
Dia kembali ke danau hutan Sheng lagi, dan kali ini tidak terlihat seperti ingin mencari bahan untuk meracik pil kultivasi. Li Chen berjalan menghampiri tepi danau dan melihat ke sekitarnya.
Pepohonan yang tinggi dan tebal, serta banyaknya hewan-hewan yang berlarian ke sana kemari.
“Seperti biasa, hutan ini terlihat sangat hidup”
Di kala dia masih menikmati pemandangan sekitar, tiba-tiba saja air danau itu mulai bergerak seolah membentuk pusaran air. Kuatnya arus air itu secara perlahan menyatu di tengah dan membesar menjadi sebuah gunung air.
Ketika mencapai titik tinggi sebesar gedung tingkat empat, gunung air itu menjadi menipis dan membentuk tubuh seekor kadal ular dengan kedua tangan bercakar di tubuhnya.
Li Chen yang melihat makhluk tersebut pun tidak terlihat terkejut sama sekali. Bahkan, dia tersenyum tipis seperti sudah menunggu kedatangannya.
“Akhirnya kau keluar juga, Haishe”
Yap. Makhluk itu adalah hewan mistis penjaga hutan Sheng, Haishe.
Haishe sendiri melipat kedua tangannya tepat di depan tubuhnya dan menunduk menatap ke arah Li Chen. Dia melihat senyuman tipis di wajah Li Chen memancarkan perasaan percaya diri dan sedikit arogansi di dalamnya.
“Kau datang kemari dengan memasang wajah seperti itu? Baru sekali aku berikan kesempatan hidup, dan kau sudah berani bersikap sombong!”
“Hei hei, janji tetap janji. Aku sudah menepati ucapanku, keluarga Lian itu sudah kukalahankan dan mereka sedang dalam tekanan karena malu”
“Huh, aku tahu”
Sesuai dengan perjanjiannya dengan Haishe sebelumnya, Li Chen akan mendapatkan bunga lotus hijau itu tanpa sebuah konsekuensi. Sedangkam Haishe mendapatkan dendam yang sedikit terbalaskan karena terpojoknya keluarga Lian.
Di tengah-tengah hal tersebut, Li Chen masih berdiri tepat di hadapannya. Dia terlihat seperti sedang menunduk dan menahan dagunya di atas tangannya seolah sedang berpikir.
Haishe yang melihatnya tak berbicara sejak selesai konfirmasi perjanjian itu merasa heran.
“Ada apa, manusia? Kau tidak ingin pergi?” tanya Haishe
Ketika mendengar ucapan Haishe, Li Chen mengangkat kepalanya seperti ada sesuatu yang ingin dia katakan.
“Hei, Haishe”
Belum apa-apa, Haishe yang mendengar Li Chen memanggilnya secara langsung pun merasa kesal.
“TUAN HAISHE! Kau sedang berbicara dengan hewan mistis tingkat tinggi, dan kau berani memanggilku dengan namaku secara langsung?!”
“Ayolah, apa susahnya? Kita kan sudah menjalin mutualisme dari sejak aku mengambil bunga lotus hijau dan kau mendapatkan dendam pada keluarga Lian. Ibaratnya ini kita sudah seperti teman”
“Kita bukan teman!”
“Bagaimana kalau rekan?”
“Tidak!”
__ADS_1
“Hm… teman dalam keuntungan?”
“Tidak. Dan apanya dengan teman dalam keuntungan?! Itu tidak ada bedanya!”
“Bagaimana kalau-!”
Sebelum Li Chen melanjutkan sarannya lagi, Haishe yang semakin pusing mendengar ucapannya pun menggerutu kesal.
“Arggh, sudah cukup! Terserah kau ingin memanggilku apa!” gerutu Haishe
“Nah, begitu kan lebih baik” sahut Li Chen
Di sisi lain, Haishe memalingkan pandangannya dengan tatapan kesal dan raut wajah kadalnya yang cemberut.
“(Urgh… inilah mengapa aku tidak suka berbicara dengan manusia)”
Alih-alih dari hal itu, Li Chen pun kembali mengembalikan ke topik yang ingin dia bawa.
“Hei, Haishe” panggil Li Chen
“Haah… apa?!” keluh Haishe sembari memukul dahinya dengan telapak tangannya
“Kau bilang di hutan ini kau memiliki teman berupa hewan mistis lainnya yang di ambil oleh manusia kan?” tanya Li Chen
Mendengar Li Chen yang membawa masa lalu kelam itu membuat raut wajah Haishe tiba-tiba menjadi berubah serius dalam sekejap.
“Aku hanya penasaran. Bukankah sifat alami hewan itu ada yang akan memakan satu sama lain? Bagaimana ceritanya kalian bisa berteman antar satu sama lain?” tanya Li Chen sembari memiringkan kepalanya
“Jangan samakan kami dengan hewan biasa” sahut Haishe
Li Chen sedikit tertegun ketika mendengar Haishe yang berkata seperti itu.
