Eternal System

Eternal System
System 58 : Encounter


__ADS_3

Beruang raksasa itu meraung keras dan langsung tertuju kedua matanya pada Li Chen. Kuda-kuda dan juga energi Ki-nya yang terpancar itu telah membuat beruang raksasa itu merasa terancam.


“GRAA!!!”


Cakarnya yang begitu besar dan tajam di ayunkan tanpa ragu ke arah Li Chen.


Sedangkan Li Chen yang melihat datangnya ayunan tersebut sudah mengunci targetnya. Tangannya yang di kepal dan rotasi kaki yang siap berputar untuk menghantam balik cakar beruang raksasa itu.


“(Sekarang!)”


Ketika Li Chen ingin mengayunkan tinjunya, tiba-tiba saja Gong Qiao berteriak dari belakangnya.


“Jangan!!”


Teriakannya itu membuat tinju Li Chen sontak terhenti di tengah udara.  Perhatiannya yang terpecah belah karena mendengar teriakan Gong Qiao membuatnya langsung menoleh ke belakang.


“Hah?!”


“Jangan menyakitinya!”


Apa?!


Itu adalah satu kata pertama yang muncul di dalam batin Li Chen. Dia bertanya dan berwajah kebingungan terhadap ucapan Gong Qiao.


Di sisi lain, beruang raksasa itu tidak menahan ayunan cakarnya. Dia terus mengayun dan bahkan menyerang Li Chen dari belakang yang nyaris terpukul telak dan berhasil memasang kuda-kuda bertahan dengan kedua lengannya.


Buaak…!!


“Urgh!”


Erangan Li Chen  yang cukup menyakitkan itu diikuti dengan tubuhnya yang terdorong ke samping hingga satu langkah hampir terbentur dengan pohon di sisinya.


Walau tubuhnya baru saja terkena serangan, Li Chen tidak menerima luka yang begitu fatal. Perhatiannya yang masih terkejut akan ucapan Gong Qiao pun membuatnya menoleh kembali ke arahnya.


“Qiao’er, apa maksud ucapanmu tadi?!”


Gong Qiao langsung mendekati Li Chen dan membawanya mundur ke dalam hutan. Mereka membiarkan beruang raksasa itu mengamuk secara liar sembari berusaha mengejar mereka dari belakang.


“Graa!!”


“Seperti yang kubilang, jangan menyakitinya!” jawab Gong Qiao

__ADS_1


“Kalau tidak menyakitinya, bagaimana bisa kita bertahan hidup?!” sahut Li Chen yang menjadi sedikit emosi dan meninggikan nada bicaranya


“Berlari saja!” sahut Gong Qiao


“HAH?!!! Kau gila ya, kita disini untuk memperkuat diri. Kenapa kita malah melarikan diri?!” gerutu Li Chen


Gong Qiao dan Li Chen yang berada di tengah debat tersebut pun langsung terhenti. Perhatian mereka teralihkan ke belakang karena melihat beruang raksasa itu berlari semakin kencang dan mendekati mereka.


Brak brak…!!


Pepohonan yang tumbang dan bergeser karena tubuh besar dari beruang itu berusaha untuk menerobos demi mengejar mereka berdua. Sedangkan Li Chen sendiri, yang melihat dirinya di kejar terus-menerus tak lagi bisa menahan diri.


Dia menahan langkah kakinya dan tak lagi melarikan diri. Gong Qiao yang terus berlari sebelumnya menjadi ikut berhenti dan menoleh ke arah Li Chen.


“Chen!” teriak Gong Qiao


Kedua tangannya di buka lebar di kedua sisinya. Matanya yang memandang tajam langsung ke arah beruang raksasa yang tak berhenti mengejarnya, tak menunjukan sebuah perasaan gentar yang terpancar dari Li Chen.


Di sisi lain, Gong Qiao yang semakin ketakutan dan khawatir pun kebingungan melihat Li Chen yang berdiri diam seolah menunggu beruang itu mendekat.


“Chen, apa yang kau lakukan?!”


“Kau bilang tidak boleh menyakitinya kan?!”


“GRAA!!!”


Namun, hal itu tidaklah akan terjadi baginya. Karena Li Chen langsung menyatukan kedua telapak tangannya seolah mengeluarkan suara tepukan tangan yang begitu kuat dan nyaring.


Plaak…!!!


Energi Ki yang melapisi kedua lengannya itu meningkatkan kemampuan fisik Li Chen. Sehingga, saat dia menyatukan kedua sisi telapak tangannya, tercipta sebuah bunyi yang begitu nyaring dan sanggup untuk membuat sekitarnya kebisingan.


Gong Qiao sendiri sampai harus menutupi telinganya kuat-kuat dengan kedua telapak tangannya.


“Acckkkhh!!”


