untuk mengidentifikasikan pil tersebut. Dan siapa sangka, bahwa masing-masing dari mereka memiliki pil petarung master bintang satu.


“Sekarang!” ucap Guan Liu


Pil tersebut langsung di lempar masuk ke mulut mereka masing-masing. Kontraksi energi Ki yang begitu besar langsung melepas kuat ke tubuh mereka. Tingkat kultivasi yang meningkat secara drastis dan pancaran Ki membuat hempasan angin yang begitu kuat di sekitarnya.


Duaar…!!!


Wush wush…!!!


“Hahahaha! Bagaimana Li Chen, apa kau masih bisa mempertahankan sikap aroganmu itu?! Sepuluh orang dengan tingkat petarung master bintang satu. Kau yang hanya seorang petarung jenderal tidak akan punya kesempatan!”


Guan Liu berusaha menarik keluar perasaan takut dan putus asa dari Li Chen. Tetapi, hal itu tidak akan dan tidak pernah terjadi. Raut wajah datar dari Li Chen sebelumnya, berubah menjadi menyeringai lebar dan tertawa terbahak-bahak.


“khuhuhu…. HAHAHAHA!”


Semua orang yang ada di sana tertegun diam ketika melihat reaksi tak wajar dari Li Chen. Tawanya yang terbahak-bahak itu membuat Guan Liu tak habis pikir apa yang ada di dalam kepalanya.


“A-apanya yang lucu?!” bentak Guan Liu


“Tak kusangka kau sebodoh ini!” tawa Li Chen


“Hah?!” gerutu Guan Liu


“Kupikir mereka adalah para murid yang menjadi bawahanmu. Tetapi, ternyata ini lebih baik dari yang kubayangkan. Aku tak mengira kalau kau bisa menyelendupi pembunuh bayaran demi membunuhku!” sahut Li Chen


“Lalu kenapa?! Apanya yang lucu?! Kau sebentar lagi akan mati di tangan sepuluh orang ini! Seharusnya kau ketakutan!” bentak Guan Liu


“Ckckckckck….” Li Chen mendecakkan mulutnya sembari menggoyangkan satu jari telunjuknya ke depan


Gerakan itu menunjukan perasaan kecewa dan juga kesalahan yang menurut Li Chen fatal bagi Guan Liu.


“Justru aku bersyukur karena kau membawa orang di luar akademi untuk membunuhku. Dengan begini, aku tidak perlu takut jika membunuh mereka semua!”


Li Chen menyeringai lebar dengan energi Ki penuh hawa membunuh terpancar keluar dari tubuhnya. Tak hanya Guan Liu, tetapi kesepuluh orang itu sempat merasakan teror yang begitu kuat hingga membuat kaki mereka tak henti gemetar.


Guan Liu menggertakan giginya dan berusaha untuk sok tegar.


“Kau… jangan sombong! Di hadapan sepuluh petarung master, kau bisa apa?!”


[ Sistem mendeteksi adanya niat pembunuhan yang tertuju kepada pemain. Kalahkan mereka untuk tetap bertahan hidup ]


[ Musuh yang harus di kalahkan : 10 ]


[ Musuh tumbang : 0 ]


Sebuah misi darurat yang di berikan oleh sistem, semakin mendorong Li Chen untuk mengerahkan seluruh kemampuannya.

__ADS_1


Li Chen menarik mundur satu kakinya. Kedua tangan di kepal kuat dan di posisikan berupa kuda-kuda yang tak memiliki celah. Terlepas dari itu, dia masih menyeringai lebar dan menunjukan aura teror yang tersirat.


“Akan ku tunjukan seperti apa perasaan takut itu!”


__ADS_2