
Lei Jingting terus melemparkan tinju dan tendangannya ke arah Li Chen. Situasi pun belum berubah dan Li Chen masih terlihat terdesak dan terpaksa untuk menghindar sembari menahan setiap serangan yang datang.
Buk bag bug!
“Ada apa? Apa latihan ini terlalu berat untukmu?”
Tidak ada niat bagi Lei Jingting untuk merendahkan Li Chen. Raut wajahnya saat itu juga menunjukan kesenangan dari sebuah pertarungan mereka.
“Ayolah, ini baru awal. Kalau kau menghindar terus, bagaimana kau bisa menang?
Lei jingting bertanya selagi mengayunkan serangannya yang tak kunjung berhenti. Sedangkan Li Chen yang sedang bertahan pun mencari kesempatan yang paling tepat untuk menyerang balik.
Dan tak lama kemudian, kesempatan itu pun datang padanya. Ayunan tinju milik Lei Jingting mengambil ancang-ancang yang lebih lebar dari biasanya. Li Chen yang menemukan titik interval yang lebih lama untuk tinju itu sampai ke arahnya, langsung menempatkan tangannya untuk menahan lengan Lei Jingting.
Duk!
Kedua mata Lei Jingting sontak terbuka lebar ketika melihat serangannya di hentikan sebelum sempat untuk di kerahkan. Di sisi lain, Li Chen yang sudah menahan serangannya itu mengepal satu tangannya lagi seolah bersiap untuk menyerang balik.
“Siapa yang bilang aku tidak akan melawan balik?”
[ Skill baru telah di dapatkan ]
[ Skill : Tiga pukulan beruntun - 150 MP ]
[ Deksripsi : Tiga pukulan yang di kerahkan dengan melakukan tiga gerakan dan bentuk yang berbeda. Pukulan pertama berupa pukulan sisi luar tangan. Pukulan kedua, pukulan telapak tangan. Pukulan terakhir berupa kepalan tangan yang kuat ]
Skill yang baru dia dapatkan saat itu spontan di gunakan secara spontan dan Li Chen menghantam telak perut Lei Jingting.
BUG BAG BUAAK!!!
“ACKH!!”
Lei Jingting mengerang sakit dari tiga pukulan beruntun yang menghantam tubuhnya. Dia bahkan memuntahkan air liurnya dan terhempas mundur ke belakang sembari terseret di kedua kakinya.
Sraakk….
“Haah… haahh….”
Nafas yang terengah-engah itu berasal dari Lei Jingting yang menahan rasa sakit itu. Dia bahkan sampai gemetar sembari memegang perutnya.
Di sisi lain, Li Chen kembali berdiri tegak sembari melihat notifikasi skill yang muncul di hadapannya.
“(Sudah dua kali sistem ini memberikan aku skill di tengah pertarungan. Kurasa memang semakin terdesak, semakin besar peluang bagiku untuk menembus batas kemampuan)”
Di kala dia membatin tentang kemampuan skill yang meningkat seiring pertarungan, Li Chen menarik pandangannya ke depan dan melihat ke arah Lei Jingting yang masih gemetar penuh rasa sakit. Dia yang merasa bahwa pukulannya terlalu keras pun bertanya khawatir padanya.
__ADS_1
“He-hei, kau tidak apa? Maaf, aku tidak bermaksud-!”
Namun, ketika raut wajahnya menoleh ke depan langsung membuat Li Chen tertegun diam. Dia mengira akan melihat raut wajah kesal dan juga penuh rasa sakit yang menyebar, tetapi ternyat tidaklah berubah dan masih tersenyum lebar.
“(Dia ini… tersenyum?!)”
Li Chen memandang heran ketika melihat Lei Jingting masih tersenyum lebar setelah terkena pukulan itu. Dia beranjak bangkit berdiri tanpa menurunkan senyunmannya itu.
“Hahaha! Wah, tadi itu hebat sekali. Sebelumnya itu teknik pukulan apa? Kau membuat tiga gerakan pukulan dalam sekejap mata!”
Mata Lei Jingting berbinar-binar dan tak melepaskan senyumannya itu. Dia terlihat lebih semangat dan antusias bertanya tentang teknik yang Li Chen gunakan sebelumnya.
“Eh? I-itu hanya teknik biasa kok”
“Tu-tunggu dulu! Lagipula, kenapa kau masih bisa tersenyum?! Aku sudah memukulmu sebanyak tiga kali, seharusnya kau kesal dan ingin membalasnya bukan?!”
Li Chen bertanya heran kepada Lei Jingting yang bersikap aneh. Namun, Lei Jingting menjawabnya dengan mudah.
“Hah? Apa yang kau katakan? Tentu saja aku tersenyum. Melawan orang yang lebih kuat itu menyenangkan. Kau bisa belajar banyak hal ketika melawan mereka, terutama dari gerakan dan juga teknik paling efisien untuk menyerang dan bertahan!”