“Kami para hewan mistis memiliki akal sama seperti kalian manusia. Kami memiliki kemampuan untuk menarik Ki dan menggunakannya sebagai sumber kehidupan. Intinya menjadi pengganti sumber makananan dan juga kekuatan” jelas Haishe
“Hoo… jadi begitu….” gumam Li Chen
Di kala Li Chen sedang mencerna ucapan Haishe, dia menemukan sebuah hal yang cukup menarik perhatiannya dari ucapannya itu.
“Tunggu, kau bilang menarik Ki sebagai sumber makanan dan juga kekuatan?”
“Ya”
“Apa dengan menarik Ki untuk menjadi kekuatan, itu berarti kalian memiliki kemampuan untuk naik tingkat seperti kami manusia yang menaiki tingkat kultivasi?”
“Otakmu bodoh ya? Tentu saja bisa! Kau pikir manusia saja yang bisa bertambah kuat?”
“Ah… berarti kalau aku membuat kontrak denganmu, maka itu tidak menjadi belenggu kalau kau akan terkunci di dalam tingkat itu terus ya….”
__ADS_1
Haishe yang mendengar perkataan kontrak pun menjadi menatap tajam seolah sangat kesal terhadap Li Chen yang menyinggung hal itu. Dia menatap dan mendekat ke wajah Li Chen tepat di depan matanya.
“Jangan sebut-sebut kontrak itu tepat di hadapanku!” gerutu Haishe
“Whoa whoa! Tenanglah, aku tidak bermaksud untuk membuat kontrak denganmu. Kau terlalu menyeramkan” sahut Li Chen
Haishe yang kembali mengangkat tubuhnya mundur pun melihat Li Chen dari posisi tubuhnya yang jauh lebih besar.
“Aku hanya sedang mencoba mencari informasi terkait kehidupan kalian sebagai hewan mistis” gumam Li Chen
“Huh, bersyukur karena kau sudah membantuku membalaskan dendam. Jika tidak, kau sudah mati dari tadi” gerutu Haishe
“Iya iya. Terima kasih banyak atas belas kasihanmu padaku, tuan-!”
Di tengah ucapannya itu, tiba-tiba saja Haishe merasa ada sesuatu yang aneh. Dia sontak memasang tangannya tepat di depan wajah Li Chen seolah menyuruhnya untuk diam.
“Sshh! Jangan berisik!”
Li Chen sontak terdiam dengan kedua mata yang melebar heran. Dia menarik pandangannya dan melihat Haishe yang terlihat begitu fokus seolah sedang merasakan sesuatu.
“Ada apa?” bisik Li Chen
“Manusia… mereka datang dari arah utara… jumlahnya…. Sekitar 30 orang!” ucap Haishe
“Apa?!” sahut Li Chen yang terkejut
Bagaimana bisa tidak terkejut? Manusia sebanyak itu datang ke dalam hutan Sheng, dan tidak mungkin itu hanya sebuah kebetulan. Mereka pasti sebuah kelompok yang memang sudah berencana untuk masuk ke dalam hutan Sheng seolah ingin merompak sesuatu.
Taring Haishe mulai memanjang keluar dengan gigi yang di gertakan begitu kuat. Matanya penuh dengan tatapan tajam dengan pupil vertikal ular yang penuh dengan hasrat membunuh.
“Manusia brengsek! Berani-beraninya kalian datang ke hutanku lagi!” gerutu Haishe
Li Chen sendiri daapt merasakan teror yang di keluarkan dari Haishe. Namun, dia mengetahui bahwa itu bukanlah hal yang baik. Sebelum Haishe pergi untuk membantai mereka semua, dia berusaha untuk menahannya terlebih dahulu.
“Hei hei, Haishe. Tahan dulu, jangan gegabah!”
“Minggir!”
“Sudah kubilang tenang dulu! Dengan posisimu sebagai pemimpin hutan, akan sangat tidak baik jika kau membantai mereka!”
“Aku tidak peduli! Mereka yang membawa ancaman pada hutanku harus mati!”
“Dengarkan aku baik-baik! Jika mereka mati di tanganmu, maka kau akan di anggap sebagai ancaman. Tak hanya bagi kota Feng, bahkan dari kota dan wilayah lain juga akan memburumu! Kau ingin mati dan membuat hutan yang dulu di tempati teman-teman hewan mistis mu di hancur ratakan oleh manusia lagi?!”
Ucapan Li Chen benar-benar membuat Haishe tak bisa berkata-kata. Dia terdiam dan hanya bisa menggertakan giginya seolah sedang menahan amarahnya itu.
Namun, Li Chen yang melihat Haishe sudah mulai mengerti maksud dari ucapannya pun menghela nafas untuk sesaat. Dia sudah memikirkan sebuah jalan untuk membuat hutan itu masih tetap ada dan juga membuat para manusia itu tidak merasa terancam oleh keberadaan Haishe.
__ADS_1
“Tenanglah, aku punya cara. Biarkan aku yang menemui mereka dulu. Kau gunakan kekuatanmu untuk mengawasiku dari jauh”