Eternal System

Eternal System
System 38 : Teman dan Latihan Pertama di Akademi


__ADS_3

Pada awalnya, Lei Jingting sedikit bingung dengan ucapan ‘mohon kerja sama’ dari Li Chen. Dia berpikir bahwa itu bermaksud kepada sama-sama kerja sama di akademi itu. Tetapi, melihat situasi rumah asrama yang berada di belakangnya membuatnya sadar dengan cepat, bahwa mereka akan menjadi teman serumah.


Keduanya pun tak berlama-lama di luar dan segera masuk ke dalam. Interior dari rumah itu terbilang cukup tradisional, namun memiliki luas yang sangat lega untuk di tempati dua orang saja.


Kamar ada dua, pas sekali untuk LI Chen dan juga Lei Jingting. Mereka memilih kamar masing-masing dan segera menata segala hal yang mereka bawa dari rumah.


Li Chen yang sudah terbiasa membereskan kamarnya pun menyelesaikannya lebih cepat. Bagaimana bisa? Walaupun seorang tuan muda dari keluarga besar, tetapi Li Chen selalu membuat kamarnya berantakan semenjak kemampuan untuk berkultivasi kembali.


Ketika dia sudah selesai, Li Chen berjalan keluar dari kamarnya dan pergi ke sebuah jendela besar di ruang tamu. Tirai yang tebal menutupi apa yang ada di baliknya. Dan Li Chen yang penasaran pun tak bisa menahan gerakan tangannya dan membuka lepas tirai tersebut.


Sraak


Sinar matahari yang begitu cerah langsung masuk ke dalam rumahnya dan membuat pandangan mata Li Chen silau. Dia yang memejamkan matanya demi menghindari perihnya sinar matahari, perlahan-lahan mulai membuka kedua matanya lagi.


Dan ketika dia melihat di balik tirai itu, sebuah taman yang begitu hijau membentang luas. Banyaknya para murid laki-laki dari asrama itu yang sedang bersantai, bermeditasi dan melakukan beragam hal.


Tak hanya pepohonan hijau, tetapi danau yang begitu luas dan jernih di temani oleh ikan-ikan yang melompat keluar dengan bahagia.


Li Chen yang melihat pemandangan itu langsung tertegun diam karena terpukau. Matanya melebar seolah tak ingin berkedip, dan mulutnya tak bisa terbuka sedikit.


“I-ini… benar-benar di dalam akademi?”


Di kala dia masih tak bisa mempercayai apa yang kedua matanya lihat, tiba-tiba saja datang suara biskuit yang patah karena gigitan seseorang.


Krauk!


“Ah, benar sekali. Ini benar-benar hebat!”


Li Chen yang mendengar suara biskuit dan juga sambungan seseorang di belakangnya pun sontak melompat terkejut dan membuka lebar kedua matanya.


Di belakangnya itu, dia melihat Jingting yang sedang makan sebuah biskuit dari dalam kaleng. Mulutnya terlihat sangat penuh oleh biskuit dan di sekitar bibirnya di penuhi debu biskuit itu.


Keduanya saling menatap satu sama lain. Dan Jingting sendiri yang melihat Li Chen terus menatap ke arahnya, menyadari suatu hal yang menurutnya benar. Dia langsung menyodorkan kaleng biskuitnya itu kepada Li Chen.


“Kau mau?”


“Ti-tidak usah, aku baik-baik saja”


“Baiklah kalau begitu”


Krauk krauk

__ADS_1


Suara dari biskuit yang terus di kunyah oleh Jingting seolah tidak ada hari akhir. Li Chen hanya menatapnya yang makan biskuit itu tanpa henti, mulai menghela nafas karena merasa membuang waktunya.


Dia pun berbalik badan dan mulai berjalan ke arah kamarnya.


“A-aku ingin ke kamar dulu”


Langkah kaki yang baru saja menapak sebanyak tiga kali langsung terhenti ketika Lei Jingting memanggilnya lagi.


“Tunggu tunggu! Kau buru-buru sekali, memangnya ingin melakukan apa?” tanya Lei Jingting


“Aku hanya ingin melatih diri sebentar saja” sahut Li Chen


Mendengar Li Chen yang menyebutkan latihan membuat raut wajah Lei Jingting berubah sepenuhnya. Mata yang berbinar-binar dan juga senyuman semangat langsung terukir semakin kuat di wajahnya.


“Ah, kau ingin latihan?! Kalau begitu ayo latihan bersamaku!”


“Latihan bersamamu? Bagaimana caranya?”


