Eternal System

Eternal System
System 44 : Title


__ADS_3

Li Chen terdiam dan bersenandung dengan nada datar. Dia sangat bingung dan tak bisa memilih dengan mudah dari hal tersebut. Semua memiliki keahilan masing-masing dan juga keuntungan yang berbeda-beda.


Sifat rakus dari seorang manusia yang melekat di dalam dirinya pun mulai keluar seolah ingin memilih tiga tawaran sekaligus.


Namun, hal itu tidak bisa di lakukan dan sistem juga tidak memperbolehkannya. Li Chen terus berpikir tentang segala hal yang bisa dia lakukan dengan setiap title yang dia pilih.


“(Masing-masing title punya keuntungan yang berbeda. Uh… di saat seperti ini aku tidak bisa memilih….)”


Li Chen membatin kebingungan terhadap pilihan yang harus dia ambil. Dan tak lama kemudian, sistem kembali muncul dengan sebuah notifikasi baru di hadapannya.


Ting!


[ Setiap title yang di pilih akan berefek pada proses evaluasi data sistem di kemudian hari. ‘Pemain’ di harapkan untuk memilih dengan bijak, karena efek akan berhubungan dengan status upgrade nanti ]


Setelah membaca hal tersebut, beban yang Li Chen dapatkan menjadi semakin berat. Pilihan yang dia harus ambil ini berefek besar dengan sistem dan juga tubuhnya sendiri. Oleh karena itu, dia menunduk dan memijat pelan kepalanya untuk mencoba menjernihkan isi pikiran.


“Haah… ini sulit sekali….”


Setiap kemungkinan berusaha Li Chen pikirkan dengan baik-baik. Dia tidak tahu manakah pilihan yang paling cocok untuk dirinya karena semua terlihat sangat bagus.


Tetapi, di suatu titik pemikirannya, Li Chen tertegun diam dan membuka lebar kedua matanya. Dia mendapatkan sebuah secerah ide dari salah satu title yang di tawarkan oleh sistem. Dan title itu adalah ‘Alchemist’.


Dengan title ini, Li Chen memiliki keterampilan dalam membuat pil dna juga hal medis lainnya seperti akurpuntur. Tak hanya ini menambah kemampuannya, tetapi efek tambahan yang memberikan pengetahuan terhadap tanaman atau bahan yang berkaitan dengan medis dan kultivasi. Ini membuatnya memiliki pengetahuan yang lebih luas dan dapat memikirkan keputusan lebih lancar.


Dan juga, jika dia mengalami krisis uang pun bisa di atasi dengan kemampuan medisnya. Akurpuntur untuk menyembuhkan orang lain dan juga peracikan obat untuk di jual dan mendapatkan uang secara banyak.


Otak bisnis dari seorang direkturnya itu kembali bekerja, dan juga pemikiran realitis untuk meningkatkan kemampuan fisik di dunia yang kejam itu menjadi insting tambahannya sejak datang.


Oleh karena itu, Li Chen tidak lagi ragu. Dia telah menentukan pilihannya dan mengangkat kepalanya penuh dengan tatapan teguh.


“Baiklah. Kurasa ini adalah pilihan yang paling sesuai. Kuharap aku berjalan di jalan yang tepat”


Li chen mengangkat jarinya dan menekan panel yang menunjukan deskripsi title ‘Alchemist’.


Ting!


[ ‘Pemain’ memilih title Alchemist ]


[ Sebelum konfirmasi data di lakukan, apa ‘pemain’ yakin dengan pilihan anda? ]


[ Peringatan : Sistem akan melakukan konversi data setelah pilihan di tentukan secara permanen dan tidak akan bisa di rubah lagi ]


[ Ya / Tidak ]


Walaupun sempat ragu untuk menekan panel itu, tetapi Li Chen mendorong dirinya sendiri dan menakan panel ‘Ya’ sebagai tanda persetujuan dengan sistem tersebut.


Ting!


[ Konfirmasi telah di terima ]


[ Memulai konversi data ]


Zungg…!!!


Sebuah sinar biru dari panel sistem mulai muncul dan menerangi tubuh Li Chen dari atas kepala hingga ujung kakinya. Pancaran sinar biru itu terlihat seperti sedang memindai seluruh tubuhnya.


Dan ketika selesai, sistem kembali muncul dengan notifikasi baru.


[ Konversi data telah selesai ]

__ADS_1


[ Anda mendapatkan title : Alchemist ]


[ Anda mendapatkan status baru : Pengetahuan ]


[ Nama : Li Chen ]


[ Level : 50 ]


[ HP : 17500/17500 ]


[ MP : 1200/1200 ]


[ Title : Alchemist ]


[ Tingkat kultivasi : Petarung Jenderal bintang empat ]


[ Kelas : Petarung ]


[ Kekuatan : 53 ]


[ Daya Tahan : 45 ]


[ Kelincahan :39 ]


[ Kecepatan : 39 ]


[ Pengetahuan : 40 ]


Setelah melihat status dan title baru yang dia dapatkan, tiba-tiba saja Li Chen merasakan sebuah tekanan kuat di dalam kepalanya. Urat yang tegang terlihat tertekan keluar seperti akan pecah.


Dia memegang kepalanya sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit yang ada.


Pandangan matanya mulai berubah menjadi warna biru cerah sepenuhnya. Dan isi kepala Li Chen di bentur oleh pengetahuan baru yang tidak pernah dia lihat. Tanaman obat, penyakit, peracikan pil kultivasi dan obat medis, serta teknik akurpuntur dari seorang ahli masuk ke dalam kepalanya secara instan.