Mendengar penjelasan tersebut sempat membuat Li Chen tak habis pikir dengan kepala Lei Jingting yang cukup aneh. Tetapi, dia mulai paham untuk sesaat. Melawan orang yang lebih kuat akan mengasah kemampuan mereka menjadi lebih tinggi.
Walaupun Li Chen lebih melihat melawan orang lain demi bertahan hidup dan melindungi orang yang dia peduli, tetapi Lei Jingting berbeda. Dia bertarung untuk kesenangan dan mencari musuh kuat agar menjadi lebih hebat. Tujuan mereka sama, yaitu menjadi lebih kuat. Tetapi menggunakan prinsip yang berbeda.
“Haah… kau ini aneh juga ya”
“Aneh? Apanya?”
“Lupakan saja”
“Sudahlah, ayo lanjut lagi! Aku masih belum serius tadi!”
“Kau yakin? Jangan salahkan aku jika aku tidak menahan diri ya!”
Kedua nya saling berkuda-kuda seolah ingin melanjutkan ke ronde dua. Namun, sparring itu harus di hentikan ketika mereka mendengar suara pintu yang terbuka.
Kreaakk
Suara datang di arah yang sama, yaitu samping mereka. Keduanya menoleh dan melihat cahaya masuk beserta tiga orang yang mengenakan pakaian pendekar kultivasi penuh emas dan pernak-pernik mahal.
Dia memasang wajah sombong ketika membuka pintu tersebut dan berjalan masuk bersama dengan dua orang di belakangnya yang terlihat seperti pengikut setia.
Li Chen yang melihat orang itu berjalan ke arahnya pun menjadi terhenti dan berjalan menghampiri Lei Jingting.
“Siapa dia?” bisik Li Chen
__ADS_1
“Entahlah” sahut Lei Jingting
Keduanya memasang wajah datar dan kosong seolah tak memahami situasi tersebut. Tak tahu harus berekspresi apa, namun orang itu datang tepat di hadapan mereka dengan wajah sombong yang seolah penuh harga diri tinggi.
Dagu yang di angkat tinggi seperti memandang rendah mereka berdua secara bersamaan. Dan satu kata yang pertama keluar dari mulut orang itu adalah….
“Keluar”
Satu ekspresi yang sama pun juga di keluarkan oleh Li Chen dan Lei Jingting secara bersamaan.
“Hah?!”
“Kau tidak mendengar tuan Guan berkata apa? Cepat keluar!”
Li Chen dan Lei Jingting saling memandang satu sama lain seolah meminta konfirmasi.
“Tuan….” Ucap Lei JIngting
“Siapa?” sambung Li Chen
Salah satu orang di belakangnya pun berteriak kesal sembari memperkenalkan orang bernama tuan Guan itu.
“Tuan Guan, Guan Liu! Dia adalah tuan muda ke-dua dari keluarga Guan yang memiliki hubungan erat dengan banyak kultivator kuat. Kakaknya adalah seorang kultivator tingkat raja petarung bintang satu! Sebuah kebanggan dan juga simbol kesuksesan dari kultivator yang lulus dari akademi Liliang ini!”
Perkenalan panjang itu membuat Li Chen dan Lei Jingting terdiam dan mengangguk-angguk saja seperti sedang di tengah pelajaran teori fisika. Sedangkan orang yang bernama Guan Liu itu terus tersenyum sombong dan memandang rendah mereka berdua.
“Sudah tahu kan? Karena itu sekarang pergilah! Sebelum kalian merasakan amarah dari seorang keturunan kultivator hebat!”
Kembali menatap satu sama lain untuk membuat konfirmasi. Dan kali ini, Li Chen dan Lei Jingting tersenyum licik begitu lebar seolah sedang memikirkan hal yang sama.
BUAAKK!!
Ayunan kaki yang di hentakan secara bersamaan menghantam ketika orang itu dan menendang mereka keluar dari tempat latihan tersebut.
Mereka terkapar jatuh di tanah luar dan sontak bangkit berdiri dengan raut wajah kebingungan.
“Hah?!”
Di sisi lain, Li Chen dan Lei Jingting pun berdiri tepat di depan pintu tempat latihan tersebut. Tangan yang di satukan dai bunyikan seolah bersiap untuk bertarung, sembari memandang ke arah tiga orang yang baru saja mereka tendang.
Walaupun wajah mereka terlihat penuh dengan senyuman ramah, tetapi aura yang mereka keluarkan terasa sama mengancamnya.
“Aku tidak peduli kau itu siapa, tetapi jika kau berbicara lebih baik mungkin kita bisa berbagi tempat pelatihan itu sebelumnya” ucap Lei Jingting
“Aku lebih suka untuk menghajar mereka secara langsung” sambung Li Chen
__ADS_1