Kalau Gong Qiao seperti itu, bagaimana dengan beruang besar yang ada tepat di hadapan nyaringnya suara itu?


Tentu saja, beruang itu langsung merintih kesakitan hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran. Mulutnya yang berbusa dan tubuh gemetar seolah nyaringnya tepukan tangan itu memasuki hingga ke dalam tulang-tulangnya.


Bruk…!!!

__ADS_1


Tak lama setelah itu, nyaringnya suara tepukan tangan Li Chen telah mereda. Gong Qiao yang berdiri jauh di belakangnya langsung membuka kedua telinganya secara perlahan. Tatapannya memandang bingung dan juga takjub.


Kenapa? Tentu saja karena ulah Li Chen yang selalu saja membuatnya terkejut.


“A-apa itu… barusan?” gumam Gong Qiao


“Aku memperkuat kedua lenganku demi menciptakan gelombang suara yang begitu keras. Kau bilang tidak boleh menyakitinya, jadi aku memilih metode paling mudah agar beruang ini tidak tersakiti”


Setelah mendengar penjelasan Li Chen, Gong Qiao sempat ingin menarik nafas dan mengeluarkan kata-katanya. Namun, hal itu tidak jadi dan dia hanya menghela nafas panjang seolah lega.


Pandangan matanya terbuka dan berbalik menoleh ke arah beruang tersebut. Terkapar dan tak berdaya di kondisinya yang tidak sadarkan diri. Gong Qiao berjalan perlahan menghampirinya dan mengelus bulu coklatnya yang lembut itu.


Di kala Gong Qiao sedang mengelus bulu beruang itu, Li Chen yang melihat hal tersebut entah kenapa merasa bersalah. Padahal dia yang baru saja menyelamatkan nyawa Gong Qiao dan dirinya sendiri, tetapi situasinya terlihat seperti Li Chen sudah menyakiti beruang itu tanpa belas kasihan.


“(Kenapa… situasinya jadi begini? Kenapa aku jadi terasa seperti orang jahat?)”


Tak lama kemudian, Gong Qiao menarik pandangannya dan menoleh ke arah Li Chen. Tatapan matanya itu berkilau seolah penuh dengan air mata yang dia tahan sekuat tenaga. Dengan pandangan layaknya anak anjing yang sedang memohon, Gong Qiao bertanya padanya.


“Chen… dia… dia tidak apa-apa kan?”


Perasaan khawatir Gong Qiao mengalir langsung ke dalam diri Li Chen. Terlebih lagi, pandangan matanya yang begitu merintih tangis pun membuat Li Chen tak tega dan menghela nafas panjang.


“Haah….”


Dia berjalan mendekati beruang itu dan meletakkan tangannya tepat di atas dahinya. Energi Ki milik Li Chen mulai mengalir masuk ke dalam tubuh beruang itu. Dan dengan kemampuan dari seorang alchemist, Li Chen  memeriksa setiap saraf dan organ tubuh milik beruang itu.


Matanya yang terpejam cukup lama mulai kembali terbuka dan langsung berganti pandang ke arah Gong Qiao.


“Tubuhnya baik-baik saja. Hanya saja masih mengalami shock karena suara yang aku buat. Lambat laun dia pasti akan bangun”


Nafas yang di hela panjang itu menunjukan betapa lega nya Gong Qiao ketika mendengar kabar beruang itu dari Li Chen.


“Syukurlah….”


Sedangkan Li Chen yang mengira bahwa Gong Qiao sudah sangat berhati lembut, kini menjadi semakin yakin bahwa hatinya itu jauh lebih lembut di bandingkan kapas dan awan yang ada di dunia tersebut. Bahkan untuk seekor beruang yang hampir membunuhnya, Gong Qiao masih berbelas kasih dan menahan tangis untuk beruang itu.


Di kala Li Chen sedang berpikir betapa aneh dan uniknya Gong Qiao, tiba-tiba saja dia merasakan sebuah pancaran energi Ki dari balik sisi belakangnya. Tak hanya satu atau dua, melainkan hampir tergolong sebagai sebuah kelompok datang ke arahnya.


“(Dua orang… tidak… lebih dari itu)”


Li Chen segera menarik pandangannya dan menoleh ke belakang. Dan di sana, dia melihat ada kelompok dengan jumlah mencapai empat orang datang di hadapannya. Di antara keempat orang itu, ada satu dari mereka yang terlihat lebih dominan dengan raut wajah sombong dan dagu yang meninggi seolah menatap rendah Li Chen dan juga Gong Qiao.

__ADS_1


Laki-laki dengan pakaian pendekar yang mewah seolah terbuat dari kain kualitas terbaik, menunjukan arogan yang semakin besar.


“Ternyata seorang peserta juga ya….” gumam laki-laki di tengah


__ADS_2