Informasi dan pengetahuan yang begitu banyak masuk secara bersamaan. Kepala Li Chen serasa ingin meledak karena sulit untuk menampung banyaknya ingatan sebanyak itu dalam waktu singkat.


Li Chen terpuruk dengan kedua tangan yang menahan tubuhnya bungkuk di lantai. Nafasnya terengah-engah dan keringat bercucuran tak henti seperti habis berlari 20 putaran stadium sepak bola.


Matanya terbuka lebar dengan pandangan yang tak bisa berpaling melihat tetesan keringat yang jatuh satu persatu ke lantai.


Ting!


[ Pemindaian data telah berhasil ]


[ Pengetahuan dasar-menengah ‘Alchemist’ telah di pindai ]


[ Anda mendapatkan item berupa :


Nama item : Jarum Akurpuntur


Tingkat item : Langka


Fungsi : Di gunakan sebagai alat medis terutama pengobatan akurpuntur ]


Notifikasi itu memperkuat pemikiran Li Chen yang di tengah kacau itu. Banyaknya informasi yang datang merupakan pengetahuan sistem tentang kemampuan ‘Alchemist’ di dalam dunia kultivator.


Tanaman herbal, tanaman mistis, bahkan detail tentang bunga lotus hijau yang pernah dia ambil dari Haishe saja bisa dia lihat dengan sebuah panel sistem yang menjelaskan tingkatannya.


“Jadi ini… pengetahuan seorang Alchemist?”

__ADS_1


BRAK!


Hantaman keras dari pintu yang di geser hingga terbuka lebar. Li Chen sontak menoleh ke belakang dan melihat adanya Lei Jingting yang berdiri di depan pintu tersebut dengan raut wajah kebingungan dan pipi yang mengembang seolah kepenuhan makanan.


“Lhi Chuen… kmau bmhaik-bmhaik saja?! ( Li Chen, kau baik-baik saja?!)”


Lei Jingting bertanya kebingungan dengan mulutnya yang masih di penuhi biskuit kalengnya. Li Chen menyadari bahwa dia yang terjatuh di kedua lutut cukup keras. Terlebih lagi, wajahnya yang di penuhi dengan keringat dan nafas yang terengah-engah terlihat tak baik-baik saja bagi Lei Jingting.


Namun, Li Chen berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dengan bangkit berdiri dan berusaha untuk bertingkah semua baik-baik saja.


“Ah… tidak apa. Aku hanya terpeleset saja saat sedang mencoba untuk berkultivasi”


“Benarkah?” tanya Lei Jingting


“Ya, tak perlu di pikirkan”


“Baiklah. Kau mau biskuit?”


Lei Jingting mengeluarkan kaleng biskuitnya dan menawarkannya kembali pada Li Chen


Dia yang melihat hal tersebut menjadi sedikit kesal karena sudah berulang kali menolaknya.


“Sudah kubilang, aku tidak mau biskuitmu!”


“Kenapa? Ini enak tahu!” sahut Lei Jingting


“Aku tidak peduli dengan seleramu!”


* * *


Setelah beberapa lama kemudian, Li Chen keluar dari rumah asramanya seorang diri dan berjalan di akademi yang begitu luas. Akademi itu lebih terlihat seperti sebuah kota sendiri, namun memiliki murid-murid yang memakai seragam yang selaras sehingga menandakan mereka sebagai murid akademi Liliang.


Mereka bergurau, bermain, berbincang bersama di taman maupun kedai seperti hal yang di lakukan pada orang umumnya di kota. Ada juga kelompok murid yang sedang di latih oleh seorang senior dalam bergerak bela diri.


“Ayo ayo ayo! Gerakan tubuh kalian lebih semangat lagi!”


“Baik, Senior!”


“Mulai lagi. Satu!”


“Satu!”


Sorakan dari para murid yang mengikuti instruksi dari seniornya untuk melakukan gerakan bela diri yang sesuai. Li Chen yang melihat semua hal itu masih tak kunjung selesai terkagum dengan kehidupan di dalam akademi.


“Hebat sekali… ini tidak terasa seperti akademi. Melainkan seperti sebuah kota besar”


"Berjalan di luar lebih menenangkan. Jika aku berada di dalam rumah itu, Jingting pasti akan terus menganggu!"


Di kala dia sedang berjalan, Li Chen tidak memperhatikan arah jalannya. Dan tiba-tiba saja, langkah kaki Li Chen telah menuntunnya ke sebuah gerbang besar dengan ukiran dua ekor naga emas di luarnya.


Kakinya yang tak kunjung berhenti dan mata lalai melihat kemana-mana karena sedang menikmati suasana akademi yang begitu hidup. Hal ini membuatnya berjalan mendekati gerbang itu lebih dekat. Dan ketika dia hampir menabrak gerbang itu, tiba-tiba saja terdapat dua buah tombak yang menyilang seolah menahan langkah kakinya untuk mendekati gerbang itu.


Sring…!


Li Chen langsung terkejut dan langkah kaki berhenti secara tiba-tiba. Matanya memandang secara bergantian melihat adanya dua penjaga gerbang yang memegang tombak tersebut sedang menahannya.


“Ma...maaf….” gumam Li Chen


“Murid baru, ada urusan apa kau datang ke ruang naga?”

__ADS_1


__ADS_2