“Sudahlah, ayo ikut saja!”


Lei Jingting terlihat cukup semangat ketika berhubungan dengan latihan. Li Chen sendiri juga tidak ada alasan untuk menolaknya, sehingga dia berjalan mengikuti Jingting ke luar rumah.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam dan melihat tempat arena yang kosong dan luas. Lantai kayu yang kokoh dan berbagai macam alat pelatihan gerakan fisik atau bela diri terpajang di dinding dan lemari.


“Apa ini tempat latihan akademi?” gumam Li Chen yang heran melihat sekitarnya


“Ya. Ini lebih digunakan untuk melatih kemampuan bela diri para murid akademi” sahut Lei Jingting


Langkah kaki Li Chen terhenti dan terus berputar melihat interior dari bangunan itu yang sangat luas. Ketika dia kembali pada pandangannya di depan, Li Chen melihat Lei Jingting yang masih melangkahkan kakinya jauh ke depan.


Dan tak lama kemudian, Lei Jingting pun berhenti dan menoleh ke belakang. Jarak antara dirinya dengan Li Chen berada cukup jauh, bahkan hampir 5 meter lebih. Setelah itu, tiba-tiba saja Lei Jingting mulai melakukan gerakan pemanasan.


Li Chen yang melihatnya melakukan gerakan tersebut memiringkan kepalanya dengan bingung.


“Hei Jingting. Apa yang kau lakukan?”


“Melakukan pemanasan. Kau tidak ingin mengalami cedera tulang ketika bergerak latihan nanti kan?”


Pada awalnya, Li Chen masih menatap heran dengan apa yang di lakukan Jingting. Namun, pada saat Jingting selesai melakukan pemanasannya, dia menatap ke depan dan mengambil kuda-kuda seolah sedang bersiap untuk bertarung.


Sraak!

__ADS_1


“Baiklah, apa kau siap?!”


Pertanyaan dan juga gerak-gerik Lei Jingting membuat Li Chen tertegun dan membuka lebar kedua matanya. Dia langsung menyangka bahwa sejak awal Lei Jingting membawanya ke sana adalah untuk melakukan sparring.


“Hah?! Tu-tunggu dulu. Siap apanya?! Apa ini sebuah sparring?!” tanya Li Chen


“Tentu saja. Ah, peraturannya tidak boleh memakai energi Ki ya?” sahut Lei Jingting


“Tunggu dulu, Jingti-!”


“Aku maju duluan!”


Li Chen saat itu masih terkejut dengan situasi yang tiba-tiba menjadi sebuah sparring. Namun, Lei Jingting tidak lagi menunggu dan langsung melesat maju ke arahnya sekuat tenaga.


WUSHHH


Tangan yang di kepal kuat oleh Jingting sontak di ayunkan ke arah Li Chen yang berada di hadapannya.


Walau Li Chen tidaklah siap, tetapi refleks yang dia miliki dari pelatihan dan peningkatan status fisik dari sistem telah membantunya untuk menghindari pukulan telak di wajah. Dia menggeser kepalanya dan menghindari pukulan Lei Jingting hingga membuat kedua matanya melebar terkejut.


“Wah, kau mempunyai refleks yang bagus!”


“Terima kasih atas pujiannya. Tetapi bisakah kau menjelaskan aturannya terlebih dahulu?!”


Lei Jingting tersenyum lebar seolah sedang menikmati alur pertarungan dari serangan pertama yang di hindari Li Chen. Dan kini, dia kembali melemparkan tinju dan juga ayunan kaki yang tiada henti.


Bak bug buaak!


Tinju dan tendangan yang bertubi-tubi datang ke arah Li Chen hingga membuatnya terpaksa untuk mundur dan menahan setiap serangan yang ada. Lei Jingting tak sama sekali memberikan Li Chen sebuah kesempatan untuk membuat serangan balik.


[ Nama : Lei Jingting ]


[ Umur : 20 tahun ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]


“(Ugh, sial. Dia benar-benar sudah fokus di dalam sparring ini. Apapun yang ku katakan tidak akan memberikan efek padanya!)”


Sedangkan Li Chen sendiri langsung memahami sifat Lei Jingting yang cukup keras kepala jika sudah memasuki sebuah pelatihan. Oleh karena itu, dia pun tidak memiliki pilihan selain melawan balik.


“(Sebenarnya aku tidak ingin melawan balik, tetapi satu-satunya jalan untuk membuatnya diam hanya itu saja)”

__ADS_1


__ADS_2